Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Gu Yao dan Chen Xia vs Gu Lin


__ADS_3

Gu Lin dengan santai berjalan diantara bawahannya yang melesat dengan cepat kearah seribu anggota Clan Gu pendukung Gu Yao.


“Sudah lama sekali Yao! Ternyata kamu sudah dewasa sekarang. Ibumu pasti rindu padamu anak tiriku hahaha ....” Gu Yao tertawa lantang mengejek Gu Yao yang tengah berhadapan dengan anggota Clan Gu pendukung Gu Lin.


“Oo, akhirnya kau keluar juga Gu Lin!” sahut Gu Yao dengan tatapan dingin, ia sedikit gugup saat melihatnya. Entah mengapa, bayangan kelam kejadian sepuluh tahun yang lalu kembali muncul di pikirannya.


Bayangan di mana Kakek dan ayahnya digantung di alun-alun kota. Ibunya, Chen Xia menangis histeris dihadapan tubuh kaku sang ayah. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain mengutuk Gu Lin Dan berkelana mencari dukungan ke berbagai tempat.


Kini akhirnya ia kembali, menuntut balas yang sempat tertunda sangat lama. Gu Yao menghela nafas dalam-dalam, untuk menghilangkan keragu-raguannya. Ia harus mencampakkan rasa takut dalam benaknya, jadikan ketakutan itu menjadi sebuah keberanian.


Chen Xia membuka jendela kamar dan melihat ke bawah, anaknya Gu Yao kini tengah berhadapan dengan Gu Lin.


“Yao‘er ... akhirnya anakku kembali,” ucap Chen Xia sembari menyeka air matanya. Ia sangat bahagia ternyata Gu Yao masih hidup. Karena Gu Lin mengatakan bahwa Gu Yao telah tewas, namun ia tak percaya dengan ucapannya itu. Karena ia tak melihat mayat anaknya dan yakin Gu Yao tengah berlatih diluar sana. Ia percaya Gu Yao suatu saat akan menyelamatkan dirinya dan membalaskan dendam atas kematian suaminya.


Chen Xia melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Kupu-kupu, sepasang sayap berwarna ungu muncul di punggungnya.


Chen Xia lansung terbang dan bergabung dengan Gu Yao untuk menghadapi Gu Lin bersama-sama.


“Yao‘er!”


Chen Xia mendarat di sebelah Gu Yao yang langsung terkejut melihat sosok ibunya itu. Air mata Gu Yao langsung mengalir deras membasahi pipinya.


“Ibu ... aku rindu padamu!” seru Gu Yao memeluk wanita itu.


Gu Lin hanya tersenyum tipis melihat adegan pertemuan ibu dan anak itu. Ia membiarkan mereka melampiaskan kerinduan mereka. Karena mau bagaimanapun, Chen Xia adalah selirnya untuk saat ini dan Gu Yao adalah anak tirinya yang juga keponakannya.


“Sampai kapan kalian berpelukan begitu, tujuan kalian mau balas dendam atau drama sinetron ikan terbang?” ejek Gu Lin yang merasa tangannya sudah gatal untuk menghajar habis-habisan Gu Yao.


Gu Yao menyeka air matanya dan kembali menatap dingin pada Gu Lin. Ia kemudian melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Harimau.


Gu Yao menjelma menjadi manusia harimau, ia langsung mengaung yang menimbulkan laser suara yang memekikkan telinga.

__ADS_1


Gu Lin yang sudah tahu dengan kemampuan yang Gu Yao miliki lansung memunculkan tembok tanah menghadang laser suara itu.


“Hehehe ... sepuluh tahun kamu berkelana di Kekaisaran Wei, apakah serangan lemah ini yang kau dapatkan,” ejek Gu Lin.


Kalau ia tak tahu dengan kemampuan yang dimiliki oleh keponakannya itu, bisa saja itu melukai dirinya. Karena laser suara itu akan menghancurkan gendang telinga dan menghilangkan pendengarannya.


Gu Yao tak menanggapi ejekannya, ia menekan pijakannya membuat tanah pijakannya itu hancur berkeping-keping.


Kalau kita minta pada sutradara untuk mengambil gerakan slow motion, maka akan tampak ribuan kepingan tanah, pasir dan kerikil terlihat melayang di sekitar tubuh Gu Yao.


Gu Lin menyadari Gu Yao akan melesat ke arahnya segera melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Beruang. Tubuhnya menjadi berbulu dan dengan postur tubuh empat kali lebih besar dari ukuran tubuh manusia normal.


Gu Lin meninju tanah dihadapannya hingga tanahnya hancur berkeping-keping dan meninggalkan lubang menganga sedalam lima tongkat.


