
Zhao Xiong, Ketua Geng Tengkorak lansung tersenyum lebar saat Pedang Rohnya akan menyentuh leher Xiuhuan.
“Eh, kemana dia?” Zhao Xiong terkejut Xiuhuan tak berada di hadapannya.
“Hei, gadis cantik! Kalau kamu jatuh cinta pada babang tampan ini, katakan saja sejujurnya. Tak usah kamu berikan aku jurus pesona,” goda Xiuhuan sembari memegang sebelah pipi Ketua Geng Ular itu.
“Ke-kenapa kamu bisa lepas dari jurus Pesonaku?” tanya Qin Yue, nama ketua Geng Ular.
Qin Yue menjadi gugup, Pendekar Pedang yang sanggup mematahkan jurus pesona adalah Pendekar Pedang yang memiliki kekuatan diatasnya.
“Kenapa kau diam saja cantik! Walaupun kamu memiliki tato ular di sekujur tubuhmu. Namun mataku belum buram, aku masih melihat jelas wajahmu yang cantik dengan bibir hitam lebam ini,” goda Xiuhuan sembari mengecup bibir Qin Yue.
Ketua Geng Ular itu, kaget bukan kepalang, tanpa basa-basi ia telah dinodai di hadapan anak buahnya. Namun ia tak berani bertindak, karena merasa tak akan sanggup melawan Xiuhuan.
“Ketua!” teriak anak buahnya datang ingin menyerang Xiuhuan. Namun Qin Yue melambaikan tangan agar tak mendekati mereka. Ia tak ingin Xiuhuan membunuh mereka.
Diantara empat Ketua Geng di penjara bawah tanah ini, hanya dialah ketua yang memberlakukan anakbuahnya dengan baik. Berbeda dengan yang lain, dimana mereka harus menyetor kue kering mereka untuk Ketua mereka. Belum lagi dipaksa memijit atau yang paling parah melayani hasrat mereka.
***
“Apakah kau kepincut padanya Ketua Yue?”
Zhao Xiong menghampiri mereka, tubuhnya mengeluarkan bara api. Pendekar Pedang dengan unsur api dan Roh Pedang Salamander itu sangat marah, karena merasa di sepelekan oleh Xiuhuan.
Xiuhuan melepas ciumannya pada Qin Yue.
“Apa aku perlu membantumu bos, menghadapinya?” tanya Qin Yue pada Xiuhuan, sehingga membuat kehebohan di ruang makan penjara bawah tanah itu.
Ketiga ketua geng yang mengendalikan penjara bawah tanah itu, menduga Qin Yue mau menjadi anak buah Xiuhuan, karena kepincut dengan ketampanannya saja.
Beberapa anak buah Qin Yue langsung melakukan pemberontakan, mereka melakukan mosi tidak percaya pada Ketua Geng Ular itu.
__ADS_1
Mereka melakukan pembelotan dengan bergabung dengan ketua lain. Sedangkan yang masih setia akhirnya bentrok dengan anggota yang membelot itu.
Saling serang pun mulai terjadi, anggota Geng Ular langsung terpojok mundur ke belakang Xiuhuan dan Qin Yue, karena kalah jumlah harus menghadapi anak buah ketiga Geng lain.
Qin Yue maju kedepan, membuat anak buah ketiga Geng lain tak berani maju. Mereka takut terkena jurus Pesona Qin Yue.
Xiuhuan tersenyum menyeringai, ia tak menyangka Qin Yue cukup bijak membaca situasi. Jika mereka semua mengepungnya, maka Xiuhuan berencana untuk menggunakan jurus Badai Petir dari kitab Seribu Dongeng.
Sekarang Xiuhuan berhadapan dengan Zhao Xiong satu lawan satu, karena dua Ketua Geng lain belum mengambil tindakan.
“Om-om Api! Percuma saja kau melawan dihadapan Dewa Air ini.” Xiuhuan mulai memprovokasinya. “Walaupun kau tarik api neraka ke sini, itu tak akan berpengaruh sama sekali. Aku tinggal menggunakan mode Pemadam Kebakaran, kau akan berakhir menjadi arang hahahaha ....” Xiuhuan mengejeknya.
“Sombong sekali kau bocah bau kencur!“ seru Zhao Xiong geram.
Zhao Xiong melesat cepat ke arah Xiuhuan. Siluet Salamander mengiringi tebasannya.
Xiuhuan tersenyum, ia menemukan ide untuk mempermalukan Zhao Xiong dihadapan tahanan lain. Xiuhuan tak menyerang sama sekali, ia hanya menggunakan jurus bertahan, dengan pusaran air mengelilingi tubuhnya.
“Apa aku menggunakan jurus terkuatku saja, sepertinya anak ini cukup kuat juga. Ternyata ia tidak membual kemarin, kalau ia berani menantangku,” gumam Zhao Xiong.
Zhao Xiong mengalirkan qi sebesar 60% dari kapasitas Rongqinya. Pusaran Api Raksasa mengelilingi tubuhnya, Zhao Xiong sendiri menggunakan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedangnya.
