
“Xue‘er menghilang,” gumam Xiuhuan langsung menyambar dirinya sendiri dengan petir yang sangat mengerikan dari langit. Dia sudah berpengalaman melawan musuh yang memiliki hukum ruang atau elemen Kegelapan yang bisa mengoyak dimensi, makanya cara termudah melawan mereka adalah dengan menyerang diri sendiri.
Lou Xue terkejut saat muncul disebelah Xiuhuan, ia malah tersambar petir yang sangat kuat dan iapun langsung menghindar dengan berpindah tempat.
“Uhuk!” Seteguk darah keluar dari mulut Lou Xue.
“Hei Xiuhuan, kau kejam sekali! Istrimu sendiri kau sakiti!” umpat fans fanatik Lou Xue.
“Woi, ini sudah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ceraikan Xiuhuan!” seru fans fanatik Lou Xue.
Xiuhuan terkejut mendengarnya, ia sampai mengerutkan kening. Kalau saja ia tak menjadi murid yang berbudi luhur, mungkin ia sudah menyumpahi mereka jones seumur hidup.
Sebenarnya ia sudah lama penasaran dengan kekuatan Lou Xue, apalagi ia dan Lou Xue pernah bertarung bersama saat melawan kesadaran Xue Hu di Paviliun makam, tetapi Xiuhuan merasa saat itu Lou Xue belum menunjukkan kekuatan aslinya.
Xiuhuan melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Lou Xue secara langsung dan sambaran-sambaran Petir tetap menyambarnya.
“Gravitasi!” seru Lou Xue memaksa Xiuhuan bertekuk lutut.
“Ini? Sial!” Xiuhuan pernah merasakan sensasi seperti ini saat melawan Xue Hu. Ya, ini memang kekuatan milik Xue Hu yang didapatkan oleh Lou Xue, tetapi harus mengorbankan kesuciannya pada Xiuhuan sebagai tumbalnya.
Xiuhuan menancapkan tombak Long Kiang sebagai tumpuannya agar bisa berdiri kembali.
Lou Xue mengambil ancang-ancang menyerang dan pusaran angin kencang seperti tornado muncul mengelilingi Lou Xue, sehingga rambut putihnya yang bak salju itu melayang ke atas.
Xiuhuan merasa aura mencekam dari angin kencang itu, seperti ribuan pisau tak kasat mata di dalamnya.
“Aaaaaaaaa! Langkah Kilat!” teriak Xiuhuan memaksa mundur beberapa langkah dan ia terlepas dari hukum gravitasi itu. “Maafkan aku istriku!” teriak Xiuhuan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Lou Xue dan siluet Naga petir muncul dari Tombak Long Kiang.
“Hmm ....” Cuma itu sahutan dari Lou Xue yang bersiap menunggu serangan Xiuhuan. Namun, tiba-tiba di udara muncul lingkaran misterius seperti black hole (lubang hitam) dan sambaran Petir dari awan hitam itu dipindahkan ke tempat lain dengan jurus Hukum Ruang milik Lou Xue itu.
__ADS_1
Xiuhuan terkejut dan menengadah menatap langit, “Eh!” Dan tiba-tiba Xiuhuan tersandung karena tiba-tiba kakinya dililit oleh tanaman merambat dari elemen kayu milik Lou Xue.
Wajah Xiuhuan menghantam panggung dan Tombak Long Kiang terlepas dari tangannya.
“Sial!”
Xiuhuan berdiri kembali dan mengeluarkan Palu Godam Banteng Merah yang merupakan senjata pusaka tingkat rendah, sehingga para penonton terkejut—ternyata Xiuhuan menggunakan banyak jenis senjata dan mereka mulai curiga jangan-jangan masih ada senjata lain yang belum ia keluarkan.
Karena sepanjang kompetisi Tujuh Superstar ia telah mengeluarkan Pedang Penghancur Semesta, Tongkat Bambu mirip milik Sun Wu Kong, Tombak Long Kiang dan terakhir Palu Godam Banteng Merah.
Xiuhuan memukul tanaman merambat yang melilit kakinya itu dengan Palu Godam Banteng Merah hingga hancur lebur. Namun, ia kurang konsentrasi karena panik dan tiba-tiba Lou Xue sudah dibelakangnya.
“A-aku menye—”
Belum selesai ia berbicara, Lou Xue yang memiliki tatapan dingin tanpa ekspresi itu langsung mengayunkan Pedang Roh Angin dan Xiuhuan mengayunkan Palu Godam Banteng Merah menangkisnya. Namun, lagi-lagi tanaman merambat tiba-tiba melilitnya sehingga ayunan Palu Godam Banteng Merah terlepas dari tangannya.
Swushh!
“Jangan tunjukkan kekuatan penuhmu, sesekali rasakan saja penderitaan seperti ini!” seru Serea tetap tertawa terkekeh-kekeh.
“Istri durhaka sialan! Aku sudah sering menderita kampret!” umpat Xiuhuan—karena ia sudah beberapa kali hampir mati, untungnya surga selalu menolaknya.
