Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Serbuan Monters Babi


__ADS_3

Badai monster baru akan terjadi tengah malam nanti. Xiuhuan mulai merasa bosan berdiri di atas tembok yang membelah Benua Kun Lun dengan kawasan gunung Lou Feng. Dia kemudian memutuskan untuk berlatih cara mengalirkan qi pada senjata yang dibelinya kemarin.


Pertama Xiuhuan mengeluarkan tongkat bambu berusia satu juta tahun. Dia mengingat petunjuk dalam kitab dasar yang diberikan oleh Lou Yi. Kitab itu sebenarnya digunakan para Kultivator pemula di Sekte Bei Guan.


“Bayangkan qi mengalir pada tongkat ini.” Xiuhuan memejamkan matanya. “Sungguh hebat!” Dia takjub melihat tongkat bambu mengeluarkan cahaya putih.


Xiuhuan mengayunkan tongkat kayu itu dan memukul sebongkah batu di depannya.


Boommmmm!


Batu itu hancur berkeping-keping, sedangkan tongkat bambu itu masih utuh.


Xiuhuan tersenyum lebar, ia tak menyangka; ternyata senjata itu mampu mengubah sedikit qi yang dialirkan Xiuhuan menjadi energi yang sangat besar.


Bayangkan saja, ini baru senjata biasa. Bagaimana kalau senjata pusaka tingkat tinggi seperti Pedang penghancur semesta?—itu pasti mengerikan.


Lou Mei yang tidur siang terbangun. Dia sangat jengkel dengan kelakuan Xiuhuan, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Xiuhuan tak akan mempan, bila dimarahi.


Lou Mei mengeluarkan sebuah artefak tingkat rendah dan membuat perisai mengelilingi kemahnya.


Xiuhuan yang melihat cahaya merah menutupi kemah Lou Mei, geleng-geleng kepala. Karena akan sulit nanti membangunkannya; saat badai monster telah dimulai.


Selanjutnya Xiuhuan kembali melompat ke atas tembok dan mengeluarkan busur panah. Dia mengalirkan sedikit qi pada anak panah dan membidik pohon besar di depan tembok.


Anak panah melesat dengan cepat dan tampak samar-samar mengeluarkan siluet bangau putih yang menukik tajam ke arah pohon yang ditargetkan Xiuhuan.


Booommmmm!


“Wau! Luar biasa!” gumam Xiuhuan senang.


“Hei, kau tak bisa diamkah?” Lou Nian mencibir Xiuhuan. Mereka tak bisa istrihat, karena kebisingan yang dibuatnya. “Padahal nanti malam, kau bisa sesuka hati menggunakan kekuatanmu.” Lou Nian mengeluh lagi.


Xiuhuan akhirnya berhenti membuat kebisingan dan terkejut melihat Kapal terbang melintasi tembok memasuki kawasan gunung Lou Feng.

__ADS_1


“Ke mana mereka?” Xiuhuan bertanya lagi pada Lou Nian. Dia penasaran tujuan Kapal terbang itu.


Lou Nian menggerutu, baru juga ia memejamkan mata. Xiuhuan malah berulah lagi.


“Mereka murid-murid Sekte Qianyun yang melakukan misi perburuan monster Level tinggi, kalau beruntung mereka juga bisa mendapatkan monster Level Huang; kalau diatasnya, lebih baik menghindar saja. Karena itu sudah setara Ranah Chaos Ancient God dan Ranah Absolute God,” sahut Lou Nian sinis.


Xiuhuan mengangguk, ia jadi ingin juga masuk ke bagian dalam Gunung Lou Feng. Namun, ia melihat dulu, apakah badai monster sesuai dengan ucapan Tang San atau tidak, barulah mengambil keputusan nanti.


Xiuhuan tidak tidur, ia hanya memandangi kawasan gunung Lou Feng sambil mengunyah sumberdaya untuk mengisi Rongqinya yang kosong.


***


Saat tengah malam, Xiuhuan melihat pepohonan di hadapannya mulai goyang dan terdengar suara gemuruh.


“Badai monters telah datang!” Xiuhuan membangunkan teman satu timnya.


Lou Nian dan dua murid lainnya segera bangkit, tetapi Lou Mei tidak bisa dibangunkan, karena dia membuat perisai di kemahnya.


“Datanglah monster imut!—Babang tampan akan memberikan pukulan manja.” Xiuhuan bergurau, sedangkan tongkat bambu telah mengeluarkan sinar putih.


“Dia kira ini latihan,” sahut Lou Nian yang berjarak dua puluh tombak dari Xiuhuan.


“Wajarlah ... dia itu kan, murid baru; ini pertama kali untuknya ikut dalam perburuan ini,” sahut Lou Kong yang berjarak dua puluh tombak dengan Lou Nian. Dia lebih dekat ke pos jaga murid Clan Tang.


