Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Xiuhuan Vs Su Rong


__ADS_3

“Senior Xiuhuan kita lapor tetua saja!” seru Liu Ruyan takut Xiuhuan akan dibunuh oleh Su Rong. Apalagi Su Rong termasuk pemilik Rongqi yang luas.


Di daratan utama ini yang penting adalah memiliki Rongqi yang luas. Karena untuk mengisi qi yang hilang sekarang sudah gampang dengan bantuan Pil Neraka. Hanya berkultivasi sebentar saja qi dalam Rongqi tersebut akan terisi kembali dengan muda.


Untung saja Paviliun Shilin belum menemukan metode untuk mempercepat proses meluaskan Rongqi itu. Kalau sempat terjadi, tak perlu lagi berkultivasi bertahun-tahun dan kekacauan pasti akan terjadi. Karena semua Pendekar merasa mereka paling kuat.


“Kau tenang saja Yan‘er. Aku mau coba dulu jurus terbaruku ini,” kata Xiuhuan tersenyum lebar. “Hehehe tak sia-sia aku pergi ke daratan utama ini. Aku jadi bergairah kembali untuk mencari kekuatan saat seperti dulu,” gumam Xiuhuan sembari naik ke atas Arena.


“Dewa judi! Su Rong akan bertarung dengan pendatang baru murid tetua Dong Shuliang,” kata salah satu murid.


“Oo, pendatang yang hebat. Dia berani melawan murid nomor satu Sekte kita,” sahut Dewa Judi menuju Arena Sekte.


Sebenarnya ia adalah tetua yang mengelola Arena Sekte ini. Namun, ia sering mengadakan perjudian tiap ada yang bertarung di sana.


“Pertama-tama! Ayo pasang taruhan kalian!” seru Dewa Judi.


“Aku pasang 88.000 Poin!” seru Xiuhuan dengan senyum menyeringai.


“Apaaaaa? Sepertinya dia yakin sekali akan menang.”


“Apakah dia hebat?”


“Kemarin dia mengalahkan Feng Xiao murid terhebat tetua Dong Shuliang hanya dengan beberapa gerakan saja,”


“Hebat juga. Tapi inikan lawannya adalah peringkat satu di Sekte Pedang Taiyang ini dan juga peringkat 99 di Kompetisi antar Sekte.”


Para murid-murid Sekte Pedang Taiyang yang akan menonton pertarungan mereka saling berbisik-bisik. Mereka ragu untuk mendukung Xiuhuan, karena lawannya adalah Su Rong.


“Ayo pasang taruhan kalian. Pertama yang mendukung Xiuhuan dulu,” kata Dewa Judi.


Tak ada yang mau mendukungnya. Membuat Xiuhuan tersenyum masam melihatnya.


“Woi dasar kalian murid-murid bodoh. Dukung aku, kalian akan menang itu. Kujamin dah,” kata Xiuhuan dengan nada mengejek.


“Huuuuuuuu! Sombong kau kisanak!” teriak para penonton itu.


Karena tak ada yang mau memasang taruhan pada Xiuhuan. Dewa Judi mendekati Xiuhuan.


“Apa kau yakin akan memenangkan pertarungan ini?” Bisik Dewa Judi.

__ADS_1


“Tentulah, masa aku dibunuh cuma-cuma olehnya. Belum lagi, aku juga ikut taruhan,” jawab Xiuhuan.


“Kau sudah tahu tidak? Kalau Su Rong adalah—”


Belum selesai Dewa Judi berbicara, Xiuhuan lansung memotong perkataannya. “Sudah pasang saja taruhan besar. Nanti, berikan aku bonus, karena telah membantumu menjadi kaya,” sela Xiuhuan.


Dewa Judi takjub dengan keberanian yang ditunjukkan oleh Xiuhuan. Dia sedikit yakin Xiuhuan tak berbohong padanya.


“Baiklah, siapa saja boleh memasang taruhan. Aku akan jadi bandar, mendukung Xiuhuan,” kata Dewa Judi.


Sontak saja, murid-murid yang menonton pertarungan itu berlomba-lomba memasang taruhan tinggi. Bahkan banyak yang memasang semua Poin miliknya.


Beberapa saat kemudian, taruhan telah terpasang. Kini pertarungan tanpa ada peraturan itu siap dimulai. Para murid juga telah menjauh dari Arena.


Dewa Judi bersama puluhan murid memasang benteng Angin, agar tak berdampak pada penonton tentunya.


“Pertarungan dimulaiiiiiiiii!” teriak Dewa Judi dari luar Arena.


“Akhirnya dimulai juga. Padahal aku sangat bosan mendengar ocehan si penjudi tua itu,” kata Su Rong sambil mengeluarkan Pedang rohnya.


Pedangnya merah bak lava gunung berapi. Tubuh Su Rong juga dilapisi lava , mirip pemakan buah iblis Magu-Magu no Mi.


