Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Situasi Pelik


__ADS_3

Feng Huang tiba-tiba muncul dihadapan Xiuhuan, sehingga Sin San mengerutkan keningnya—kenapa dia malah ikut-ikutan menyerangnya, bukankah mereka sudah sepakat menyerahkan Xiuhuan padanya.


“Hehehe ... menurutlah semut kecil!” Feng Huang mencengkram leher Xiuhuan, tetapi ia berhasil lolos dengan menggunakan jurus Langkah Kilat—berpindah ke sisi lain arena gladiator.


“Apa yang kau lakukan Ketua Huang? Jangan bilang kamu ingin menangkapnya juga?” Sin San curiga Feng Huang sepemikiran dengannya—yang berniat mengungkap rahasia yang tersembunyi dari Xiuhuan.


Feng Huang menatap Sin San dengan seringai tipis diwajahnya. “Tenang saja, setelah mengetahui rahasianya—aku tidak akan mengambil barang yang ia curi dari Keluarga Sin kalian,” sahut Feng Huang segera melepaskan serangan api hitam kearah Xiuhuan.


Sin San hanya bisa mengumpati Feng Huang dalam hatinya, karena tak mungkin melawannya secara langsung saat ini—Dia sudah mengetahui betapa mengerikannya kekuatan yang dimiliki oleh Feng Huang, hanya Ketua Clan Sin saja yang bisa mengimbanginya.


Merasakan kekuatan yang mengerikan datang kearahnya, Xiuhuan langsung mengelak dan membelalakkan mata saat melihat kebelakangnya; rumah-rumah penduduk sudah menghilang dan hanya meninggalkan kobaran api hitam saja.


“Apakah mereka masih dikatakan sebagai Kultivator? Jangan-jangan mereka adalah Dewa Asyura, bagaimana mungkin api sekepalan tangan berubah menjadi kobaran api yang menghanguskan ribuan rumah penduduk,” keluh Xiuhuan—ketakutan menatap Feng Huang. “Dia tak peduli dengan nasib warganya. Cih, dasar tidak berperikeiblisan!” umpat Xiuhuan—kini berusaha mencari jalan kabur, ia sudah tidak peduli lagi dengan nasib Feng Jiao, karena ia melihat Feng Huang tidak membunuhnya—yang berarti ia masih memiliki kesempatan hidup.


“Woi, belut kecil! Jangan tidur saja! Cepat berikan aku kekuatanmu—kita harus segera kabur dari sini!” Xiuhuan mengirim suara telepati pada Roh Pedang Sidat Listrik.


Tubuh Xiuhuan tiba-tiba mengeluarkan sengatan-sengatan listrik dan ia menelan Pill penyembuhan sehingga luka-luka disekujur tubuhnya menghilang seketika.


“Saat aku mencapai Ranah Raja Iblis, aku akan mencari kalian lagi untuk membalaskan penghinaan ini!” ancam Xiuhuan sembari menunjuk Feng Huang dan Sin San. “Teknik Penggabungan!” katanya lagi dan ia melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Sidat Listrik—sehingga ia berubah menjadi manusia setengah Naga, bukan setengah belut lagi—karena belut listrik telah melakukan penerobosan Kultivasi, sehingga ia lebih mirip Naga daripada Siluman Belut.


Xiuhuan menyemburkan sengatan listrik dari mulutnya—yang tampak seperti jaring laba-laba, sehingga seluruh arena gladiator itu terkena sengatan listrik.

__ADS_1


“Kau pikir dengan kekuatan seperti ini mampu mengancamku," sahut Feng Huang membiarkan tubuhnya tersambar oleh sengatan listrik itu, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya—tak menyangka, mengapa bisa kekuatan terkuatnya tidak bisa melukainya.


Xiuhuan meliuk-liuk seperti ular, melarikan diri kearah selatan kota Heitu itu. Kecepatan larinya seperti kilat, karena telah melakukan teknik Penggabungan dengan Roh Pedang Sidat Listrik. Namun, alangkah terkejutnya ia saat melihat Feng Huang muncul lagi dihadapannya dan meninju wajahnya—sehingga Xiuhuan terjungkal kebelakang dan berguling-guling menabrak rumah-rumah penduduk, kemudian berhenti di arena gladiator.


“Ketua Huang terlalu kejam memukulnya, sepertinya ia sudah mati,” kata Sin Chan—karena wajah tampan Xiuhuan kini sudah hancur dan tubuhnya tak bergerak lagi, bahkan teknik Penggabungannya dengan Roh Pedang Sidat Listrik ikut menghilang.


“Hahaha ... sepertinya aku terlalu keras meninjunya.” Feng Huang tertawa terkekeh-kekeh saat muncul kembali didekat Sin San.


“Padahal Ketua Huang ingin mengorek rahasianya, kalau begini kita hanya bisa melihat isi cincin dimensinya saja," sahut Sin San menghela nafas panjang.


