Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pagoda Tujuh Musim


__ADS_3

Xiuhuan memberikan Dua Kristal Merah pada Iblis sepuh dihadapannya itu, sehingga Kultivator lain yang juga akan memasuki Menara Iblis terkejut atas tindakannya itu.


“Apa dia tuan muda kaya? Sehingga barang tak jelas saja dibelinya,” bisik para pengunjung.


“Enak sekali jadi Pria tua itu, hanya dengan menjual barang tak jelas saja bisa kaya dalam sekejap,” sahut yang lainnya.


Xiuhuan tidak peduli dengan ocehan mereka, karena ia yakin tidak mungkin pria tua ini kukuh menjual Pagoda kecil ini dengan harga yang sangat mahal sekali walaupun tidak terjual selama seratus tahun terakhir.


“Aku sudah membelinya, jadi apa kegunaan Pagoda kecil ini?” tanya Xiuhuan penasaran. Namun, Pria tua itu hanya senyum-senyum saja memandangi dua Kristal Merah ditangannya, sehingga ia mengerutkan keningnya. “Hei, Pak tua! Apa kegunaannya?” Suara Xiuhuan agak meningggi, sehingga Pak tua itu tampak kesal menatapnya.


“Alirkan sedikit qi-mu ke artefak tingkat tinggi itu dan satu lagi namanya adalah Pagoda Tujuh Musim, karena ada tujuh lantai dalam Pagoda itu dengan tujuh musim berbeda,” sahut Iblis sepuh itu.


Xiuhuan terkejut mendengarnya, ia merasa keterangan dari Iblis tua ini seperti bualan saja. “Jangan-jangan aku benar-benar ditipu olehnya,” gumam Xiuhuan sembari mengalirkan qi pada Pagoda Tujuh Musim itu. Namun, ia terkejut tiba-tiba Pagoda Tujuh Musim itu menghilang dari tangannya. “Eh, kok hilang ‘njing?” umpat Xiuhuan kaget.


Iblis Sepuh itu tertawa terkekeh-kekeh dan berkata, “Coba periksa Dantianmu!”


Xiuhuan memeriksa Rongqinya, karena ia tidak memiliki Dantian seperti manusia di Benua Kun Lun atau Benua Dayan ini dan ia terkejut melihat Pagoda Tujuh Musim telah berdiri kokoh di dalam Rongqinya.


“Bagaimana hebat, kan?” Iblis sepuh itu tersenyum lebar. “Pagoda Tujuh Musim itu bisa menampung ribuan Iblis dan Monster atau tanaman. Tinggal pilih saja ruangan mana yang paling cocok kamu tinggali, tetapi sebagai inang dari Pagoda Tujuh Musim itu—kamu hanya bisa mengirim Kesadaranmu saja, sementara untuk Iblis lain yang kamu kehendaki—bisa memasukinya dan menetap di sana!” Iblis sepuh itu memberikan penjelasan dan memegang tangan Xiuhuan ingin memeriksa Pagoda Tujuh Musim itu.

__ADS_1


“Ini?” Iblis Sepuh itu menatap Xiuhuan dengan wajah terkejut dan mengirim suara telepati, “Kamu bukan Iblis dan kamu berasal dari Ras manusia terkutuk itu,” katanya lagi.


Xiuhuan terkejut mendengarnya, ia tak menyangka akan ketahuan oleh Iblis yang tidak memiliki basis Kultivasi ini, dan ternyata dugaannya tadi benar-benar kenyataan—kalau Pak tua ini sebenarnya Kultivator hebat yang pura-pura lemah saja.


“Kenapa kamu bisa mengetahuinya?” Xiuhuan tetap berusaha bersikap tenang, karena Pak tua itu tidak melakukan gerakan yang mencurigakan, sehingga ia menduga Pak tua ini tidak berniat menyerangnya—karena ia malah mengirim suara telepati saat terkejut tadi.


Iblis Sepuh itu tersenyum lebar dan berkata, “Aku sudah pernah mengunjungi tempatmu dan kalian biasanya akan mati setelah mencapai Pendekar Pedang Level 100, tetapi kamu sepertinya dikecualikan—apa para dewa lupa dengan identismu, padahal Ras kalian sengaja dikekang karena kalian memiliki qi yang sangat besar dan melimpah—itu bisa menghancurkan keseimbangan alam semesta.”


Xiuhuan tak menyangka, mode penyamarannya malah ketahuan dengan mudah oleh Iblis tua ini dan ia juga tidak tahu harus mencari alasan apa untuk berkilah padanya.


