Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Penghakiman!


__ADS_3

“Wah! Wah! Dia malah pingsan! Kenapa cuma ada wanita yang sakit-sakitan di sini?” Bos bandit tengkorak merasa kecewa, karena hassratnya belum terpuaskan.


“Bagaimana lagi, Jenderal Zhu Han kini berada di ibukota dan ia melakukan pembersihan besar-besaran kepada gangster, perampok dan bandit. Jadi, tuan harus hati-hati saat beraksi,” sahut pimpinan gangster yang sebenarnya baru beberapa hari menetap di sini, setelah markas mereka di ibukota digerebek oleh bawahan Jenderal Zhu Han yang terkenal menjujung tinggi keadilan, berbeda dengan Jenderal Zhu Xuan yang bekerja asal Raja Xuan senang.


Bos bandit tengkorak mengenakan pakaiannya dan segera menenggak arak.


“Bos, bolehkah kami meniduri wanita ini. Dia cukup cantik juga—walaupun tubuhnya kurus sekali hehehe ....” Anggota bandit tengkorak bertubuh besar dan gemuk menatap ibu Duan Jiang dengan tatapan mesum, bahkan air liurnya sampai menetes.


Bos bandit tengkorak tersenyum dan berkata, “Jangan kasar-kasar, nanti dia bisa mati dan tuan He tidak memiliki peliharaan lagi.”


“Dia itu dulu adalah istri Hakim di Ibukota, tetapi ia mencoba menyelidiki dugaan korupsi Jenderal Zhu Xuan, sehingga ia malah menggali kuburannya sendiri—karena mana mungkin bisa mengusik orang-orang yang berada dalam lingkaran kekuasaan. Sungguh bodoh! Dan Aku mendapatkan istrinya ini setelah menyelesaikan sebuah tugas rahasia dari Jenderal Zhu Xuan hehehe ....” He tertawa terkekeh-kekeh.


Bos bandit tengkorak akhirnya mengerti, karena ia juga merasa aneh—pihak Kerajaan tidak bertindak, karena perbudakan sangat dilarang di seluruh Dunia Bawah, ternyata Gangster ini ada yang melindungi, walaupun sekarang sedang diburu oleh Jenderal Zhu Han yang baru kembali ke Ibukota.


Xiuhuan akhirnya mengerti sedikit permasalahan yang terjadi di Kerajaan Zhu ini. Di mana ada Raja yang bodoh yang dikelilingi oleh pejabat rakus dan pejabat jujur malah disingkirkan.


Pria besar dan Gemuk telah mengeluarkan tongkat saktinya dan bersiap-siap melahap ibu Duan Jiang yang sedang tidak sadarkan diri akibat kelelahan melayani Bos bandit tengkorak.


“Aaaaaaaaaaaaaaaa!”


Jeritan kesakitan dari Pria besar dan gemuk menggema di ruangan tersebut, sehingga Bos bandit tengkorak dan He, Bos Gangster langsung menoleh padanya.

__ADS_1


“Apakah kita digerebek?” Kedua Bos tersebut langsung melakukan transformasi tubuh menjadi Manusia Monster dan curiga bawahan Jenderal Zhu Han telah mengetahui tempat persembunyian mereka.


“Tidakkkkk! Tongkat Saktiku!” Pria besar dan gemuk itu menangis tersedu-sedu, karena masa depannya telah suram. “Keluar kau! Siapa yang telah menyakiti belut tampanku!” umpatnya, tetapi tiba-tiba tubuhnya hancur berkeping-keping, sehingga membuat kedua Bos Gangster dan bandit tengkorak tersebut ketakutan.


Bos bandit tengkorak langsung meninju dinding ruangan yang terbuat dari ayaman bambu tersebut, karena merasa musuh yang datang bukanlah orang sembarangan—walaupun ia adalah Immortal, tetapi nalurinya mengatakan ia akan mati bila mencoba melawannya.


“Jangan kabur, Tuan! Mari kita lawan bersama-sama!” seru He, Bos Gangster, karena ia juga Immortal dan merasa bila ia bekerjasama dengan Bos bandit tengkorak, maka mereka pasti bisa mengalahkan musuh yang belum diketahui dari mana datangnya tersebut.


“Itu urusanmu Tuan He. Kami tidak ingin mengusik Kerajaan!” sahut Bos bandit tengkorak hendak menggunakan tehnik meringankan tubuh meninggalkan tempat tersebut, tetapi tiba-tiba tubuhnya hancur berkeping-keping juga.


He mengerutkan keningnya. “Apa-apaan ini? Apakah ada artefak khusus yang bisa membunuh Immortal dengan mudah?” gerutunya, karena bila ia berhadapan dengan Jenderal Zhu Han saja, maka sang Jendral harus mengerahkan kemampuan terbaiknya dulu dan itupun belum diketahui hasilnya, siapa yang akan menang.


