
Chen Er memapah Zhong Xian, karena ia sudah terluka parah dan hendak mundur ke dalam kota Hua. Namun, saat mereka hendak melangkah tiba-tiba dari dalam tanah muncul tombak tanah menembus tubuh keduanya.
“Melawan Pendekar Pedang yang levelnya lebih rendah—kalian malah kewalahan?” Jendral Qian Shing tiba-tiba muncul, dialah yang membunuh Zhong Xian dan Chen Er. “Kalian terlalu lama menikmati kenyamanan di kota Yan Luo, sehingga kemampuan bertarung kalian menjadi tumpul.” Dia memarahi Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi.
“Maaf Jendral Shing, mereka ternyata sangat gigih. Jendral Shing tak perlu khawatir kami akan menghabisi mereka semua,” sahut Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi ketakutan dimarahi oleh Jendral Qian Shing, apalagi banyak tetua yang telah mati, termasuk Ketua Clan Yin.
“Dasar tak berguna! Duan Mu saja tidak bisa kau bunuh!” umpat Jendral Qian Shing lansung mengeluarkan ratusan tombak yang muncul dari permukaan tanah. Sehingga banyak Pendekar Pedang baik pihak kota Hua ataupun dari Sekte Pedang Naga Surgawi dan Clan Yin yang tewas seketika.
“Dia sudah gila! Teman sendiri pun dibunuh,” gumam Duan Mu berhasil menghindar dari tombak tanah itu.
Jendral Qian Shing menatap Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi yang menunduk di sebelahnya.
“Kenapa kau diam saja! Cepat bunuh Duan Mu! Apa perlu aku juga yang mengatasinya?”
“Ba-baik Jendral Shing!” sahut Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi melesat ke arah Duan Mu yang berusaha melakukan regenerasi pada luka-lukanya.
“Tebasan Naga Angin!” seru Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi melepaskan tebasan angin berbentuk bulan sabit ke arah Duan Mu.
Duan Mu terkejut, Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi telah muncul melayang di atasnya. Dia segera membuat kubah tanah melindunginya, walaupun kemungkinan selamat sangat kecil.
“Cih, usaha yang sia-sia!” cibir Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi menatap sinis Duan Mu.
“Kepakan sayap Phoenix!”
Hakim agung muncul di langit, ia lansung bergegas setelah merasakan keberadaan Pendekar Pedang tahap 100 muncul di barisan depan pertahanan kota Hua.
Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi terpental, tebasan angin berbentuk bulan sabit yang hampir menghancurkan kubah tanah Duan Mu tiba-tiba ikut terhempas, sehingga Duan Mu selamat dari jurang kematian.
“Terimakasih hakim agung!” seru Duan Mu sembari menyeka darah yang keluar dari bibirnya.
__ADS_1
“Kembalilah ke aula timur—aku takut Pendekar Pedang dari Sekte Pedang Surgawi menyelinap ke sana, karena mereka tidak muncul di sini,” sahut Hakim agung menatap tajam Jendral Qian Shing.
“Cih, di mana Ketua Sekte Pedang Surgawi? Melawan Hakim agung tak bisa sendirian—melawan Ketua Houlang saja ia bisa seimbang, padahal Ketua Houlang sudah berusia 10.000 tahun lebih,” gerutu Jendral Qian Shing.
Hakim agung menjentikkan jarinya dan sebuah Siluet Phoenix raksasa melesat ke arah Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi.
Dia langsung membuat perisai angin untuk mencegah Siluet Phoenix itu melahapnya. Tak hanya itu, ia juga memunculkan Siluet Naga putih melawan Siluet Phoenix itu.
Namun, dengan mudah Siluet Naga putih dihancurkan oleh Siluet Phoenix dan membakar Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi.
Jendral Qian Shing hanya melihat saja, tanpa berusaha menolongnya, sedangkan Duan Mu telah meninggalkan area pertarungan itu.
“Ternyata kau keluar juga Hakim tua bangka!” ejek Ketua Sekte Pedang Surgawi muncul melayang di atas Jendral Qian Shing.
“Kau lama sekali! Hampir saja aku dijadikan daging panggang,” gerutu Jendral Qian Shing.
“Terserah kau lah, ayo kita patahkan sayapnya itu!” sahut Jendral Qian Shing lansung melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Singa.
Tanpa berkata-kata apa-apa, Hakim agung memunculkan sepuluh Siluet Phoenix raksasa dan pusaran api mengelilingi tubuhnya.
Ketua Sekte Pedang Surgawi tak mau kalah ketinggalan, sebuah Siluet Naga berputar-putar mengelilingi tubuhnya.
