Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Setelah matahari telah tenggelam di ufuk barat, Xiuhuan melangkah masuk ke dalam bar milik Chu Mogui. Dengan senyum lebar sambil mengibaskan jubah Sekte Pedang Taiyang yang ia kenakan, Xiuhuan langsung duduk di sebuah kursi empuk tanpa ada anak buah Chu Mogui yang melayaninya.


Chu Mogui yang duduk di sisi lain bar itu kebingungan, kenapa bisa ada murid Sekte yang letaknya cukup jauh dari tempat terpencil ini mampir ke bar kecil miliknya.


Chu Mogui sedikit khawatir, apakah sepak terjangnya selama ini telah diketahui oleh Sekte besar atau pihak Kerajaan, sehingga mereka mengutus murid berpenampilan nyentrik ini menyeledikinya.


Chu Mogui memanggil Yun Chi, anak buahnya paling kuat diantara yang lainnya.


Yun Chi langsung menghampiri Chu Mogui. “Ada apa bos, kau tampak khawatir melihat murid Sekte Pedang Taiyang itu!” bisik Yun Chi.


“Apa kau mengenalinya? Apakah dia termasuk murid-murid berbakat tinggi?” Chu Mogui melontarkan pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh Yun Chi.


“Melihat gelagatnya, sebenarnya aku ragu dia kuat. Namun, tak salah juga kita waspada. Karena beberapa hari yang lalu telah muncul murid yang cukup berbakat dari Sekte Pedang Taiyang, murid tersebut dapat mengalahkan tetua pertama di sana,” jawab Yun Chi sambil memperhatikan Xiuhuan dari ujung kaki hingga ke ujung rambut.


Yun Chi merasa Xiuhuan hanyalah murid nyentrik yang bermodalkan jubah Sekte besar dan berkelana ke berbagai tempat mencari mangsa untuk diperas. Ia juga yakin Xiuhuan suka bermain wanita dengan mengandalkan tampang good looking-nya itu.


Tebakan Yun Chi itu sebagian ada benarnya, karena dulu saat Xiuhuan masih tak memiliki tujuan hidup dan menjadi manusia paling pemalas di Kota Hua, ia sering memanfaatkan janda-janda atau istri orang yang haus belaian.


Xiuhuan dengan sukarela menggadaikan tubuhnya dengan bayaran sesuap nasi atau membayar hutang-hutangnya yang sudah menumpuk. Bahkan sampai sekarang Xiuhuan masih memiliki hutang dalam arti pembayaran dalam bentuk lain, belum ia bayar. Contohnya hutannya pada Xiao Xia, pemilik kedai teh di kota Hua yang juga kakak perempuan Xiao Liu.


***

__ADS_1


“Apa kau memiliki solusi mengatasinya?” bisik Chu Mogui lagi, yang disaat bersamaan ia menoleh ke arah Zhang Xue yang baru masuk ke bar kecil miliknya itu.


“Hmm, bagaimana aku tanyakan dulu apa tujuannya. Kalau perlu kita suruh Xue untuk melayaninya,” sahut Yun Chi yang menemukan ide, setelah melihat Zhang Xue yang dilirik terus oleh Xiuhuan.


“Apaaaa? Xue sebentar lagi akan melayani kelompok Kelelawar! Apa kau ingin membuat mereka marah, kalau pesanan mereka telah dicicipi oleh orang lain lebih dulu.” Chu membentak Yun Chi.


Xiuhuan langsung mengalihkan pandangannya pada mereka. Yun Chi meminta Chu Mogui tenang dulu.


“Justru ini adalah cara paling mudah bagi kita mengatasi murid Sekte Pedang Taiyang ini, tanpa harus mengotori tangan kita,” bisik Yun Chi yang akhirnya Chu Mogui tersenyum mendengarnya. “Nanti kita tinggal adu domba saja mereka. Katakan pada kelompok Kelelawar itu kalau murid Sekte Pedang Taiyang ini memaksa kita untuk memberikan Xue padanya. Kan, beres!”


“Kalau begitu, kau hampiri dia dan tanyakan apa tujuannya kemari!” perintah Chu Mogui.


Yun Chi mengangguk dan lansung bergegas menghampiri Xiuhuan. Dengan senyum lebar ia berkata, “Selamat datang wahai murid Sekte Pedang Taiyang ... sebuah kehormatan mendapati tamu istimewa seperti anda.” Yun Chi langsung duduk di sebelahnya dan menuangkan arak ke gelas kosong di meja dihadapan Xiuhuan itu. “Silahkan diminum! adakah yang bisa kami bantu untuk memuaskan Anda tuan?” katanya lagi.