“Jangan khawatir, karena kamu sudah memiliki istri dari kalangan kami, maka aku akan merahasiakan identitasmu dan yang terpenting jangan berbuat masalah di Benua Dayan ini saja, karena kehadiranmu selalu membawa bencana,” katanya lagi dan tiba-tiba sudah menghilang saja seperti Jelangkung—datang tak dijemput dan pulang tak diantar.


“Ah, maaf-maaf!” sahut Xiuhuan sembari menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Iblis yang antri dibelakangnya.


Xiuhuan kini merasa lega karena sudah memiliki Artefak yang sangat berharga. Dengan begini ia bisa membawa Ketiga istrinya ke dunia manusia—tanpa harus menunjukkan wujud mereka, karena itu dapat membuatnya diburu oleh seluruh Kultivator Benua Kun Lun kalau ketahuan memperistri Ras Iblis. Namun, ia masih bingung cara mengungkapkan identitas aslinya pada ketiganya dan ia juga penasaran, bagaimana respon mereka nantinya kalau mengetahui suami mereka ternyata adalah seorang manusia.


...***...


Menjelang sore, akhirnya Xiuhuan dan Ketiga istrinya memasuki Menara Iblis setelah membayar biaya masuk sebesar Satu Kristal Merah untuk satu peserta.

__ADS_1


“Inikah Menara Iblis itu,” gumam Xiuhuan merasakan energi spiritual yang aneh di dalam ruangan yang lebih mirip dengan bangkai Monster raksasa, karena mereka menginjak genangan cairan berwarna merah yang mirip dengan darah.


Masing-masing peserta memilih tempat yang nyaman untuk berkultivasi dan Xiuhuan juga memilih tempat yang memiliki genangan cairan berwarna merah yang paling sedikit dan langsung duduk bersila.


Yu Fen, Yu Qingyi dan Kong Xia juga duduk bersila didekat Xiuhuan, kemudian ia membuat Perisai air yang dikamuflasekan dengan cairan berwarna merah itu, sehingga Iblis lain mengira ia adalah Kultivator ahli Segel.


“Dengan begini, kita akan aman selama berkultivasi hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh dan memberikan istrinya Pill penyembuhan tingkat tinggi dan Pill Surga, karena bisa saja mereka mengalami kegagalan dalam penerobosan Kultivasi dan mendapatkan luka dalam, maka mereka bisa langsung menelan Pill penyembuhan itu agar tidak membahayakan keselamatan mereka.


“Aku mulai berkultivasi duluan Xiuhuan gege, semoga kita berhasil melakukan terobosan,” kata Yu Qingyi sembari menutup matanya.


Xiuhuan mengangguk dan Yu Fen serta Kong Xia juga melakukan hal serupa, sehingga mereka pun mulai melakukan Kultivasi panjang yang melalui waktu bertahun-tahun lamanya.


Hal pertama yang muncul dalam pikiran Xiuhuan adalah pertarungan Dewa melawan sosok Monster raksasa yang besarnya sepuluh kali lipat dari Benua Dayan. Monster raksasa itu mengaku dirinya adalah Dewa yang terusir dari surga dan merupakan leluhur Ras Iblis.


Pertarungan kedua entitas tertinggi dalam alam semesta itu sangat mengerikan sekali. Ratusan tatasurya hancur dan butuh waktu ribuan tahun hingga pertarungan itu berakhir dengan kekalahan Leluhur ras Iblis.


Sebelum tubuhnya dihancurkan oleh Dewa yang menjadi lawannya itu, ia melempar sebagian kesadarannya ke Benua Dayan atau lebih tepatnya Kota Zhongjian dan ia membuat Segel khusus yang membuat kesadarannya itu tetap ada untuk membagikan sisa-sisa energi spiritual-nya pada generasi penerusnya dan berharap suatu saat nanti salah satu diantara mereka akan mengguncang surga lagi—membalaskan dendamnya.


“Hmm, ternyata aku menyerap energi spiritual leluhur Iblis,” gumam Xiuhuan. “Kalau begini aku telah mewarisi tekad Iblis dan tidak akan bisa berinkarnasi lagi setelah mati.” Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam. Namun, demi menjaga keluarga yang dicintainya, ia tetap melakukan Kultivasi yang menentang langit itu. Karena hanya ini jalan pintas untuk menjadi yang terkuat, dia sudah lelah terus-terusan kabur dari kejaran Kultivator yang menindasnya—bukankah ia ingin seperti idolanya Sun Go Kong yang berani mengotak-atik Istana Langit dan menghancurkan musuh yang menghadangnya.

__ADS_1


__ADS_2