
"Inilah rumah barumu Yi'er!" seru Xiuhuan sesampainya di aula Timur.
"Wah besarnya dan pemandangan sekitarnya juga bagus, ada sungai kecil juga." Dou Yi kagum dengan rumah barunya itu.
"Tentu saja ... walaupun Teratai Biru hanyalah Sekte kecil, namun kami sangat peduli dengan murid-muridnya. Bahkan tempat tinggal dibuat senyaman mungkin, supaya nanti kalian berkultivasi dengan nyaman tanpa ada gangguan, bahkan nyamukpun tak boleh menggigit kulit halus kalian hehehehe." Xiuhuan malah bercanda.
"Dasar tetua mesum! Pagi-pagi sudah menggoda murid!" seru Shuyan yang membuka pintu aula timur, ia ingin membeli kebutuhan dapur bersama Liu Ya, namun saat membuka pintu, ia malah mendengar Xiuhuan menggoda seorang murid.
"Kau sudah jadi murid durhaka ya," jawab Xiuhuan sambil menoleh kearah Shuyan. "Dia ini adalah rekan baru kalian ... tadi guru hanya bercanda, sudahlah ... kalian ajak dia juga, nanti sekalian berikan dia sebuah kamar."
Xiuhuan lansung masuk ke dalam aula timur dan menuju kamarnya. Setelah murid-muridnya pergi. Xiuhuan mengeluarkan emas-emanya dan memasukkannya ke dalam lemari.
"Hahahaha orang kaya baru nih, tak sabar aku pada penerimaan murid baru nanti. Aku hanya akan menerima murid perempuan saja. Jadi, aula timur akan menjadi istana bidadari hehehehe." Xiuhuan tertawa cekikikan membayangkan murid-murid cantik mengelilinginya.
Setelah menyimpan emas-emas itu, Xiuhuan mengangkat beras sisanya ke dapur aula timur. Supaya murid-muridnya memasaknya nanti. Xiuhuan kemudian memilih tidur seharian penuh, karena ia merasa kelelahan dalam perjalanan jauh semalam.
"Siapa namamu?" tanya Liu Ya pada Dou Yi. "Aku Liu Ya dan si cerewet ini Shuyan, ia murid Pertama tetua keenam," ucapnya lagi.
"Cerewet apaan ... memang benar kok, guru kita itu sering berbuat mesum di luar sana dengan para janda-janda dan yang terakhir dengan tetua aula barat."
Shuyan memberi tahu mereka sifat buruk Xiuhuan selama di sekte Teratai Biru dan Kota Hua.
"Betulkah ... Pantaslah waktu di ibukota ia malah bermesraan dengan Hakim Jia Li. Berarti yang dibilang oleh tetua kedua adalah benar," sahut Dou Yi. "Eh, aku lupa memperkenalkan diri, namaku Dou Yi ... Aku diselamatkan oleh tetua keenam dan membawaku kemari," ucapnya lagi.
__ADS_1
"Eh, kok kita semua sama ya," sahut Shuyan. "Berarti walaupun ia memiliki kebiasaan buruk, namun masih ada sisi baiknya juga." Bisik Shuyan lagi, karena Su Bimbing lewat di hadapan mereka.
"Kenapa kau berbisik!" seru Liu Ya pada Shuyan.
"Eh, yang lewat tadi adalah Su Bimbing yang kuceritakan tadi," bisik Shuyan lagi.
"Apaaaaaaaa!" Liu Ya dan Dou Yi kaget, sebab Su Bimbing ternyata sangat cantik. Apalagi Dou Yi, ia mengira Su Bimbing itu mirip Hakim Jia Li, memiliki otot lengan yang besar, walaupun wajahnya agak manis sedikit, serta berperawakan kejam dan mengintimidasi seperti yang dinampakkan oleh Hakim Jia Li sewaktu di kediaman Jendral Qian Shing.
"Kok kalian kaget?" Shuyan bingung melihat ekspresi temannya itu.
"Tentu kaget, ternyata tetua itu sangat cantik!" seru Dou Yi.
"Hahahaha ... Aku juga heran, beberapa wanita yang tetua keenam kencani itu sangat cantik-cantik, entah apa yang dipikirkan oleh mereka. Tapi kudengar tetua keenam memiliki 'Tongkat Sakti', itu yang diucapkan oleh tetua Su Bimbing. Namun aku bingung, tetua keenam tak pernah kulihat membawa Tongkat Sakti itu."
