
“Kenapa ada Manusia di sini? Dari mana asal mereka?” Xiuhuan bertanya pada pengunjung restoran yang bercerita tentang eksekusi Pertapa Agung tersebut.
Kedua Iblis pengunjung restoran yang sedang berbincang-bincang itu lantas menoleh ke arah Xiuhuan. Mereka menatap heran pada Xiuhuan dan menyimpulkan Xiuhuan adalah pelancong yang pertama kali melihat manusia, serta mungkin berasal dari keluarga kaya—karena Xiuhuan membawa budak Iblis wanita cantik bagi kalangan Iblis laki-laki dibelakangnya. Namun, mereka heran Kultivasi Xiuhuan sangat rendah dan memperhatikan dengan seksama, ternyata cara berkultivasi-nya selama ini telah salah.
“Mungkinkah dia korban ujicoba dari keluarganya?” gumam Iblis bertubuh kekar itu dan berkata, “Wilayah Utara ini rentan disusupi oleh Ras lain dan Ras manusia itu berasal dari Bumi Melayu yang katanya dari kerajaan besar bernama Sriwijaya. Dia merupakan manusia terkuat di sana, karena bosan bersemedi selama puluhan tahun dan tak kunjung diangkat surga, maka ia memutuskan untuk mencari sendiri jalan menuju surga itu. Dia telah menghampiri ribuan bintang dengan kehidupan yang berbeda-beda di dalamnya dan apesnya ia malah memasuki tempat yang tak harusnya ia masuki. Sungguh sayang sekali, padahal menurutku ia adalah pria yang baik.” Iblis bertubuh kekar menghela nafas panjang.
Xiuhuan mengangguk, ternyata bukan berasal dari Benua Kun Lun, Dunia Bawah atau Daratan utama. Xiuhuan akhirnya mengerti, didalam alam semesta ini tak terhitung jumlahnya bintang dan diantara lautan bintang itu ada ribuan kehidupan bila di selami.
Xiuhuan dan Yu Qingyi makan sebentar di restoran itu, walaupun beberapa Iblis kaya risih dengan keberadaan Yu Qingyi yang merupakan budak dengan pakaian sederhana, sehingga Xiuhuan memutuskan akan membelinya pakaian bagus setelah keluar dari restoran itu.
***
“Ayo cepat Qingyi‘er, sepertinya eksekusi mati Pertapa Agung itu akan dimulai!” Xiuhuan mempercepat langkahnya menuju halaman Kediaman Clan Iblis Zhou.
Seorang pria sepuh dengan rambut putih dan jenggot putih dirantai di tengah altar aneh di halaman kediaman Clan Zhou itu.
Xiuhuan merasa aura yang sangat kuat terpancar dari pria sepuh itu. Sungguh kekuatan yang mengimbangi kekuatan para makhluk Siluman, wajarlah dia berani mencari jalan menuju surga sendirian.
Di udara melayang Kultivator yang membuat detak jantung Xiuhuan berdebar-debar hebat, karena takut ketahuan kalau ia adalah manusia.
“Mereka sangat kuat!” gumam Xiuhuan menengadah menatap ketua Clan cabang Zhou itu.
“Manusia rendahan ini berani memasuki Benua Dayan tanpa izin. Maka ... atas nama Clan Zhou, aku akan mempersembahkanmu pada Dewa Kegelapan. Terimalah hukumanmu Dapunta Hyang Sri Jayanasa!”
__ADS_1
Tiba-tiba altar itu membentuk bintang—dua segitiga terbalik dan mengeluarkan api hitam mengelilingi Pertapa Agung Dapunta Hyang Sri Jayanasa itu.
Api hitam itu menjujung tinggi ke langit dan tiba-tiba terjadi robekan dimensi; Kapak raksasa meluncur dengan kecepatan tinggi yang membuat kota Wuzhou bergetar hebat, seperti terjadi gempa bumi saja.
“Apa yang terjadi?” Xiuhuan bertanya-tanya keheranan.
“Itulah adalah penghakiman, sudah ribuan tahun tidak pernah dilakukan. Karena penghakiman hanya berlaku untuk ras asing dengan kekuatan besar,” sahut Iblis wanita yang berdiri di sebelah Xiuhuan.
“Oo, mengerikan sekali!” Xiuhuan merinding melihatnya.
Pertapa Agung Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang sejak tadi menundukkan wajahnya tiba-tiba menatap kearah Xiuhuan, sehingga semua Iblis yang menonton merasa mereka sedang dipelototi oleh Pertapa Agung itu.
