Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Informasi Lawan Terkuat


__ADS_3

Kastil Qingyun yang biasa sunyi, kini berubah menjadi ramai. Karena semua murid baik murid luar maupun murid dalam bebas memasuki kawasan murid langsung Sesepuh Aliran Putih itu.


Rumor tentang siapa yang terkuat di antara murid-murid Ranah Chaos Ancient God mulai merebak diantara para penonton.


Xiuhuan termasuk yang penasaran siapa saja murid langsung Sesepuh yang paling kuat, agar ia tidak kaget saat bertarung melawan mereka nantinya, terutama tentang elemen yang mereka miliki dan jurus apa saja yang mereka gunakan.


Xiuhuan mengerutkan keningnya saat melihat seorang Kultivator, mengenakan ikat kepala bertuliskan Lou Xue nomor satu.


“Hei, bro! Kenapa kamu mengenakan ikat kepala itu. Bukannya Lou Xue baru beberapa bulan menjadi murid Langsung Sesepuh Cao Yun, tak mungkin ia bisa menjadi nomor satu melawan murid-murid yang telah lama mencapai Ranah Chaos Ancient God?” tanya Xiuhuan.


Murid tersebut menatap Xiuhuan dengan tatapan sinis.


“Dewi Salju kami adalah jenius tak tertandingi. Dia bersama suaminya memasuki Dunia Bawah dan mendapatkan keberuntungan surga, sehingga mereka langsung naik tingkat Kultivasi. Bahkan Dewi Salju kami melompat dari Immortal Menengah menjadi Ranah Chaos Ancient God. Kami sebagai penggemar beratnya, yakin dia mampu mengalahkan semua jenius yang ada di sini!” seru murid itu sembari mengepal tangannya.


Xiuhuan tersenyum, ia tak menyangka Lou Xue ternyata begitu populer dan menjadi salah satu murid yang diperhitungkan menjadi kandidat juara Tujuh Superstar.


“Selain Lou Xue, siapakah lawan yang harus kita antisipasi atau dihindari. Aku tak ingin salah memilih lawan nanti, kalau bertemu lawan kuat mendingan langsung menyerah saja—yang penting sudah tampil di atas panggung.” Xiuhuan bertanya lagi.


Fans fanatik Lou Xue itu lagi-lagi mengerutkan keningnya menatap Xiuhuan.


“Kau benar-benar tidak tahu topik hangat yang sedang beredar akhir-akhir ini. Mungkinkah kau berada dalam gua terlalu lama,” ejeknya—sehingga Xiuhuan mengumpatnya dalam hati dan berjanji bila bertemu dengannya diatas panggung, maka ia akan menghajar murid ini hingga babak belur.


“Aku sibuk berkultivasi untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi ini, supaya tidak menjadi samsak tinju murid-murid terkuat.” Xiuhuan berkilah.


“Baiklah ... dengarkan baik-baik. Pertama adalah Wu Xiong dengan elemen Api dan Air. Kedua Wu Kongyan dengan elemen Cahaya, Air dan Angin. Ketiga Cao Chang‘e yang memiliki elemen Es, Angin dan Air.”


“Pasti dia cantik, karena namanya adalah Dewi Bulan,” sela Xiuhuan. Namun, ia lupa bahwa yang disebelahnya adalah penggemar berat Lou Xue, sehingga Xiuhuan merasakan aura aneh darinya. “Ah, siapa yang keempat senior?" Xiuhuan bertanya lagi untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


Murid tersebut menghela nafas panjang dan berkata, “Keempat adalah Wu Bei dengan elemen Kegelapan, Besi dan Tanah. Kelima adalah Cao Jin dengan elemen Kayu, Racun dan Api. Keenam adalah Wu Lin dengan elemen Petir dan Angin. Yang terakhir adalah Bidadari Salju dengan elemen—”


“Sudah-sudah! Kenapa Clan Wu sangat mendominasi, ya. Mereka sungguh hebat mendidik murid-muridnya,” sela Xiuhuan tidak tertarik mendengar elemen yang dimiliki oleh Lou Xue.


Fans Lou Xue itu sangat marah saat melihat Xiuhuan tidak tertarik dengan pembahasan mengenai Lou Xue, sehingga ia mendengus kesal meninggalkan Xiuhuan.


“Ya, dia marah!” gumam Xiuhuan tersenyum lebar.


Xiuhuan mengambil selebaran yang berisi informasi mengenai aturan pertandingan. Di mana babak penyisihan akan dibagi menjadi beberapa grup dan satu grup itu terdiri dari seratus murid—hanya satu peserta saja yang lolos ke babak berikutnya.


