
Tengah harinya, Xiuhuan dan Gu Ruyan memasuki kota Yannan. Penampilan Gu Ruyan sempat membuat curiga Pendekar Pedang Clan Gu yang tengah berjaga di pintu gerbang kota.
Namun dengan akal cerdik Xiuhuan yang menyogok para Penjaga itu, mereka kemudian dipersilahkan masuk. Hanya identitas Xiuhuan saja yang diperiksa, ia beralasan bahwa Pendekar Pedang bercadar di sebelahnya itu adalah Putri walikota Guangxi dari tempat Sektenya berada dan mereka sedang menjalankan misi mencari murid-murid berbakat tinggi.
Gu Ruyan menatap dingin pada Penjaga itu, seolah-olah ia anak orang kaya yang arogan.
***
“Kota Yannan ini lumayan besar juga. Apakah cuma Clan Gu saja yang berkuasa di kota ini?” tanya Xiuhuan, karena ia cuma melihat Pendekar Pedang berjubah Clan Gu saja yang ada di gerbang masuk kota Yannan itu.
“Iya, tapi kulihat Kota ini sekarang tak seramai dulu. Ini pasti ulah Gu Lin yang menarik upeti tinggi pada Penduduk kota, sehingga banyak yang memilih meninggalkan kota ini,” sahut Gu Ruyan sedih melihat kondisi kota tempat ia dibesarkan itu.
“Ya, mudah-mudahan saja tuan muda kalian berhasil menggulingkan Pamannya itu dan dia memimpin dengan bijak serta membawa perubahan besar pada kota Yannan ini,” sahut Xiuhuan yang melihat kesana-kemari, memperhatikan kondisi kota itu.
Xiuhuan sedang memikirkan jalur pelarian, kalau seumpama ia tak sanggup mengalahkan tetua Sekte Bambu Kuning itu.
Ia tak ingin mati konyol juga, mengingat kampung halamannya juga di kota Hua sedang diincar oleh Paviliun Shadow dan beberapa Clan serta Sekte Pedang Naga Surgawi dari Kota Yan Luo.
“Apa yang akan kita lakukan tuan Xiuhuan?” tanya Gu Ruyan bingung melihat Xiuhuan membawanya berputar-putar keliling kota Yannan.
“Aku sedang mempelajari tata ruang kota ini, agar nanti saat terjadi pertarungan tak melibatkan korban warga sipil,” sahut Xiuhuan yang membuat Gu Ruyan takjub. Karena Xiuhuan masih memikirkan nasib warga kota ini, padahal ia sendiri hanya ditugaskan menghadang tetua dari Sekte Bambu Kuning itu bagaimanapun caranya, walaupun harus membuat kerusakan besar.
Tak berselang lama, mereka melewati kediaman Clan Lin yang memiliki pekarangan cukup luas dengan bangunan tujuh lantai tampak ditengah-tengahnya.
__ADS_1
Ada sepuluh Pendekar Pedang tahap 100 yang berjaga di gerbang masuk. Satu persatu orang yang masuk diperiksa dengan ketat. Mungkin sebelum ini banyak penyusup yang masuk ke sana. Mengingat para Pendekar Pedang pendukung Gu Yao sering melakukan serangan gerilya ke kota Yannan ini.
“Yan‘er ... Aku sudah melihat ada beberapa bangunan dengan simbol Clan Gu dan ini yang paling besar.” Xiuhuan menunjuk pada bangunan tujuh lantai itu. “Apakah ini bangunan utama Clan Gu itu?” tanya Xiuhuan penasaran.
“Ya, benar tuan Xiuhuan, sedangkan bangunan yang lain tadi adalah kediaman para tetua,” sahut Gu Ruyan. “Para pendahulu Clan Gu membangun kediaman para tetua di tiap sudut Kota Yannan ini, agar kota ini mudah di kontrol. Dan juga gampang mendeteksi serangan musuh yang datang menyerang tiba-tiba.”
Xiuhuan sangat puas mendengar penjelasan Gu Ruyan. Mereka kemudian menuju restoran Kao Ji, yang merupakan restoran terbesar di kota Yannan.
Kebetulan sudah lewat tengah hari, restoran itu agak sepi sekarang. Hanya ada satu rombongan yang membuat Gu Ruyan sempat tegang melihatnya.
“Apa kamu mengenal mereka?” bisik Xiuhuan sembari memeluknya membuat rombongan itu menatap sinis pada mereka.
“Yang berjubah Kuning itu adalah Gu Xing putra tertua Gu Lin, yang mengenakan Jubah hitam adalah Gu Wuxian anak tetua pertama, Jubah Putih adalah Gu Xiong, pengawal pribadi Gu Xing dan wanita cantik itu adalah Gu Yue, kekasih Gu Xin yang berasal dari Clan cabang. Dia paling memanfaatkan kecantikannya untuk mendapatkan sumberdaya dari Gu Xing.”
