
Kultivator Ranah Ranah Chaos Ancient God dan Immortal tidak akan diikutkan dalam pertarungan selanjutnya, karena para Monster Level rendah telah disapu habis dalam serangan skala besar hari ini, sehingga percuma saja membawa mereka untuk menduduki kawasan Gunung Lou Feng—tempat Monster Level Tian berada, belum lagi ada beberapa Monster yang memiliki kekuatan abnormal—di mana kekuatan mereka justru jauh di atas Ranah Absolute God.
“Hmm, bagaimana kondisi para mertuaku, ya?” gumam Xiuhuan yang duduk bersandar di bawah pohon tumbang sembari menyeduh teh hangat dan ia belum mengetahui kalau Ketua Clan Ling telah gugur di tikam Monster Bunglon.
Pertempuran hari pertama melawan Monster peliharaan Naga Lou Feng ini telah menewaskan lebih dari 400.000 Kultivator dari 2.000.000 Kultivator seluruh Benua Kun Lun dan Benua Resifel yang berpartisipasi dalam perang ini.
Jumlah tersebut terbilang rendah untuk ukuran perang besar, karena Xiuhuan melipat gandakan jumlah Sekutu dari pihak Kultivator Manusia dengan tehnik tekad Iblisnya yang membangkitkan Jiwa-Jiwa Monster dan Kultivator Manusia yang telah mati di kawasan Gunung Lou Feng.
Jiwa-Jiwa ini sangat berjasa besar dalam perang ini, seperti membantu membunuh Monster Bunglon yang menikam Ketua Clan Ling dan lain-lain. Namun, harga untuk membangkitkan mereka, Xiuhuan harus menguras Qi seluas Dua Samudera dari Rongqinya.
Untuk serangan lanjutan ke atas lereng Gunung Lou Feng besok, hanya 200.000 Ranah Absolute God yang terlibat. Ini jumlah yang sangat sedikit, tetapi Xiuhuan akan menggunakan tehnik tekad Iblis lagi untuk melipatgandakan jumlah Sekutu di pihak mereka, karena tehnik itu masih bisa digunakan Dua kali lagi dari kapasitas Qi yang tersisa di dalam Rongqinya.
“Tuan Xiuhuan!” Kultivator Laki-Laki tua menyapanya. “Kenapa Anda melamun saja?” Dia langsung duduk di sebelah Xiuhuan dan dia adalah salah satu tetua di Clan Cao.
“Aku hanya berpikir, apakah kita bisa mengalahkan Naga Lou Feng? Karena ia belum menunjukkan wujudnya—walaupun kita telah merebut lereng Gunung Lou Feng ini!” Xiuhuan sedikit gelisah, karena bila Naga Lou Feng langsung menghadapi mereka, maka ia akan menggunakan warisan yang ia dapatkan dari makam Siluman Naga Shuilong yang dapat menetralkan segala jenis Sihir atau energi spritual, sehingga hanya pertarungan fisik saja bisa dilakukan oleh mereka yang terjebak dalam Dimensi-nya.
Kultivator Sepuh itu menghela nafas panjang dan menengadah menatap awan hitam di langit yang membuat malam makin gelap, tetapi untung saja mereka memiliki artefak matahari yang mirip dengan lentera untuk menerangi area sekitarnya. “Untuk mencapai tujuan besar, diperlukan pengorbanan besar juga. Jangan terlalu dipikirkan, yang penting kita harus berpikir bagaimana caranya agar memancing Naga tua itu segera keluar. Apa jangan-jangan usianya terlalu tua sehingga tak bisa merangkak dari Kastilnya hahahaha ....” Tetua dari Clan Cao itu tertawa terkekeh-kekeh.
__ADS_1
“Hmm, ada Monster Bunglon yang mencoba ingin masuk secara diam-diam,” gumam Xiuhuan merasakan goncangan pada Perisai Kubah Tsunami, tetapi mereka tidak bisa menembusnya. “Monster busuk seperti kalian tak akan memiliki kemampuan menggores Perisai-ku!” gumamnya lagi mencibir para Siluman Bunglon yang kemungkinan ingin melakukan serangan diam-diam pada Kultivator Manusia yang sedang beristirahat di dalam Perisai Kubah Tsunami.
Besok harinya, semua Kultivator manusia telah bersiap melakukan serangan besar, begitu juga dengan Monster yang ada di atas Lereng Gunung Lou Feng.
Sebelum menghilangkan Perisai Kubah Tsunami, Xiuhuan segera menggunakan Jurus Badai Petir karena ini adalah kesempatan yang bagus—mengingat musuh sedang berkumpul di atas Gunung, berbeda dengan kemarin Sekutu maupun lawan bercampur aduk, sehingga tidak memungkinkan menggunakan salah satu jurus terhebat miliknya tersebut.
