
“Tetua Qian! Apakah kau mengenali Pendekar Pedang itu?” tanya Gu Yao yang tertarik mengetahui informasi mengenai Xiuhuan.
“Aku tidak tahu, namun dari ucapan Ketua Sekte Pedang Lembah Neraka itu, sepertinya dia adalah Pendekar Pedang yang hebat tuan muda Yao,” sahut Gu Qian yang juga takjub dengan sikap yang ditunjukkan oleh Xiuhuan itu.
“Bagaimana kalau kita rekrut dia ke pihak kita tuan muda Yao, itu akan membawa dampak signifikan terhadap kekuatan kita nantinya.”
Gu He, sahabat yang juga pendukung setia Gu Yao itu memberikan masukan. Dia juga menyukai Gu Ruyan secara diam-diam. Namun, dia tak berani mengungkapkan perasaannya, karena Gu Ruyan secara terang-terangan menyatakan mencintai Gu Yao, walaupun cintanya itu tak ditanggapi serius oleh tuan muda Clan Gu itu.
“Ide yang bagus, tapi bagaimana cara mengeluarkannya dari penjara. Sementara ia akan bebas saat di kompetisi antar Sekte nanti. Itupun yang membawanya adalah ketua Sekte Pedang Lembah Neraka sendiri,” sela Gu Xu.
Ia adalah putra tertua tetua Gu Qian, ia juga sebenarnya menyukai Gu Ruyan yang memiliki paras wajah yang cantik. Namun Pendekar Pedang yang lebih muda lima tahun dari mereka itu lebih sadar diri, tak seperti Gu He, yang masih berharap mendapatkan cinta Gu Ruyan.
Gu He sering curhat padanya, Gu He selalu mendoakan agar Gu Yao menikahi atau dijodohkan dengan Chen Liu, putri dari walikota Kunming yang merupakan Paman dari Gu Yao sendiri.
Gu Xu selalu senyum-senyum sendiri, jika mendengar itu. Bukannya senang wanita yang dicintainya bahagia dengan pilihannya. Eh, Gu He malah mendoakan agar mereka tak menyatu selamanya.
***
Gu Yao tersenyum tipis, sesuatu yang membuat mereka terkejut. Sudah sepuluh tahun lamanya, senyum itu tak terpancar dari wajahnya.
“Kalian tak tahu, kalau aku adalah Keponakan walikota Kunming. Dia pasti mau membantu kita, ibuku adalah adiknya. Tak mungkin ia membiarkannya adiknya menderita di Yannan. Aku akan berbicara dengan Xiuhuan di dalam penjara nanti,” sahut Gu Yao.
“Akankah kau berpaling pada Pendekar Pedang tampan itu Yan‘er?” Gu Xu bercanda, karena ia melihat Gu Ruyan sekilas menatap Xiuhuan juga. Padahal ia jarang melepaskan pandangannya pada Gu Yao selama ini.
“Pria tampan banyak diluar sana, seperti kalian contohkan. Namun, pria seperti tuan Muda Yao cuma dia seorang. Jadi, tak perlu kalian ragukan rasa cintaku ini.”
__ADS_1
Gu Ruyan menanggapi sinis perkataan Gu Xu, membuat rekan duet Gu He dalam melakukan pembunuhan pada Pendekar Pedang pendukung Gu Lin itu tersenyum masam.
“Sudah, jangan bahas sesuatu yang diluar tujuan kita.” Gu Qian melerai keributan kecil mereka. “Bagaimana kalau kita mencari informasi mengenai Pendekar Pedang bernama Xiuhuan itu ke Paviliun Shilin terlebih dulu!” seru Gu Qian.
“Aku setuju, kita tunda dulu perjalanan ke kota Guangxi,” sahut Gu Yao langsung berjalan ke arah Paviliun Shilin.
Gu Ruyan hanya cemberut, karena tak jadi meninggalkan kota ini. Padahal ia tak ingin berlama-lama berada di sini, karena ia takut nanti Gu Yao dinikahkan dengan Chen Liu.
Apalagi wanita itu juga sangat cantik. Walaupun ia masih jauh lebih cantik, bahkan Pangeran Kerajaan Yuan pernah melamarnya, namun ditolak saat itu juga oleh Gu Ruyan.
“Ibu bersabarlah, tak lama lagi aku akan datang menyelamatkanmu,” gumam Gu Yao mempercepat langkahnya menuju Paviliun Shilin.
***
SPG cantik Paviliun Shilin langsung menyambut kedatangan mereka dan bertanya apa yang dibutuhkan oleh mereka.
