Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Huo Meigui Melahirkan


__ADS_3

Ling Wentian mencoba menghubungi Ling Yue dengan Artefak Bip-bip, tetapi tak ada jawaban, sehingga membuat Ling Wentian panik.


“Ayolah Yue‘r kamu di mana?” Wajah Ling Wentian tampak gelisah.


“Tuan muda, kita harus meninggalkan tempat ini menuju Lembah Padang Hijau, karena semburan api nafas Phoenix Nirwana itu juga mengarah pada kita,” sela Ling Hong membujuk Ling Wentian walaupun ia sebenarnya mengkhawatirkan keselamatan Ling Yue juga. Namun, sebagai tangan kanan Ling Wentian, ia harus memastikan keselamatan tuan mudanya itu.


“Benar tuan muda. Aku telah menghubungi tetua lain, ternyata mereka berburu di kawasan Lembah Padang Hijau begitu juga dengan Diaken yang membawa sisa murid-muridku itu,” kata tetua pertama, lega mereka masih selamat dan terhindar dari amukan Phoenix Nirwana.


Ling Wentian menyeka air matanya yang tak sengaja menetes sendiri. Karena telah membiarkan adik yang selalu ia manjakan itu kabur sendiri. Ling Wentian tak menyangka akan berakhir begini dan entah bagaimana caranya menceritakan kejadian ini pada ayahnya serta ibu ketiga, ibu tirinya.


Mereka pun melesat dengan kecepatan tinggi menuju Lembah Padang Hijau dan menunggu sisa waktu di Dimensi Heidong berakhir dari sana.


***


Xiuhuan merasa tsunami api itu bukanlah api biasa, bagaimana bisa api dapat melenyapkan gunung begitu mudahnya; seperti melelehkan benda yang terbuat dari plastik saja.


“Aku akan menggunakan Jurus Kubah Tsunami,” gumam Xiuhuan—jurus ini pernah ia gunakan saat melawan tetua Xiao Yan dari Sekte Pedang Taiyang dulu, untuk melindungi kota Guangxi.


Kubah setengah lingkaran dari air yang dipadatkan mulai mengelilingi mereka. Apapun sumber air yang ada disekitar mereka terserap oleh Kubah Tsunami, tak tanggung-tanggung; demi melindungi Huo Meigui dan si buah hati. Xiuhuan kembali mengalirkan qi seluas Samudera besar, untung saja luas Rongqinya kini seluas bumi—jadi ia tak perlu khawatir kehabisan qi walaupun telah dua kali menggunakan kekuatan besar hari ini.


“Gege!” gumam Huo Meigui tak menyangka masih ada jurus hebat yang dimiliki Xiuhuan. “Hmm, aku tak perlu tercengang, dia memang manusia setengah dewa.” Huo Meigui menatap wajah Ling Yue dengan sedih. Dia tak menyangka gadis cantik dan manja itu akan bernasib naas begini. Dalam hati ia bertanya-tanya, kemanakah Ling Wentian? sehingga adiknya dibiarkan menderita.


***


“Kekuatan misterius itu muncul lagi. Namun, kali ini muncul di dekat Lembah Kematian, apakah ia monster kuno juga?” Tetua pertama merasakan energi spiritual dari jurus yang digunakan oleh Xiuhuan yang mengandung unsur Roh Pedang Sidat Listrik itu.

__ADS_1


“Benar, kekuatan ini seperti kekuatan yang melenyapkan anggota Clan Nie,” sahut Ling Hong, sedangkan Ling Wentian tak peduli dengan pembicaraan mereka. Dia masih menyesalkan keputusannya yang mengusir Ling Yue, sehingga adiknya itu menghilang tak tahu di mana rimbanya.


“Menarik, sepertinya akan ada pertarungan antar monster kuno. Kalau itu terjadi, kita pun bisa menjadi sasaran empuk dari efek pertarungan mereka,” kata tetua ketiga datang bergabung dengan mereka. Dia sudah puas berburu selama sebelas bulan di Dimensi Heidong ini dan merasa sudah mengumpulkan ribuan monster berbagai tingkatan di cincin dimensi miliknya.


Tetua pertama hanya mengangguk dan mengelus-elus jenggot putihnya. Dia tak bisa berkomentar banyak, karena ia adalah salah satu dalang yang mengusik monster Phoenix Nirwana sehingga mengamuk begitu.


“Apa yang harus kita lakukan, Tetua?” Ling Hong bertanya pada kedua Tetua itu, karena mereka harus mengantisipasi kemungkinan terburuk bila terjadi pertarungan antar monster kuno yang dapat mengguncang Dimensi Heidong.


