Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Xiuhuan Sang Kuda Hitam


__ADS_3

Xiuhuan kembali dipaksa mundur beberapa langkah oleh Wu Xiong. Namun, ia langsung kembali melakukan gerakan zig-zag untuk membuat Wu Xiong harus diam ditempatnya.


“Gerakan yang sama?” Wu Xiong menggerutu mencoba menebak pergerakan Xiuhuan. “Tebasan Naga Kembar!”


Boommm!


Pedang Yin dan Yang—Wu Xiong beradu dengan Tombak Long Kiang, tetapi tiba-tiba Wu Xiong merasa udara disekitarnya menjadi dingin.


“Elemen Es? Bukankah dia cuma memiliki elemen air, kenapa bisa memiliki elemen Es dan Petir?” gumam Wu Xiong mundur beberapa langkah karena tiba-tiba muncul Pedang Es terbang menyerangnya.


Tak ada yang tahu kalau Xiuhuan telah meminjam kekuatan milik Serea, bahkan Lou Xue menyipitkan matanya terkejut melihat Xiuhuan bisa menggunakan elemen Es.


“Hmm, tak ada cara lain, selain harus memaksimalkan potensi elemen api-ku,” gumam Wu Xiong, karena elemen air lemah terhadap elemen Es.


“Pedang Seribu!” seru Xiuhuan dan muncul seribu Pedang Es yang terbuat dari qi miliknya yang jumlahnya seluas laut Kunming itu. “Tusukan Halilintar!”—Xiuhuan langsung menghilang dari pandangan penonton.


Wu Xiong sudah tahu Xiuhuan akan muncul dari depan dan ia pun tak mau kalah. “Tebasan Naga Api!” Kobaran api yang sangat besar mengiringi tebasan pedang Yang milik Wu Xiong.


Elemen Api milik Wu Xiong itu sangat panas, sehingga mampu mencairkan Pedang Es milik Xiuhuan yang cuma kekuatan pinjaman itu.


Para penonton sangat takjub pada Wu Xiong, tetapi mereka juga terkejut Xiuhuan tak mundur saat kobaran api itu melahapnya.


“Perisai Air!”


Xiuhuan membalut tubuhnya agar tidak dilahap kobaran api itu dan dari kobaran api itu muncul sengatan-sengatan listrik seperti sambaran Petir, sehingga para penonton penasaran; apa yang terjadi di sana.


Wu Xiong kaget, Xiuhuan secara membabi-buta menusuk, menebas dan kadang menendangnya dengan gerakan beladiri yang sangat lihai. Wu Xiong dipaksa mundur dan bertahan, untung saja tingkat Kultivasi-nya lebih tinggi dari Xiuhuan—kalau tidak ia sudah kalah sejak tadi.

__ADS_1


“Hmm, lima gerakan lagi muridku akan memenangkan pertandingan ini hahahaha ....” Akhirnya Sesepuh Cao Yun bisa tertawa bangga setelah sebelumnya terus malu dengan tingkah laku Xiuhuan.


Sesepuh dari Clan Wu yang menjadi guru Wu Xiong hanya bisa tersenyum masam dan tak mengira kemampuan bertarung Xiuhuan cukup baik. Dia menduga itu karena Xiuhuan telah memiliki banyak pengalaman bertarung selama ini, berbeda dengan Wu Xiong yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam Sekte Qingyun saja.


Walaupun Wu Xiong bisa bertahan, tetapi Xiuhuan tidak memberikannya waktu untuk berpikir dan secara tidak sengaja ia malah keluar dari panggung, karena terlalu banyak berpikir cara mengatasi Xiuhuan sehingga tak menyadari telah diujung panggung.


“Eh!” Wu Xiong terkejut. “Ah, sial!” Dia benar-benar malu dan mengepal tinjunya.


Para penonton langsung bertepuk tangan dan berteriak mendukung Xiuhuan, hanya murid-murid dari Clan Wu saja yang terdiam melihat kejadian itu.


Tetua Wu Ming menghela nafas panjang, ia tak menyangka murid terbaik dari Clan Wu-nya itu harus dipaksa kalah oleh Xiuhuan. Dia kemudian mengumumkan Xiuhuan memenangkan pertandingan.


Xiuhuan tidak mengatakan apapun, ia langsung memejamkan matanya dan tiba-tiba sudah berdiri di sebelah Lou Xue yang merasa risih karena menjadi pusat perhatian penonton.


“Pertandingan yang luar biasa, Xiuhuan yang hanya Immortal Akhir mampu membuat Wu Xiong yang merupakan Ranah Absolute God bertekuk lutut, apakah kalian sudah melihat api milik Wu Xiong cuma menghangatkan tubuh Xiuhuan saja dan elemen airnya hanya dijadikan sebagai penyejuk udara oleh Xiuhuan yang memiliki elemen Es, Air dan Petir.” Tetua Wu Xiong malah melebih-lebihkan kekuatan Xiuhuan. “Selanjutnya Wu Kongyan melawan Cao Jin!” seru Tetua Wu Ming sehingga para penonton kembali bergemuruh.