"Aku juga tak melihatnya sepanjang perjalanan," sahut Dou Yi.
Su Bimbing sekilas melihat Shuyan bersama dua murid yang belum pernah dilihatnya, ia kemudian berkesimpulan bahwa, Xiuhuan telah kembali dari ibukota. Su Bimbing kemudian memutuskan pergi ke aula timur, sebab jika mengundang Xiuhuan ke aula barat, maka akan ketahuan oleh tetua sumberdaya nanti dan menggagalkan rencana kencannya seperti dulu bersama Xiuhuan.
Sesampainya di aula timur, Su Bimbing melihat pintu aula terbuka. Ia kemudian langsung masuk kedalam dan tak ada orang yang menyahut panggilan darinya. Hingga ia melihat tulisan kamar tetua keenam tertulis di salah satu kamar lantai bawah itu.
Aula timur sendiri mempunyai 100 kamar dan tiga lantai. Xiuhuan memilih kamar di lantai bawah dekat pintu masuk. Sedangkan Shuyan memilih di lantai tiga, begitu juga dengan Liu Ya.
"Hehehe kucing manisku ... apa kau didalam?" sapa Su Bimbing mengetuk pintu kamar Xiuhuan. Namun, tak ada yang menyahut dari dalam kamar itu.
__ADS_1
Su Bimbing kemudian membuka pintu kamar dan ternyata tak dikunci. "Ah, ternyata kucing nakalku sedang tidur ...." Su Bimbing menutup pintu kamar kembali.
Su Bimbing kemudian melepaskan satu persatu pakaian yang ia kenakan dan melompat ke atas kasur Xiuhuan.
"Aaaaaaaaa!" Xiuhuan terkejut ditindih sesuatu yang membuat Tongkat Sakti miliknya bereaksi.
Su Bimbing tersenyum melihat wajah Xiuhuan yang masih kelihatan mengantuk itu. "Kucing nakalku ... saatnya kau membayar hutangmu!" bisik Su Bimbing di telinga Xiuhuan.
"Ce-ce-pat kali, tak bisa besokkah?" Xiuhuan mencoba bernegosiasi, sebab ia tak mungkin menolak, karena ia butuh kitab tingkat tinggi untuk murid-muridnya nanti. Sekarang Xiuhuan telah berada dalam cengkeraman Su Bimbing yang sudah lama berpuasa sejak terakhir kali mereka melakukannya.
"Kau diam saja ... biarkan aku yang melakukannya dengan baik!" bisik Su Bimbing lagi yang melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakan oleh Xiuhuan.
"Yah, lakukanlah yang terbaik ... tapi jangan buat pinggangku keropos ya," sahut Xiuhuan yang pasrah saja. Karena terakhir kali mereka melakukannya sampai 30 ronde non stop, hingga Xiuhuan tak mau lagi melakukan itu dengan Su Bimbing. Namun, kini ia harus melayani Su Bimbing demi murid-muridnya.
Shuyan, Liu Ya dan Dou Yi kembali dari berbelanja kebutuhan dapur, melewati kamar Xiuhuan. Mereka mendengar desahan-desahan kencang dari dalam.
"Kan, apa kubilang ... penyakit tetua keenam kambuh lagi. Kita harus hati-hati jika berada didekatnya," kata Shuyan sembari menuju dapur.
Hingga mereka selesai makan dan kembali ke lantai atas. Suara-suara aneh itu masih terdengar sampai ayam berkokok di pagi hari. Keesokan paginya mereka melihat tetua Su Bimbing keluar dari kamar Xiuhuan dengan wajah ceria. Sedangkan Xiuhuan tak keluar juga sampai Su Bimbing pamit pada mereka. Ia kembali ke aula barat, karena harus membuka aula itu bagi murid-murid yang ingin meminjam Kitab Jurus.
Bersambung ...
🌼 Jadilah seperti Xiuhuan, berwajah Good looking dan disenangi para wanita 🌼
__ADS_1
By Bang Regar.
⚔️⚔️ Kata-kata diatas jangan dipraktekkan di dunia nyata, kemungkinan besar tak akan berhasil 😁😁😁