
Xiuhuan menuju ibukota lama Kerajaan Han, kota Kunming yang kini diperintah oleh Clan Chen. Salah satu Clan pendukung Kekaisaran Wei. Xiuhuan masih belum mengerti, kenapa bisa Kekaisaran yang dulunya terletak di tengah-tengah daratan utama itu menguasai wilayah lama Kerajaan Han.
Padahal dulunya Kerajaan Yuan dan Kerajaan Chu yang memporak-porandakan Kerajaan Han, hingga terpaksa Sang Raja waktu itu menyegel Pulau Niao, wilayah terakhir Kerajaan Han dari dunia luar.
***
“Tolong jangan perkosa aku! aku akan melakukan apa saja asalkan jangan diperkosa!” Sebuah suara perempuan yang tengah akan diperkosa terdengar oleh Xiuhuan.
“Tolong tidak, ya?” Xiuhuan ragu-ragu, apakah akan menolongnya atau tidak. Xiuhuan yakin mereka pasti Pendekar Pedang tahap 100. “Ah, coba dulu kemampuan bertarung Pendekar Pedang yang telah berkultivasi 10.000 tahun ini, dengan anak ingusan yang menerima kekuatan secara instan,” gumam Xiuhuan lagi.
Ia kemudian melesat ke arah sumber suara itu.
“Hehehe tenang saja Qingyi, ini tak akan sakit, kok.” Pemerkosa itu menyeringai menatap buas tubuh Qingyi yang tak dibalut apapun.
“Kya ... tolonglah senior. Nanti aku tak akan memberitahu tetua kejadian ini.” Qingyi memohon ampunan seniornya itu.
“Hahaha bodoh! siapa yang percaya ucapanmu. Nanti setelah kami puas kami akan membunuhmu seperti yang kami lakukan pada temanmu Qianran,” kata rekan pemerkosa itu.
Mereka berjumlah empat orang Pendekar Pedang tahap 100. Jubah mereka bertuliskan Sekte Pedang Taiyang.
“Kenapa mereka memperkosa rekan satu sektenya, ya? Belum lagi, sudah level Pendekar Pedang tahap 100 masih menjadi anggota Sekte,” gumam Xiuhuan keheranan dengan daratan utama ini.
“Ayo cepat lakukan bos! Sudah tegang nih,” gerutu rekan pemerkosa itu. Karena ia belum memulai aksinya untuk belah duren pertama kali.
“Tolong! tolong!” Qingyi berteriak sekencang-kencangnya saat melihat Pemerkosa itu mengeluarkan ular hitam dari celananya.
“Hei! Aku boleh ikutan tidak?” tanya Xiuhuan dari atas pohon kelapa.
Mereka tak menyadari keberadaan Xiuhuan yang sedari tadi memperhatikan mereka.
“Siapa kau?” teriak Pemerkosa itu terkejut. Ularnya pun, lansung lesu, terkejut mendengar teriakkan Xiuhuan.
“Aku Xiuhuan, manusia terganteng di dunia,” sahut Xiuhuan.
“Gege ganteng! Tolongin Qingyi. Nanti Qingyi akan membayarmu dengan semua harta milikku,” teriak Qingyi padanya.
“Baik nona cantik!” sahut Xiuhuan sembari melompat ke depan para pemerkosa itu. “Kalian terlalu lama menjawab pertanyaan dariku. Sekarang aku sudah memutuskan untuk berpihak padanya,” kata Xiuhuan lagi.
__ADS_1
Kilatan-kilatan listrik mulai terlihat di tubuh Xiuhuan. Pedang Roh Sidat Listrik juga telah muncul digenggamannya.
“Unsur apa itu?” Mereka kaget melihat Kilatan-kilatan listrik ditubuh Xiuhuan. Bahkan rambutnya saja berdiri seperti Dragon ball saat mode Super Saiyan.
“Ayo tunjukkan pesonamu bocah-bocah instan!” ejek Xiuhuan yang bersiap melawan mereka dengan serius.
Xiuhuan telah memiliki rencana cadangan. Jika ia tak sanggup melawan mereka nanti, maka ia akan kabur sembari membawa gadis itu. Makanya ia mendekati mereka. Xiuhuan cukup yakin dengan jurus Langkah Kilat, tak akan terkejar oleh mereka nanti. Kecuali ada yang memiliki jurus Teleportasi atau Pembelah Dimensi seperti milik muridnya.
“Hahaha lantang kau! Mentang-mentang mempunyai Roh Pedang unik, kau begitu berani menantang kami berempat,” ejek Pemerkosa itu juga.
“Cepatlah bocah instan maju sini! Aku sudah tak sabar nih,” sahut Xiuhuan.
“Biar aku saja bos yang maju!”
Salah satu rekan Pemerkosa itu maju ke hadapan Xiuhuan. Ia melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Kingkong.
Tubuhnya menjadi berotot dan menggenggam Pedang besar yang mengeluarkan asap hitam dari bilahnya. Sangat mengintimidasi lah, kalau dilihat dari tampangnya.
“Aku coba menggunakan 30% qi dari kapasitas Rongqiku dulu. Takutnya nanti terlalu menganggap remeh lawan, malah jadi bumerang untukku,” gumam Xiuhuan.
Xiuhuan menekan pijakannya, sehingga tanah pijakannya itu hancur. “Langkah Kilat! Tebasan Halilintar alias Rasenggan!”
Xiuhuan melesat kedepan. Ia mengubah-ubah nama jurusnya dengan komik yang ia baca di kota Hua agar terdengar keren didengar gadis yang ditolongnya itu.