Ya, ini memang wajar, mengingat jumlah murid Ranah Chaos Ancient God mencapai puluhan ribu, kalau seleksinya satu-satu; mungkin tahun depan kompetisi ini tak akan selesai.


Tetua Wu Ming dari Pelataran dalam Sekte Qingyun tiba-tiba muncul dan melayang di udara. Dia kemudian meminta peserta yang memperebutkan gelar Naga Qingyun menuju Utara, sedang yang memperebutkan Tujuh Superstar menuju Selatan.


Hal itu dilakukan agar para peserta tidak berbaur dan tidak tahu kalau gilirannya nanti yang akan bertanding, sehingga jumlah murid Sekte Qingyun yang hampir mencapai satu juta itu.


Tetua Wu Ming tiba-tiba melempar hujan bola seukuran kelereng kearah seluruh peserta dan Xiuhuan menangkap satu bola dengan tulisan angka 10.987.


Xiuhuan menoleh ke arah sampingnya dan Fans fanatik istrinya ternyata memiliki nomor 10.986, sehingga seringai tipis tampak diwajah Xiuhuan.


“Hei, kau lagi. Jauh-jauh dariku bocah tampan. Kali Paman akan mematahkan kakimu saat dipanggung,” ancamnya—karena risih berada disebelah Xiuhuan.


“Oh, ya? Asal kau tahu, aku akan menempeleng kepala Wu Xiong dan mencium Cao Chang‘e hehehe ....” Xiuhuan berkata dengan sombong, tetapi seluruh mata menatap jijik padanya.


“Hei, Immortal Akhir! Kau sungguh sombong sekali, jangankan mengalahkan senior Wu Xiong, melawan kami saja kau akan menangis darah!” ancam murid yang berasal dari Clan Wu tak terima dengan ucapan Xiuhuan itu.


“Kalian terlalu sombong!” sahut Xiuhuan, sehingga mereka langsung mengutuknya karena dialah yang sombong itu. “Asal kalian tahu, benda apakah ini?” Xiuhuan memamerkan Pedang Penghancur Semesta, yang telah direstui oleh Clan Lou untuk ditunjukkan dimuka umum.

__ADS_1


“Pedang Pusaka tingkat tinggi?”


“Apakah dia anak Ketua Clan?”


“Sungguh beruntung sekali dia!”


Para peserta menatap Xiuhuan dengan rasa cemburu dan tetua Wu Ming mengerutkan keningnya saat menyadari Pedang yang dipamerkan oleh Xiuhuan itu adalah Senjata Pusaka terkuat.


Sesepuh yang berada di Kastil Qingyun juga menyadari kemunculan senjata pusaka yang telah hilang seratus ribu tahun yang lalu itu. Namun, mereka sangat menyayangkan, yang terpilih memakai Pedang itu justru murid nakal seperti Xiuhuan.


Seandainya Pedang itu memilih Wu Xiong atau Lou Xue yang berasal dari Clan pemilik Pedang Penghancur Semesta sebelumnya. Maka, potensi kekuatan senjata pusaka terkuat itu akan maksimal. Sedangkan ditangan Xiuhuan, mereka yakin cuma dijadikan sebagai bahan pamer saja.


Lou Xue menaiki panggung dengan memakai Hanfu putih longgar, sehingga ia tampak seperti Dewi saja. Para Fans fanatiknya langsung bergemuruh dan bersorak-sorai menyemangatinya.


Ketika Diaken yang menjadi wasit pertandingan di panggungnya mengatakan pertandingan dimulai. Lou Xue langsung melakukan serangan cepat, sehingga hanya dalam beberapa tarikan nafas saja—seluruh peserta sudah tumbang.


Tepuk tangan meriah pun datang dari fans fanatiknya.


“Hidup Lou Xue!”


“Lou Xue yang terkuat!”


“Aku padamu Lou Xue!”


“Menikahlah denganku!” teriak Fans fanatik yang berada di dekat Xiuhuan, sehingga ia kesal sekali mendengarnya. Dan langsung menandai murid itu dalam daftar peserta yang harus dihajar habis-habisan.


Di utara Kastil Qingyun, Lou Yi, Lou Lang dan Wu Qinghou berhasil lolos ke babak berikutnya. Dalam panggung mereka, kebanyakan diisi oleh murid luar, sehingga kelihatan seperti disengaja; murid-murid peringkat atas kompetisi Naga Qingyun tahun terakhir tidak bertemu diawal.

__ADS_1


__ADS_2