Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kemarahan Lou Xue


__ADS_3

Lou Xue akhirnya akhirnya keluar dari Kultivasi tertutupnya dan ia merasa tidak lama lagi akan mencapai Ranah Absolute God. Itu berkat bantuan Xiuhuan yang memberikan sumberdaya yang berlimpah setelah pulang dari Benua Dayan.


“Sepertinya aku akan menerobos ke Ranah Absolute God dalam waktu dekat ini,” gumam Lou Xue tersenyum tipis.


Sebenarnya ia ingin melanjutkan Kultivasi tertutupnya, tetapi ia sangat rindu dengan kedua anaknya—sehingga memutuskan untuk menunda Kultivasi tertutupnya untuk beberapa hari, karena ingin menghabiskan waktu bersama mereka.


“Ibuuuuuuu!” Lou Er langsung memeluknya. “Aku rindu sekali dengan Ibu ... kenapa ibu diam terus di dalam kamar itu!” Lou Er yang berusia 10 tahun itu bertanya—padahal ia selalu menanyakan hal yang sama setiap setiap Lou Xue selesai berkultivasi.


“Tentu agar ibu segera menjadi kuat seperti kakakmu Lou Jingmi hehehe ....” Lou Xue tertawa pelan dan hanya kedua putrinya saja yang bisa membuatnya tertawa—kalau yang lainnya, jangan terlalu berharap karena ia akan sedingin es seperti julukannya Bidadari Salju.


“Bukannya akan sekuat Ayah! Tapi jangan sekuat dia, nanti ibu pergi jauh juga dan jarang pulang,” kata Lou Er—sehingga Lou Xue terkejut mendengarnya, makanya ia tidak pernah membandingkan dirinya dengan Xiuhuan. Namun, ia akan membandingkan dirinya dengan putri tertuanya—Lou Jingmi yang selalu menindas kedua adik laki-lakinya yang berlainan ibu itu, dan mereka akan memanggilnya sebagai bos besar.


Jie Louqing menhampiri Lou Xue dan berkata, “Selama sebulan ini murid Chaos Ancient God yang bernama Wu Xiong datang mencarimu, katanya kalau saudari Xue selesai berkultivasi maka katakan ‘tak ada jalan pulang lagi, rumah telah terbakar’, Aku tak mengerti apa maksudnya.”


Namun, Jie Louqing terkejut tiba-tiba melihat Lou Xue menitikkan air mata, dan menangis histeris.


“Ibuuuuuuuu ... kenapa ibu menangis, apa yang terjadi padamu?“ Lou Er ikutan menangis.


“Ada apa saudari Xue?” Jie Louqing keheranan, sehingga Bai Xinqi juga datang dari dapur menghampiri mereka.


“Apa yang terjadi pada Saudari Xue?” tanya Baik Xinqi pada Jie Louqing, tetapi jie Louqing hanya geleng-geleng kepala—karena ia juga tidak mengerti kenapa Lou Xue begitu sedih.


Lou Xue menyeka air matanya dan menyerahkan Lou Er pada Jie Louqing.

__ADS_1


“Jangan katakan pada Xiuhuan gege kalau aku tidak akan kembali dalam waktu yang lama. Satu lagi kunci rumah bersama anak-anak dan jangan keluar apapun yang terjadi.”


Bai Xinqi dan Jie Louqing terkejut mendengarnya, “Apa yang terjadi saudari Xue? Kenapa kamu berkata seolah-olah tak akan pernah kembali lagi?”


Lou Xue tidak menjawab pertanyaan mereka, ia hanya mencium pipi Lou Er yang menangis histeris—sehingga Lou Jingmi, Bai Bao dan Jie Long yang sedang berlatih di halaman rumah segera masuk.


“Ibu ... kenapa ibu menangis?” Lou Jingmi keheranan. Namun, Lou Xue tidak menjawabnya dan hanya memeluk erat Lou Jingmi sembari mencium keningnya. “Jaga adikmu baik-baik, ya. Jangan sakiti dia dan jangan khawatikan Ibu, karena ibu akan selalu ada di hati kalian.” Lou Xue tak bisa membendung air matanya yang terus bercucuran membasahi pipinya.


“Ibuuuuu ... ada apa denganmu?” Lou Jingmi merasa mereka tidak akan bertemu lagi.


Bai Xinqi memegang pundak Lou Xue dan berkata, “Saudari Xue ... tolong jangan pergi! Lou Jingmi dan Lou Er membutuhkan dirimu!” Dia berusaha mencegahnya pergi.


“Maaf Saudari Xinqi, aku harus pergi dan jangan beritahu apa yang terjadi di sini pada Xiuhuan gege, dan katakan padanya—sebenarnya aku juga mencintainya. Selamat tinggal!” Lou Xue menggunakan Hukum Ruang meninggalkan rumah itu.