Xiuhuan memesan makanan pada Pelayan. Sebelum pesanannya datang, ia menatap tanpa berkedip pada Gu Yue, yang membuat kekasih Gu Xing itu merasa tak nyaman.
Gu Yue berbisik sesuatu pada telinga Gu Xing. Lantas Gu Xing menatap Xiuhuan sekilas dan mengayunkan tangannya pada Xiong yang lansung berdiri dari tempat duduknya.
Gu Xiong mendekati Xiuhuan, ia merasa mengenali wanita berhanfu merah dan penutup wajah berwarna putih itu. Namun entah di mana mereka bertemu, kemudian ia menatap Xiuhuan.
“Hei, apakah kamu tahu siapa yang kamu tatap itu?” keluh Gu Xiong sembari mengeluarkan Pedang Rohnya.
“Wanita cantik yang dikelilingi oleh tiga orang pria,” sahut Xiuhuan dengan ekspresi datar. Ia merasa pertanyaan Gu Xiong itu tak berbobot sama sekali.
__ADS_1
Gu Xiong mengekerutkan keningnya, baru kali ini ia bertemu Pendekar Pedang yang tak mengenali putra tertua Gu Lin itu yang terkenal suka menyiksa orang yang tak ia sukai.
“Wanita cantik itu adalah kekasih tuan muda Gu Xing bodoh!” bentak Gu Xiong geram melihat sikap Xiuhuan yang malah mengupil di hadapannya.
“Bukannya tuan muda Clan Gu itu adalah Gu Yao, sejak kapan namanya berganti menjadi Gu Xing,” sahut Xiuhuan tersenyum menyeringai menatap Gu Yue, ia mengabaikan Gu Xiong yang tengah menahan amarahnya yang telah sampai ke ubun-ubun.
Ia masih menunggu instruksi dari Gu Xing supaya dapat menghajar Xiuhuan yang telah bersikap sombong dihadapannya itu.
Mendengar nama Gu Yao, Gu Xing tertawa terkekeh-kekeh. “Aku telah lama lupa dengan nama pecundang itu, hingga kamu mengingatkannya kembali.” Gu Xing berhenti memakan makanannya, ia menatap Xiuhuan dengan tajam. “Apakah kau Assasin yang disuruh untuk membunuhku?” tanyanya lagi dengan mengeluarkan aura pembunuh yang cukup besar.
Untung saja tak ada pengunjung lain di sana, kecuali para Pelayan restoran Kao Ji yang langsung menjauh dari sana, karena tertekan dengan aura pembunuh itu.
“Apakah ini permainan anak-anak, menggunakan aura-auraan? atau kau pamer telah mencabut ribuan nyawa manusia?” Xiuhuan tersenyum sinis menatap Gu Xing.
Xiuhuan sendiri membentengi dirinya dan Gu Ruyan dengan menggunakan aura pembunuh juga. Walaupun tak sekuat milik Gu Xing, namun itu cukup untuk mengimbanginya.
“Oo, kau memang Assasin, ya? Aura pembunuhmu tak terlalu kuat, karena kalian bekerja hanya membunuh beberapa target yang telah ditunjuk saja.” Gu Xing meminum teh tarik di gelasnya. Kemudian ia berkata lagi, “Aku akan membayarmu lima kali lipat dari Gu Yao, tapi kau harus membunuhnya. Bagaimana?”
“Hahahaha ....” Xiuhuan tertawa cekikikan yang membuat Gu Xiong waspada, karena sikap yang ditunjukkan oleh Xiuhuan terlalu tenang dan tak menampakkan wajah ketakutan sama sekali. “Gu Yao menyerahkan wanitanya padaku. Apakah kamu mau menyerahkan Gu Yue padaku?” Xiuhuan menyeringai, ia yakin Gu Xing akan menolak mentah-mentah tawarannya.
“Kau lelaki kurang ajar!” teriak Gu Yue yang langsung mengeluarkan Pedang Rohnya juga, ia ingin menebas wajah Xiuhuan yang tak henti-hentinya menatapnya sejak tadi.
Gu Xing menarik tangan Gu Yue agar tak bertindak ceroboh begitu. Ia yakin Xiuhuan adalah seorang Assassin, sehingga ia ingin menarik Xiuhuan masuk ke pihaknya.
__ADS_1
Dalam pikiran Gu Xing saat ini, jika Xiuhuan mau bergabung dengannya. Maka ia ingin Xiuhuan membunuh Gu Yao lebih dulu dan kemudian membunuh ayahnya sendiri. Sehingga ia akan diangkat menjadi Ketua Clan Gu yang baru.