Xiuhuan sendiri menjaga wilayah empat puluh tombak. Karena bagian jaga Lou Mei, dia yang mengisi kekosongannya.


Xiuhuan mengekerutkan keningnya saat melihat kumpulan monster babi di barisan depan. Monster babi itu hanya Level rendah, tetapi jumlah mereka yang membuat Xiuhuan tercengang.


“Hei bro, apakah sebanyak ini biasanya?” Xiuhuan bertanya pada Lou Nian yang tampak pucat melihat gerombolan monster babi itu.


“Aku sepuluh kali ikut dalam perburuan badai monster; baru kali ini aku melihat gerombolan monster sebanyak ini,” sahut Lou Nian. “Cih, senior Mei juga masih tidur lagi. Kita pasti kesulitan membendung mereka.” Lou Nian berkata dengan serius.


Xiuhuan berpikir, ternyata ramalan guru Tang San benar-benar terjadi; berarti ia harus menghadapi badai monster ini dengan mengerahkan kemampuan terbaiknya, agar mereka tidak menghancurkan tembok.

__ADS_1


“Pukulan bisbol!” seru Xiuhuan asal-asalan mengucapkan nama jurus yang tidak ada sebenarnya. Dia mengatakan itu, agar terlihat keren saja.


Tongkat itu memanjang seperti seperti tongkat sakti ‘Ruyi Jingu Bang’ milik Sun Go Kong. Namun, bedanya tongkat bambu mengeluarkan cahaya putih dengan rembesan air, sedangkan Ruyi Jingu Bang berwarna emas.


Ratusan monters babi hancur berkeping-keping dan potongan daging monster babi mengenai rekan-rekan Xiuhuan.


“Woi, bro! Lihat-lihat dulu kalau memukul monster itu. Kamu malah mengganggu pergerakan kami,” celoteh Lou Kong yang tertimpa potongan daging monster babi, sehingga puluhan monster babi melewatinya dan menyeruduk tembok hingga bergetar hebat. Namun, belum cukup merobohkannya.


Lou Mei terkejut, ia mengira terjadi gempa bumi dan melihat sekelilingnya dan tak melihat budak-budaknya serta Xiuhuan juga.


Lou Mei berpikir mereka mungkin sudah berhadapan dengan gerombolan monster. Namun, ia kesal sekali, karena tidak dibangunkan. Padahal tangannya sudah gatal dan tak sabar melampiaskan kekesalannya pada para monster itu.


Hari ini benar-benar hari tersial dalam hidupnya, karena bertemu dengan Tang San dan mengingatkannya kembali dengan masa lalu kelamnya; di mana ia dijual oleh ayahnya untuk membayar hutang-hutang, akibat kalah berjudi. Untung saja tetua Lou Zui menebusnya di detik-detik terakhir; padahal ia sudah tak mengenakan busana apapun dan Tang San hampir menerkamnya di malam kelam itu.


Lou Mei memperhatikan Xiuhuan dan murid lainnya. Dia berkacak pinggang dan ingin mengumpati mereka. Namun, matanya terbelalak menyaksikan pepohonan di hadapannya telah bertumbangan oleh gerombolan monster yang jauh lebih banyak dari biasanya.


Dia langsung buru-buru melompat ke bawah, membantu Lou Kong yang kesulitan menghadapi gerombolan monster babi.


“Kenapa kau main-main Kong!—Apa Kau ingin merubuhkan tembok dan membiarkan para monster ini memasuki Benua Kun Lun!”


Lou Kong mendapat kata-kata mutiara dari Lou Mei yang lansung menggunakan tinju Simpanse; menghancurkan monters babi yang menyeruduk tembok.


“Maaf senior Mei, ini gara-gara Xiuhuan yang memukul secara membabi buta, sehingga potongan daging monters itu menghalangi gerakanku.” Lou Kong berkilah dengan menyalahkan Xiuhuan.


Lou Mei geleng-geleng kepala dan menoleh ke arah Xiuhuan yang dengan senyum lebar memukul para monster dengan tongkat yang dapat memanjang dan memendek.


“Senjata yang unik. Namun, ia terlalu membabi-buta ... bisa-bisa senjata level biasa itu rusak. Bahkan tanah pun dipukulnya juga; pergerakannya buruk sekali. Apa dia tidak diajarkan jurus penggunaan tongkat di Sektenya dulu?”


Lou Mei tidak mengisi posisinya, ia membiarkan Xiuhuan di sana dan melihat sejauh mana Xiuhuan sanggup mengatasi gerombolan para monster.


Lou Kong bernafas lega, ia sudah bisa mengatasi gerombolan monster berkat bantuan Lou Mei.


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2