
Xiuhuan memasuki lorong yang didalamnya beberapa anggota bandit gunung sedang bersenang-senang dengan beberapa gadis-gadis yang tampak pasrah. Bandit gunung ini tidak ikut menjarah ke desa Shanjiao, karena ditugaskan menjaga markas mereka.
Para bandit gunung kebingungan melihat kedatangan Xiuhuan. Namun, langsung berubah panik ketika menyadari Xiuhuan adalah Kultivator tingkat Immortal Awal.
“Si-siapa yang menyuruhmu memasuki tempat ini? Apa kau tidak takut, bos kami adalah Ranah Chaos Ancient God,” ancam salah satu bandit gunung—kakinya sebenarnya sedang gemetaran melihat kedatangan Xiuhuan.
“Betul, bos kami Ranah Ancient God, hehehe ....”
“Sebaiknya kau pergi anak muda. Kau telah mengganggu kesenangan kami,” ejek bandit bertubuh kurus kering, ia sedang memeluk wanita cantik. Melihatnya saja, membuat darah Xiuhuan mendidih; ia mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat dan ditujukan pada para bandit gunung kelas teri itu.
“Tolong!”
“Tuan muda maafkan kami!”
“Kami hanya dipaksa mengikuti perintah bos tuan muda. Sebenarnya hati nurani kami menolak pekerjaan ini—”
“Tidak!—Kalian telah memperkosa’ kami dengan buas, bahkan saat kami kelelahan, kalian tetap memaksa kami. Gadis-gadis yang sudah bosan kalian tiduri, maka kalian jual ke Benua Resifel,” sanggah wanita cantik yang tampak masih segar, mungkin baru beberapa hari diculik, berbeda dengan yang lain; sudah seperti mayat hidup saja.
Bandit gunung bertubuh kurus, geram sekali mendengar sanggahan wanita yang masih menempel ditubuhnya itu. Dia memelototi wanita itu, hingga wanita itu menundukkan wajahnya.
“Tuan muda kami juga korban, kok. Kami dipaksa untuk meniduri para wanita ini agar mereka tunduk pada perintah bos,” sela bandit gunung bertubuh kurus itu.
Xiuhuan berpikir sejenak, mana mungkin ia percaya dengan ucapan mereka. Seandainya benar pun ucapan mereka, ia tetap tak terima; kenapa mereka tega menghancurkan masa depan gadis-gadis muda ini.
“Kalian para wanita, pergi ruangan bos bandit gunung ini dan tunggu aku di sana!” seru Xiuhuan.
Para wanita yang ditiduri oleh para bandit gunung segera keluar dari ruangan itu, begitu juga wanita yang masih menempel pada bandit gunung bertubuh kurus. Wanita itu langsung mendorong tubuhnya dan berlari kecil mengikuti wanita lain.
__ADS_1
Para bandit gunung tampak panik, mereka yakin Xiuhuan tak memaafkan mereka. Karena raut wajahnya saja sangat masam dipandang.
“Maafkan aku tuan muda! Aku tahu ke mana saja wanita-wanita lain di jual. Kalau tuan muda mau melepaskanku, aku akan membawa tuan muda ke sana,” kata anggota bandit gunung yang masih muda, mungkin masih berusia 17 tahunan.
“Hmm boleh juga,” sahut Xiuhuan langsung menghilangkan aura pembunuh yang tertuju padanya. “Ambil pisau ini!” Xiuhuan melempar pisau itu ke hadapannya.
“Untuk apa ini tuan muda!” Pemuda itu bertanya, ia tampak kebingungan sembari memegang pisau itu.
“Kau iris-iris teman-temanmu yeahahaha ... Kalau kau melakukan itu, barulah aku mau mengampunimu, dan ingat! Jangan di bunuh, biarkan mereka merasakan penderitaan seperti yang dirasakan oleh gadis-gadis yang kalian culik,” kata Xiuhuan langsung membuat perisai air, agar mereka tidak bisa kabur.
“Tuan muda maafkan kami!” seru mereka memohon ampunan, tetapi Xiuhuan tetap melangkah keluar dari tempat itu.
“Apa kau anggota aliran putih! Aliran hitam saja tak melakukan tindakan sekeji ini,” teriak bandit gunung bertubuh kurus.
“Yeahahaha ... aliran hitam dan putih itu sama saja, tergantung dari sudut pandangmu saja,” ejek Xiuhuan menyeringai.
“Apa yang terjadi pada bandit gunung itu?” Gadis-gadis yang berada di ruangan bos bandit bertanya-tanya, mereka ketakutan mendengarnya.
