Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Makan Siang di Restoran Bersama Du Louxia


__ADS_3

“Kita dalam masalah besar Ketua Du Jingtian, Kultivator Clan Ling yang kita khawatirkan itu telah muncul di Kota Qingyang dan ingin berbicara dengan Anda!” kata Tetua Pertama melapor pada Ketua Clan Du menggunakan artefak bip-bip.


Terdengar helaan nafas panjang dari Du Jingtian dan iapun kemudian berkata, “Bawa dia ke Kota Dufan, aku akan berbicara dengannya.”


“Baik Ketua Jingtian!” sahut Tetua Pertama, kemudian menatap Xiuhuan sembari berkata, “Senior yang terhormat, Ketua Clan Du bersedia berbicara dengan Anda!”


Xiuhuan tersenyum lebar dan berkata, “Tetapi aku sangat lelah. Katakan padanya untuk menjumpaiku di Kota Qingyang ini.” Xiuhuan langsung menghilang dengan cara merobek Dimensi dan muncul di dalam kota Qingyang.


Tetua Pertama tak menyangka akan serumit ini berurusan dengan Xiuhuan. Entah bagaimana caranya meminta Ketua Jingtian agar mau datang ke sini dan ia memutuskan untuk berjumpa langsung dengan Ketua Clan Du tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Wajah Du Louxia masih tampak lesu, walaupun telah diselamatkan oleh Xiuhuan—tetapi ia tidak bisa kembali lagi ke Kota Dufan, akibat candaan Xiuhuan tadi—padahal Xiuhuan sebenarnya berkata sungguh-sungguh untuk mengangkat dirinya sebagai Ketua Clan Du, agar kerja sama antar Clan lebih solid—karena ia mengenali dengan baik seluruh Ketua Clan yang bekerjasama dengannya.


Xiuhuan menurunkan tingkat Kultivasi-nya ke Ranah Immortal Akhir, sama dengan tingkat Kultivasi milik Du Louxia. Karena tidak ingin menarik perhatian dari pemimpin kota Qingyang.


“Ayolah, kenapa kamu masih murung saja? Padahal Pertapa Agung sudah ada di sini hehehe ... bagaimana kalau kita makan siang saja di restoran terbaik di kota ini,” kata Xiuhuan menghibur Du Louxia yang tampak berwajah masam.


“Apa yang akan Pertapa Agung lakukan bila Ketua Jingtian tidak mau tunduk padamu?” Du Louxia penasaran, karena Xiuhuan tampak santai-santai saja, seolah-olah ia dengan mudah akan menghancurkan Clan Du kalau mereka tidak mau tunduk padanya.


“Apakah apa yang terjadi pada Clan Huo tidak menjadi pelajaran baginya?” sahut Xiuhuan masih dengan senyuman hangatnya, tetapi jawabannya itu sebenarnya sangat menakutkan—sehingga Du Louxia membayangkan kota Dufan akan menjadi lautan darah.


Keduanya kemudian memasuki sebuah restoran termewah di kota Qingyang dan Du Louxia langsung membawa Xiuhuan ke lantai tiga yang merupakan ruangan VVIP yang harus membayar satu Keping Emas untuk memasukinya.


Du Louxia membayar Dua Keping Emas pada Pelayan restoran yang menyambut kedatangan mereka, dan ini pertama kalinya ia makan di ruangan VVIP—karena sebelum-sebelumnya ia selalu makan di lantai bawah saja, karena tidak perlu membayar biaya tambahan—tetapi hanya daging monster Level rendah hingga Huang saja yang dihidangkan, sedangkan untuk VVIP tersedia daging monster level Xuan dan kadang-kadang ada juga daging monster level Tian.

__ADS_1


“Apakah kalian bisa memasakkan daging monster level Tian? Karena aku memiliki dagingnya, tetapi tidak bisa memasaknya,” kata Xiuhuan—sehingga Pelayan restoran itu terkejut mendengarnya. Dia menduga mungkin lelaki tampan dihadapannya itu adalah tuan muda di Clan Du, karena wanita disebelahnya adalah Kultivator Clan Du. “Jangan khawatir masalah harga, anggap saja daging itu milik kalian dan aku akan membayar dengan harga normal,” lanjut Xiuhuan sembari mengeluarkan jantung monster Badak Level Tian.


“Dia benar-benar memilikinya!” gumam Pelayan wanita itu segera menerima Jantung Monster Badak tersebut dan membawanya menuju dapur.


Beberapa pengunjung yang juga berada di ruangan VVIP itu terkejut. Dari mana datangnya pria kaya ini, bahkan Daging monster sendiri rela ia bayar agar dimasakin saja.


Du Louxia sebenarnya merasa tak nyaman berada di sebelah Xiuhuan—karena setelah ia pamer Daging Monster Level Tian itu, mata pengunjung selalu menatapnya seolah-olah ia adalah pengawal pribadi saja.


Keduanya berbicara santai tentang masa-masa yang dilalui oleh Du Louxia setelah ia meninggalkan kota Houshan hingga akhirnya menjadi anggota Tetua Ketiga. Namun, tiba-tiba rombongan Pemuda yang mengenakan pakaian sangat mewah memasuki ruangan VVIP yang telah penuh dengan pengunjung tersebut, karena saat ini tepat jam makan siang.