Dengan wajah pucat dan berkeringat dingin, He memperhatikan sekelilingnya. Namun, yang ia lihat hanya anggota tubuh anak buahnya dan Bandit tengkorak yang telah hancur berkeping-keping di mana-mana.


“Sial! Aku harus meminta kepingan emas itu pada tuan Xiuhuan untuk menebus Ibu pada Bos He!” gerutu Duan Jiang sembari meninju pintu gubuk, sehingga kepalan tangannya berdarah.


“Saudara Jiang?” Adiknya mendengar suaranya. “Di mana Ibu?” Dia tidak mendengar suara ibunya sejak tadi pagi, walaupun ia mencoba memanggilnya beberapa kali. Namun, yang ada hanya keheningan belaka.


“Ibu sedang membeli makanan ke Kota,” sahut Duan Jiang menghibur adiknya yang telah kelaparan sejak kemarin. “Kamu tunggu di sini, ya. Aku akan membantu Ibu membawakan makanan itu.” Duan Jiang berbohong padanya.


“Hmm ....” Adiknya tahu Duan Jiang sebenarnya hanya menghiburnya saja dan ia tidak tahu apa yang terjadi pada ibunya, tetapi ia menyadari—pasti para Gangster telah membuat ibunya menderita, sehingga ia hanya bisa menghela nafas dalam-dalam dan teringat dengan ayahnya yang kini entah di mana.

__ADS_1


Duan Jiang bergegas keluar dari gubuk tersebut dan terkejut melihat potongan-potongan tubuh berserakan di mana-mana. Dan ia tahu itu pasti potongan tubuh anggota Gangster dan Bandit tengkorak. Namun, siapa yang melakukan ini.


“Tuan Xiuhuan?” Duan Jiang takut Xiuhuan juga telah dibunuh oleh pembunuh misterius ini.


Duan Jiang segera menuju suara Bos He yang berteriak histeris dan saat sampai di sana, ia tidak melihat tubuh Bos He lagi—kecuali Xiuhuan yang sedang menempelkan mulutnya pada mulut ibunya.


“Apa yang kamu lakukan, Penjahat sialan!” umpat Duan Jiang dengan tubuh gemetaran, bahkan celananya telah basah dan kakinya sulit untuk digerakkan. “Sial! Maafkan aku Yue‘er! Kamu akan menderita, karena kakak terlalu lemah sebagai laki-laki,” gerutu Duan Jiang dengan bercucuran air mata.


Xiuhuan menoleh pada Duan Jiang dan tersenyum padanya. Namun, ia kembali mengabaikan Duan Jiang dan segera menempelkan tangannya ke punggung ibu Duan Jiang setelah membalikkan tubuhnya.


Xiuhuan mengalirkan energi spritual untuk membantu proses penyerapan pil penyembuhan tingkat tinggi yang dimasukkan olehnya pada mulut ibu Duan Jiang.


Beberapa tarikan nafas kemudian, Ibu Duan Jiang batuk-batuk dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. Wajahnya yang pucat, berangsur-angsur menjadi cerah dan wajahnya yang dulu sangat cantik, telah kembali lagi—sehingga Duan Jiang tercengang melihatnya dan tubuhnya juga tidak kurus kering lagi, ia malah seperti Oneesan dalam serial anime Jepang(Kakak perempuan) yang menjadi idaman para lelaki.


Melihat ibunya pulih dan bertambah cantik, Duan Jiang merasa Xiuhuan bukanlah orang jahat, sehingga ia langsung berlari menghampiri ibunya dan langsung memeluknya. “Ibuuuuuuu!” Duan Jiang menangis tersedu-sedu, sedangkan ibunya menatap Xiuhuan dengan ekspresi wajah kebingungan.


“Apa yang terjadi padaku? Kenapa tubuhku sehat-sehat saja?” Ibu Duan Jiang merasa seperti mimpi saja, apalagi ia melihat Xiuhuan seperti Pangeran Tampan yang turun dari khayangan untuk menjemputnya menemui Dewa Yama, karena ia teringat terakhir kali sedang disetubuhii oleh Bos bandit tengkorak. Namun, ia merasa tubuh Duan Jiang terasa sangat nyata dan berpikir ia mungkin belum mati. “Apakah aku telah mati, Tuan?” Dia bertanya pada Xiuhuan sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


Xiuhuan tersenyum dan geleng-geleng kepala. “Itu tak akan terjadi, karena siapa nanti yang akan menemani Duan Jiang dan adiknya?”


Ibu Duan Jiang tersentuh mendengar jawaban Xiuhuan, apalagi senyuman Xiuhuan begitu hangat dan ia pun menangis tersedu-sedu sembari memeluk Duan Jiang yang juga menangis karena senang melihat ibunya baik-baik saja.

__ADS_1


Xiuhuan menengadah menatap langit sembari menyeka air matanya dan menghela nafas dalam-dalam.


__ADS_2