Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kekacauan di Dalam Bar Milik Chu Mogui


__ADS_3

Dengan langkah tergesa-gesa, Chu Mogui berjalan turun ke lantai bawah menghampiri Fan Wunchen, bos Kelompok Kelelawar yang telah membuat janji padanya, agar malam ini Zhang Xue melayani mereka.


“Tu-tuan Wunchen! Maaf Aku tidak menyambut kedatangan Kelompok Kelelawar. Kami sedang kedatangan tamu tak diundang,” katanya dengan gugup.


Fan Wunchen mendengus kesal. “Siapa tamu yang membuatmu tak berdaya itu? Sehingga kau biarkan Zhang Xue melayaninya.” Fan Wunchen mengeluarkan aura pembunuh yang pekat, membuat Chu Mogui dan anak buahnya kesulitan bernafas.


“Hebat-hebat ....” Xiuhuan bertepuk tangan. Ia turun dari lantai dua. “Aku sampai lupa, jika Aku dulu sering menggunakan aura ini. Sudah berapa banyak manusia yang telah kau bunuh. Aura ini cukup pekat,” kata Xiuhuan dengan santai berjalan menghampiri Fan Wunchen.


Semua yang ada di bar milik Chu Mogui itu terkejut dengan tindakan Xiuhuan. Karena ia tak terdampak sama sekali, padahal seluruh Pendekar Pedang yang ada di ruangan itu telah merasakan sesak, tak terkecuali anak buah Fan Wunchen sendiri.


“Kenapa kau menatapku begitu? Apa aku terlihat seperti Ariel Peterpan? Atau Kakek Sugiono?” Xiuhuan kemudian tertawa kecil. “Jangan salah! Aku jauh lebih tampan dari mereka, apalagi cuma kalian,” ejek Xiuhuan dengan mengangkat tubuh anak buah Fan Wunchen yang bertubuh besar.


Pendekar Pedang itu yang tadi menendang Yun Chi hingga terjungkal. Namun, sekarang ia ikut terdampak aura pembunuh yang dikeluarkan oleh Fan Wunchen.


Xiuhuan menekan lehernya, hingga darah segar memuncrat deras dari sana.


“Kau ingin hidup?” tanya Xiuhuan dengan senyum menyeringai yang membuatnya ketakutan. Ia kini meringis kesakitan, mau bergerak saja sangat susah, karena aura pembunuh dari Fan Wunchen.


Fan Wunchen lansung menghilangkan aura miliknya. Ia segera melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedangnya.


Tiba-tiba ruangan lantai satu, bar milik Chu Mogui itu menjadi gelap.


“Oo, pantaslah bandit-bandit ini menamai kelompok mereka dengan kelompok Kelelawar. Itu karena bos kalian memiliki Roh Pedang kelelawar, ya.” Xiuhuan tetap tenang tanpa melepas Pendekar Pedang bertubuh besar yang ia cekik.


Chu Mogui merasa akan terjadi pertumpahan darah dalam bar miliknya. Segera berlari ke arah luar. Ia ingin kabur dari bar ini, karena ia merasa tempat ini sudah tak aman lagi untuk ia tinggali.


Siapapun pemenangnya, dia tetap dalam masalah besar. Apalagi kalau Xiuhuan mati, ia berpikir Sekte Pedang Taiyang pasti akan mengejarnya untuk dimintai pertanggungjawaban.


Chu Mogui memanfaatkan momentum ini, karena ruangan lantai satu itu menjadi gelap oleh jurus yang digunakan Fan Wunchen.


Dengan langkah perlahan-lahan ia menuju pintu keluar, namun tiba-tiba Xiuhuan mencengkeram lehernya.

__ADS_1


“Mau kemana kau kisanak?” Xiuhuan tersenyum menyeringai menatapnya.


“Ampun tuan, kami tak terlibat dengan kelompok Kelelawar ini. Kami hanya menyediakan arak saja di sini.” Chu Mogui berkilah. Ia mengira Xiuhuan mengincar Kelompok Kelelawar saja dan tak mengetahui perbuatannya yang memperbudak Zhang Xue.


“Kalau begitu kau ke lantai dua saja. Biarkan aku mengurus mereka!” sahut Xiuhuan membohonginya.


Xiuhuan tak ingin mangsanya kabur dan ia tak mendapatkan Poin dari mereka.


Chu Mogui tersenyum, ia tak mengira Xiuhuan dengan mudah ia kelabui begini. Lantas ia langsung mengikuti perintah Xiuhuan, pergi ke lantai dua.


Anak buah Fan Wunchen segera melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang masing-masing. Mereka kemudian langsung menyerang Xiuhuan.


