Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Rumah Bordil Caihong


__ADS_3

Tangisan wanita adalah kelemahan terbesar Xiuhuan. Helaan nafas panjang terdengar sesaat dan ia mengulurkan tangan pada Du Louxia.


“Gu-guru menerimaku sebagai muridmu?” tanya Du Louxia dengan ekspresi wajah bahagia.


“Tidak!” sahut Xiuhuan, membuatnya langsung lesu. Ternyata usahanya sia-sia saja merayu Xiuhuan agar mau menjadikan dirinya sebagai murid. “Namun, aku bisa membantumu balas dendam, tetapi ada syaratnya—”


“Apa itu Pertapa agung?” Du Louxia kembali bersemangat, walaupun tak bisa menjadi murid, setidaknya dendamnya masih bisa terbalaskan.


“Pertama, Aku adalah Kultivator dari Benua Kun Lun yang sedang mengejar tengkulak yang menerima budak-budak wanita dari bandit gunung Lugu. Bandit-bandit ini telah kutumpas di sana, tetapi ribuan wanita telah dijual ke kota Houshan ini—”


“Aku belum pernah melihat wanita sebanyak itu di sini. Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan Clan Fang, karena anggota Clan Du hanya wanitanya saja yang tidak dibunuh dan laki-laki serta anak-anak saja yang dihabisi oleh mereka,” sela Du Louxia.


Mendengar penjelasan Du Louxia, Xiuhuan juga merasa itu ada benarnya. Kalau seribuan wanita cantik dijadikan wanita penghibur, maka akan menjadi kegemparan di kota Houshan ini dan akan terjadi perang harga antar rumah bordil.


“Apa kau tahu, untuk apa Clan Fang menculik para wanita?” Xiuhuan mencoba menarik benang merah kejadian ini, apakah memang saling bertautan.


“Aku tak tahu Pertapa agung, karena Clan Fang adalah Clan kecil yang telah dilupakan. Bahkan di kota Houshan ini mereka tak memiliki pengaruh apa-apa lagi. Namun, hari ini mereka melakukan pembersihan pada Clan kami. Padahal selama ini, kami tak ada perselisihan dengan mereka.” Du Louxia juga tak mengerti.


“Baiklah, pertama-tama kita menuju rumah bordil terbesar di kota Houshan. Apa kau tahu di mana?” Xiuhuan berpikir di sanalah sumber informasi yang mudah didapatkan.


“Ru-rumah bordil ....” Du Louxia langsung membayangkan adegan Hanabi bersaudara dan wajahnya memerah.


“Apa yang kau pikirkan. Cepat tunjukkan jalannya!” Xiuhuan menyentil keningnya. “Pertapa agung sepertiku tak akan tergoda oleh begituan,” katanya lagi. Namun, wajahnya malah tersenyum menjengkelkan.


***


Bawahan Fang Yang—kabur ke kediaman Clan Fang dan melaporkan kejadian yang menewaskan Fang Yang pada Fang Cheng.

__ADS_1


“Sial! Siapa Kultivator yang berani menggagalkan rencana kita itu.” Fang Cheng sangat marah mendengarnya. “Jangan memberitahu tuan Yuan dan berikan gadis-gadis yang kalian bawa padanya, sedangkan sisanya ikuti aku. Jangan sampai Clan lain mengetahui kejadian ini, karena kita belum siap menghadapi seluruh Clan di kota Houshan ini sekaligus.”


Tiba-tiba seorang anggotanya menghampiri Fang Cheng.


“Tuan Cheng, kabar buruk!” Nafasnya terengah-engah. “Kita harus menunda rencana penyerangan ke Clan Ne, karena tuan muda pertama Clan Huo datang mengunjungi Clan cabang mereka,” lapor anggotanya itu.


Mendengarnya Fang Cheng makin dibuat pusing. “Kenapa rencana yang telah disusun matang ini, malah berantakan. Ini pasti gara-gara Fang Yang tak becus dalam menghancurkan Clan Du. Kalau Huo Guan mengetahui apa yang kita lakukan, tamat sudah riwayat Clan Fang,” ia makin gelisah.


Huo Guan merupakan anak pertama Clan Huo, yang juga penerus Clan terkuat di aliran hitam itu. Dia adalah Kultivator jenius Ranah Absolute God, kecepatannya dalam berkultivasi hanya dapat disetarakan dengan adik perempuannya yang kini berada di Sekte Qingyun.