“Aku sudah meminta tetua lain untuk bergabung dengan kita,” sahut Tetua pertama. “Langkah antisipasi pertama kita adalah menyatukan kekuatan untuk membuat pertahanan bersama; dengan mengalirkan qi masing-masing pada Artefak Perisai Kirin yang dipegang tuan muda—cuma itulah satu-satunya cara menyelamatkan kita. Apabila artefak itu tak dapat menahan kekuatan monster kuno ....” Tetua pertama menarik nafas dalam-dalam dan menatap langit dengan empat matahari itu, kemudian berkata, “Kita akan berakhir!”


Ling Hong mengepal tinjunya dan darahnya mendidih, ternyata harapan hidup mereka sangat kecil. Satu-satunya cara adalah artefak Perisai Kirin, tetapi ia masih meragukan artefak itu mampu menahan semburan api nafas Phoenix Nirwana. Karena gunung berbatu saja hangus seketika dibuat hembusan api nafas Phoenix Nirwana itu.


***


“Kenapa bisa begini? Padahal aku sudah menggunakan tehnik penyegelan agar waktu melahirkanku tertunda beberapa bulan,” gerutu Huo Meigui langsung menjambak rambut Xiuhuan.


“Apa yang kau lakukan sayang? Aku harus berkonsentrasi menggunakan jurus Kubah Tsunami agar tak pecah oleh api sialan ini.” Xiuhuan kaget dengan tindakan Huo Meigui dan mengira ia sedang mengidam hal aneh.


Dengan nafas tersengal-sengal, ia berkata, “Gege aku akan melahirkan.” Kemudian Huo Meigui menggigit leher Xiuhuan hingga berdarah.


“Aaaaaaaa!” Xiuhuan berteriak kesakitan, sudahlah rambut di jambak, kini ia malah seperti Vampire saja. “Tarik nafas dalam-dalam sayang dan keluarkan pelan-pelan.” Xiuhuan menjadi dukun beranak dadakan.


Huo Meigui mengikuti instruksi dari gege tampannya. Namun, kemudian ia menjerit keras saat merasakan sesuatu akan keluar dari bawahnya.


Xiuhuan juga ikutan menjerit keras, karena lehernya digigit dengan sekuat-kuatnya oleh Huo Meigui.

__ADS_1


“La-lakukan lagi sayang. Ayo, kamu pasti bisa!” Xiuhuan memberikan kata-kata penyemangat.


Huo Meigui menarik nafas dalam-dalam dan mendorong dengan keras, sehingga ia merasakan sesuatu meluncur keluar.


Xiuhuan tertawa terbahak-bahak saat melihat tuyul mungil laki-laki menangis kencang saat melihat dunia barunya. Xiuhuan ingin menggendongnya, tetapi ia tak bisa bergerak. Karena harus mempertahankan jurus Kubah Tsunami karena api dari Phoenix Nirwana makin kuat saja, membuat suara gaduh pada Kubah Tsunami, karena lapisan luarnya telah hancur—menghilang ditelan Api.


Huo Meigui menarik nafas dalam-dalam lagi, sehingga Xiuhuan heran.


“Apakah ada tuyul lainnya?” tanya Xiuhuan mengeluarkan Pill penyembuhan, berjaga-jaga kondisi Huo Meigui tiba-tiba menurun nantinya.


Huo Meigui melepas cengkraman tangannya dari rambut Xiuhuan dan meraih Pill penyembuhan yang dipegangnya. Huo Meigui menelan Pill itu dan berusaha mengeluarkan satu tuyul lagi dari dalam rah1mnya.


Xiuhuan membelalakkan mata, karena si belut kecil miliknya malah dicengkeram dengan kuat oleh Huo Meigui.


“Sayang! Apakah kau ingin membuatku menjadi Kasim,” keluh Xiuhuan dengan berurai air mata, menahan ngilu yang sangat tak terbayangkan oleh siapapun.


Suara tangisan kembali terdengar dan kedua anaknya keluar dengan selamat. Namun, Huo Meigui malah jatuh pingsan, membuat Xiuhuan panik dan menempelkan tangan kirinya untuk mentransfer energi spiritual padanya.


“Sayang!” teriak Xiuhuan. “Jangan pingsan, tuyul kita menangis terus, nih. Aku bingung mau ngapain,” bisiknya lagi sembari memperhatikan kedua anaknya yang ternyata berjenis kelamin laki-laki dan wanita. “Eh, ada simbol Petir di kening si tampan generasi kedua dan simbol Phoenix ....” Xiuhuan bingung, kenapa bisa simbol itu muncul di kening anak perempuannya. Karena ia tak memiliki unsur api, begitu juga dengan Huo Meigui yang malah berelemen Es.


Xiuhuan menempelkan jarinya pada kening anak perempuannya dan memasuki kesadarannya, Xiuhuan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.


“Ini?” Xiuhuan terkejut—wajahnya pucat. “Apa yang sedang dipikirkannya?” Xiuhuan mendongak ke langit dan menghela nafas dalam-dalam.


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...

__ADS_1


__ADS_2