Awan gelap disertai sambaran-sambaran Petir muncul di atas langit Gunung Lou Feng, sehingga para Monster menengadah menatap langit dan curiga ada Kultivator Manusia yang melakukan serangan yang sangat kuat.
“Semua yang bisa menggunakan tehnik Perisai segera gunakan!” seru Monster Singa yang menjadi Pemimpin para Monster yang ditunjuk oleh Naga Lou Feng.
Para Monster segera membuat Perisai melindungi Gunung Lou Feng, sementara Perisai Kubah Tsunami di lereng Gunung telah menghilang dan para Kultivator Manusia segera melakukan serangan besar-besaran ke atas Lereng Gunung Lou Feng.
Perisai yang mereka gunakan untuk bertahan langsung pecah, karena kekuatan milik Xiuhuan hampir setara dengan Siluman tingkat tinggi.
Ribuan Monster menjerit kesakitan dan langsung tewas seketika.
“Ini belum cukup bangsattt!” umpat Xiuhuan segera berganti tehnik Pedang dan kembali mengayunkan Pedang Roh Sidat Listrik, “Tebasan Tsunami!” Dari bilah Pedang Roh Sidat Listrik merembes air yang langsung berubah menjadi Gelombang Air yang sangat besar—yang langsung menyapu Gunung Lou Feng. Namun, tiba-tiba Gelombang Air tersebut berbalik arah menuju lereng Gunung Lou Feng, sehingga Xiuhuan langsung menghilangkan kekuatannya tersebut.
__ADS_1
“Cih, akhirnya dia turun tangan!” keluh Xiuhuan, karena tiba-tiba energi spritual yang sangat kuat muncul dari puncak Gunung Lou Feng dan ia yakin itu adalah ulah Naga Lou Feng, tetapi ia tetap tidak menampakkan dirinya.
Karena tidak bisa menggunakan serangan besar secara langsung, Xiuhuan kembali menggunakan tehnik tekad Iblis untuk membangkitkan Jiwa Monster dan Kultivator Manusia yang telah gugur di sekitar kawasan Gunung Lou Feng.
“Itu?” Xiuhuan terkejut melihat Ketua Clan Ling telah menjadi Jiwa yang telah mati. “Akh, maafkan aku Ling Yue, tidak bisa menjaga, Paman Ling!” gumam Xiuhuan—tidak tahu bagaimana menjelaskan ini pada istrinya nanti.
Teriakan-teriakan kesakitan dari pihak Kultivator Manusia mulai menggema di lereng Gunung Lou Feng tersebut, bahkan satu persatu Kultivator disekitar Xiuhuan ikut bertumbangan.
Xiuhuan segera mengaktifkan tehnik mata Dewa miliknya, sehingga bola matanya berubah menjadi warna emas. Dia kemudian melihat para Siluman Bunglon dalam jumlah besar ternyata sedang melakukan serangan cepat dengan tehnik kamuflase, sehingga tidak terlihat oleh musuhnya.
Xiuhuan menggunakan Jurus Seribu Bayangan dan Seribu Kloning Manusia Air segera muncul. Dia memerintahkan mereka fokus melawan Monster Bunglon—agar korban jiwa dari pihak Kultivator manusia bisa diminimalisir.
“Dasar kadal sialan!” umpat Xiuhuan langsung melesat ke atas Gunung Lou Feng dengan Tujuh jenis senjata melayang disekitarnya dan ia bergantian menggunakan senjata tersebut, tergantung musuh seperti apa yang sedang ia hadapi.
Tujuh Senjata Pusaka itu adalah Pedang Roh Sidat Listrik, Pedang Penghancur Semesta, Pedang Yu Xian, Tombak Long Kiang, Tongkat Bambu Berusia Satu Juta Tahun, Trisula Mahadewa dan Palu Godam Banteng Merah.
Aksi pamer senjata pusaka milik Xiuhuan tersebut langsung menarik minat para Monster dan mereka yakin Xiuhuan lah yang menjadi andalan pihak Kultivator Manusia, makanya mereka berani menantang eksistensi dari Siluman Naga Lou Feng yang menjadi entitas terkuat selama Jutaan tahun di Dunia Atas ini.
__ADS_1
“Apakah ini kekuatan sebenarnya dari adik ipar?” gumam Ling Wentian terkejut melihat Xiuhuan dengan mudah mengalahkan Monster yang susah payah ia lawan sebelumnya. “Kampret itu mungkin reinkarnasi Pahlawan dari masa lalu!” Seutas senyum terpancar dari sudut bibirnya dan ia pun tidak mau kalah—karena ia harus membunuh Monster Rubah Ekor Sembilan yang menyebabkan ayahnya mati. Darah harus dibalas dengan darah!