Ternyata asap hitam itu tak berpengaruh terhadap anakbuahnya. Ia bisa mengontrol, siapa saja yang terpengaruh oleh asap itu.


Xiuhuan yang berdiri di depan pintu, tiba-tiba di serang dengan siluet Ular Anaconda yang ingin melahapnya. Untung saja insting Xiuhuan cukup tinggi, ia berhasil menghindar dengan jurus Langkah Kilat.


Pintu masuk bar milik Chu Mogui itu langsung hancur berantakan di hantam Siluet Anaconda itu.


Xiuhuan memutuskan mengeluarkan jurus seribu bayangan. Sepuluh Kloning Manusia Air muncul dan lansung melesat dalam kepulan asap hitam itu.


“Apa itu? Kenapa tiba-tiba ada air dengan sengatan listrik di dalamnya yang berbentuk manusia di sebelahnya?” gumam Fan Wunchen curiga Xiuhuan akan menggunakan jurus terkuatnya. “Kenapa kalian tak bergerak? Serang bersama-sama!” Perintah Fan Wunchen pada anak buahnya.


Supaya bangunan bar itu tak roboh, Xiuhuan mengurung lantai satu itu dengan pusaran air. Lagi-lagi Fan Wunchen dibuat bingung oleh tindakan Xiuhuan. Bukannya kabur, ia malah membuat perisai air, sehingga hanya ada dua pilihan. Menang atau Kalah!


Manusia air mulai bertarung dengan anak buah Fan Wunchen, tak kalah ketinggalan. Xiuhuan juga ikut bergabung, kilatan-kilatan listrik tampak di tubuh Xiuhuan, membuat merinding musuh-musuh yang melihatnya.


“B-bos kita sudah salah memilih musuh!” seru salah satu anak buah Fan Wunchen.


“Maksudmu?” Fan Wunchen meliriknya dengan ekspresi terkejut.


“Lihat kilatan-kilatan listrik yang ada di tubuhnya itu! Sesuai dengan ciri-ciri murid Sekte Pedang Taiyang yang mengalahkan tetua pertama mereka, Xiao Yan.”

__ADS_1


Bak disambar petir, jantung Fan Wunchen berdegup kencang. Bukan karena jatuh cinta, tapi karena ketakutan.


Ternyata Pendekar Pedang yang mereka hadapi itu, memiliki ciri-ciri yang persis sama dengan Pendekar Pedang yang membuat gempar kota Guangxi beberapa hari yang lalu.


Gerakan Xiuhuan sangat sulit mereka ikuti, yang ada mereka hanya melihat kilatan-kilatan listrik yang berpindah-pindah dengan cepat dan suara teriakan kesakitan dari kelompok Kelelawar itu.


Satu persatu, anggota tubuh Kelompok Kelelawar dibuat cacat oleh Xiuhuan dan manusia air. Suara erangan kesakitan makin ramai terdengar. Membuat Chu Mogui yang berada di lantai dua bergidik ketakutan.


“Apa yang telah dilakukan oleh murid Sekte Pedang Taiyang itu? Apakah ia murid Sekte besar? Seharusnya ia tak akan melakukan tindakan yang tak manusiawi begini,” gumam Chu Mogui menutup telinganya, karena tak tahan mendengar suara teriakan kesakitan dari kelompok Kelelawar.


***


Di gubuk tempat Chu Yi dan Chu Er tidur. Chu Er merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam bar itu. Karena suara teriakan dari sana, bukan berasal dari ibunya, akan tetapi suara itu datang dari para pelanggan bar milik Chu Mogui.


“Chu Yi ... bangun! Ada yang aneh di bar itu?” Chu Er menggoyang-goyang bahu Chu Yi.


“Hmm, ada apa Chu Er?” Chu Yi bangun sambil mengucek matanya.


“Apa kau tak dengar suara teriakan kesakitan dari bar itu?” kata Chu Er.


Chu Yi langsung diam dan mendengar juga suara teriakan yang membuat bulu kuduknya berdiri.


“Apakah ada musuh yang menyerang bar? Bagaimana kondisi ibu, ya?” Chu Yi panik berlari ke luar gubuk, namun ia tak berani mendekati bar itu.


“Chu Yi, ibu tak akan kenapa-kenapa, kan?” Chu Er mulai menangis, ia takut pertarungan di dalam bar itu. Karena memperebutkan ibu mereka.


“Mudah-mudahan ibu tak terluka di sana,” sahut Chu Yi ikutan menangis.


Sejak ibunya masuk ke dalam bar itu tadi. Mereka belum mendengar suara teriakan dari ibunya. Karena biasanya, akan terdengar teriakan kesakitan dari ibunya akibat di siksa para Pelanggan bar itu. Membuat Chu Yi dan Chu Er bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di sana?


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


__ADS_2