Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Akhir Pertarungan


__ADS_3

“Kapan nih, kalian menyerang! Padahal kalian sudah mengepungku!” Provokasi Xiuhuan, namun mereka tetap diam menunggu perintah dari Bai Qiusheng yang masih setia membisu menatap tajam Xiuhuan.


Xiuhuan jadi dongkol merasa dipermainkan, perkataannya tak ada yang menjawab. “Baiklah sebagai pembuka, kau mati!” seru Xiuhuan yang tiba-tiba berada di hadapan Dong Shuliang.


Sontak saja ia terkejut, tiba-tiba saja Xiuhuan sudah tersenyum lebar dihadapannya.


“Tebasan Halilintar!”


Xiuhuan lansung menebasnya dan Dong Shuliang menangkisnya dengan Pedangnya, namun Dong Shuliang tetap terlempar, karena ia tadi masih mencoba memulihkan dirinya.


Xiuhuan kemudian berpindah-pindah secara zig-zag menargetkan anggota Paviliun Shadow yang tak melayang di udara. Bai Qiusheng yang melihatnya, kemudian melambaikan tangannya pertanda untuk menyerang bersama.


Hei Xing Pendekar Pedang tahap 90 lainnya, lansung menerjang ke arah Xiuhuan. Ia masih bisa melihat samar-samar pergerakan cepat Xiuhuan.


Hei Xing memotong Pergerakan Xiuhuan yang menebas secara acak para Pendekar Pedang tahap 80 dan 85, walaupun mereka tak mati, namun meninggalkan luka yang cukup parah.


“Sini lawan Aku brengsek!” seru Hei Xing sambil menebas Xiuhuan dengan Pedang Roh berukuran besar miliknya.


“Bommm!”


Pedang keduanya beradu, Hei Xing mundur beberapa langkah. Namun, Nie Qianran telah melayang di belakang Xiuhuan.


“Tebasan Badai Api Phoenix!”


Nie Qianran menebas ke arah leher Xiuhuan, untung saja instingnya tinggi, ia lansung menunduk dan mengabaikan Nie Qianran. Xiuhuan justru maju ke depan menargetkan Hei Xing kembali.


“Dia meremehkan Aku!” gerutu Nie Qianran terbang mengejarnya.


Xiuhuan melompat tinggi, “Tebasan Halilintar!” Hei Xing yang ada di bawah, lansung menangkis tebasan Xiuhuan itu.


“Tranh-trang-trang!”


Puluhan tebasan dengan cepat mengarah padanya, sebagian mampu ditangkisnya. Namun sebagian lagi bersarang di perut, bahu, tangan dan punggung Hei Xing.


Xiuhuan tak memberikannya waktu untuk bernafas, gerakan Langkah Kilat Xiuhuan membuat Hei Xing sulit menebak arah serangan Xiuhuan.


“Aaaaaaa!” teriaknya asal menebaskan pedangnya.


“Tebasan Es!”

__ADS_1


Bai Qiusheng melompat menyerang Xiuhuan. Nie Qianran juga telah sampai lansung menebas Xiuhuan, juga.


Bongkahan es yang datang dari jurus Bai Qiusheng justru dijadikan pijakan kaki oleh Xiuhuan dan melompat ke udara menebas anggota Paviliun Shadow yang melayang di udara itu.


“Ah, sial! Lagi-lagi dia mengabaikan Aku!” gerutu Nie Qianran.


“Bagaimana kondisimu?” tanya Bai Qiusheng pada Hei Xing yang mengeluarkan banyak darah dari banyak luka tebasan di tubuhnya.


“Jangan pedulikan aku, kita harus melumpuhkannya segera, nanti akan banyak anggota kita yang berguguran!” sahut Hei Xing yang bertumpu pada Pedangnya agar tubuhnya tak roboh ke tanah.


Sementara itu Xiuhuan yang melesat dengan cepat, justru menjadikan anggota Paviliun Shadow berlevel rendah sebagai pijakan di udara, ia berpindah-pindah tempat dengan cepat sambil menebas mereka.


“Wah sepertinya kita tak perlu terlibat, kita jadi penonton saja!” seru Zongxian tertawa lebar, melihat Xiuhuan membuat kalang kabut pihak Paviliun Shadow itu.


“Justru sekarang ayo kita maju!” sahut Duan Mu melesat ke depan. Ia menuju Dong Shuliang yang sedang duduk bersila mencoba memulihkan diri.


Dong Shuliang merasa ada yang mendekat dan membuka matanya, alangkah terkejutnya ia. Seorang Pendekar Pedang yang mengenakan masker penutup wajah lansung mengarahkan Pedang ke lehernya.


Darah segar lansung mengalir deras dari lehernya. Ia bahkan tak sempat berbicara dibuat Duan Mu.


“Wah, Aku juga tak mau kalah!” Wang Pan lansung membakar anggota Paviliun Shadow yang tergeletak, karena terluka melawan Xiuhuan. Kali ini, julukannya sebagai Jagal Neraka sudah berpungsi, karena Wang Pan tak membiarkan satupun dari mereka kabur.


Lebih dari setengah anggota Paviliun Shadow telah tewas di tangan Kelompok Judgment. Ketua mereka bertindak melumpuhkan lawan, sedangkan Duan Mu dan yang lainnya, bagian eksekusinya.


