Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pemantauan


__ADS_3

"Guru terimakasih atas pertolonganmu!" Seru Xinran dengan membungkuk memberi hormat pada Xiuhuan.


"Hahaha ... Kau pergilah, kita akan berjumpa lagi di Sekte Teratai Biru saat urusan guru telah selesai di sini!" Xiuhuan melambaikan tangannya, memandangi punggung Xinran yang pergi dengan berkuda. Kuda tersebut dibeli oleh Xiuhuan dipinggiran kota Yangtze tersebut.


"Ada 30 anggota Paviliun Shadow yang terlihat di rumah bordil Gerbang Surga semalam. Itu terlalu banyak untuk kami hadapi saat ini. Mengingat anggota kelompok Judgment baru sembilan orang saja," guman Xiuhuan memikirkan strategi melawan anggota Paviliun Shadow dan Clan Lin.


"Sepertinya Aku harus melenyapkan Hakim yang datang dari ibukota, sebelum ia sampai ke sini!"


Xiuhuan memutuskan membunuh Hakim itu, karena jika ia tak datang, maka penyerangan mereka ke Sekte Gunung Pedang akan tertunda.


***


Beberapa mil dari kota Yangtze, Duan Mu menerima pesan dari Xiuhuan. Jika mereka bertemu Hakim dari ibukota untuk segera dilenyapkan.


"Ternyata lawan pertama kita Pendekar Pedang kuat!" seru Duan Mu.


"Ouhh, Aku sudah tak sabar. Siapakah lawan kita itu?" tanya Zongxian.


"Hakim dari ibukota!"


"Hakimmmm! Hahaha lawan yang akan menaikkan pamor kita kedepannya!" sahut Zongxian tertawa lebar.


Jika mereka berhasil maka kelompok Judgment akan diperhitungkan dan jika kalah tentunya bersiap mati. Karena tak ada Hakim yang berlevel rendah, belum lagi dia membawa pengawal berlevel tinggi juga.


"Kalau begitu Aku akan memeriksa area sekitar!"


Qin Tan lansung berputar-putar ke udara, ribuan mawar merah mengelilingi tubuhnya. Sayap warna-warni juga muncul di punggung Qin Tan.

__ADS_1


Ya, Qin Tan sedang melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Kupu-kupu. Setiap kepakan sayapnya itu mengeluarkan bunga mawar.


Semua orang pasti akan terpesona melihatnya, namun dibalik keindahan itu. Sebenarnya mawar-mawar itu mengandung racun yang sangat mematikan.


Bagi Pendekar Pedang berlevel rendah bisa langsung keracunan dan mati, saat menghirup aroma wangi yang dipancarkan mawar-mawar itu.


"Qin Tan'er sayang hati-hati di udara, ya! Jangan sampai sayap-sayap indahmu patah. Kalau ada musuh mendekat, serahkan pada babang tampan ini saja!" Goda Si Tameng Babi.


"Cih, Aku sebagai kakaknya tak rela adikku memiliki kekasih mirip Babi sepertimu, Zongxian!" sela Qin Sin, saudara kembar Qin Tan.


"Hei, jangan begitulah kakak ipar ... kalau aku menjadi adik iparmu. Semua makananku akan kuberikan padamu!"


Zongxian mendekati Qin Sin ingin mengambil hatinya. Karena, Qin Sin selalu mencegah para lelaki mendekati saudari kembarnya itu.


"Kau harus berkaca! Jika kau ingin mendekati Qin Tan, maka kau harus diet, itupun kalau kau Good looking. Karena Aku tahu, Qin Tan itu memiliki selera tinggi!"


"Hei, kau rasis, ya!" Emosinya lansung meledak saat di singgung Qin Sin.


"Bukan rasis! Tapi sadar diri woiiii!" Qin Sin ikut tersulut emosi juga dengan kelakuan Zongxian.


"Hmm ..." Duan Mu melirik mereka.


Sontak saja keduanya lansung terdiam. Semua anggota yang direkrut oleh Duan Mu sangat menghormatinya. Walaupun ia sangat irit dalam berbicara, namun mereka telah paham dalam setiap gerak-geriknya.


Seperti tadi, itu berarti Duan Mu menyuruh mereka diam. Jika mereka tetap melanjutkan percandaannya, siap-siap mereka ditendang hingga terpental puluhan meter.


Mei Yin, yang wanita saja pernah terlempar jauh, akibat menggoda Duan Mu bukan di saat yang tepat.

__ADS_1


"Yah, perjalanan kita tertunda dong!" seru Mei Yin yang tak sabar ingin bertemu Ketua Kelompok Judgment itu. Karena ia bosan mendengar celotehan Zhang Yan saat di ibukota, bahwa Xiuhuan sangat jago men-sevice dirinya. Bahkan sampai berkali-kali melakukan itu.


"Aku juga tak sabar melihat Ketua Xiuhuan, ia pasti kagum melihat keanggunan diriku saat kedua bola mata kami saling memancarkan cahaya. Degup jantung kami akan berdebar-debar, ah ... inikah yang dinama--"


"Bodohhhhhh! Kau itu lelaki!" sela Mei Yin yang pusing mendengar ucapan ambigu dari Jiu Yuan, Pendekar Pedang yang memiliki wajah pucat dan rambut putih panjang itu.


"Hahaha ... apakah ketua Xiuhuan akan jatuh cinta juga melihat lemak di tubuhku ini?" Zongxian ikut-ikutan nimbrung dalam percakapan mereka.


"Memang kau mau dijadikan Bipang Panggang!" sindir Qin Sin.


"Kau ...." Zongxian ingin marah, namun Qin Tan kembali dalam pengamatannya.


Qin Tan kemudian mendarat di hadapan Duan Mu. Ia menghilangkan jurus sayap kupu-kupunya, supaya tak menebar racun di sekitar mereka.


"Apa kau melihat sesuatu?" tanya Mei Yin yang berdiri di sebelah Duan Mu.


"Aku melihat sebuah kereta kuda yang di kawal oleh dua Pendekar Pedang tahap 75 dan dua Pendekar Pedang tahap 80. Mereka memakai jubah Hakim dengan motif Naga api." Qin Tan memberi tahu hasil pengamatannya.


"Tak salah lagi di dalam kereta kuda itu adalah Hakim Duan Cangtian. Hakim Pendekar Pedang tahap 90. Duan Cangtian itu terkenal korup dan termasuk kaki tangan jendral Qian Shing. Salah satu jendral yang memiliki hubungan dengan Paviliun Shadow," ucap Duan Mu.


"Sudah ayo kita hajar dia! Anak buahnya serahkan pada kami. Kau tangani bosnya!" seru Zongxian sambil mengeluarkan Pedang Roh Babi yang berbentuk Pedang tumpul berukuran besar.


"Tidak ... kita kirim pesan Ketua dulu. Kita harus bertindak profesional, bukankah kita ini sebuah organisasi tandingan Paviliun Shadow!" seru Duan Mu, padahal sebenarnya ia takut nanti ditendang oleh Xiuhuan, karena bertindak sesuka hatinya.


Mei Yin lansung mengirim pesan melalui merpati pesan. Tak lupa ia meninggalkan cap bibirnya dalam pesan itu.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️

__ADS_1


__ADS_2