Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Fang Yuan


__ADS_3

Aura gelap mencekam keluar dari kediaman Clan Fang, Ketua Fang Yuan. Dia adalah Kultivator kuat Ranah Absolute God, yang membawa Clan Fang menjadi salah satu kekuatan terbesar aliran hitam. Namun, itu adalah seratus ribu tahun yang lalu.


Kultivasi Fang Yuan dihancurkan oleh Naga Lou Feng saat dua kekuatan terbesar, aliran hitam dan aliran putih bertarung di kawasan gunung Lou Feng.


Saat-saat itu adalah masa kelam bagi Clan Fang, Kultivasi Fang Yuan turun ke tingkat Immortal Awal dan tak bisa naik lagi, walaupun sekeras apapun ia berkultivasi. Berbagai Pill dari Alkemis yang dijuluki Raja Obatpun tak dapat mengatasi kebuntuannya, hingga Clan Fang tenggelam menjadi Clan kecil yang tak diperhitungkan lagi dalam kekuatan aliran hitam. Bahkan Fang Yuan tak pernah diundang dalam pertemuan-pertemuan penting kelompok aliran hitam, membuat Fang Yuan prustasi dan satu persatu orang yang ia kenal meninggalkan dirinya di Kediamannya yang dulu sangat ramai—tempat berlatih anak-anak muda Clan Fang.


“Akhirnya Aku berhasil menantang langit dan akan menghancurkan dunia ini lagi hahahaha ....” Asap hitam pekat keluar dari tubuhnya, membuat beberapa anggota Clan Fang yang masih setia padanya ketakutan.


“Se-selamat Ketua Yuan. Anda telah berhasil menguasai jurus Iblis boneka!”


“Selamat Ketua Yuan, kejayaan untuk Clan Fang!”


Anggota Clan Fang bertekuk lutut dihadapan Fang Yuan, mereka adalah Kultivator tingkat Immortal Menengah, lebih kuat dari Fang Yuan secara teori. Namun, setelah Fang Yuan menguasai jurus Iblis boneka, mereka tak ubahnya hanyalah semut kecil dimatanya.


“Ini belum cukup. Aku masih butuh jiwa gadis-gadis muda lagi. Kenapa pasokan dari bandit gunung Lugu belum datang. Apa mereka ingin mengkhianatiku?”


Stok gadis muda sudah tak ada lagi untuk digunakan dalam kultivasi jurus Iblis boneka, seharusnya kemarin bandit gunung Lugu sudah mengantar pasokan, tetapi hingga saat ini tak ada kabar dari mereka.


“Apakah kami perlu pergi ke Benua Kun Lun Ketua Yuan?” tanya Fang Cheng, anggota Clan Fang yang paling setia menemani Fang Yuan selama ia mengalami kemunduran dalam berkultivasi.


“Tidak perlu,” sahut Fang Yuan. “Sudah saatnya kita mengambil alih wilayah kita yang sudah direbut oleh Clan-Clan sialan yang menusukku dari belakang. Kalian culik gadis-gadis mereka dan bunuh sisanya—jangan lupa, kerjakan dengan rapi, jangan sampai ada jejak yang tertinggal. Untuk saat ini kita belum bisa mengganggu Clan besar, kekuatanku belum cukup!” Fang Yuan mengepal tangannya, tatapannya tajam—mengandung aura pembunuh yang sangat pekat.


***

__ADS_1


“Shuyan!” Xiuhuan memanggilnya yang menggembungkan pipinya, karena tak diajak bicara olehnya. “Astaga, kamu masih kekanak-kanakan seperti dulu. Namun, untuk saat ini guru tak bisa berlama-lama di sini, ada urusan yang sangat mendesak yang harus guru kerjakan.”


“Apa ayah akan pergi lagi, tapikan Lian masih ingin bermain-main dengan ayah tampan,” sela Su Lian tampak sedih mendengarnya.


Xiuhuan mencubit pelan hidungnya, “Tenang, nanti kalau ayah datang lagi. Ayah pastikan membawa hadiah spesial untukmu. Namun, kali ini ayah harus cepat pergi, Nak. Kalau tidak, akan ... ah, ayah tak bisa mengatakannya padamu, tetapi ini menyangkut hidup dan mati.” Xiuhuan memberikan alasan pada Su Lian, agar dibiarkan kembali ke Gunung Lugu.


“Baiklah, semoga berhasil ayah,” kata Su Lian lagi dan pergi mendekati gadis-gadis yang dibawa oleh Xiuhuan. “Kalian pasti ibu baru Lian, ayo ikuti aku. Biar kuperkenalkan pada ibu-ibu Lian yang lain,” katanya lagi.


