Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Xiuhuan Di Bawa Maling Dan Dou Yi Sedang Diincar


__ADS_3

"apa kau yakin mereka cuma pedagang?"


"Iya, sudah kupastikan mereka tak mengenakan jubah Pendekar."


Tiga orang perampok sedang mengendap-endap menuju kereta kuda yang di bawa oleh Xiuhuan. Mereka berpikir Xiuhuan hanyalah pedagang biasanya saja dan kini sedang terlelap tidur di dalam penginapan itu.


"Fat Kai kau yang jadi kusir, kami akan mengawasi pintu penginapan!"


"Baik Kong!" sahutnya lansung membawa kabur kereta kuda itu.


"Baik kita kabur!" seru Cheng sambil melompat bergantung di belakang pintu kereta kuda, Kong juga menyusul melompat.


Mereka kabur ke arah luar desa membawa kabur kereta kuda itu, tanpa mengetahui Xiuhuan sedang tidur di dalam.


***


Di dalam Penginapan yang cuma memiliki empat kamar itu, satu kamar disewa oleh Xiao Liu dan tiga lagi oleh Pendekar Pedang yang lebih dulu sampai dari mereka.


"Kau yakin kekasih Hakim Jia Li tidur di kereta kuda?" tanya salah satu dari tiga Pendekar Pedang tahap 60 yang diperintahkan oleh Paviliun Shadow untuk mengambil kembali Dou Yi.


"Iya senior Ho, aku sudah memperhatikan mereka sedari tadi ... tinggal eksekusi saja lagi!" sahut Pendekar Pedang yang lebih junior, yang bernama Dewei, ini adalah misi pertamanya sebagai anggota Paviliun Shadow.


Paviliun Shadow memiliki kebiasaan unik, yaitu tak memakai nama asli dalam perkumpulan mereka.


"Baiklah kita habisi dia dulu, baru kita lawan wanita yang bersama Dou Yi." Pendekar Pedang yang lebih satunya lagi mengusulkan rencana penyergapan. Namanya adalah Gui.


"Tapi, apa kita sanggup melawan Pendekar Pedang wanita itu? Dia berada di Pendekar Pedang tahap 63." Dewei ragu menang melawan Pendekar Pedang berlevel lebih tinggi dari mereka.


"Cuma beda tiga level saja! Tak usah khawatir, kita keroyok nanti bersama, yang lebih penting kita habisi dulu yang prianya."


Ho meyakinkan juniornya itu, sebab ia kelihatan ragu-ragu. "Tenang saja, kalau pertama kali memang begitu. Nanti kau akan terbiasa!" serunya lagi memotivasi juniornya itu.


Mereka bertiga kemudian beranjak keluar dari penginapan menuju kereta kuda, tempat Xiuhuan berada. Namun, alangkah terkejutnya mereka tak melihat apapun di sana.


"Apa dia tahu kita akan membunuhnya?" tanya Dewei bingung.


"Jarang sekali misi dari Paviliun Shadow bocor, apa dia sedang jalan-jalan atau ...." Ho berpikir sejenak, ia bingung bertindak bagaimana selanjutnya.


"Bagaimana kalau kami cari di sekitar desa ini, kalau dia tak ada, kita serang Pendekar Pedang wanita itu dengan cepat dan meninggalkan kota ini!" seru Gui.


"Baiklah, kalian pergi cari dia! Aku akan mengawasi Pendekar Pedang wanita itu." Ho menyetujui usulan Gui.


Gui lansung terbang dengan melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Griffin yang merupakan hewan mitologi berbentuk setengah Elang dan memiliki kaki singa.

__ADS_1


Gui menyusuri desa kecil itu begitu juga dengan Dewei yang melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Cerbeus yang merupakan hewan mitologi anjing berkepala tiga. Ini ia lakukan untuk mempermudah mengendus jejak Xiuhuan yang mengarah keluar desa.


Gui dan Dewei menyelusuri jejak keberadaan Xiuhuan hingga keluar desa. Kemudian mereka memutuskan kembali ke penginapan, karena keberadaan Xiuhuan sepertinya cukup jauh dari desa. Sehingga sudah cukup memberi mereka waktu untuk melumpuhkan Xiao Liu.


"Senior Ho, keberadaan Pendekar itu mengarah ke luar desa!" seru Gui hinggap di samping Ho, tak berapa lama Dewei juga muncul.


"Baiklah, kita mulai saja penyerangannya. Aku dan Dewei menerobos dari pintu kamar, kau serang dari jendela!" seru Ho pada Gui yang mengangguk setuju.


Mereka mengeluarkan Pedang masing-masing dan berjalan masuk ke dalam. Pemilik penginapan merasa curiga dengan gelagat mereka hendak bertanya, namun dengan Ho lansung mengayunkan pedang ditangannya. Kepala Pemilik penginapan lansung putus, semburan darah lansung muntah dari lehernya.


