
“Ehemmm ....” Xiuhuan berdehem.
“Hahaha maafkan aku senior. Aku tadi sempat meragukan kekuatanmu,” kata Dong Shuliang mempersilahkan Xiuhuan duduk. “Jadi begini senior. Kami sangat menaruh hormat pada Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Karena mereka memiliki kekuatan yang tak terbatas, selain itu juga dapat mendongkrak peringkat Sekte kita saat di kompetisi antar Sekte nanti,” kata Dong Shuliang berterus terang.
“Betul dugaanku, aku cuma akan dimanfaatkan saja,” sahut Xiuhuan.
“Bukankah senior ingin ikut dalam kompetisi ini. Justru dengan bergabung dengan Sekte kami, senior akan berkesempatan melawan Pendekar Pedang hebat dari Sekte lainnya. Bukan hanya bocah instan seperti yang senior katakan saat melawan para pemula seperti kami,” rayu Qingyi ikut-ikutan.
Dong Shuliang sangat senang mendengar Qingyi dapat memberikan alasan membujuk Xiuhuan agar bergabung dengan Sekte Pedang Taiyang.
“Betul senior. Masalah identitas yang kau butuhkan itu, biar saya yang urus semua. Termasuk Plakat khusus Paviliun Shilin untuk menukarkan uang tunai senior,” kata Dong Shuliang membujuk Xiuhuan.
“Kesempatan melawan Pendekar Pedang hebat, itu sangat langka. Termasuk latihan meningkatkan pengalaman bertarung juga itu,” gumam Xiuhuan.
Sekarang ia memikirkan rencana cadangan untuk memanfaatkan Sekte Pedang Taiyang. Mana tahu nanti, Kerajaan Shin tak mau memberikan bantuan, dikarenakan perjanjian damai yang telah disepakati oleh seluruh kerajaan di daratan utama ini.
Mungkin nanti ia bisa meminta tetua Dong Shuliang, dengan meminjamkan beberapa muridnya untuk membantu Xiuhuan melawan Paviliun Shadow di Pulau Niao.
Xiuhuan senyum-senyum sendiri memikirkan ide briliannya itu. Membuat Dong Shuliang dan Qingyi kebingungan melihatnya.
“Bagaimana senior?” tanya Dong Shuliang memberanikan diri.
“Ah, iya ya.” Xiuhuan terkejut dari lamunannya. “Baiklah aku akan bersedia menjadi muridmu. Namun, aku meminta bantuan padamu, tetapi akan aku minta setahun lagi. Tak muluk-muluk, cukup berikan aku sepuluh muridmu saja, untuk kupinjam selama satu tahun dan satu lagi panggil aku Xiuhuan saja, tak enak masa orang sepuh memanggil saya senior hahaha ....”
Tanpa pikir panjang, Dong Shuliang lansung mengiyakan permintaan Xiuhuan itu. Tanpa menanyakan untuk apa ia meminjam murid-muridnya itu. Karena Dong Shuliang lebih mementingkan Kompetisi Sekte yang diadakan beberapa hari lagi di Sekte Pedang Taiyang ini. Menjadi perwakilan Sekte yang akan di bawa ke kota Shenlong, ibukota Kekaisaran Wei.
Kompetisi lokal dalam Sekte Pedang Taiyang ini juga akan menentukan posisi tetua selanjutnya. Bila murid tetua tersebut juara, secara otomatis tetuanya akan menjadi tetua pertama. Tentu ini akan menguntungkan tetua itu, karena tahun depannya murid-murid jenius pasti memilih tetua pertama untuk melatih mereka.
__ADS_1
“Qingyi! Antarkan senior eh Xiuhuan ke area satu. Ini kuncinya,” kata Dong Shuliang.
“Apaaaaa?” Qingyi terkejut tetua Dong Shuliang lansung mengistimewakan Xiuhuan.
“Kenapa kau terkejut mendengarnya?” tanya Xiuhuan.
“Xiuhuan gege! Kau akan menempati kamar spesial yang hanya sepuluh kamar saja. Itu hanya diberikan pada murid jenius saja. Sejauh ini baru dua orang yang menempati kamar itu. Keduanya adalah perwakilan murid tetua ke-77 yang lolos menjadi perwakilan Sekte ke kota Shenlong, walaupun cuma lolos pas-pasan saja sih,” sahut Qingyi.
“Memangnya seperti apa kamar itu, sehingga diidam-idamkan begitu?” tanya Xiuhuan lagi sambil berjalan menuju area satu.
“Kamarnya luas. ada ruang tamu, sofa dan kamar mandi dalam,” kata Qingyi dengan antusias menjelaskannya.