“Aku sih yes,” kata Anang Xiaotang mengagumi penampilan keduanya.


“Senior,” ucap Liu Ruyan kagum melihat Xiuhuan menampilkan Air yang berputar-putar di tubuhnya.


Xiuhuan melihat Su Rong masih meremehkan dirinya. Su Rong belum mengeluarkan jurus meteor yang mematikan itu. Sepertinya ia lebih ingin berduel lansung saja.


“Kau terlalu meremehkan kemampuanku bocah!” cibir Xiuhuan. “Baiklah mendingan aku gunakan jurus dari Kitab Seribu Dongeng,” gumam Xiuhuan.


“Seribu Pedang!” seru Su Rong.


Seribu Kloning Pedang melayang di udara, dia hanya perlu menggerakkan Pedang Rohnya saja untuk mengendalikan seluruh Kloning Pedang itu.


Xiuhuan tak mau ketinggalan. Pedang Rohnya mengeluarkan air dalam jumlah banyak.


“Kage Bunshin No Jutsu!” seru Xiuhuan. Yang sebenarnya adalah jurus seribu bayangan, yang berasal dari kitab Seribu Dongeng.


Walaupun namanya jurus seribu bayangan, namun yang muncul cuma sepuluh kloning manusia dari air lengkap dengan pedang air ditangannya dan sengatan-sengatan listrik mengalir dalam manusia air itu.

__ADS_1


“Apa-apaan yang menciptakan jurus ini? Apa dia tukang bual, ya?” gumam Xiuhuan melihat kesepuluh Kloning itu.


Su Rong tersenyum tipis melihat jurus yang digunakan oleh Xiuhuan.


“Matilah kau! Tebasan Seribu Pedang!” Su Rong maju kedepan, bersamaan dengan seribu Kloning Pedang itu melesat cepat ke arah Xiuhuan.


“Ayo serbu!” teriak Xiuhuan pada Kloning manusia yang dibuatnya itu. Sedangkan Xiuhuan menangkis seribu pedang yang datang padanya.


Kesepuluh Kloning manusia itu mengeroyok Su Rong. Walaupun Kloning manusia itu sangat lemah, karena gerakan mereka standar saja. Namun saat mereka terpotong, tubuhnya kembali menyatu, membuat pusing Su Rong saja.


Kalau dibiarkan, ternyata tebasan pedang mereka dapat membuat luka juga. Sehingga Su Rong dibuat harus bertahan sembari mengendalikan Kloning Pedang yang mengeroyok Xiuhuan juga.


Xiuhuan mengalirkan 25% qi dari kapasitas Rongqinya, seraya merapalkan jurus. “Tebasan Tsunami!” seru Xiuhuan diiringi oleh Air bah setinggi 100 meter menerjang ke depan.


Semua Kloning Pedang itu menghilang, karena Su Rong tak bisa mengendalikan mereka lagi saat tenggelam dalam air.


Tsunami raksasa itu terjadi karena besarnya qi yang dialirkan oleh Xiuhuan pada Pedang Rohnya itu.


Agar tak tenggelam, Su Rong menancapkan pedangnya. Kemudian melakukan jurus bertahan. Lingkaran Api Lava mengelilingi tubuhnya, dengan terpaksa Su Rong harus mengeluarkan 50% qi dari kapasitas Rongqinya.


“Apa dia adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit?” gerutu Su Rong menyadari kekuatan Xiuhuan mirip dengan lawan kuat yang ia hadapi saat di kompetisi antar Sekte.


Xiuhuan menghilangkan kembali jurus Tebasan Tsunami itu, walaupun harus mengorbankan banyak qi saat menggunakannya. Ia masih penasaran dengan jurus terhebat milik Su Rong.


Menyadari Xiuhuan hanya sebentar menggunakan jurus yang merupakan kelemahan para pengguna unsur api tersebut. Su Rong tersenyum lebar, ia mengira Xiuhuan telah kehabisan qi.


“Rasakan lah, ini kampret. Karena kau telah berani membunuh anak buahku!“ Umpat Su Rong, kemudian merapalkan jurus, “Tebasan Meteor!”


Langit seakan terbelah, tiba-tiba bongkahan meteor meluncur dari langit.


“Wau, sebuah mahakarya yang sempurna,” gumam Xiuhuan.


Xiuhuan kemudian mengalirkan 30% qi dari kapasitas Rongqinya. Kini ia ingin mencoba jurus terhebat dalam Kitab Seribu Dongeng.


...⚔️Bersambung ⚔️...


Jangan lupa di Like, ya. 👍👍


Supaya updatenya makin banyak, karena suasana pikiran juga akan tenang saat melihat banyak yang like. Namun saat dibuka aplikasi tak ada yang Like, pikiran pun ikut tumpul jadinya.😁😁😁

__ADS_1


Kalau komentar bila berkenan saja.


__ADS_2