Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Provokasi


__ADS_3

Xiuhuan yang dikepung di tengah-tengah Pendekar Pedang Paviliun Shadow itu, tersenyum lebar memandangi wajah mereka satu persatu. Tampak jelas Pendekar Pedang tahap 80 dan 85 anggota Paviliun Shadow itu ketakutan dalam menghadapi Xiuhuan, si Pendekar Pedang tahap 100 itu.


Mereka mengumpati Sesepuh Paviliun Shadow yang mengirim mereka ke sini. Padahal sudah jelas, lawannya adalah Pendekar Pedang tahap 100, bukannya Sesepuh itu yang turun tangan, eh malah mengirim pion-pion seperti mereka.


Xiuhuan yang tersenyum lebar berkata, “Yo, bagaimana kalau kita buat kesepakatan!” ia sengaja mengajak mereka berbicara lebih dahulu, karena dari tadi mereka belum melakukan pergerakan juga.


Xiuhuan tahu, mereka sedang mengamati cara gaya bertarungnya. Memanglah organisasi yang sudah malang melintang sejak lama di Kerajaan Han ini, kerjasama diantara mereka pasti terstruktur dengan baik.


Bai Qiusheng meludah kesamping, “Kesepakatan?” sahutnya kecus. “Setelah kau membunuh anggota kami dan merusak rencana Paviliun Shadow selama ini yang hampir selesai ... jangan harap! Cuma ada satu kesepakatan, yaitu matiiiii!”


“Hahaha ... galak sekali! Mentang-mentang punya banyak kawan, masa mainnya keroyokan!” seru Xiuhuan kembali mengejek mereka. Ia kemudian melihat ke arah Nie Qianran, “Bagaimana kalau kalian serahkan wanita cantik itu padaku, cukup semalam suntuk saja kami menikmati gerhana bula ini di atas kasur empuk di gerbang surga!” kata Xiuhuan dengan tatapan genit padanya.


“Kurang aja!” sela Dong Shuliang terprovokasi, ia geram melihat Xiuhuan merayu wanita pujaan hatinya itu, walaupun Nie Qianran tak menanggapinya cintanya, sih.


Dong Shuliang yang melayang di udara melesat dengan cepat ke arah Xiuhuan. Ia menggunakan jurus Tebasan Badai Angin, menebas Xiuhuan, namun Xiuhuan tersenyum tipis. Ternyata Dong Shuliang memakan umpan darinya.


“Bodoh jangan terprovokasi!” seru Nie Qianran, namun sudah terlambat. Dong Shuliang telah berhadapan dengan Xiuhuan.


“Si bodoh ini, ia malah merusak formasi!” umpat Bai Qiusheng, yang merupakan pemimpin Paviliun Shadow yang diutus ke kota Yangtze ini.

__ADS_1


Anggotanya yang lain ingin membantu, namun Bai Qiusheng melambaikan tangan, untuk membiarkan Dong Shuliang bertarung sendiri, karena itu hanya kesalahannya sendiri, yang bertindak diluar rencana awal mereka.


“Rasakan ini kampret!”


Dong Shuliang menebas Pedangnya pada Xiuhuan yang diam saja di tempatnya. Namun ia tak menyadari bahwa Xiuhuan telah menitik beratkan lebih banyak qi pada jurus Langkah Kilat, sehingga pergerakannya seperti kecepatan cahaya saja.


Saat tebasan Pedang Dong Shuliang hanya tinggal sejengkal saja, Xiuhuan lansung berpindah ke sebelah Dong Shuliang dan ia menebas sayapnya hingga terpotong dan tak sampai di situ Xiuhuan juga menendang kepala pemuda itu dengan gerakan salto ala anak parkour.


Untung saja Dong Shuliang dapat mengantisipasi dengan melapisi tubuhnya dengan Jurus badai angin. Namun, ia tetap terlempar berguling-guling puluhan meter dan seteguk darah keluar dari mulutnya.


“Ah, sial!” gerutu Dong Shuliang mengusap darah tersebut dari sudut bibirnya. Dong Shuliang menancapkan pedangnya ke tanah untuk dijadikan tumpuan berdiri kembali.


“Apa begini saja kekuatan kalian!” seru Xiuhuan memprovokasi mereka kembali. “Jika kalian mau menyerahkan gadis cantik itu, kesepakatan tadi masih berlaku, lho!” Ejek Xiuhuan.


Namun, Nie Qianran bukanlah orang yang gampang di provokasi, begitu juga yang lainnya. Mereka semua tetap diam ditempat masing-masing, menunggu instruksi dari Bai Qiusheng.


“Mereka hebat juga, tak mudah diprovokasi ... Duan Mu kampret itu, kemana mereka nih, masa belum nongol juga,” gerutu Xiuhuan dalam hati.


Sebenarnya ia sedang panik, bingung mau menyerang yang mana lebih dulu, apalagi kebanyakan musuhnya adalah penggunaan unsur angin yang melayang di udara. Seandainya Duan Mu yang berunsur tanah ikut membantunya, maka Duan Mu bisa memberi support dengan cara memunculkan banyak gundukan tanah sebagai pijakan untuk melompat melawan mereka yang berunsur Angin itu.

__ADS_1


Sementara itu ditempat persembunyian Duan Mu dan anggota Kelompok Judgment lainnya. Mereka tertawa melihat Xiuhuan menebas sayap milik Dong Shuliang.


“Huh, jantungku hampir copot, kukira Ayang Xulian akan tertebas!” kata Mei Yin lega, ia sempat tegang tadi saat Pedang Roh Dong Shuliang hampir menyabet leher Xiuhuan.


“Ayang ....” sontak semuanya melirik kearah Mei Yin.


“K-kau bukannya, tak menyukai Playboy itu!” protes Zongxian, ia tak terima Xiuhuan melahap semua wanita cantik tanpa menyisakan mereka yang jomblo berkarat itu.


“Kau sih, tak mengerti! Lihat pesona yang ditampilkan oleh Ketua Xiuhuan, ia tampan, kuat dan menebarkan aura perkasa. Aummmm!” balas Mei Yin dengan gerakan mencakar dengan tangannya.


“Sabar ada aku disisimu!” sahut Jiu Yuan sembari menepuk pundak Zongxian.


“Hiiii, Aku bergidik ... Kau lelaki tahu?” kata Zongxian bergeser dari tempatnya, lagi-lagi Jiu Yuan membuat orang salah tanggap dengan ucapannya.


“Berhenti bercanda, perhatian saja pertarungan mereka. Supaya kita dapat menganalisa kekuatan musuh!”


Duan Mu angkat bicara, membuat mereka diam dan memperhatikan pertarungan Xiuhuan kembali.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️

__ADS_1


__ADS_2