“Aku sudah lama tak peregangan. Ular piton milikku juga sudah lama berhibernasi. Apa kau punya cara untuk membangunkannya?” sahut Xiuhuan tanpa mencicipi arak yang dihidangkan oleh Yun Chi, karena Xiuhuan memang tak suka dengan minuman yang satu itu.


“Kalau itu sih, gampang tuan. Kami memiliki solusi mengatasinya,” jawab Yun Chi. Ia kemudian berdiri dan memanggil Zhang Xue yang sedang dirangkul oleh Chu Mogui. “Inilah barang paling bagus milik kami dan juga satu-satunya yang tersedia di sini. Kualitasnya sudah teruji, ia sanggup melayani berbagai macam jenis ular. Bahkan ia sanggup melayani mereka berkali-kali,” kata Yun Chi dengan senyum lebar. Ia yakin Xiuhuan tak akan kecewa nanti dengan layanan yang diberikan oleh Zhang Xue.


Xiuhuan mengepal tangannya mendengar ucapan Yun Chi itu. Jantungnya berdegup kencang, amarahnya memuncak. Rasanya ia ingin menghancurkan tempat ini beserta isi-isinya. Namun, harus ia tunda terlebih dahulu, karena ia masih menjalankan rencana lain, yaitu mendapatkan poin-poin milik mereka. Saat ini Xiuhuan masih memerlukan poin sebanyak mungkin untuk mengisi kembali Rongqinya yang telah terkuras banyak.


“Cih, kampret itu mengganggu kesenanganku saja,” gerutu Chu Mogui menatap Xiuhuan dengan tatapan sinis. Ia kemudian membiarkan Zhang Xue menghampiri Xiuhuan.

__ADS_1


Xiuhuan memperhatikan wajah Zhang Xue yang sudah berdandan cantik itu. Kini penampilannya jauh lebih cantik dengan balutan Hanfu Merah itu, ditambah dengan senyum menggoda khas wanita penghibur, membuat jantung pria normal pasti berdegup kencang ingin melahapnya sesegera mungkin.


“Sangat cantik!” puji Xiuhuan dengan senyum lebar. “Ayo sini sayang duduk disebelah babang tampan ini,” katanya lagi mengulurkan tangannya.


Yun Chi tersenyum tipis, ia cukup lega dapat menjinakkan murid Sekte Pedang Taiyang ini. “Adakah hal lain yang Anda butuhkan tuan?” tanya Yun Chi lagi.


Xiuhuan yang merangkul Zhang Xue, membelai lembut wajah Zhang Xue.


“Kau mau makan atau minum apa sayang. Minta saja, aku akan memakan dan meminum apa yang kau sukai,” bisik Xiuhuan di telinga Zhang Xue.


Zhang Xue tertegun sebentar. Sudah dua tahun ia menjalani kehidupan sebagai wanita penghibur di sini. Baru kali ini ia mendapat perlakuan lembut dari pelanggannya. Karena rata-rata pelanggan yang ia layani adalah pelaku kriminal dan pemabuk berat. Sehingga ia selalu mengalami perlakuan kasar dari mereka.


Jantungnya berdebar-debar kencang, ia menatap wajah tampan yang menampakkan senyum hangat padanya.


“Bagaimana kalau makan bebek panggang saja dengan minum es teh manis. Ta-tapi jika tuan ingin Aku minum arak, maka Aku akan minum juga,” sahut Zhang Xue gugup. Ia tak berani menatap wajah tampan dihadapannya itu lama-lama, ia hanya melihat sekilas saja dan menundukkan wajahnya. Sesuatu yang tak pernah ia tampilkan pada lelaki lain selain suaminya dulu waktu mereka melewati malam pengantin baru.


Chu Mogui yang melihat sikap yang tak pernah ditunjukkan oleh Zhang Xue itu padanya, sangat geram. Gelas yang digenggamnya langsung pecah, karena ia terlalu erat menggenggamnya. Darahnya mendidih, ingin sekali ia menyiksa Zhang Xue kembali, seperti yang biasa ia lakukan.


Chu Mogui berdiri, namun lansung ditahan oleh Lin Chen, bartender bar miliknya itu. “Bos kau jangan gegabah. Masalah Xue, bisa kau lampiaskan kekesalanmu besok saja. Sebentar lagi kelompok Kelelawar akan tiba, biarkan mereka yang mengatasi murid Sekte Pedang Taiyang itu,” sela Lin Chen.


Chu Mogui menghela nafas dalam-dalam. “Ambilkan Aku arak terbaik!” katanya lagi sambil berjalan ke ruangan lain dari bar miliknya itu. Ia sudah tak tahan lagi satu ruangan dengan Xiuhuan.

__ADS_1


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2