“Ibuuuuuuuuu!” teriak Lou Jingmi, tetapi Lou Xue sudah menghilang dari pandangan mereka.


Bai Xinqi dan Jie Louqing merasa heran, kenapa kalimat sederhana itu bisa membuatnya sangat sedih dan tidak boleh menghubungi Xiuhuan untuk memberitahunya apa yang sedang terjadi di sini.


Jie Louqing segera menutup pagar rumah, jendela dan pintu—serta mengaktifkan Array pelindung rumah mereka, karena mereka yakin sesuatu yang buruk akan terjadi di Sekte Qingyun ini.


...***...


Lou Xue akhirnya sampai di tempat rahasia yang dibangun oleh Wu Xiong murid terkuat kedua di Sekte Qingyun yang berasal dari Clan Wu, tetapi sebenarnya ia adalah anggota Clan Huo yang disusupkan saat masih kanak-kanak ke Clan Wu.

__ADS_1


Huo Xiong bertekuk lutut dihadapan Lou Xue bersama 1000 Murid lainnya, yang semuanya sebenarnya berasal dari Clan Huo yang telah dihancurkan oleh Xiuhuan dan Clan Ling.


“Selamat datang Putri Huo Xue!” sapa mereka pada Lou Xue yang sebenarnya memiliki nama asli Huo Xue dan Putri Ketua Clan Huo serta adik perempuan Huo Guan yang telah dibunuh oleh Xiuhuan di alam Dimensi Monster.


“Kapan terjadi dan siapa pelakunya?” tanya Huo Xue dengan tatapan dingin, sehingga ruangan yang awalnya sangat panas ini tiba-tiba menjadi sejuk.


“Ketua Clan kita diserang oleh gabungan Clan Ling dan Clan Nie, sedangkan untuk tuan muda ....” Huo Xiong tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena ia tahu itu akan membuat Huo Xue makin sedih.


Huo Xue sudah dapat menebaknya, karena ia sudah tahu kalau Xiuhuan memiliki janji sepuluh tahun dengan Huo Guan. Namun, karena sibuk berkultivasi, ia tidak mengingat janji mereka itu—sehingga tidak bisa mencegah Xiuhuan membunuh kakaknya itu.


“Bunuh para Sesepuh, karena mereka sudah melemah dan kekuatan mereka sebenarnya hanya setara Immortal Akhir saja—yang penting hindari para tetua atau Diaken dan bunuh sebanyak-banyaknya murid yang kalian jumpai setelah menyingkirkan para tetua itu.


“Siapa yang akan menjadi wadah pengorbanan itu?” tanya Huo Xue.


“Kami telah mengirim mereka ke sana lebih dulu dan ada 99 wadah untuk pengorbanan itu. Tuan Putri bisa langsung ke sana sekarang, biarkan kami yang melakukan huru-hara di sini!” sahut Huo Xiong.


Huo Xue menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Kalian pergilah dan biarkan aku sendiri dulu!”


Huo Xiong mengangguk dan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Huo Xue, begitu juga dengan yang lainnya.


Huo Xue kembali menitikkan air matanya, karena tidak menyangka keluarganya terbunuh oleh Xiuhuan, suaminya sendiri. Padahal dari dulu ia sebenarnya bisa saja membunuh Xiuhuan. Namun, ia tak sanggup melakukannya—karena ia sangat mencintainya, walaupun sikapnya terlihat dingin.


Huo Xue melakukan teknik rahasia yang mengunci semua ingatan masa lalunya dan hanya meninggalkan ingatan tentang kebencian pada Aliansi Aliran Putih, Clan Ling dan Clan Nie serta Xiuhuan. “Maafkan ibu Lou Jingmi dan Lou Er, di masa depan Ibu bisa saja mati di tangan ayah kalian atau Ibu yang akan membunuhnya!” Sekali lagi air matanya membasahi wajahnya.

__ADS_1


“Xiuhuan, Clan Ling dan Clan Nie! Tunggu saja saat aku kembali, kalian akan kupastikan menjadi debu!” seru Huo Xue sembari mengepal tangannya setelah selesai mengunci ingatannya, bahkan ia tidak tahu kenapa ia membenci Dua Clan dan Xiuhuan itu, tetapi ia harus melenyapkan mereka.


Dia kemudian menggunakan Hukum Ruang menuju altar pengorbanan yang menyerap 99 energi spritual Kultivator berelemen es lainnya. Ada yang berasal dari Clan Huo dan Kultivator dari Sekte Qingyun yang diculik oleh Huo Xiong.


__ADS_2