Xiuhuan terkejut mendengarnya, ia tak menyangka Su Lian bisa menebak, mereka akan menjadi istri-istrinya selanjutnya.


“Kalian ikutilah Su Lian, nanti istriku yang lain akan membantu kalian. Untuk saat ini aku tak bisa menemani kalian, tetapi tak usah khawatir, aku sering berkunjung ke sini, kok. Saat aku mampir lagi, maka kita akan mengadakan pesta pernikahan meriah.” Xiuhuan tersenyum lebar, agar mereka tidak tegang.


“Kami percaya ucapan tuan muda. Lagi pula, kami sudah menyerahkan raga ini untukmu,” sahut salah satu dari mereka dan mereka mengikuti Su Lian—yang membawa mereka memasuki Paviliun khusus tempat tinggal istri-istri dan anak-anak tiri Xiuhuan.


“Yah, sebenarnya guru ingin berjumpa dengan mereka. Namun, situasi sedang tak memungkinkan. Ayo alirkan dulu qi milikmu pada artefak Teleportasi ini,” sahut Xiuhuan.


Shuyan menghela nafas panjang dan mengalirkan qi miliknya, sehingga artefak Teleportasi kembali aktif.


“Bagaimana aku menjelaskan istri guru yang baru datang itu pada nyonya guru?” Shuyan baru sadar, gurunya itu tak meninggalkan penjelasan apapun tentang mereka.


“Gampang itu, tanyakan saja pada mereka, kenapa berakhir di sini,” sahut Xiuhuan dengan tawa kecil.


“Cih, dasar guru kampret!—Aku pasti dimarahi oleh guru Gu Ruyan, karena membiarkan guru pergi begitu saja. Karena guru Gu Ruyan mengatakan guru tak boleh lagi menambah haremnya. Membayangkan guru Gu Ruyan marah saja, membuat bulu kudukku merinding. Aku harus mencari guru Xiao Liu lebih dulu untuk mencari perlindungan,” keluh Shuyan, karena tidak mendapatkan penjelasan memuaskan dari Xiuhuan.

__ADS_1


***


Xiuhuan muncul lagi di gua markas bandit gunung Lugu, kedelapan wanita yang memilih kembali ke rumah masing-masing masih berdiri di sana.


“Tuan muda! Kami kira Anda tak datang lagi,” kata salah satu wanita dengan linangan air mata membasahi pipinya.


“Kenapa kalian menangis. Padahal cuma ditinggal sebentar saja,” sahut Xiuhuan dengan senyum hangatnya, yang membuat hati mereka tenang kembali.


“Karena kami takut jatuh lagi ke tangan bandit gunung,” jawab mereka lagi.


“Tenanglah, aku akan mengantar kalian pulang, ayo pergi!” Xiuhuan mengajak mereka meninggalkan ruangan bos bandit gunung Lugu itu dan menuju ruangan tempat anak muda yang ia tinggalkan untuk memberikan pelajaran berharga pada anggota bandit-bandit gunung.


Xiuhuan melepas perisai air dan terkejut melihat pemandangan di depannya. Para bandit gunung itu telah dimutilasi oleh pemuda itu.


“Aaaaaaa!” teriak gadis-gadis yang berada di belakang Xiuhuan. Beberapa diantara mereka langsung muntah, karena tak sanggup melihat pemandangan mengerikan itu.


“Kalian tunggu di sana saja,” kata Xiuhuan pada gadis-gadis itu. Dia kemudian tersenyum menatap pemuda yang bersimbah darah di tubuhnya itu, karena memutilasi rekan-rekannya sendiri. “Aku mengapresiasi insting bertahan hidupmu itu hahahaha ... siapa namamu, bro?” Xiuhuan tertawa jahat.


“L-Lou Zheng! Tuan muda!” sahut pemuda itu terbata-bata, tangannya gemetaran—mungkin ini adalah pengalaman pertamanya membunuh orang.


Xiuhuan memicingkan matanya, sungguh tak terduga; anggota Clan Lou terjerumus menjadi anggota bandit yang meresahkan penduduk yang mayoritas anggota Clannya sendiri. Rasanya Xiuhuan ingin mencabik-cabik jantungnya juga, tetapi ditahannya—karena cuma Lou Zheng satu-satunya petunjuk mencari gadis-gadis lain yang telah di jual ke Benua Resifel.


Xiuhuan menghela nafas panjang, “bersihkan dirimu dan temui aku diluar gua. Jangan sampai aku menunggu lama, kalau tidak!” Xiuhuan membuat wajah Lou Zheng pucat, karena tatapannya seperti monster yang akan melahap mangsanya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2