Gu Yao lansung menghilang dari pandangan Gu Lin, karena Roh Pedang Harimau sangat terkenal dengan kecepatannya. Namun Gu Lin tidak panik, ia justru tersenyum. Karena ia telah melewati berbagai macam pertarungan, tentu saja ia sudah paham bagaimana cara mengatasi situasi seperti ini.


Gu Lin melompat tinggi ke udara dan melesat kembali ke bawah. Halaman kediaman ketua Clan Gu itu langsung bergetar hebat, membuat kediamannya roboh.


Anggota Clan Gu yang saling bertarung di dekatnya lansung terpental. Sedangkan Gu Yao yang melesat dengan kecepatan tinggi ikut oleng dan berguling-guling di tanah akibat keseimbangannya goyah.


“Apakah kamu ingin menjadi istri durhaka, Xia‘er!” gerutu Gu Lin melihat tindakan Chen Xia yang tanpa basa-basi langsung menyerangnya dengan jarum beracun.


Gu Lin mengayunkan pedangnya dan tembok tanah setinggi sepuluh tombak mengahalau jarum-jarum itu.


Chen Xia menatap sinis Gu Lin. Kemudian berkata, “Sejak kapan aku menjadi istrimu, bukannya kamu menyandera istri orang selama ini. Hari ini aku akan membalaskan penderitaan yang telah aku terima sepuluh tahun ini.”


“Hahaha ... dasar wanita murahan. Padahal selama ini kau menikmati peranmu sebagai selir dengan baik. Mentang-mentang anakmu datang kemari, kau berpura-pura seolah menderita bersamaku,” ejek Gu Lin yang membuat wajah Chen Xia memerah, amarahnya lansung memuncak.


Chen Xia mengalirkan 50% qi dari kapasitas Rongqinya. Halaman kediaman Ketua Clan Gu itu ditutupi puluhan ribu jarum beracun.


***

__ADS_1


Di kediaman tetua pertama, Seratus Siluet Phoenix raksasa lansung menyemburkan bola api berdiameter sepuluh tongkat.


Tetua pertama tersenyum tipis, ia pernah melihat jurus ini sepuluh tahun yang lalu. Ia kemudian menggunakan jurus yang sepuluh tahun lalu berhasil menghadang bola-bola Api yang disemburkan oleh Siluet Phoenix.


“Jurus Pedang Elang Emas ; Telapak Dewa Matahari!” seru tetua pertama merapalkan jurusnya.


Ribuan Pedang kuning raksasa melayang di udara. Pedang-pedang itu kemudian merapat dan membentuk lingkaran.


Ribuan Pedang kuning yang telah membentuk lingkaran itu kemudian mulai berputar, awalnya pedang kuning itu berputar lambat. Namun lama-kelamaan putarannya makin cepat.


Ratusan bola api yang disemburkan oleh Siluet Phoenix segera menghantam tubuh tetua pertama. Namun hanya beberapa jengkal saja dari tubuhnya, tiba-tiba sinar emas mendorong bola-bola Api itu kembali ke arah Gu Qian.


“Booommmmm!”


Rumah-rumah penduduk yang berada dibelakang Gu Qian terbakar oleh ledakan bola-bola Api yang dikeluarkan oleh Siluet Phoenix miliknya.


Sinar emas dari jurus milik tetua pertama itu, tidaklah berbahaya. Namun sinar emas itu bisa mendorong jurus apa saja milik lawannya.


Hampir mirip dengan perisai, namun sinar emas lebih unggul, karena dapat memanfaatkan jurus milik lawan untuk menyerang balik. Walaupun tak efesien, karena hanya memantul lurus saja. Kalau musuhnya menghindar tak akan terkena juga.


“Hehehe ... tak ada yang berubah sepuluh tahun ini, kau tetaplah sampah yang harus dilenyapkan agar kota Yannan ini aman dan tentram. Tak ada lagi kucing yang bermimpi menjadi Raja rimba,” ejek tetua pertama dengan tawa cekikikan.


Gu Qian menghilangkan Siluet Phoenix, amarahnya makin memuncak setelah mendapat ejekan dari tetua pertama.


Kini Gu Qian menguras habis qi dalam Rongqinya, ia bersiap melakukan serangan habis-habisan.


Gu Qian hanya berpikir untuk mencabut nyawa tetua pertama bagaimanapun caranya. Agar dendamnya terbalaskan.


“Istriku ....” Gu Qian menatap langit. “Aku tahu kamu melihatku sekarang dari sana. Lihatlah aku akan mengirim tetua pertama ke neraka,” gumam Gu Qian.


Tetua pertama terkejut, ia merasakan energi sangat besar pada Gu Qian. Sayap Phoenix milik Gu Qian juga bertambah panjang, setiap kibasan sayapnya mengeluarkan hawa panas lebih kuat dari tadi.

__ADS_1


Beberapa Pendekar Pedang yang bertarung di dekatnya lansung hangus terbakar, membuat tetua pertama sedikit merinding dibuatnya.


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2