
Duan Mu dan anggotanya bergerak cukup lambat sekarang, karena Zongxian harus dipapah oleh Qin Sin sepanjang perjalanan.
"Tan'er papah babang tampan dong, kakak ipar kayaknya sudah kelelahan!" goda Si Tameng Babi itu.
Qin Sin mendengar Zongxian menggoda saudari kembarnya lansung melempar Pendekar Pedang bertubuh gempal itu.
"Aaaaaa, sakit tahu!" Zongxian mengerang kesakitan.
"Hahahaha ... rasakan itu! Bagus kakak biarkan saja dia berjalan sendiri!" ejek Qin Tan yang juga kesal digoda terus oleh Zongxian.
"Ah, jangan dong! Kan, kita kelompok Judgment harus saling bahu membahu," sahut Zongxian takut ditinggal pergi.
"Makanya sadar diri, kalau wajahmu setengah dari Wakil Ketua saja, aku mau kok bercinta denganmu!" sela Mei Yin sambil merangkul tangan Duan Mu. Namun Pendekar Pedang yang bersikap dingin itu, melepaskan pegangan Mei Yin.
Mei Yin lansung cemberut dan teman-temannya menertawakan dirinya. Karena tak mendapat respon dari Duan Mu.
"Hahaha ... kan, Wakil Ketua itu bukanlah levelmu, levelmu itu ya, setampan aku inilah!" seru Zongxian yang kini dipapah oleh Wang Pan.
"Bisa diam tidak! Kalau tidak biar kukirim kau ke neraka!" Ancam Wang Pan sembari mengeluarkan Roh Pedang Naga Api.
"Woi, kau jangan main-mainlah!" seru Zongxian ketakutan, saat wajah Roh Pedang Naga Api itu mendekati mukanya.
__ADS_1
"Hahahaha!" Yang lainnya tertawa terkekeh-kekeh melihat ekspresi ketakutan dari Zongxian. Kini ia menjadi korban bullying dari rekan-rekannya.
"Hemm!" Duan Mu menoleh kebelakang. Sontak saja semua berhenti bercanda dan melanjutkan perjalanan ke kota Yangtze.
***
Di dalam kota Yangtze, para sesepuh dan ketua Clan sedang membicarakan tentang kedatangan Hakim Duan Cangtian yang seharusnya telah sampai beberapa saat yang lalu.
Para Pendekar Pedang utusan Paviliun Shadow juga menghadiri pertemuan itu. Mereka dipimpin oleh Bai Qiusheng, Pendekar Pedang tahap 90.
"Baiklah para sesepuh dan tuan dari Paviliun Shadow. Sudah kita ketahui, bahwa Hakim Duan Cangtian seharusnya sampai tengah hari tadi, namun kini sudah menjelang malam, beliau belum juga muncul. Saya khawatir telah terjadi sesuatu di jalan. Bagaimana menurut kalian?"
Lin Dong, ketua Clan Lin memulai acara pertemuan itu. Ia mengungkapkan rasa khawatirnya, takut ada pihak lain yang ikut bermain dalam kekacauan yang akan terjadi di kota Yangtze ini.
"Apaaaaaaaa! Jangan-jangan Sekte Gunung Pedang telah mengetahui rencana kita. Mereka kemudian meminta bantuan Pendekar Pedang kuat."
"Habislah Clan Lin kita ini!"
"Betul, sebenarnya dari awal saya menentang rencana ini!"
Para sesepuh saling berdebat, ada kekhawatiran dalam benak mereka. Karena kebanyakan Sesepuh itu awalnya menentang rencana ambisius Lin Dong. Namun, mereka tak bisa berbuat apa-apa. Karena ia adalah yang terkuat di Clan Lin.
__ADS_1
"Dasar sampah-sampah tak berguna!" Bai Qiusheng melabrak meja. Membuat suasana yang tadinya riuh, mendadak hening. "Apa kalian meragukan kekuatan Paviliun Shadow. Jika, kami mau ... kami bisa mengganti Raja saat ini, dengan boneka yang baru!" Gertaknya.
Bai Qiusheng menatap tajam satu persatu sesepuh Clan Lin itu. Namun, tak ada yang berani bersuara, semuanya menunduk ketakutan.
"A-apa tindakan kita selanjutnya senior!" tanya Lin Dong terbata-bata.
Bai Qiusheng diam sejenak, " Tang Xian! Kau bawa beberapa anggota Clan Lin bersamamu, periksa sejauh 10 mil dari sini. Jika kau tak menemukan keberadaan Hakim Duan Cangtian, segera beri laporan. Kita akan lakukan penyerangan segera ke Sekte Gunung Pedang. Kalau Assasin itu ada di sini, ia pasti akan muncul di sana. Kita akan habisi dia saat itu juga!" Perintah Bai Qiusheng sambil mengepal tangannya.
"Baik senior," jawab Tang Xian. "Siapakah yang ikut denganku?" Tang Xian menoleh ke arah Lin Dong.
"Saya yang akan ikut!"
Lin Yun, salah satu sesepuh Clan Lin angkat bicara. Ia tak ingin Clannya nanti menjadi bulan-bulanan Paviliun Shadow, karena kecewa setelah melihat loyalitas Clannya yang setengah hati mendukung mereka.
Lin Dong kaget, Sesepuh Lin Yun menjadi relawan ini, padahal sebelumnya ia yang paling keras menentang kerjasama dengan Paviliun Shadow dan juga menentang penyerangan terhadap Sekte Gunung Pedang.
"Baiklah, sesepuh Lin Yun akan pergi bersama senior Tang Xian beserta beberapa Pendekar Pedang lainnya."
"Nah, begitulah seharusnya anjing-anjing kami. Kalian harus menggonggong jika diminta dan mengejar mangsa tanpa disuruh." Bai Qiusheng tersenyum lebar, berbeda dengan sesepuh Clan Lin yang mengumpatinya dalam hati mereka. "Baiklah aku rasa pertemuan ini sudah selesai, tak perlu ada yang dibahas lagi. Karena tanganku sudah gatal untuk menebas kepala orang!" serunya lagi sembari meninggalkan ruang pertemuan itu.
Para sesepuh juga meninggalkan ruang itu dengan wajah cemas, mereka tak mengira Lin Dong membawa Clan Lin ke dalam mulut Harimau. Mau tak mau mereka harus menjadi anjing peliharaan Paviliun Shadow.
__ADS_1
Bersambung 🗡️🗡️🗡️