“Tenang saja, walaupun ia sudah mati. Aku yakin masih banyak harta yang tersimpan di cincin dimensinya itu,” kata Fang Huang hendak mendekati Xiuhuan tetapi tiba-tiba tubuhnya menghilang dan Feng Huang terkejut melihatnya. “Jiao‘er sialan! Apa yang kau lakukan?” teriak Feng Huang kesal dengan ulah adiknya itu yang membawa Xiuhuan kabur dengan Hukum Ruang.


Sin San tersenyum melihat Ketua Clan Feng itu dikelabui oleh adiknya sendiri. “Itulah kalau tidak tegas pada pengkhianat,” gumam Sin San sembari geleng-geleng kepala, pada akhirnya rahasia dan harta yang tersembunyi dalam cincin dimensi Xiuhuan tidak bisa mereka dapatkan.


Anggota Clan Feng pengikut Feng Jiao muncul diluar wilayah Clan Feng dan melapor pada Feng Yue kalau Feng Jiao sudah kalah dan tidak tahu ke mana perginya bersama tubuh Xiuhuan yang tidak jelas apakah masih hidup atau mati.


Ketiga istri Xiuhuan langsung terkulai lemas mendengarnya, mereka tak menyangka suami yang selalu memiliki keberuntungan tingkat tinggi itu akan bernasib naas begini.


“Xiuhuan gege! Hiks ... hiks ....” Yu Qingyi menangis sesenggukan.


Yu Fen menahan air matanya agar tetap terlihat tegar, karena ia yang paling tua diantara mereka. Jadi, ia harus tetap membawa Yu Qingyi dan Kong Xia menuju kota Zhongjian sesuai dengan instruksi dari Xiuhuan. Apapun yang terjadi mereka akan menunggunya di Menara Iblis selama sepuluh tahun, kalau ia tak muncul-muncul, maka ketiganya akan menjelajah Benua Dayan tanpa Xiuhuan.

__ADS_1


Feng Yue mendekati ketiganya dan berkata, “Tempat ini sudah tidak aman lagi, Aku akan merobek dimensi ke kota Zhongjian. Kalian akan aman di sana, aku memiliki bibi yang memiliki penginapan dan kalian bisa tinggal di sana. Kalau ada kabar terbaru tentang keberadaan tuan Xiuhuan, maka aku akan sesegera mungkin mengabari kalian.”


Kong Xia dan Yu Qingyi tetap menangis sesenggukan dan hanya Yu Fen yang mengangguk menyetujui usulan Feng Yue.


“Ayo kita tinggalkan tempat ini, aku merasakan kehadiran sepuluh Kultivator Ranah Raja Iblis,” kata Feng Yue merobek dimensi yang langsung muncul dalam sebuah penginapan di Kota Zhongjian—tempat Menara Iblis berada.


***


Di Kediaman milik Feng Jiao, semua Iblis yang berada di sana langsung ditangkap dan dijebloskan ke penjara bawah tanah Kediaman Clan Feng.


Feng Huang bertanya pada salah satu Pelayan Feng Jiao dengan wajah masam. “Cepat katakan ke mana Jiao‘er kabur. Aku yakin ia telah membuat jalur pelarian saat situasi terdesak, kan?” kata Feng Huang sembari membakar kaki Pelayan malang itu, sehingga ia berteriak histeris menahan rasa sakit.


“Aku tidak tahu Ketua Huang, Nona Jiao hanya berbagi informasi dengan Kultivator Ranah Raja Iblis saja. Aku cuma sebagai Pelayan biasa saja di sana!” sahut Pelayan Iblis wanita itu dengan berurai air mata.


Feng Huang tidak puas dengan jawaban yang diberikan olehnya dan ia kemudian memegang wajah Pelayan itu, dan api hitam tiba-tiba menghancurkan kepalanya.


Pelayan lain yang melihatnya menahan nafas dan dengan tubuh menggigil, karena mereka tahu berikutnya adalah giliran mereka yang akan dibakar hidup-hidup oleh Feng Huang.


Dengan seringai tipis diwajahnya, Feng Huang berkata, “Langsung saja. Siapa yang memiliki sedikit informasi saja, maka ia akan hidup dan mereka yang tidak memiliki petunjuk—maka akan bernasib sama dengannya.”


Namun, semua memilih diam, sehingga Feng Huang mengerutkan keningnya dan segera membakar mereka dengan api hitam. “Cih, dasar tak berguna—kalau begini ke mana aku mencari gadis bodoh itu?” umpat Feng Huang sembari meninggalkan penjara bawah tanah Kediaman Clan Feng tersebut.

__ADS_1


Feng Huang memutuskan mengumumkan kalau Feng Jiao melakukan pemberontakan dan ia juga yang menjadi dalang kematian para tetua. Feng Huang juga mengatakan kalau Feng Jiao sudah tewas ditangannya. Jadi, seluruh penduduk diminta untuk tidak panik dan melakukan kegiatan mereka seperti biasanya.


__ADS_2