
Awan hitam yang berada di atas Xiuhuan lansung menyemburkan api, “Tujuh Api Pemurnian Dosa; Tingkat Pertama”—yang merupakan api merah seperti magma gunung berapi. Api itu meluncur seperti banjir bandang yang membuat tumbuh-tumbuhan di sekitar Xiuhuan layu dan terbakar.
“Jurus yang mengerikan,” gumam Xiuhuan lansung membuat perisai air, karena ia merasa tubuhnya seperti terbakar. Dia juga membuat perisai air berlapis-lapis.
Tanah pijakan Xiuhuan lansung bergetar hebat, lapis terluar perisai air lansung hancur oleh Api Pemurnian Dosa; Tingkat Pertama itu, membuat Xiuhuan panik dan mengeluarkan Trisula Mahadewa milik Wu He, yang merupakan murid Clan Wu—dibunuh Xiuhuan saat berada di Paviliun Makam, desa Changan.
Trisula Mahadewa memiliki kemiripan dengan Roh Pedang yang dapat memadatkan qi menjadi Siluet Siluman.
Xiuhuan menghentakkan Trisula Mahadewa ke tanah dan mengalirkan qi seluas laut Kunming, sehingga muncul Siluet Belut air raksasa dengan posisi melingkari Xiuhuan.
Awalnya bentuknya seukuran kepalan tangan, tetapi lama-kelamaan berubah semakin besar, membuat Segel Segitiga Neraka Rantai Diyu melonggar.
“Apa yang terjadi? Kenapa Segelnya melonggar?” Bos bandit gunung Lugu terkejut, apalagi Api Pemurnian Dosa Tingkat Pertama malah melebar keluar dari Segel Segitiga Neraka. “Mungkinkah ia sudah mengeluarkan kekuatan aslinya?”
Dia kemudian mengeluarkan Api Pemurnian Dosa Tingkat Kedua yang lebih menguras kekuatannya.
“Ini adalah pertaruhan terakhir, karena Aku baru bisa menguasai Segel Segitiga Neraka hingga ke tahap kedua saja,” gumam bos bandit gunung Lugu yang mulai panik, karena ia merasa terlalu lama dalam pertarungan ini—bala bantuan dari Clan Lou pasti akan segera datang. Kalau mereka datang, sudah dipastikan ia akan mati nantinya.
Awan hitam di atas Xiuhuan menghilang, digantikan oleh robekan dimensi dan bongkahan api seperti batu berjatuhan dengan kecepatan tinggi dari langit.
“Apa lagi ini, kenapa jurus-jurus milik Kultivator jahat terlihat keren-keren, ya!” gerutu Xiuhuan menoleh ke langit dan bulu kuduknya berdiri melihat bongkahan api seperti hujan meteor itu.
Boommmmm!
Booommmm!
Lima puluh lapis perisai air hancur dihantam oleh bongkahan-bongkahan Api Pemurnian Dosa Tingkat Kedua itu, tetapi pertahanan Xiuhuan masih terlalu kuat untuk ditembus.
Segel Segitiga Neraka mulai melonggar, karena tidak sanggup menahan Siluet Belut air raksasa yang makin membesar.
“Ini tidak baik, Aku harus kabur!” keluh bos bandit gunung Lugu merasa ia sudah kalah, karena ini adalah jurus terkuatnya. Dia langsung menarik Rantai Diyu, “Yeahahaha ... Kau memang hebat anak muda; kalau ada sumur di ladang, sampai jumpa!” Bos bandit gunung Lugu lansung mengeluarkan artefak Teleportasi dan menghilang entah ke mana.
__ADS_1
“Tak semudah itu Ferguso.” Xiuhuan menyeringai dan mengeluarkan artefak Teleportasi miliknya, ia sudah meninggalkan jejak sedikit qi pada Rantai Diyu, sehingga bisa merasakan di mana keberadaan Bos bandit gunung Lugu.
Xiuhuan muncul di dalam sebuah gua di kawasan gunung Lugu.
“Kau bagaimana bisa?” Bos bandit gunung Lugu yang baru juga mau duduk di singgasananya, tiba-tiba terkejut melihat kemunculan Xiuhuan.
“Hehehe ... mana mungkin aku membiarkan harta karunku kabur, setelah Aku menghabiskan tiga lautan qi untuk melawanmu. Butuh ribuan keping emas dan waktuku akan terbuang-buang untuk berkultivasi lagi,” keluh Xiuhuan.
Bos bandit gunung Lugu heran mendengarnya, karena sudah kewajiban murid Sekte atau Clan untuk berkultivasi, kecuali seperti dirinya yang tak memiliki ikatan apapun dengan kelompok besar.
“Bagaimana kalau kita berdamai saja tuan muda. Aku akan memberikan seluruh harta milikku dan ada puluhan wanita cantik lainnya juga,” rayu bos bandit gunung Lugu, demi bertahan hidup; mempermalukan harga dirinya dihadapan Immortal Awal ini tak masalah baginya. Toh, setelah kabur dari sini, ia bisa merampok lagi di tempat lain.
Xiuhuan menyeringai, “Atas dasar apa pihak yang lemah bisa membuat permintaan. Bukankah yang kuat memakan yang lemah; itulah insting predator yeahahaha ....”
