
Xie Xi datang membawa buku hutang yang diminta oleh nyonya Liu itu. Dengan senyum sinis Xie Xi menatap Qianran yang tampak sedih setelah dihina sebagai pelacur oleh nyonya Liu.
“Total hutangmu sejak kau bekerja di sini adalah 5000 Poin,” kata Nyoya Liu dengan senyum tipis, ia yakin Qianran tak akan sanggup membayarnya.
Qianran begitu terkejut mendengarnya. Padahal ia tak pernah meminjam uang pada mereka. Belum lagi tiap gajian ada-ada saja potongan gaji yang mereka buat. Alasannya cukup sepele, seperti piring pecah atau pelanggan tak puas dengan layanannya meminta ganti rugi.
Qianran menatap Xiuhuan, meminta saran darinya. Xiuhuan mengedipkan mata, pertanda bayar saja. Karena Xiuhuan lebih memilih cara damai untuk sementara, sebelum ia melakukan hal-hal yang akan membuat mereka menyesal karena telah menyinggung pihak yang salah.
Qianran berpura-pura tegar, dengan tersenyum tipis membuatnya kelihatan sangat cantik, walaupun ia adalah janda beranak dua. Apalagi tadi ia telah dihias oleh tim penata rias rumah bordil Xiangshou, dengan balutan Hanfu putih tentu saja ia kelihatan bak bidadari.
“Tenang saja! Aku akan membayarnya sekarang juga,” sahut Qianran.
Nyonya Liu sangat terkejut Qianran sanggup membayarnya. Ia makin yakin, Qianran telah menggadaikan tubuhnya di rumah bordil Xiangshou. Karena para pelacur VVIP di sana itu bisa meraup penghasilan besar, hanya dengan sekali tidur saja.
“Wah-wah pelacur baru di rumah bordil Xiangshou dapat membayar hutang-hutangnya hanya dengan sekali tidur dengan murid Sekte Pedang Taiyang saja hahahaha ....” Shanyang tiba-tiba muncul bersama dengan kedua anak buahnya.
Qianran begitu terkejut Shanyang muncul kembali. Padahal tadi ia ada di rumah bordil Xiangshou.
“Ternyata betul ia sudah menjadi pelacur!”
“Ya, iyalah. Suaminya saja berandalan begitu!”
“Jangan-jangan sebelum ia pindah ke Kota Guangxi ini, ia adalah pelacur di tempat lain.”
Suara bisik-bisik para pengunjung restoran Kaefci begitu menyakitkan terdengar bagi Qianran. Padahal ia tak pernah melakukan itu, walaupun tadi hampir melakukannya, namun ia diselamatkan oleh Xiuhuan.
Dengan wajah lesu, ia menatap Xiuhuan. Lagi-lagi hanya dialah tempat bertumpu Qianran saat ini. Pelanggan restoran yang dulu sangat baik padanya ikut mencibir Qianran.
“Lihat kan, dia tak menjawab. Cih, wanita hina saja begitu sombongnya tadi.” Nyonya Liu kembali mencibir Qianran.
“Kenapa kalian begitu sewot dengan apa yang ia miliki. Kalaupun kukatakan yang sesungguhnya kalian semua tak akan percaya,” sela Xiuhuan memegang pundak Qianran.
“Tuan Xiuhuan ....” Qianran tak sanggup berkata-kata lagi.
__ADS_1
“Sudahlah nona Qianran. Tak usah kau khawatir lagi, mulai saat ini kau akan dibawah naungan tetua Dong Shuliang. Jika ada yang macam-macam padamu, dia akan bertindak,” kata Xiuhuan dengan suara lantang, agar semuanya mendengar.
Shanyang tertawa lebar. “Hanya mengharapkan dukungan dari tetua ke-77 itu! Jangan harap kau aman Qianran. Aku akan menghantui keluarga kecilmu itu!” Ancam Shanyang.
Qianran berkeringat dingin mendengarnya, ia teringat dengan kedua anaknya yang titipkan pada nenek, tetangga rumah kontrakannya. Tubuhnya bergetar hebat, ia ketakutan dengan ancaman Shanyang itu.
“Kenapa kau diam nona Qianran hahaha ....” Shanyang tertawa lebar, ia sangat senang melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh Qianran itu. Kemudian berkata lagi, “bagaimana kuberikan solusi terbaik saja. Kau tetap bekerja di sini, dengan mengikuti aturan main kami. Tentunya kalau kau ingin ngelonte silahkan saja. Asal diluar jam kerja.”
“Hahaha betul itu suamiku. Kalau kau mau, kau juga bisa menjual dirimu pada pelanggan di sini, tentunya dengan bagi hasil hahaha ....” Nyonya Liu ikut mencibir Qianran yang sangat ketakutan itu
Xiuhuan kebingungan, mereka tak takut dengan tetua Dong Shuliang. Ia jadi berpikir apa ada pihak yang lebih kuat membekingi mereka.
“Sudahlah nona Qianran, jangan dengarkan suami istri gila ini. Nanti kau ketularan gilanya,” sindir Xiuhuan sambil menarik tangan Qianran.