“Kau di are berapa?” tanya Xiuhuan.
“Kalau aku sih, cuma di area tiga. Itu area dimana satu kamar ada 10 orang, belum lagi kamar mandinya terpisah. Kadang-kadang harus antri dulu di saat-saat tertentu.”
“Area dua lumayanlah. Satu kamar itu berdua, walaupun kamar mandinya terpisah juga. Cuma area satu sajalah yang spesial,” kata Qingyi.
“Ya sudah, kau bisa tinggal di sana. Aku tidur di sofa saja nanti. Jika kau takut tidur sendiri, kau bisa ajak temanmu ikut tinggal di situ juga,” kata Xiuhuan menjadi kasihan padanya.
“Wah, senangnya. Tapi siapa yang akan kuajak, ya?” Qingyi berpikir-pikir sepanjang perjalanan mereka menuju area satu itu.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai juga di kamar itu. Saat membuka pintunya, Xiuhuan lansung terpana. Kamarnya sangat mewah, seperti kamar penginapan yang VVIP saja.
“Aku pergi dulu senior mengambil barang-barangku. Aku tinggal sebentar, ya.” Qingyi lansung berlari keluar.
“Yah, main kabur saja. Ah, aku tidur dululah,” gumam Xiuhuan membaringkan tubuhnya di sofa empuk itu.
__ADS_1
***
Beberapa saat kemudian, Qingyi datang bersama seorang temannya yang bernama Liu Ruyan. Seorang gadis pemalu dan akan gugup jika berhadapan dengan laki-laki. Ia bahkan tak akan mau menjalankan misi, kalau dalam timnya ada laki-laki. Dengan demikian ia sangat jarang meninggalkan Sekte.
Tetua Dong Shuliang kesulitan memberikannya misi, karena rata-rata misi yang diberikan Sekte adalah misi berkelompok dengan campuran laki-laki dan perempuan.
“A-apa tak a-apa kita tinggal de-dengan se-senior ganteng itu,” kata Liu Ruyan gugup duluan sebelum berjumpa Xiuhuan. Ia telah melihat Xiuhuan tadi saat dihalaman aula. Sewaktu Xiuhuan berhadapan dengan Feng Xiao.
Liu Ruyan yang pemalu itu juga terkesima melihat ketampanan Xiuhuan. Makanya ketika Qingyi mengajaknya tinggal di area satu bersama Xiuhuan, ia lansung mengiyakan. Padahal awalnya Qingyi ragu-ragu mengajaknya. Namun, Qingyi bingung mengajak siapa, kebetulan Liu Ruyan masuk ke dalam kamar, saat Qingyi sedang berkemas semua barang-barangnya.
“Tenang saja. Senior ganteng itu orang baik. Sewaktu aku hampir diperkosa, ia yang datang menolongku dan tak melakukan apa-apa padaku, padahal kalau ia mau tinggal maksa saja aku sudah pasrah hehehehe ....” Qingyi tertawa saat mengatakannya.
“Pasrah atau berharap!” sahut Liu Ruyan.
“Dua-duanya sih heheh ...” kata Qingyi lagi dan mereka akhirnya sampai ke area satu. Qingyi membuka pintu kamar yang tak dikunci itu. “Xiuhuan gege kami datang,” sapa Qingyi yang lansung nyelonong masuk.
“Kyaaaaaa!” teriak Liu Ruyan saat melihat sebelah tangan Xiuhuan masuk ke kantung Doraemonnya. “Se-senior ganteng se-sepertinya orang me-mesum!” kata Liu Ruyan terbata-bata.
“Dia itu sedang tidur. Mungkin tadi anunya gatal dan lupa menarik tangannya keluar. Sudah biarin saja, kita ke kamar saja. Kalau kau takut, saat tidur lansung kunci saja kamarnya. Senior Xiuhuan biarkan saja ia di ruang tamu. Toh, barang-barangnya saja tak ada kok, jadi dia tak akan masuk ke kamar,” kata Qingyi menyakinkan Liu Ruyan agar tak perlu khawatir pada Xiuhuan akan melakukan hal mesum pada mereka.
“Betulkah,” kata Liu Ruyan lagi, dan Qingyi mengangguk setuju. “Syukurlah kalau begitu,” katanya bernafas lega.
“Kalau aku sih, berharap ia tidur bersama kita. Supaya aku bisa memeluknya setiap saat,” kata Liu Ruyan bercanda.
“Hei, bercandamu menakutkan tahu,” balas Liu Ruyan yang lansung menutup pintu kamar. Meninggalkan Xiuhuan yang tidur di sofa ruang tamu itu.
...⚔️Bersambung ⚔️...
__ADS_1