“Sial! Jangan paksakan aku berbuat kejam anak muda,” ancam Bos bandit gunung Lugu mengeluarkan aura pembunuh.
“Hah! Kau kira aku tak tahu, kalau jurus yang keren tadi sudah menguras qi milikmu. Sekarang kau tak ubahnya macan ompong yang tak bisa menggigit ayam sekalipun yeahahaha ....”
Bos bandit gunung Lugu kesal sekali melihat wajah Xiuhuan yang meniru-niru gaya bicaranya. Ingin sekali ia mencabik-cabik wajahnya itu, walaupun akhirnya ia mati juga.
“Hei, iri bilang bos! Mentang-mentang aku tampan, seenaknya saja ingin menggores harta karun nasional ini,” keluh Xiuhuan lansung menangkis serangannya dengan Palu Godam Banteng Merah.
“Serangan balik, seruduk Banteng!” seru Xiuhuan menyebut nama jurus asal-asalan saja—agar terlihat keren di mata para tawanan wanita yang diculik oleh para bandit gunung itu.
Serangan balik Xiuhuan lansung mengenai kepalanya, sehingga kepala bos bandit gunung Lugu itu retak dan tumbang seketika. Untung saja Xiuhuan mengontrol kekuatannya, sehingga tak hancur berkeping-keping. Itu akan membuat para gadis-gadis yang ditawan oleh bandit gunung Lugu trauma melihat pembunuhan di depan mata mereka.
Suasana seketika menjadi hening, tak ada tanggapan dari gadis-gadis di sana. Mereka hanya menatap kosong pada Xiuhuan, sehingga ia merasa kasihan melihat mereka. Apalagi banyak diantara mereka yang tak mengenakan pakaian apapun dan hanya tergeletak di ranjang.
Xiuhuan mendekati mereka dan berdehem, “Aku tak pandai memberikan kata-kata motivasi, tetapi saudari-saudari semua, kalian telah bebas. Sebentar lagi bala bantuan akan datang untuk mengevaluasi kalian semua.
Mendengar ucapan Xiuhuan, mereka memberanikan diri berbicara.
__ADS_1
“A-apakah itu betul?”
“Tetapi jumlah mereka sangat banyak, kami yakin mereka akan menangkap kami lagi.”
“Aku sudah tak memiliki tempat kembali. Bolehkah aku bunuh diri saja. Lagi pula aku malu untuk kembali.”
“Betul, kami sudah dirusak oleh mereka. Masih ada banyak wanita seperti kami di lorong lain.”
Xiuhuan terkejut mendengarnya, tetapi itu wajar. Dari pada menanggung malu, memang lebih baik bunuh diri saja, karena akan banyak tanggapan negatif dari masyarakat dengan kondisi yang mereka alami.
Xiuhuan berpikir sejenak untuk mencari solusinya, belum lagi diantara mereka ada yang hamil juga, saking lamanya dijadikan budak melayani naf*Su bandit-bandit gunung itu.
“Bagaimana kalau aku berikan dua solusi. Kalian boleh pilih yang mana.”
Semua menatap Xiuhuan dan berharap mendengar solusi yang terbaik dari murid Clan Lou itu.
“Ehemm ... solusi pertama, Kalian bebas mau ke mana saja dan aku akan memberikan 100.000 keping emas sebagai bekal kalian,” kita Xiuhuan, tetapi ekspresi wajah mereka tetap sama seperti tadi. “Kedua ... mungkin pilihan ini bukan solusi terbaik. Namun, aku akan membawa kalian jauh dari Benua Kun Lun untuk bergabung dengan Sekte milik istri-istriku dan kalian boleh menjadi istriku juga; kalau mau. Kalau tidak, tak apa-apa. Kalian tetap diterima kok, hehehe ....”
Semuanya terkejut mendengarnya, mereka saling berpandangan dan bingung menentukan pilihan, hingga seorang gadis yang tengah hamil—dengan perut sudah besar memberanikan diri untuk berbicara.
“A-aku mau tuan, menjadi istrimu. Aku tak mau anak dalam kandunganku ini lahir tanpa memiliki ayah, walaupun bukan Anda ayah kandungnya,” kata wanita dengan wajah lusuh itu.
“Tentu saja aku bersedia menjadi ayah anak dalam kandunganmu itu. Sebelumnya aku juga sudah memiliki banyak anak tiri kok, dan ada juga istriku yang bernasib sama dengan kalian,” sahut Xiuhuan.
“Aku mau juga dengan pilihan kedua.”
“Aku juga.”
“Aku pilihan pertama, tetapi kalau keluargaku tidak menerimaku, bolehkah aku datang lagi menemuimu dan ikut bergabung dengan mereka,” kata wanita yang memilih pilihan pertama, karena ia masih merindukan keluarganya.
Xiuhuan tersenyum, “Kalian pikirkan saja dulu pilihan kalian dan aku akan membebaskan tawanan lain. Apapun pilihan kalian, dengan senang hati aku akan membantunya.”
__ADS_1
Xiuhuan lansung meninggalkan ruangan bos bandit gunung Lugu itu dan menelusuri lorong gua lainnya. Karena menurut informasi gadis-gadis tadi, masih banyak wanita lain yang dikurung di lorong berbeda.
...~Bersambung~...