Setelah pertandingan yang cukup menghibur, karena yang tampil adalah murid-murid terbaik Ranah Chaos Ancient God. Kini kembali giliran Xiuhuan yang tampil di atas panggung.


Lawan Xiuhuan kali ini adalah istrinya sendiri, Lou Xue.


Keduanya berdiri di atas panggung dan saling berpandangan, entah apa yang dirasakan keduanya saat ini. Namun, keduanya tampak tidak akan berbelas kasih—walaupun yang dihadapannya itu adalah orang tercinta mereka.


Untuk melawan Lou Xue, Xiuhuan bertekad untuk menggunakan kekuatan aslinya saja. Sehingga ia tidak meminjam kekuatan milik Serea lagi.


“Pertandingan dimulai!” seru Tetua Wu Ming.


Seribu Kloning Manusia Air muncul menyerang Lou Xue, tetapi tiba-tiba semuanya membeku oleh kekuatan elemen Es milik Lou Xue dan muncul tanaman merambat disela-sela patung Es dari Kloning Manusia Air merayap dengan cepat ke arah Xiuhuan.

__ADS_1


Dengan jurus Langkah Kilat Xiuhuan berpindah-pindah tempat dengan cepat, ia kadang-kadang berlari di atas tanaman merambat yang mengejarnya dan berlindung dibalik Kloning Manusia Air yang membeku sebagai tameng, makanya ia tak menghilangkan Kloning Manusia Air itu.


Lou Xue juga mengeluarkan Pedang Pusaka tingkat tinggi miliknya yang belum pernah ia perlihatkan selama ini. Pedang itu adalah Pedang Roh Angin yang merupakan Pedang pusaka terkuat kesembilan, sedangkan Pedang Pusaka terkuat kedua miliknya telah tertinggal di Dunia Siluman beberapa waktu yang lalu saat ia ditangkap oleh Siluman saat itu.


Saat Lou Xue mengeluarkan Pedang Roh Angin dari sarungnya, tiba-tiba angin kencang berhembus dan Kloning Manusia Air disekitarnya tersayat-sayat menjadi ratusan potongan tubuh.


Xiuhuan menyipitkan matanya, ia tak menduga Lou Xue akan sekuat ini. Bulu kuduknya berdiri dan detak jantungnya berdegup kencang. Xiuhuan benar-benar dibuat gugup melawan Lou Xue.


Karena Kloning Manusia Air sudah tak berguna dijadikan sebagai tameng, Xiuhuan menariknya kembali dan hanya menggunakan Tombak Long Kiang saja sebagai senjatanya.


“Sepertinya aku harus meminjam sedikit kekuatan Roh Pedang Sidat Listrik. Lagi pula Sesepuh Cao Yun sudah curiga aku berasal dari luar Benua Kun Lun, makanya ia mengatakan ia hampir menyinggung Serea sewaktu ingin melihat isi pikiranku,” gumam Xiuhuan.


Di langit Sekte Qingyun tiba-tiba awan berkumpul, padahal biasanya langit tersebut selalu biru dan hanya sesekali muncul awan tipis. Namun, awan yang sekarang adalah awan hitam tebal yang didalamnya muncul sambaran-sambaran Petir yang menakutkan.


Penonton yang awalnya takjub dengan kekuatan yang dimiliki oleh Lou Xue, kembali terpana saat menengadah menatap langit.


“Apakah ada serangan dari Aliran hitam?”


“Tidak mungkin, para Sesepuh diam saja kok, mungkin ini kekuatan senior Xiuhuan!”


“Apaaaaaa? Dia hebat sekali!”


Sesepuh Cao Yun yang menonton bersama para Sesepuh lainnya tersenyum lebar, ia tak menyangka kedua muridnya itu sangat luar biasa sekali. Bahkan Sesepuh dari Clan Lou merasa menyesal membiarkan kedua murid dari Clannya itu dilatih oleh Sesepuh dari Clan lain.


“Xiuhuan ini benar-benar cocok dikirim ke Dimensi Iblis. Namun, sayang sekali, Lou Xue terlalu cantik sehingga ia tak bisa ikut karena akan menarik perhatian para Iblis yang buruk rupa itu saja,” gumam Sesepuh Cao Yun dengan seringai tipis diwajahnya.


Lou Xue menyadari, kekuatan misterius di langit itu pasti ulah suaminya itu. Dan ia memutuskan menyerang lebih dulu, sehingga ia menghilang seketika yang membuat Xiuhuan waspada.

__ADS_1


__ADS_2