“Astaga dia cuma membuang-buang banyak qi secara cuma-cuma. Sudah jelas Pedang Hitam itu akan menyerap tenaga dalam yang keluar, jadi percuma saja menggunakan jurus kuat disini,” gumam Xiuhuan yang tetap menggunakan jurus dasar dengan mengalirkan sedikit qi saja.
Zhao Xiong melesat cepat, ruangan bawah tanah itu bergetar seperti terjadi gempa bumi. Pedang Roh Zhao Xiong berubah menjadi ukuran besar dan mulai mengayun menebas Xiuhuan.
“Bossss!” Pekik Qin Yue ketakutan, ia berpikir Xiuhuan tak akan sanggup menahannya, karena Xiuhuan tak menunjukkan memiliki tenaga dalam yang besar. Ia hanya menggunakan jurus dasar saja sejak tadi.
Jika sampai Xiuhuan kalah, itu akan berbahaya bagi Qin Yue. Ia akan menghadapi ketiga Ketua Geng lainnya, karena melanggar aturan di mana tidak diperkenankan membantu tahanan baru saat bertarung.
Saat Pedang besar yang diselimuti api raksasa itu akan menghantam Xiuhuan, ia langsung menggunakan jurus Langkah Kilat, berpindah ke belakang Zhao Xiong.
__ADS_1
Xiuhuan lansung memberikan sebuah tebasan ke arah punggung Zhao Xiong. Namun hanya meninggalkan luka gores saja, karena tubuh Salamander-nya cukup keras. Apalagi Xiuhuan hanya menggunakan sedikit qi saja pada Pedang Rohnya.
Zhao Xiong membalikkan badannya, mengejar Xiuhuan. Namun lagi-lagi Xiuhuan melesat ke belakangnya dan melesatkan tebasan bertubi-tubi.
Zhao Xiong lansung roboh, karena tenaga dalamnya malah terserap oleh Pedang Hitam yang ada di ruang makan penjara bawah tanah itu.
“Hahaha ... otot doang yang gede, tapi otak secuil!” ejek Xiuhuan yang telah tahu, percuma menggunakan kekuatan besar di ruangan ini. Karena ujung-ujungnya akan diserap oleh Pedang Hitam saja, seperti yang ada di Kota Tianwu.
Zhao Xiong yang sudah tak berdaya karena dipenuhi oleh luka tebasan pedang di sekujur tubuhnya. Zhao Xiong kemudian memohon ampunan pada Xiuhuan, namun Xiuhuan tak akan mudah memaafkan musuhnya jika tak ada timbal balik yang ia terima.
“Hehehe berapa Poin atau Pil Neraka yang kau miliki?” bisik Xiuhuan ke telinga Zhao Xiong.
“A-aku tak memiliki poin apa-apa lagi, karena kami menggunakan Poin untuk menyogok sipir penjara supaya dibelikan makanan enak dari luar sana,” sahut Zhao Xiong.
“Cih, dasar tak berguna!” seru Xiuhuan mencekik leher Zhao Xiong. Namun tiba-tiba, sebuah dinding es muncul di hadapannya. Sehingga Xiuhuan dengan terpaksa melepaskan cekikikannya.
Xiuhuan tersenyum menoleh ke arah sumber dinding es itu muncul.
“Ternyata kau tua bangka!” seru Xiuhuan menatap tajam padanya.
“Kita lanjutkan besok saja! Lonceng telah berbunyi, saatnya istirahat. Ingatlah bocah, hari ini kau cuma beruntung. Karena kami tak mengira Qin Yue akan berbelok mendukungmu,” sahut Wang Pan dengan senyum tipis terpancar di wajah sepuhnya itu.
Sementara tubuh Zhao Xiong lansung menghilang dari pandangan Xiuhuan. Ia langsung diambil oleh Ketua Geng Elang Bayangan.
Para tahanan lansung bergegas meninggalkan ruang makan penjara bawah tanah itu dan masuk ke sel masing-masing.
“Sepertinya mereka akan melawan kita lagi besok bos,” ucap Qin Yue mendekati Xiuhuan.
Xiuhuan tersenyum sambil memeluk tubuhnya. “Tenang saja sayang. Kau akan menjadi penguasa tunggal penjara ini. Nanti terserah kamu mau membuat aturan apa, yang penting kamu tak akan menusukku dari belakang, kan?” Xiuhuan kembali mengecup bibir hitam Qin Yue. “Di dunia per-komikan banyak tokoh utama yang tewas ditangan wanita mereka. Kemudian ia lahir kembali dan menuntut balas. Jadi, jangan sampai kau membunuhku dari belakang, karena aku tak mungkin lahir kembali, karena kita ini bukan dunia komik. Yu andesten, wouke!” Xiuhuan melucu ala jokes bapack-bapack, namun Qin Yue tak tersenyum, karena ia tak mengerti Xiuhuan mengatakan apa.
...⚔️Bersambung ⚔️...
__ADS_1