Lou Xue terkejut, ia merasa tiba-tiba kekuatan Xiuhuan menghilang seperti sengaja mengalah dan ia buru-buru menghilangkan kekuatannya, tetapi sudah terlambat. Xiuhuan langsung roboh dengan luka sayatan disekujur tubuhnya—bahkan pakaian yang ia kenakan ikut hancur sehingga murid-murid wanita mimisan melihatnya.
Lou Xue langsung menutup tubuh Xiuhuan dengan kain sutera yang dibelikan oleh Xiuhuan saat ia masih hamil dulu.
“Apa yang terjadi pada bocah sombong itu, kenapa kekuatannya tiba-tiba lenyap! Apakah ia sudah mencapai batasannya, mengingat ia cuma Immortal Akhir dan sudah bertanding melawan peserta yang kuat beberapa kali,” gumam Tetua Wu Ming menghampiri mereka.
“Xiuhuan!” seru Lou Xue khawatir.
__ADS_1
Tetua Wu Ming menyentuh urat nadinya dan merasakan tak ada kerusakan pada titik vitalnya, sehingga itu cukup membingungkan—apakah gara-gara kelelahan saja.
“Sudah dia cuma pingsan dan juga cuma luka luar. Mungkin ia mengumpulkan sisa kekuatannya melindungi titik vitalnya. Nanti dirawat oleh tabib pasti akan sadar kembali," kata Tetua Wu Ming agar Lou Xue fokus ke pertandingan lagi.
Lou Xue menyeka air matanya dan membiarkan Diaken membawa Xiuhuan keluar dari panggung.
Tetua Wu Ming kemudian mengumumkan pertandingan dimenangkan oleh Lou Xue dan penonton kembali bertepuk tangan, mereka cukup puas dengan pertunjukan suami istri itu.
Kini makin banyak muncul fans Lou Xue, karena Xiuhuan telah terdepak—maka, murid dalam dan murid luar mengalihkan dukungan mereka pada Lou Xue.
Di babak berikutnya, para peserta langsung menyerah saat bertemu Lou Xue. Mereka takut bernasib sama dengan Xiuhuan. Hanya Wu Xiong yang berani melawan Lou Xue dan melakukan perlawanan keras, tetapi tetap berakhir dengan kekalahan juga.
Menjelang sore, kompetisi Tujuh Superstar telah berakhir dan Lou Xue memenangkan pertandingan dengan skor cukup mengesankan. Dia berhasil mengalahkan semua peserta, sedangkan Wu Xiong mengambil posisi kedua, ketiga ditempati oleh Cao Chang‘e, keempat Wu Kongyan, kelima Cao Jin, keenam Xiuhuan yang menang satu kali saat mengalahkan Wu Xiong, sedangkan terakhir adalah Wu Bai yang mencetak rekor kekalahan sempurna.
***
Xiuhuan membuka matanya dan terkejut ia menatap Bai Xinqi dan Jie Louqing senyum-senyum padanya.
“Apa yang terjadi?” Xiuhuan tak bisa menggerakkan tubuhnya, karena dilapisi oleh kain putih yang sangat tebal.
“Jangan bergerak Xiuhuan gege, kami sudah membalut lukamu setelah Diaken mengantarmu kemari. Kami langsung panik dan membalut lukamu agar cepat sembuh,” sahut Bai Xinqi dengan senyum lebar.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, ia seperti mumi Firaun saja. Padahal Kultivator cukup mengkonsumsi Pill penyembuhan saja untuk mengobati luka mereka.
“Aduh, cepat buka kain aneh ini, aku baik-baik saja kok,” keluh Xiuhuan dan menatap Lou Xue sedang menyusui Lou Jingmi. “Hmm, siapa yang menjuarai kompetisi Tujuh Superstar itu?" tanya Xiuhuan, ia menduga pasti Lou Xue yang memenangkannya.
“Tentu saja saudari Xue, bahkan ia menceritakan kalau ia yang membuat Xiuhuan gege begini hahahaha ....” Bai Xinqi tertawa cekikikan, karena tak menyangka Xiuhuan akan dikalahkan oleh Lou Xue. Padahal di Dunia Bawah Xiuhuan berhasil melenyapkan Jiang Cheng yang merupakan Ranah Absolute God, tetapi melawan istri sendiri malah bertekuk lutut.
“Aku sengaja mengalah kok, mana mungkin aku kalah semudah itu. Aku tak ingin wajah mulus Xue‘er tergores!” Xiuhuan berkilah, padahal saat pertandingan tadi, ia malah menyambar Lou Xue dengan Petir—sehingga Lou Xue muntah darah.
__ADS_1
Bai Xinqi dan Jie Louqing hanya senyum-senyum mendengarnya, karena mereka sudah tahu kejadian itu dari Lou Xue. Namun, mereka tidak membantah ucapan Xiuhuan agar ia tak malu.