“Kalian mengaku kalah, kah?” ejek Xiuhuan berjalan pelan sambil menyeret Pedangnya yang ujungnya menyentuh tanah.


"Ketua Xiuhuan, semangat sayang!” teriak Mei Yin sambil menenteng kepala seorang Pendekar Pedang anggota Paviliun Shadow.


Xiuhuan melihat kearahnya, “Ih, seram kali ular betina itu!” gerutu Xiuhuan melihat Mei Yin yang telah melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Cobra Putih, sekarang ia memiliki ekor yang cukup panjang.


“Apaaa! Ketua menyebalkan!” sahut Mei Yin merajuk, ia lansung menghilangkan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedangnya.


Rekan-rekannya yang lain lansung tertawa terkekeh-kekeh melihatnya. Niat hati ingin mendapatkan pujian, eh yang ada malah bikin sakit hati.


“Bagaimana ini ketua Bai? Dia sangat sulit untuk dilawan!” seru Nie Qianran. Kini, mentalnya telah turun, apalagi mereka melihat rekan-rekan Xiuhuan telah datang.


“Kita lakukan serangan gabungan, mau kabur juga percuma!” seru Bai Qiusheng.


Mereka semua menghunus pedang bersama-sama dan melesat ke arah Xiuhuan. Mereka mengeluarkan jurus terkuat masing-masing.

__ADS_1


“Sudah putus asa, ya!” seru Xiuhuan ia masih sempat-sempatnya mengejek mereka. “Duan Mu! Kini giliranmu!” perintah Xiuhuan.


Duan Mu lansung mendekati Xiuhuan dan menancapkan pedangnya ke tanah, “Auman Serigala!” seru Duan Mu. Lalu muncul tembok tanah raksasa didepan mereka menghalangi tebasan anggota Paviliun Shadow itu.


Tak sampai disitu, Xiuhuan berdiri di atas tembok tanah itu dan tersenyum lebar pada mereka. “Hujan Petir Kematian!” seru Xiuhuan dengan mengarahkan Pedang rohnya ke langit, saat mereka hampir mendekatinya.


Langit malam yang terang karena cahaya rembulan itu mendadak gelap gulita, puluhan Petir lansung menyambar ke arah Bai Qiusheng dan anggota Paviliun Shadow lainnya.


Mereka tak sempat menghindar dan tak sempat menggunakan jurus bertahan, karena sedang melakukan serangan gabungan.


“Nah, gini dong. Kan, Aku tak perlu repot-repot melawan kalian satu-satu!” ejek Xiuhuan mendekati tubuh mereka yang terluka parah tersambar petir itu.


“Kenapa tak dari tadi bos!” seru Zongxian yang merasa mereka tak ada gunanya datang ke kota Yangtze. Karena ia merasa Xiuhuan hanya pamer saja pada mereka.


“Hei, itu telah menguras kolam Rongqiku hingga sebesar 20 kali kota Yangtze ini,” jawab Xiuhuan kesal dan berkata lagi, “itu butuh 50 tahun mengembalikannya lagi, tahu!” dengan muka sedih, karena membuang-buang banyak qi.


“Cuma segitu, palingan 5% saja dari total keseluruhan!” timpal Duan Mu yang membuat Xiuhuan tertawa masam, padahal niatnya supaya anakbuahnya itu bersimpati padanya, namun Duan Mu malah membuyarkan semua itu.


“Hah ....” Mei Yin terkejut mendengarnya, “Memanglah ketua Xiuhuan yang tampan ini, sangat dapat diandalkan!” katanya dengan malu-malu, mukanya memerah. Mei Yin makin jatuh cinta pada Xiuhuan.


Xiuhuan memeriksa kondisi Bai Qiusheng. Ia masih hidup dengan luka bakar disekujur tubuhnya. Xiuhuan lansung mencekik lehernya hingga tewas.


Nie Qianran yang juga terluka parah memegang kaki Xiuhuan, seraya berkata, “Se-senior maafkan Aku ... Aku siap menjadi budakmu—"


Belum selesai Nie Qianran berbicara, Mei Yin lansung memenggal kepalanya. Darahnya bahkan menyembur mengenai wajah Xiuhuan.


“Kenapa kau bunuh dia Yin‘er!” seru Xiuhuan kesal, ia mengusap mukanya. “Ah, kan sayang ... padahal sangat cantik!” seru Xiuhuan menyayangkan tindakannya.


“Jangan merajuk ketua, kan ada Yin‘er di sini,” ia mendekati Xiuhuan. “Malam ini aku akan melayanimu sepenuh hati,” katanya lagi dengan menundukkan mukanya, sambil malu-malu.


“Zongxian!” seru Xiuhuan.


“Siappp ketua!” jawabnya.


“Gantikan Aku malam ini, tidurlah dengan ular betina ini!” kata Xiuhuan bercanda.


"Oo, asiappppp ... dengan senang hati!” sahut Zongxian melompat ke arah Mei Yin.


“Mau mati, hah!” teriaknya lansung mengeluarkan Pedang rohnya.

__ADS_1


Mereka semua tertawa terkekeh-kekeh melihatnya. Zongxian lansung loyo tak berani mendekat, ia memandangi Xiuhuan untuk meminta bantuan, namun ketuanya itu hanya tertawa terkekeh-kekeh. Zongxian mengira perintah Xiuhuan tadi itu adalah serius, padahal Xiuhuan hanya bercanda saja.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


__ADS_2