
Keesokan harinya kereta kuda yang Xiuhuan tunggangi memasuki kota Hua, setelah mereka melalui perjalanan semalaman penuh.
"Selamat datang di kota Hua!" seru Xiuhuan membangunkan Xiao Liu dan Dou Yi yang tidur di dalam kereta kuda.
"Sudah sampai ya," sahut Dou Yi membuka kaca jendela kereta kuda. "Kota yang damai ... udaranya juga segar."
"Tentu saja ... Hua adalah yang terbaik dari segala tempat di penjuru Pulau Niao ini," sahut Xiao Liu. Ia sudah kapok meninggalkan kota Hua jika masih berlevel rendah. Karena kekuatan adalah segalanya, jika kita Pendekar Pedang berlevel tinggi maka semua orang akan menghormati kita.
Kereta kuda mereka kemudian memasuki gerbang Sekte Teratai Biru, beberapa murid yang berjaga lansung memberi hormat saat melihat Xiuhuan yang merupakan tetua keenam di Sekte tersebut.
Xiuhuan hanya menebar senyum pada mereka dan lansung menuju aula utama melaporkan misi mereka yang telah selesai pada Ketua Sekte.
"Mana Sumberdaya buatku!" seru Xiao Liu saat turun dari kereta.
"Ambil didalam kantung di situ! Dou Yi ikut aku melapor!" seru Xiuhuan sembari memasuki aula utama meninggalkan Xioa Liu yang mengambil setengah sumberdaya milik Xiuhuan.
Sumberdaya sangat diperlukan untuk memulihkan qi dalam Rongqi yang sudah terkuras. Karena kalau cuma untuk mengisi kembali qi dalam Rongqi tak akan memerlukan waktu yang banyak, kecuali untuk memperluas Rongqi atau wadahnya. Maka perlu waktu yang cukup lama, karena meluasnya Rongqi beriringan dengan naiknya level Pendekar Pedang juga.
__ADS_1
Xiuhuan tersenyum melihat sumberdaya tingkat tinggi yang ia peroleh, "mungkin dengan ini aku bisa naik level tak lama lagi," guman Xiao Liu senyum-senyum bahagia. Karena Sekte kecil seperti Teratai Biru cukup kesulitan mendapatkan sumberdaya tingkat tinggi, akibat sumberdaya tersebut di monopoli oleh Sekte besar.
***
"Yoooo Ketua Sekte!" seru Xiuhuan sambil senyum duduk di kursi tamu tanpa disuruh. Dou Yi juga ikut duduk disebelah Xiuhuan, mengikuti gurunya tersebut.
"Pasti kau sudah bikin ulah lagi?" Tang Yin melirik Dou Yi, karena kedatangannya mirip dengan Shuyan saat waktu itu.
"Hahahaha tahu saja kau Ketua, tentu saja ... Aku mendapatkan murid spesial lagi. Namun, kita akan berurusan dengan Paviliun Shadow!" seru Xiuhuan dengan santainya.
"Santai saja ketua! Bukannya kita sudah menjadi lawan mereka, dengan menjadikan Sekte Teratai Biru sebagi basis pertahanan Kelompok Judgment," sahut Xiuhuan santai.
"Iya juga sih ...." Tang Yin memperhatikan wajah Xiuhuan yang senyum-senyum saja. "Apa kau serius dalam pembentukan kelompok Judgment itu?" Tang Yin masih tak yakin dengan ucapan Xiuhuan yang terkenal pemalas itu.
"Tentu saja ... kurang apalagi. Kita memiliki Hakim Jia Li dan tetua Feng Yunji dari Sekte Pedang Surgawi. Kurasa dukungan mereka sudah lebih dari cukup. Apa kau tak butuh kekuatan mereka dan berhadapan dengan Sekte Pedang Naga Surgawi dari kota Yan Luo?"
"Betul juga ... baiklah aku serahkan semua tanggung jawab Kelompok Judgment padamu, jika kau butuh apa-apa selain uang datangi aku saja."
__ADS_1
Tang Yin kemudian duduk di kursinya dan mengambil sebuah Plakat murid pemula untuk Dou Yi.
"Rahasiakan yang kau dengar hari ini ya," kata Xiuhuan pada Dou Yi yang mulai paham, kenapa Xiuhuan berani berhadapan dengan Qian Shing. Karena Xiuhuan dan Hakim Jia Li ternyata telah membuat organisasi tandingan melawan Paviliun Shadow.
"Aku kaget, kau menyuruh murid Sekte Pedang Surgawi kabur kemari dan menjadi murid keduamu. Kukira dia itu mata-mata awalnya, saat menerobos masuk Sekte dan ditahan oleh murid-murid senior. Untung saja mereka tak melukainya."
Tang Yin teringat ketika pagi-pagi Liu Ya membuat keributan di gerbang masuk. Ia ngotot ingin bertemu Tang Yin dan menerobos paksa masuk Sekte.
"Oh ternyata ia berhasil datang kemari, ya ...." Xiuhuan mengira ia tak akan berhasil kabur malam itu.
"Hampir saja ia ditemukan oleh para pencari dari Sekte Pedang Naga Surgawi. Untung saja murid-murid yang berjaga di gerbang telah berganti. Ketika para pencari dari Sekte Pedang Naga Surgawi bertanya pada mereka. Mereka lansung menjawab tak ada disini."
Tang Yin lansung melempar Plakat khusus milik Xiuhuan yang dibawa oleh Liu Ya saat kabur kesini.
"Hahahaha, dia tangguh juga ternyata ... kami kembali dulu untuk istirahat." Mereka meninggalkan Tang Yin dan menuju aula Timur milik Xiuhuan. Tak lupa Xiuhuan memikul sekarung beras dari Kereta kuda, sedangkan sisa sumberdaya Dou Yi yang membawanya.
Bersambung 🗡️🗡️🗡️
__ADS_1