“Dasar! Baru jadi murid saja sudah sombong begini. Asal kau tahu anak muda, dunia ini begitu luas, yang kuat melahap yang lemah. Camkan itu,” bentak nyonya Liu.
“Terus orang lemah seperti kalian mau apa?” sindir Xiuhuan kembali memancing amarahnya.
“Kau—” Nyonya Liu sangat geram. Namun suaminya melambaikan tangan, agar tak terprovokasi oleh Xiuhuan.
Dengan sigap Xiuhuan menggunakan kembali jurus dari kitab Seribu Dongeng.
Pedang Roh Sidat Listrik lansung muncul di tangannya dan Xiuhuan mengalirkan 5% qi dari kapasitas Rongqinya, yang kalau dibandingkan dengan Pendekar Pedang tahap 100 abal-abal itu sudah 100% dari kapasitas Rongqi mereka.
Saat beberapa langkah lagi tebasan pedang yang disertai dengan siluet Serigala itu mengenai Xiuhuan. Tiba-tiba saja ia berteriak kencang dengan senyum lebar yang membuat anak buah Shanyang itu sedikit grogi.
“Kage Bunshin No Jutsu!”
Lima kloning manusia air muncul, yang terbuat dari unsur air dengan kilatan-kilatan listrik tampak dalam tubuh manusia air itu, tentu lengkap juga dengan Pedang air juga.
Satu manusia air langsung menahan tebasan yang datang itu. Sebenarnya nama asli jurusnya tadi adalah jurus seribu bayangan namun Xiuhuan merasa namanya kurang keren dan diganti seenaknya saja olehnya.
Empat manusia air lainnya memotong kaki, perut, leher dan kepalanya. Hingga anak buah Shayang itu tewas seketika.
__ADS_1
Para pengunjung restoran lansung berhamburan menyelamatkan diri. Mereka takut terdampak dalam pertarungan ini.
“Nona Qianran! Menjauhlah! Biar aku berikan mereka arti pentingnya menjaga lisan itu.” Xiuhuan tersenyum menyeringai berjalan ke dalam restoran bersama manusia air.
Nyonya Liu yang panik segera berlari ke ruangannya dan mengambil sebuah benda. Benda itu kemudian ia bakar pangkalnya dan tiba-tiba terbang ke langit.
Sebuah lingkaran cahaya warna-warni muncul di langit.
“Oo, meminta bala bantuan, ya?” Xiuhuan menilik ke langit. Kemudian ia menatap suami istri arogan itu. “Bunuh mereka!” Perintah Xiuhuan pada manusia air.
Kelima manusia air itu menerjang ke depan. Dengan terpaksa anak buah Shayang harus menghadapi dua manusia air, begitu juga dengan Shanyang dan nyonya Liu menghadapi satu.
Saat mereka memotong tubuh manusia air, tiba-tiba saja tubuhnya yang terbelah menyatu kembali. Sehingga ketiganya sangat kerepotan melawannya, apalagi saat mereka terkena cipratan air dari manusia air, mereka lansung kesetrum. Walaupun tak membunuh mereka, namun itu sangat menggangu.
“Bagaimana rasanya melawan Roh Pedangku itu. Ini baru lima, bagaimana kalau aku menggunakan seribu Kloning manusia air, seperti nama jurusnya itu, Jurus Seribu Bayangan,“ kata Xiuhuan membual, supaya mereka tambah panik.
“Tu-tuan ampuni kami! Kami akan membayar kompensasi atas semua ini!” seru Shanyang bernegosiasi, yang sebenarnya untuk mengulur waktu saja, sampai bala batuannya datang.
Xiuhuan menghentikan serangannya. Ia juga berpikir, kalau membunuh mereka. Maka Poin yang ada di Plakat Khusus Paviliun Shilin mereka tak akan bisa ia ambil.
Xiuhuan langsung melesat dan memeluk Nyonya Liu.
“Ayo lansung transfer semuanya hehehehe ....” Xiuhuan tertawa lebar dan menampar bokong nyonya Liu yang sudah berumur empat puluhan itu.
Wajahnya memerah menahan amarah. Ia lansung mentransfer semua isi Plakat khusus Paviliun Shilin miliknya pada Xiuhuan. Shanyang juga mengutuk Xiuhuan dalam hati, karena telah memeluk istrinya dan berbuat tak senonoh juga padanya.
“Wah-wah 100.000 Poin, benar-benar penghasilan yang besar,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar. “Hei kau kenapa menatap tajam padaku! Sini Plakatmu, Aku tahu kau sedang mengulur waktu hahahaha ....” Xiuhuan tertawa cekikikan.
Shanyang berjalan menghampiri Xiuhuan dengan sorotan mata tajam. Ia tak mengira Xiuhuan tahu rencananya. Namun tetap dengan santai mengikuti permainan mereka. Membuat Shanyang merinding, ia jadi penasaran apakah Xiuhuan juga memiliki pelindung yang kuat dibelakangnya.
...⚔️Bersambung⚔️...
Kunjungi juga Novel baruku, ya.😁 genre Romantis komedi
__ADS_1