“Boommmmm!”
Rekan si Pemerkosa itu lansung terbelah dua. Kekuatannya tak sanggup menahan tenaga dalam besar yang keluarkan oleh Xiuhuan.
“Ah, ternyata sesuatu yang instan itu tak bagus. Sayang sekali, tadi aku mengeluarkan 30% qi dari kapasitas Rongqiku, pemborosan saja. Kurasa cukup 5% saja untuk membereskan mereka,” gumam Xiuhuan.
Pemerkosa dan kedua rekannya yang lain lansung terkejut melihat kekuatan besar yang dikeluarkan oleh Xiuhuan. Ketiganya lansung menggunakan teknik penggabungan dan bersiap melawan Xiuhuan.
“Serang bersama!” seru Pemerkosa itu.
“Tebasan Petir Kematian alias Santoryu Ogi \= Rokudo No Tsuji!” Xiuhuan lansung menerjang mereka. Bayangan Sidat Listrik raksasa muncul mengiringi tebasan beruntung dari Xiuhuan. Hanya hitungan beberapa tarikan nafas saja, Pendekar Pedang tahap 100 yang belum berpengalaman itu lansung tewas di tangan Xiuhuan.
Qingyi senang sekali, ia langsung berlari memeluk Xiuhuan. Pemuda bak Pangeran khayangan yang datang menyelamatkan nyawanya itu.
__ADS_1
“Nona cantik!” Xiuhuan memegang pipi Qingyi, ia menatap mata Qingyi dengan senyum khas darinya yang dapat membuat para wanita meleleh. “Babang tampan ini telah menyelamatkanmu. Sekarang kau kenakanlah sesuatu untuk menutupi keindahan ini.” Xiuhuan melirik kearah bawah, ia lansung mimisan melihatnya.
“Kyaaaaaaaaa!” Qingyi tersadar ia belum mengenakan pakaiannya.
Dengan cepat gadis itu lansung memakai kembali pakaiannya. Xiuhuan lansung melihat ke arah lain agar tak di cap pria mesum, seperti yang dialaminya di Sekte Teratai Biru.
“Level Pendekar Pedang tahap 100 tadi mudah sekali dikalahkan. Jurus yang mereka gunakan juga terlalu sederhana. Apa karena terlalu gampang naik level, sehingga mereka kurang berlatih, ya?” gumam Xiuhuan kebingungan.
Padahal di Pulau Niao, bisa berhari-hari bila duel satu lawan satu untuk sesama Pendekar Pedang tahap 100.
“Daratan utama ini membuatku bingung, tapi aku yakin yang setara denganku pasti ada. Karena Houlang, ketua Paviliun Shadow itu berasal dari Kerajaan Chu dan dia juga berumur 10.000 tahun lebih,” gumam Xiuhuan lagi.
“Senior ganteng, kenapa kau tampak kebingungan?” Qingyi datang membuyarkan lamunan Xiuhuan.
“Ini, kok mereka gampang sekali dikalahkan, ya? Aku jadi bingung, karena aku ini sedang hilang ingatan,” jawab Xiuhuan berpura-pura.
“Iyalah, kan, senior ganteng sudah level Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit,” kata Qingyi menjawab kebingungan Xiuhuan.
“Apaaaaa?” Xiuhuan kaget, ada lagi ternyata level diatas Pendekar Pedang tahap 100. “Melawan Kehendak Langit itu apa?” kata Xiuhuan lagi makin penasaran.
“Itu lho, jika senior tampan berhasil menahan Petir Malapetaka dan memaksa tak pergi ke alam Dewa. Berarti senior tampan akan menjadi abadi dan itu dinamakan Melawan Kehendak Langit, karena kekuatan mereka itu sangat besar. Rumor-rumornya Rongqi mereka saja seluas mata memandang. Mereka sanggup bertarung ratusan hari tanpa merasa takut kehabisan qi,” sahut Qingyi.
“Ternyata begitu, berarti aku tetap harus berhati-hati ke depannya. Akan sulit membedakan mana yang bocah-bocah instan dengan mereka yang monster yang sesungguhnya,” kata Xiuhuan setelah mendengar penjelasan dari Qingyi.
“Senior tampan, perkenalkan aku Qingyi. Murid Sekte Pedang Taiyang,” kata Qingyi memperkenalkan diri.
“Panggil saja aku Xiuhuan. Asal usul tak jelas hahaha ....” Ia tertawa. “Mana hadiahnya?” tanya Xiuhuan lagi, teringat akan janji Qingyi tadi bila ia berhasil diselamatkan.
“Sekarang tak ada. Kita kembali ke sekteku saja dulu, nanti di sana akan aku berikan. Dekat kok, dari sini, di kota Guangxi.” Qingyi mengajak Xiuhuan ke sana.
“Jalannya searah tidak ke kota Kunming?” tanya Xiuhuan. Karena ia ingin ke sana membeli Pil Surga yang diceritakan oleh Anming tadi.
“Wah kebetulan jalannya searah. Xiuhuan gege bisa menginap dulu di Sekte kami baru berangkat ke sana. Karena kota Kunming itu masih butuh dua hari perjalanan lagi,” sahut Qingyi.
Xiuhuan sependapat juga dengan ucapan Qingyi itu. Ia juga berpikir tak perlu buru-buru ke sana. Toh, setahun lagi baru bisa kembali ke Pulau Niao. Mereka akhirnya menuju kota Guangxi bersama-sama.
...⚔️Bersambung ⚔️...
__ADS_1