“Ayo kita mulai atraksinya!” seru Jendral Qian Shing dari bawah, dia melempar tombak tanah berukuran besar ke arah Hakim agung.
Hakim agung mengepakkan sayapnya dan ia menghilang dari pandangan mereka, sedangkan lima Siluet Phoenix raksasa menukik ke bawah menyerang Jendral Qian Shing dan lima lagi melesat ke arah Ketua Sekte Pedang Surgawi.
“Ayo datang burung-burung kecil!” Jendral Qian Shing melempar tombak tanah berukuran besar lagi ke arah Siluet Phoenix raksasa, sehingga menimbulkan ledakan besar di udara. “Tebasan Raja Singa!” seru Jendral Qian Shing menebas Siluet Phoenix raksasa—Ledakan besar disertai api yang sangat panas terjadi akibat benturan itu. Untung saja, Qian Shing membuat kubah tanah di detik-detik terakhir, walaupun ia tetap merasakan luka bakar di tubuhnya.
“Tebasan tornado!” seru Ketua Sekte Pedang Surgawi mencegah Siluet Phoenix raksasa mendekatinya. “Tak ada yang bisa menahan tornado-ku,” gumamnya tetap waspada, karena tidak melihat keberadaan Hakim agung.
__ADS_1
Siluet Phoenix raksasa itu terhempas oleh angin tornado dan menimbulkan ledakan-ledakan beruntun di dalam pusaran angin kencang itu.
“Mati kau!” seru Hakim agung menukik dari langit dengan cepat, ia muncul seperti meteor saja, karena sekelilingnya dikelilingi api.
Ketua Sekte Pedang Surgawi sangat terkejut, ia melepaskan Siluet Naga yang lansung menyambut kedatangan Hakim agung.
“Booommmm!”
Ledakan besar muncul di udara, tempat Ketua Sekte Pedang Surgawi melayang. Dia jatuh ketanah dengan keras, hingga tanah tempat jatuhnya muncul kawah sedalam puluhan tombak.
“Cih, Ketua Sekte Pedang Surgawi mati!” gerutu Jendral Qian Shing, ia juga tak melihat keberadaan Hakim agung. “Merepotkan sekali Phoenix tua ini,” gumamnya memunculkan tombak-tombak tanah runcing di sekitarnya, agar Hakim agung tak muncul tiba-tiba dibelakangnya.
***
Aula timur kini dikelilingi oleh tetua Sekte Pedang Naga Surgawi dan murid-murid terkuat mereka, membuat ketakutan murid-murid Xiuhuan yang berada di dalam.
“Dou Yi ... apakah kamu bisa menggunakan jurus Pembelah dimensi ke wilayah timur. Mungkin kalian akan aman di Clan Lin, karena Paviliun Shadow akan memusatkan perhatian ke kota Hua. Tunggulah Hakim agung di sana—Namun, bila kota Hua telah jatuh ke tangan Paviliun Shadow, kalian harus bersembunyi di suatu tempat. Karena aku yakin Xiuhuan pasti akan menemukan cara di daratan utama untuk kembali ke Pulau Niao.”
Feng Yunji merasa mereka tidak akan mampu mengalahkan tetua Sekte Pedang Surgawi yang telah mengepung aula timur. Dia sudah tahu kekuatan mantan rekan-rekannya itu, karena dia saja dulu adalah tetua paling lemah di sana.
“Bagaimana kalau kita pergi bersama. Aku merasa bisa menggunakan jurus Pembelah dimensi ini dalam waktu agak lama,” sahut Dou Yi tak ingin meninggalkan mereka, apalagi terdapat istri-istri gurunya juga yang akan bertarung melawan tetua Sekte Pedang Surgawi itu. Mau ditaruh di mana mukanya nanti, saat Xiuhuan menanyakan di mana istrinya.
Dou Yi menjadi dilema, sementara Feng Yunji mendesaknya untuk segera kabur dengan membawa murid-murid Xiuhuan lainnya.
Dengan terpaksa Dou Yi mengeluarkan Pedang Rohnya dan menebas ruang kosong di hadapannya. Tiba-tiba muncul retakan dimensi dan ia segera meminta teman-temannya masuk ke dalam. Sebelum masuk ia memandangi Xiao Liu, istri gurunya itu yang tersenyum lebar menatapnya, membuat Dou Yi menangis tersedu-sedu dan masuk ke retakan dimensi itu.
Dou Yi, Huanran, Shuyan, Liu Ya dan Xinran muncul di halaman kediaman Ketua Clan Lin di kota Yangtze, kampung halaman Xinran.
...~Bersambung~...
__ADS_1