Dewei nampak terkejut, namun ia tetap berjalan keatas mengikuti seniornya itu. Mereka akhirnya sampai di pintu kamar, tempat Xiao Liu berada.


Dou Yi merasa ada langkah kaki mendekat, begitu juga diluar jendela, seperti ada orang yang sedang memperhatikan mereka.


"Tetua kedua!" seru Dou Yi membangunkan Xiao Liu yang sudah tertidur pulas.


"Hah ..." sahutnya dengan mata masih tertutup rapat.


"Sepertinya kita sedang di kepung!" seru Dou Yi lagi.


"Apaaaaaaaa!"


Xiao Liu lansung berdiri dari ranjang kasur tipis itu, ia juga lansung memanggil Roh Pedangnya. Hawa dingin lansung terpancar dari pedang Roh Rubah putih itu.


"Kita sudah ketahuan senior Ho!" Dewei berbisik pelan pada seniornya itu.


"Kalau begitu kita serang saja." Ho lansung mengayunkan pedangnya, "Tebasan Cakar Harimau!"


Pintu kamar Xiao Liu lansung hancur lebur dan Xiao Liu melihat dua Pendekar Pedang tahap 60 telah berada di depannya.


"Tebasan Es!"


Xiao Liu menyerang balik dan seketika membekukan sekitarnya yang hampir mengenai Ho, untung saja Dewei menariknya menghindari serangan itu.


Gui yang menyadari seniornya telah memulai penyerangan lansung ikut terjun ke dalam. "Tebasan Badai Angin!" serunya menghancurkan jendela. Ia ingin menculik Dou Yi saat Xiao Liu sibuk menghadapi dua rekannya.


"Putaran Badai Es!"


Xiao Liu menebas sambil berbalik badan, karena ia sudah menyadari keberadaan Gui. Puluhan Bongkahan es yang ujungnya runcing lansung melesat keluar dari pedangnya.


"Apaaaaaaaa!" Gui kaget, ia tak mengira lansung diserang balik.


"Langkah Angin!" Gui lansung terbang keluar penginapan.

__ADS_1


"Tebasan Es!" Atap penginapan lansung hancur di tebas Xiao Liu dan ia menarik tangan Dou Yi, "Lompatan Rubah!" Xiao Liu meloncat kabur meninggalkan mereka.


***


Sementara itu Xiuhuan merasa kereta bergerak-gerak, iapun bangun dari tidurnya, apalagi cacing diperutnya mulai berdendang ria tak mendapat asupan gizi.


"Apa sudah pagi ya? Tumben sekali, Liu'er tak sabaran lansung main pergi saja. Padahal aku belum sarapan."


Xiuhuan membuka bilik kereta dan melihat seorang pria yang menjadi kusirnya.


"Apa sudah pagi Bang?" sapa Xiuhuan padanya.


"Belum juga tengah malam, kau baru bangun ya?" Fat Kai bertanya baik pada Xiuhuan.


"Oalah ... ternyata belum tengah malam, ya?" sahut Xiuhuan.


"Tunggu!" Fat Kai merasa suara di telinganya tak familiar. Dia kemudian melirik kebelakang. "Kau ...."


"Hai ...." Xiuhuan tersenyum lebar memandangi wajah Fat Kai yang kelihatan pucat, ia merasakan kekuatan Pendekar Pedang tahap 50 pada Xiuhuan.


"Si-si-apa kau!" seru Fat Kai terbata-bata.


"Aku adalah pahlawan Shinobi, rasakan jurusku ini, 'Rasenggannnnn!' ...."


Fat Kai terlempar di tampar oleh Xiuhuan tepat di mukanya. Ia berguling-guling jatuh di tanah.


"Fat Kai!" seru Kong dan Cheng serentak.


"Oo ... masih ada dua lagi, ya." Xiuhuan menghentikan Kereta kuda. "Sepertinya kalian ingin merasakan 'Rasenggan' juga, ya." Xiuhuan turun dari kereta kuda menghampiri kedua orang itu.


"A-a-ampun tuan!" Keduanya langsung bersujud di hadapan Xiuhuan.


"Momen ini ... jadi teringat dengan Feng Yunji dulu hihihi."


Xiuhuan tertawa bercampur kasihan juga melihat mereka, namun maling tetaplah maling.


"Rasakan ini! Tinju gomu-gomu no mi!"


Pukulan bertubi-tubi mendarat di muka Kong dan Cheng secara bergantian, mereka tak berusaha melawan, karena memang tak ada kesempatan untuk melawan juga sih.


Tak sampai disitu ia kemudian menendang keduanya, "Tendangan Tsubasa!" teriak Xiuhuan hingga kedua maling itu terkapar pingsan.


"Aish ... aku terlalu kejam. Baiklah lebih baik cepat kembali ke desa saja, takutnya ada yang mengincar Dou Yi," guman Xiuhuan memutar balik kereta Kudanya.

__ADS_1


Bersambung 🗡️🗡️⚔️


__ADS_2