“Informasi mengenai kuda hitam itu sangat mahal. Apakah tuan muda tetap ingin membelinya?” kata Kepala Cabang Paviliun Shilin kota Kunming.
“Ceritakan semua yang kalian tahu. Berapapun biayanya akan aku bayar!” sahut Gu Yao yang sudah tak sabar itu.
Kepala Cabang Paviliun Shilin itu tersenyum, ia kemudian mulai menceritakan semua informasi mengenai Xiuhuan. Seperti saat ia mengalahkan tetua pertama dari Sekte Pedang Taiyang dan juga kebiasaan mesumnya.
“Sungguh Pendekar Pedang yang kuat, dia bahkan berhasil melindungi kota Guangxi dari amukan tetua pertama Sekte Pedang Taiyang itu. Namun dibalik itu, dia cukup mesum juga. Bahkan tak malu mengenakan jubah Sekte ke rumah bordil. Moral yang sangat jelek,” ucap Gu Qian.
“Cih, tampang doang yang ganteng, tapi sifatnya terbalik,” cibir Gu Ruyan.
__ADS_1
“Kalau sudah begini, bagaimana cara kita membujuknya untuk masuk ke pihak kita?” tanya Gu Xu, yang membuat mereka kesulitan menemukan caranya itu. Apalagi sifat Xiuhuan, yang menurut Paviliun Shilin suka berubah-ubah.
“Sebagai bonus telah membeli informasi mengenai dirinya. Aku akan memberikan kalian masukan. Mau kalian terima atau tidak, itu terserah kalian,” kata Kepala Cabang Paviliun Shilin.
“Apa itu?” tanya Gu Yao antusias.
“Mudah saja, kalian pikat dia dengan seorang wanita,” katanya dengan senyum tipis sembari melirik Gu Ruyan yang terkejut mendengarnya. “Kalian harus mencari wanita yang mau disentuh oleh Xiuhuan. Kalau sudah dinikmatinya, tinggal ceritakan saja masalah kalian padanya. Kalau bisa wanita itu juga harus menceritakan sesuatu yang membuat hatinya tergerak. Bukankah tadi sudah kukatakan, penyebab Xiuhuan bertarung dengan tetua pertama Sekte Pedang Taiyang adalah karena ia membela seorang wanita penghibur,” katanya lagi.
Gu Yao langsung setuju dengan usulannya itu. Namun ia kesulitan mencari wanita yang mau diajak kerjasama. Apalagi harus berusaha membujuk Xiuhuan juga membantu perjuangan mereka.
“Bagaimana ini tuan muda. Aku rasa usulan dari Paviliun Shilin itu masuk akal juga. Bagaimana kalau Yan‘er saja yang melakukannya?” Gu Xu memberikan masukan.
“Apa maksudmu Gu Xu! Kau ingin mencelakai Yan‘er!”
Gu He melayangkan sebuah pukulan ke wajah Gu Xu. Ia tak terima mendengar usulannya itu, ia takut Gu Yao yang tak diketahui isi hatinya itu malah setuju dengan usulan Gu Xu.
“Ini demi perjuangan kita juga. Apa kalian tak dengar, kalau Xiuhuan itu kemungkinan adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Cuma dialah satu-satunya yang bisa melawan tetua dari Sekte Bambu Kuning itu,” sahut Gu Xu sembari menyeka darah di bibirnya.
“Gu Xu! Tutup mulutmu!” teriak Gu Qian. “Jangan buat permasalahan tambah runyam Nak,” katanya lagi.
“Baiklah, aku diam saja. Apa ayah tak lelah dengan semua ini. Kita mencari dukungan kesana-kemari, namun tak ada yang mau membantu kita. Giliran ada peluang di depan mata. Kita membuang-buangnya—”
“Tutup mulutmu Gu Xu! Apakah kamu tak kasihan pada Yan‘er. Kamu telah menyakiti perasaannya,” sela Gu Qian memarahi anaknya itu.
“Sudah, tak usah dibahas lagi. Yang dikatakan oleh Gu Xu itu ada benarnya. Namun, aku tak akan melakukan itu,” sela Gu Yao menenangkan situasi. “Sekarang kita istirahat dulu ke penginapan. Aku akan mencari cara untuk mendapatkan dukungannya,” kata Gu Yao lagi.
__ADS_1
Gu Ruyan tak bersuara sejak Gu Xu mengusulkan dirinya yang akan menggoda Xiuhuan. Melihat sikapnya itu, membuat yang lainnya juga diam saja sejak tadi. Terutama Gu Xu, ia malu menatap mata Gu Ruyan sekarang. Karena ada rasa bersalah juga atas tindakannya tadi.
...⚔️Bersambung⚔️...