Pelayan wanita cantik langsung menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada tamu tersebut. “Maaf tuan muda Du Long, ruangan ini telah penuh, Anda bisa menuju lantai dua saja dan kami akan memberikan layanan yang sama dengan lantai tiga ini,” kata Pelayan wanita itu dengan gugup—takut tuan muda yang merupakan anak Pemimpin Kota Qingyang tersebut marah padanya.


Pemuda tampan, tetapi Kultivasi-nya yang cuma di Ranah Immortal Awal itu mengerutkan keningnya, padahal ia telah bersusah-payah untuk tersenyum saat memasuki restoran ini, tetapi tiba-tiba ia mendapatkan sambutan yang tidak disangka-sangka.


“Apa kamu. katakan tadi? Coba ulangi lagi!” kata Du Long sembari mengelus-elus pipi Pelayan wanita itu. “Ayolah jangan diam saja! Apa aku perlu mencakar wajahmu!” ancamnya dengan seringai tipis diwajahnya, sehingga Pelayan wanita itu tertunduk lesu.


Sepasang kekasih yang berasal dari luar kota Qingyang segera meninggalkan tempat duduknya, sehingga Du Long tersenyum lebar sembari duduk di sana.


“Hei, Pelayan kamu buta, ya! Ini ‘kan kosong, dasar bodoh!” umpatnya dan Pelayan wanita itu hanya bisa menghela nafas dalam-dalam saja. “Bawakan makanan terenak dan jangan sampai aku menunggu lama!” katanya lagi.


Pelayan wanita itu segera meninggalkan ruangan VVIP itu dan Du Louxia heran, kenapa Xiuhuan diam saja—padahal sudah jelas-jelas terjadi kejahatan didepan matanya.


Xiuhuan mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Du Louxia saat ini dan iapun berkata, “Itu ‘kan tugasmu sebagai Kultivator Clan Du, seharusnya mereka akan takut padamu—yang penting tunjukkan Plakat dari Tetua ketiga saja.”

__ADS_1


Du Louxia mengerutkan keningnya, bagaimana mungkin Kultivator yang tidak memiliki pengaruh apa-apa di dalam Clan Du tersebut, bisa menangkap tuan muda—anak Pemimpin Kota yang memiliki koneksi dengan para petinggi di Kota Dufan.


“Kenapa diam saja?” canda Xiuhuan—tahu Du Louxia tidak akan berani menyentuh Du Long tersebut. Karena sudah biasa, kalau para anggota Clan hanya berani bertindak pada penduduk biasa saja—kalau sudah berhubungan dengan orang yang berkedudukan tinggi, nyali mereka akan ciut segera.


“Pertapa Agung berkata apa? Aku tidak memikirkan hal itu, karena aku hanya memikirkan—kenapa makanan kita lama sekali datangnya.” Du Louxia berkilah.


Pelayan wanita yang dimarahi oleh Du Long telah datang membawa nampan besar berisi Daging Monster Level Xuan, tak berselang kemudian Pelayan wanita lain membawa hidangan untuk Xiuhuan yang aromanya memenuhi ruangan VVIP itu.


“Itu adalah Jantung Monster Badak Level Tian, mereka sungguh beruntung sekali memakannya,” bisik Pengunjung lain.


“Andai aku diberikan satu cuil saja, maka aku rela membayarnya sebesar 10 Keping Emas!” bisik pengunjung di sebelahnya.


Du Long langsung tertarik dengan hidangan makanan milik Xiuhuan itu dan ia mengedipkan matanya pada Pria sepuh yang berdiri di sebelahnya itu.


Pria sepuh itu menghela nafas dalam-dalam dan segera menghampiri Du Louxia, tanpa harus berkata apapun—ia sudah tahu maksud dari kedipan mata Du Long adalah ia ingin hidangan makanan milik pengunjung di sebelahnya diambil paksa.


Pria sepuh itu menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Du Louxia yang mengenakan lambang Clan Du di pakaiannya, sehingga Pria sepuh itu tahu kalau Du Louxia adalah anggota tetua ketiga. “Maaf Nona, Anda harus menyerahkan hidangan ini pada tuan muda Long. Kalau tidak, Anda akan merepotkan orang tua ini!”


Du Louxia mengerutkan keningnya, kalau hidangan ini adalah miliknya—maka dengan sukarela ia akan memberikannya pada tuan muda Du Long. Namun, masalahnya adalah hidangan ini milik Pertapa Agung yang Ketua Clan Du saja takut berurusan dengannya.


Xiuhuan langsung mengambil piring dan memotong Jantung Monster Badak level Tian itu, kemudian memberikan piring itu pada Du Louxia. “Cepat makan, maka kamu akan merasakan qi dalam dantian-mu akan melonjak drastis,” kata Xiuhuan sembari mengabaikan Pria sepuh yang berdiri di sebelahnya itu.


Du Louxia menganggukkan kepalanya dan langsung melahap daging jantung Monster Badak. Dia kemudian merasakan energi spritual yang sangat besar memasuki Dantian-nya. “Inikah manfaat Daging Monster Level Tian,” gumamnya yang hanya pernah beberapa kali memakan Daging Monster Level Xuan saja.

__ADS_1


Pria sepuh di sebelah mereka itu akhirnya mengerutkan keningnya dan wajahnya memerah karena dianggap sebagai patung saja oleh keduanya. Padahal keduanya cuma Ranah Immortal Akhir, berani-berani sekali mereka menentangnya.


“Dasar dua anjing liat kurang ajar!” umpat Pria sepuh itu segera melepaskan aura pembunuh menekan Xiuhuan dan Du Louxia.


__ADS_2