“Baguslah itu, mereka akhirnya merasakan penderitaan seperti yang kita alami,” kata salah satu dari mereka.
“Takutnya kita masuk mulut buaya, setelah keluar dari mulut harimau.”
“Tidak mungkin ia berbohong. Kan, ia murid Clan Lou dan dia juga tidak memaksa kita ikut dengannya. Bahkan yang tidak mau ikut akan di berikan 100.000 keping emas.”
“Oh, iya. Mungkin aku saja yang terlalu takut.”
Para wanita itu berdiskusi tentang tindakan sadis Xiuhuan itu. Sebagian dari mereka takut salah langkah mengikuti Xiuhuan, karena sebagian besar memilih mengikutinya dan hanya beberapa saja yang memutuskan kembali ke desa masing-masing.
__ADS_1
Xiuhuan melakukan penyiksaan terhadap anggota bandit gunung di beberapa ruangan dalam gua itu. Dia juga mengumpulkan cincin dimensi mereka. Namun, hartanya sangat sedikit, kecuali milik bos yang cukup berlimpah.
Xiuhuan kembali ke ruangan bos menemui para gadis-gadis yang diculik oleh para bandit gunung Lugu. Mereka langsung diam saat Xiuhuan berada di hadapan mereka.
“Ya, tak usah cemas begitu. Santai saja hehehe ...,” sapa Xiuhuan dengan tawa kecil.
Namun, tak ada yang membalas tawa Xiuhuan, mereka hanya saling berpandangan dan bingung mau berbicara apa.
“Yah, lupakan saja yang kukatakan tadi. Aku tahu kalian masih trauma,” kata Xiuhuan lagi. “Nah, apakah kalian sudah menentukan pilihan? Kalau sudah ayo kita berangkat, yang memilih tetap tinggal—tunggu saja di sini sebentar. Tenang saja, tak ada lagi bandit gunung di sini, mereka telah kulemparkan ke neraka hehehe ....”
30 wanita memilih ikut dengan Xiuhuan. Alasan mereka macam-macam, ada yang malu kembali ke desanya, ada yang orangtuanya telah di bunuh bandit gunung Lugu, ada yang karena telah terlanjur hamil dan sebagainya. Sedangkan yang memilih tinggal hanya 8 wanita saja, mereka beralasan ingin kembali ke orang tua masing-masing dan ada juga yang sudah memiliki anak di desanya.
“Karena Aku sudah menggunakan artefak Teleportasi ini tadi, berarti kita butuh salah satu diantara kalian untuk mengaktifkan artefak Teleportasi ini,” kata Xiuhuan.
“Aku bisa tuan muda, karena aku dulu pernah menjadi murid Sekte Bunga Melati, walaupun hanya sampai Penempaan tubuh tahap Huang saja sih,” sahut salah satu wanita yang tampak baik-baik saja, berbeda dengan wanita lain.
“Nona, Anda sepertinya baik-baik saja, apa tak memilih kembali saja?” tanya Xiuhuan, yang sebenarnya takut wanita ini adalah mata-mata aliran hitam. Namun, tak ada cincin dimensi di tangannya, sehingga kalaupun dia kabur dari Sekte Teratai Biru nantinya, ia tak akan bisa kembali ke Benua Resifel. Karena Pulau Niao terkurung dari dunia luar oleh perisai yang menguncinya ribuan tahun lalu.
“Benar tuan muda, Aku masih suci, karena aku memiliki jurus rahasia turun-temurun dari keluargaku, di mana saat terdesak aku bisa mengeluarkan bau busuk, sehingga tak ada bandit yang menjamahku,” sahut gadis itu.
“Hehehe ... berarti kau menerimaku apa adanya, ya,” kata Xiuhuan sembari mengeluarkan artefak Teleportasi dari cincin dimensi miliknya.
“Itu bukan apa adanya suamiku, tetapi keberuntungan. Karena Anda tampan dan baik hati,” sela wanita yang hamil besar, sehingga semua tertawa mendengarnya, begitu juga dengan Xiuhuan.
Mantan murid Sekte Bunga Melati itu kemudian mengalirkan sedikit qi pada artefak Teleportasi dan Xiuhuan langsung membayangkan kota Hua, Kerajaan Han, Pulau Niao. Dalam sekejap mata mereka telah berpindah tempat.
“Ayahhhhhhh!” teriak Su Lian, tiba-tiba ia melihat Xiuhuan muncul di halaman depan Sekte Teratai Biru, gadis kecil itu sedang berlatih dengan Shuyan murid pertama Xiuhuan.
__ADS_1
...~Bersambung~...