Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Feng Jiao Melakukan Kudeta


__ADS_3

Jumlah penonton di arena gladiator sangat ramai hati ini, padahal Clan Feng sedang berduka atas kematian para Tetua mereka. Namun, Ketua Clan Feng tampak biasa saja dan malah ikut hadir menonton pertarungan—bukannya ikut dalam upacara pemakaman para Tetua-nya.


Dengan kehadiran Feng Huang di tribun penonton VVIP, maka timbullah banyak spekulasi yang terjadi pada Clan Feng saat ini. Ada yang mengatakan kalau Feng Huanglah yang telah melenyapkan para Tetua itu dan tak ada tuduhan yang mengarah pada Feng Jiao, karena Feng Huang masih tutup mulut dengan apa yang terjadi dalam Clannya.


Xiuhuan menduga, Feng Huang sengaja memilih diam—agar Feng Jiao tidak mendapat cibiran dari anggota Clan Feng dan semua tuduhan akan mengarah padanya. Namun, siapa yang berani melawan Ketua Clan? Itu adalah tindakan bunuh diri, kalau berani menuduhnya sebagai pelaku pembunuhan terhadap Tetua.


“Nona Jiao terlalu ambisius, padahal Feng Huang sepertinya tidak memusuhinya, walaupun ia terlihat sering mengejek Feng Jiao. Huh, sepertinya arena gladiator ini akan berdarah-darah dan aku takut anggota Clan Sin akan memanfaatkan kekacauan nanti untuk memburu kami,” gumam Xiuhuan menengadah menatap langit biru.


Feng Jiao datang sendiri ke tribun VVIP dan ketiga istri Xiuhuan tidak ikut lagi menonton, kini mereka ada di ruangan tempat istirahat petarung. Mereka sengaja berada di sana, agar aman saat kekacauan yang akan terjadi nanti.


“Hmm, kenapa kamu muncul sendiri saja Saudari Jiao? Di mana teman-temanmu itu? Apakah mereka takut melihat suaminya terluka hehehehe ....” Feng Huang tertawa terkekeh-kekeh.


Feng Jiao menatap dingin padanya. “Apa aku harus melapor semua yang kulakukan padamu? Cih, dasar Ketua bodoh, Clannya sedang berduka—dia malah keluyuran!” sindir Feng Jiao.


Feng Huang tertawa masam dan berkata, “Apa bedanya dirimu denganku? Toh, Saudari Jiao bahkan tidak menjenguk mereka ke Kediaman Klan Feng, padahal cuma beberapa jengkal saja dari kediamanmu.”


Feng Jiao tak bisa berkata apa-apa, dia hanya memelototi kakaknya yang tersenyum menatapnya. Dia memang tidak menghadiri upacara pemakaman para Tetua yang tewas secara misterius tadi malam, sehingga beberapa anggota Clan Feng juga curiga padanya dan beberapa juga curiga pada keduanya—bekerjasama menyingkirkan mereka.


Sin Chan melayang di udara dan mendarat dihadapan Xiuhuan. “Hehehe ... kita berjumpa lagi tampan,” goda Sin Chan dengan seringai tipis diwajahnya.


“Hmm, oh kamu yang tadi malam aku sewa untuk menghangatkan ranjangku, ya hehehe ...” sahut Xiuhuan menggodanya juga.

__ADS_1


Para penonton langsung tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya, mereka tak menyangka anggota Clan Sin itu ternyata wanita penghibur.


“Kalau tahu dia wanita seperti itu, maka aku mau juga tidur dengannya walaupun harus membayar mahal.”


“Betul, dia memiliki balon yang besar lagi hehehe ....”


Sin Chan mengerutkan keningnya saat mendengar ocehan para penonton itu, ia tak menyangka akan dipermalukan oleh Xiuhuan—padahal awalnya ia ingin mengejeknya.


“Cih, dasar maling sialan! Berani sekali kamu memfitnahku,” gerutu Sin Chan langsung menghilang dan muncul dibelakang Xiuhuan.


“Sungguh gerakan yang klasik sekali, apa pengguna elemen Kegelapan tidak memiliki trik lain lagi,” ejek Xiuhuan sembari membuat Pedang menggunakan elemen Emasnya dan langsung mengayunkan Pedang itu kebelakangnya.


Sin Chan tak menyangka Xiuhuan dapat menebak gerakannya, tetapi ia tidak khawatir karena Xiuhuan cuma Kultivator Ranah Demon God tingkat Sembilan, sementara ia adalah Ranah Raja Iblis.