“Manusia!” seru Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
“Perhatikan sekitar kalian, terutama siapa yang mengenakan topi Caping bambu atau mengenakan penutup wajah!” seru anggota Clan Zhou yang berjaga di depan para penonton.
Detak jantung Xiuhuan berdebar-debar hebat dan tangannya gemetaran, karena ia tahu tatapan itu tertuju padanya. Namun, ia berpura-pura menoleh kesebelahnya juga walaupun ia sangat takut ketahuan saat ini.
“Tak ada manusia disekitar sini, apakah ia sedang berhalusinasi karena akan segera mati?” Para penonton saling berspekulasi, sehingga Xiuhuan bernafas lega karena tak ada yang mencurigainya. Namun, tatapan Ketua Clan cabang Zhou yang melayang di langit itu masih menakutkan, karena ia juga menatap pada kumpulan penonton.
“Hati-hati Manusia! Segeralah tinggalkan Benua Dayan ini, aku akan mewariskan kekuatanku padamu!” Tiba-tiba suara Pertapa Agung Dapunta Hyang Sri Jayanasa memasuki pikiran Xiuhuan. “Aku sangat bersyukur, kekuatanku bisa diwariskan padamu—selamat tinggal!”
Kapak yang sangat mencekam dari langit itu menghujam leher sang Pertapa Agung Dapunta Hyang Sri Jayanasa dan jasadnya juga diangkat oleh api hitam itu terbang menuju robekan dimensi yang ada di langit. Kemudian, robekan dimensi itu menutup kembali dan getaran gempa bumi yang terjadi di Kota Wuzhou pun berhenti.
__ADS_1
Namun, Xiuhuan merasa sedih, karena ia tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu pria sepuh itu—apalagi ia merasakan pencerahan dalam pikirannya.
Ribuan siluet saat Pertapa Agung Dapunta Hyang Sri Jayanasa masih belajar ilmu beladiri dan menjadi Dukun Sakti, serta mengembara ke berbagai tempat memperkuat ilmu beladirinya, hingga ia memutuskan mencari sendiri jalan menuju surga muncul di pikiran Xiuhuan.
Xiuhuan membuka matanya perlahan dan menarik nafas dalam-dalam. “Akhirnya aku memahami; bukan hanya tingkat Kultivasi yang membuat Kultivator menjadi kuat atau memiliki senjata pusaka tingkat tinggi. Namun, saat kau menjadi satu kesatuan dengan ilmu yang kau pelajari itu,” gumam Xiuhuan mengalami pencerahan. Ini sungguh keberuntungan surga yang ia dapatkan, karena di Sekte Qingyun tak akan ada pelajaran seperti itu. “Pertapa Agung bisa membunuh orang di tempat yang tak perlu ia datangi hanya dengan sebuah jarum dan ditusukkan pada boneka. Hebat sekali.”
“Tuan!” seru Yu Qingyi berbisik padanya, ternyata tidak ada Iblis di halaman kediaman Clan Iblis Zhou itu. “Kenapa Anda melamun? Apakah tuan syok melihat eksekusi tadi? Tolong jangan dipikirkan,” kata Yu Qingyi—khawatir mental Xiuhuan akan jatuh, seperti yang ia alami dulu saat melihat keluarganya dibantai habis oleh Clan Song.
Xiuhuan tersenyum, ia tak mengatakan kalau ia telah mendapatkan warisan yang sangat berharga dari Pertapa Agung Dapunta Hyang Sri Jayanasa. “Ayo kita melanjutkan perjalanan menuju kota Zhongjian!” seru Xiuhuan.
Xiuhuan memang sedih atas kematian Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang kini dianggapnya gurunya itu, tetapi ia harus selalu menatap masa depan untuk mengubah alurnya sesuai dengan yang ia impikan. Bagaimana caranya? Ya, harus menjadi kuat agar bisa menantang siapa pun yang mencoba membelokkannya.
Yu Qingyi tersenyum mengikuti Xiuhuan, ia merasa Xiuhuan tiba-tiba memancarkan aura kebijaksanaan dan berpikir apakah selama ini ia berpura-pura lemah? Karena ia memiliki qi yang sangat luas, berbanding terbalik dengannya atau bahkan Pertapa Agung yang dieksekusi mati tadi saja tidak memiliki qi dalam tubuhnya.
...***...
Tingkatan Kultivasi Ras Iblis:
Ranah Dark Star tingkat 1—9
Ranah Demon God tingkat 1—9
Ranah Raja Iblis
__ADS_1