Ada satu hal yang ditakutkan dari Huo Guan. Yaitu, ia tak pernah berbelas kasih kepada lawannya. Bahkan ia adalah salah satu yang ikut dalam mengusulkan pemusnahan keluarga Huo Meng atau Jiang Meng yang berkhianat pada aliran hitam. Tentu apa yang dilakukan oleh Clan Fang juga tak bisa ditolerir, memusnahkan sesama aliran hitam; walaupun ada peraturan tak tertulis yang memperbolehkan pertarungan antar individu, di mana yang kuat boleh membunuh yang lemah.


“Kalian semua mengenakan pakaian Clan Du dan blokir jalan yang memasuki kawasan Clan itu. Kita harus menutup informasi keluar, hingga tuan Yuan telah berhasil menyempurnakan jurus Iblis boneka.” Perintah Fang Cheng pada anggotanya.


“Baik tuan Cheng!” sahut mereka langsung meninggalkan kediaman Clan Fang.


***


“Siapa itu sayang!” tanya Xiuhuan—yakin Ranah Absolute God dihadapannya itu bukan Kultivator sembarangan, mungkin salah satu petinggi Clan.


Du Louxia bingung mendengar sapaan Xiuhuan padanya.


“Sejak kapan Pertapa agung menjadi kekasihku. Aku tak mau, asal Pertapa agung tahu, aku sudah memiliki tunangan di Clan utama,” bisik Du Louxia protes dan takut memasuki rumah bordil Caihong, dia langsung membayangkan Xiuhuan melakukan adegan kucing bergulat dibenaknya.


Xiuhuan kembali menjitak keningnya. “Jangan berpikiran aneh-aneh. Katakan siapa Ranah Absolute God itu!” Dan Du Louxia langsung tersadar dan mengusap keningnya.


“Oh, dia tuan muda Huo Guan. Dia adalah anak pertama Ketua Clan Huo dan dia memang sering berkunjung ke sini untuk berjumpa Huo Meigui, pemilik rumah bordil ini,” sahut Du Louxia.

__ADS_1


Mendengar tuan muda Clan utama Huo datang ke kota Houshan hanya untuk mengunjungi seorang wanita. Wajah Xiuhuan langsung berbinar-binar, ia yakin Huo Meigui itu pasti sangat cantik.


“Ayo kita masuk ke dalam, aku ingin cuci mata,” kata Xiuhuan menarik tangan Du Louxia masuk ke dalam rumah bordil Caihong, walaupun gadis itu berusaha meronta, karena tak ingin menginjakkan kaki ke tempat berlendir itu. Namun, tenaga Xiuhuan lebih kuat dan mereka berakhir di dalam rumah bordil Caihong juga.


Du Louxia cemberut terus, ia tak menyangka Pertapa agung yang sok suci itu, suka ke tempat beginian.


Seorang wanita cantik dengan hanfu ketat yang menampakkan lekuk tubuhnya mendekati Xiuhuan.


“Babang tampan! Apakah kau mencari pijatan ke sini,” rayunya dengan suara mendesah, membuat Du Louxia memelototi gadis penghibur itu. “Ara-ara ... ternyata ada Nyonya babang tampan disebelah. Jadi tak bisa ke kamar tiga belas dong,” candanya.


“Bawakan dua gelas teh terbaik dan makanan terbaik dekat meja tuan muda Huo Guan itu.” Xiuhuan sengaja mengambil meja dekat Huo Guan, agar bisa melihat yang mana Huo Meigui itu.


“Baik babang tampan,” sahut wanita cantik itu bergegas mengambil pesanan Xiuhuan. Namun, baru berbalik badan, tiba-tiba gadis cantik itu merasa ada yang mencengkram bokon9nya. “Ah, babang tampan nakal.” Wanita penghibur itu mendesah lagi, membuat Du Louxia mencubit Xiuhuan, karena risih dengan kelakuannya.


Xiuhuan tersenyum lebar.


“Cantik! Bawa sepuluh tercantik diantara kalian untuk menemaniku minum teh.”


Wanita cantik itu memicingkan matanya sebelah dan membuat simbol hati dengan jari tangannya, karena senang dengan permintaan Xiuhuan itu. Dia yakin pasti akan mendapatkan banyak uang tips nantinya. Mengingat penampilan Xiuhuan yang terlihat seperti tuan muda juga.


“A-apa yang Pertapa agung lakukan. Bukankah kau seharusnya menjauhi godaan duniawi,” bisik Du Louxia geram dengan kelakuannya.


“Tenanglah, kita sedang menyamar. Jadi, harus berakting sungguhan, biar kelihatan lelaki bejat,” sahut Xiuhuan.


Du Louxia menghela nafas panjang, walaupun berakting tak semestinya memesan sepuluh wanita penghibur. Bahkan pengunjung lain hanya ditemani satu wanita penghibur saja. Dia malah terlalu mencolok untuk dikatakan berpura-pura.


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2