“Itu?” Xiuhuan langsung mundur beberapa langkah menghindari selendang hitam yang malah berubah menjadi banyak dan melayang kearahnya. “Semakin ditebas malah semakin banyak,” gerutu Xiuhuan kesulitan mengatasi selendang-selendang yang menyerangnya.


Di tribun penonton, Feng Huang tak menyangka Feng Jiao tetap bersikap tenang padahal kemarin ia sangat khawatir saat Xiuhuan bertarung melawan Sin Kong. “Apakah dia merencanakan sesuatu yang buruk lagi, untung saja aku telah mengarahkan Assassin-ku untuk bersiap-siap bila ada serangan tiba-tiba,” gumam Feng Huang curiga Feng Jiao melakukan serangan tiba-tiba setelah semua Tetua pendukungnya telah tewas semalam.


Xiuhuan membuat seratus Pedang qi emas untuk mengatasi Selendang-selendang hitam yang kini hampir menutupi seluruh arena gladiator, sehingga para penonton tidak bisa melihat keberadaan Xiuhuan lagi.


“Hehehe ... ternyata kamu memiliki sedikit kemampuan juga,” ejek Sin Chan dengan tertawa cekikikan dan menambah jumlah Selendang hitam untuk mengimbangi Pedang qi emas Xiuhuan.

__ADS_1


“Cih, merepotkan sekali!” keluh Xiuhuan yang dipaksa bertahan dan tidak bisa menyerang balik. “Apakah aku menggunakan Kloning Manusia Air saja,” gumam Xiuhuan, tetapi ia melihat Feng Jiao melambaikan tangan—sehingga ia curiga Feng Jiao segera melakukan kudeta.


Dugaan Xiuhuan benar, tiba-tiba muncul robekan dimensi di langit arena gladiator dan muncul ratusan Kultivator Ranah Raja Iblis yang langsung menyerang kearah anggota Clan Feng, termasuk Sin Chan.


“Sial, siapa mereka?” gerutu Sin Chan terkejut dan terpaksa merobek dimensi—kemudian muncul dibelakang Sin San. “Apa yang harus kita lakukan tuan muda?” tanya Sin Chan—panik.


“Kita akan membantu Ketua Huang dan memburu Xiuhuan saat situasi telah teratasi,” sahut Sin San langsung ikut melawan Kultivator dengan lambang bunga matahari di Jubah mereka itu.


Fang Huang diam saja sembari melipat kedua tangannya di dada dan membiarkan Assassin yang tiba-tiba muncul juga dari belakangnya melawan Kultivator suruhan Feng Jiao itu, sedangkan Feng Jiao juga tetap duduk di tempat duduknya, seolah-olah sedang menunggu kakaknya bergerak lebih dulu.


Xiuhuan segera kabur ke ruangan ketiga istrinya berada dan di sana sudah menunggu satu Kultivator Iblis wanita merupakan pendukung Feng Jiao juga.


“Tuan Xiuhuan, tolong selamatkan Nona Jiao dan aku akan membawa ketiga istrimu menemui Nona Feng Yue. Aku khawatir, ia tak sanggup melawan Ketua Huang,” katanya lagi meminta bantuan, karena Yu Fen bercerita padanya kalau Xiuhuan sebenarnya memiliki kekuatan yang hebat walaupun ia masih di Ranah Demon God tingkat Sembilan.


“Aku sebenarnya sudah mengingatkan Nona Jiao agar tidak memberontak, tetapi dia mengabaikan nasehat dariku,” sahut Xiuhuan bingung mengambil keputusan—karena lawannya bukan hanya Clan Feng, tetapi ada Tuan muda dari Clan Sin juga.


“Tolonglah tuan Xiuhuan, kami khawatir kali ini Ketua Huang sangat marah dengan ulah Nona Jiao dan membunuhnya,” kata Kultivator Iblis wanita itu dengan wajah memelas, sehingga hati kecil Xiuhuan tersentuh mendengarnya.


Xiuhuan menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Tolong antar kan istriku dengan aman menuju Nona Feng Yue dan aku akan berusaha membujuk Nona Jiao untuk segera mundur dari sana.”


“Hati-hati Xiuhuan gege, kami akan menunggumu di perbatasan Selatan,” kata Kong Xia segera mengikuti iblis wanita pendukung Feng Jiao itu.

__ADS_1


“Jangan lama-lama Xiuhuan gege, Aku belum siap menjadi janda muda,” kata Yu Qingyi dengan senyum lebar, sedangkan Yu Fen hanya senyum-senyum saja mengikuti mereka.


Xiuhuan segera kembali ke arena gladiator mencari keberadaan Feng Jiao, mencegahnya menyerang Feng Huang yang jelas-jelas lebih kuat darinya.


__ADS_2