Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Rumah Bordil Hong Meigui


__ADS_3

*Panggilan tetua akan diganti dengan guru, karena ada masukan dari kawan-kawan pembaca, tapi khusus


Murid-murid Xiuhuan kebingungan dengan apa yang mereka lihat. Kenapa tidak? Xiuhuan tak tahu kemana perginya, setelah Dou Yi tak sanggup menahan lebih lama jurus Pembelah dimensi itu.


"Apa guru Xiuhuan telah mati?" Dou Yi panik, ia merasa bersalah akibat tak bisa menahan lebih lama jurus Pembelah dimensi itu.


"Tidak mungkin ... kan, guru Xiuhuan Pendekar Pedang tahap 100, mungkin ia berada di tempat lain. Bukannya jurusmu itu membelah dimensi!" sahut Liu Ya menenangkan situasi.


"Bagaimana kalau guru Xiuhuan berada di daratan utama dan tak bisa masuk lagi ke Pulau Niao?" Dou Yi tetap juga panik, air matanya kemudian membasahi pipinya.


"Kita harus tenang dulu ... pertama-tama kita ke dalam aula, menunggu kedatangan guru. Dalam situasi ini, butuh pikiran yang jernih. Kita akan menunggu guru Xiuhuan hingga matahari terbenam. Jika ia tak kembali, kita akan laporkan pada Ketua Sekte."


Huanran yang lebih muda malah lebih matang pikirannya, itu akibat banyaknya tekanan yang ia dapatkan selama berada di istana Haitian, sehingga pikirannya lebih dewasa daripada usianya.


"Setuju ... ayo kita masuk ke dalam!" seru Shuyan. Mereka pun masuk ke dalam aula timur itu dan merahasiakan apa yang terjadi sementara, supaya tak membuat kehebohan dalam Sekte Teratai Biru.


***


"Ah, wangi sekali!"


Xiuhuan menghirup aroma wangi, ia kemudian membuka matanya. Karena tadi, ketika ia masuk lubang hitam itu, Xiuhuan menutup matanya karena takut, namun untuk mundur ia terlanjur gengsi di hadapan murid-muridnya.


"Hmm, wangi ya ..."


Sosok wanita cantik sedang berendam di dalam bak mandi dengan bunga kembang tujuh rupa.


"Hahaha pantasan wangi ... ternyata aku lagi kesasar kemari," sahut Xiuhuan. Dalam hati ia mengutuk Dou Yi yang mengirimnya ke rumah bordil Hong Meigui, yang merupakan pusat hiburan malam dan perjudian terbesar di kota Hua ini.

__ADS_1


Wanita cantik di hadapan Xiuhuan itu adalah Wei Yin, pemimpin dari rumah bordil Hong Meigui ini, anak pertama dari Kepala Clan Wei.


"Lama tak jumpa Xiuhuan ..." Wei Yin lansung beranjak dari bak mandi itu tanpa malu dilihat oleh Xiuhuan.


Xiuhuan berpura-pura memandang ke arah lain. "Ya, lama tak jumpa juga ... kau makin cantik saja kulihat!" Goda Xiuhuan.


"Hmm ..." Wei Yin berhenti melangkah, ia tak jadi mengambil handuk dan berbalik menengok Xiuhuan.


"Ah, ini satu keping emas buat kerusakan ini!" seru Xiuhuan melompat ke atap rumah bordil Hong Meigui, kamar pribadi Wei Yin terletak di lantai paling atas.


"Tungguuu! Kita belum melakukannya!" teriak Wei Yin.


"Aku sudah impoten!" sahut Xiuhuan yang berada di atap rumah bordil Hong Meigui.


"Hmm tak mungkin lah, dari ribuan orang yang kutiduri, cuma kau yang paling perkasa!" seru Wei Yin lagi.


"Bodohhhhhh! Siapa pula yang mau tidur dengan orang lain. Jelas-jelas dia yang merenggut kesucianku pertama kali akibat aku kalah taruhan di meja judi. Sejak saat itu aku sering pura-pura kalah supaya bisa berduaan denganmu, namun akhir-akhir ini kau menghilang di telan bumi. Bahkan ada kabar kau telah menjadi orang baik," guman Wei Yin memandangi Xiuhuan dari jendela kamarnya.


"Xiuhuan ... kau tak akan kulepaskan!" serunya dengan senyum manis terpancar dari sudut bibirnya yang merah muda itu.


Dengan Langkah Kilat, Xiuhuan melesat dengan cepat memasuki Sekte Teratai Biru. Namun, dari gerbang Sekte ia harus berjalan normal. Karena didalam Sekte dilarang menggunakan kecepatan tinggi. Karena ada ribuan murid di sana, bayangkan saja jika semua melesat dengan cepat. Maka akan terjadi kecelakaan lalulintas massal.


Xiuhuan lansung menuju aula timur, ia tak melihat murid-muridnya lagi di halaman aula.


"Kemana anak-anak itu?" guman Xiuhuan sembari membuka pintu aula.


"Guruuuuu!" Mereka lansung memeluk Xiuhuan saat ia membuka pintu aula itu.

__ADS_1


"Nah gini nih yang saya suka." Xiuhuan senyum-senyum mendapat pelukan dari mereka. "Baru ditinggal sebentar saja kalian sudah kangen pada guru, ya."


"Bukan kangen guru mesummmm! Tapi khawatir!" sahut Shuyan.


"Aish ... padahal tadi aku sudah terharu, namun kini malah sakit hati!" seru Xiuhuan berpura-pura sedih, namun murid-muridnya itu tak peduli lagi.


"Guru pergi kemana tadi?" Dou Yi penasaran kemana ia melempar gurunya itu.


"Ke surganya hidung belang!" sahut Xiuhuan.


"Hahaha ...." Mereka tertawa terkekeh-kekeh mendengar jawaban Xiuhuan.


"Sudah-sudah kalian kembali serap sumberdaya ini!"


Xiuhuan mengambil beberapa sumberdaya ke kamarnya, yang letaknya dekat pintu masuk aula itu sendiri.


"Terimakasih guru!" seru mereka serentak setelah menerima sumberdaya dari Xiuhuan. Khusus untuk Huanran tetap menerima ginseng kuning tingkat rendah saja. Karena roh Pedangnya paling lemah diantara mereka.


"Nanti cepat tidur, ya ... jangan kebanyakan bergosip! Besok kalian akan mengambil misi pertama. Karena cuma kita yang belum memiliki kontribusi untuk Sekte," ucap Xiuhuan lagi.


"Wah ... kita akan mengambil misi!" Shuyan semangat sekali mendengarnya, sedangkan Liu Ya biasa saja. Karena ia sudah pernah melakukannya saat berada di Sekte Pedang Naga Surgawi.


"A-a-a-ku bagaimana guru?" Huanran bertanya, karena ia merasa minder belum bisa membentuk Pedang Roh.


"Semua ikut, sekalian mencari pengalaman. Tak usah khawatir, guru akan ikut memantau kalian nanti. Jika terjadi sesuatu yang tak sanggup kalian hadapi, guru akan turun tangan nanti!" seru Xiuhuan.


Huanran sangat senang mendengarnya, karena ia tetap bisa berkumpul bersama teman-teman barunya itu.

__ADS_1


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


__ADS_2