Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Misi Selesai


__ADS_3

"Liu Ya, kau laporkan kejadian ini pada Kepala desa, supaya ia meminta pihak keamanan untuk mengindentifikasi sisa mayat bandit-bandit ini. Soal plakat milik Clan Yin ini tak usah kau beritahu. Ini cukup urusan Sekte Teratai Biru saja!" seru Xiuhuan.


"Baik guru," jawab Liu Ya bergegas menuju desa Chen Lu untuk melaporkan kejadian ini pada Gui Yan.


"Baiklah kita akan patroli kembali Huanran! Mana tahu ada bandit lainnya, karena mereka ini telah terorganisir dengan baik. Takutnya masih ada bandit-bandit lainnya yang lebih kuat. Shuyan dan Dou Yi jangan gegabah melawan Pendekar Pedang yang berlevel lebih tinggi dari kalian. Ingat! Keselamatan lebih utama!"


Xiuhuan mengingatkan kembali pada mereka, karena mereka tadi memaksakan melawan Pendekar Pedang lebih tinggi, untung saja ada Dou Yi yang sigap dengan jurus Pembelah dimensinya, membuat kerepotan wanita dari Clan Yin itu.


"Baik guru!" sahut Shuyan dan Dou Yi mengangguk setuju. Keduanya kemudian berpatroli ke arah berbeda dengan yang dilalui oleh Xiuhuan.


Xiuhuan sendiri memilih lokasi paling luar dari lahan Ginseng milik Desa Chen Lu itu. Ia ingin memastikan tak ada lagi bandit lainnya. Karena sangat berbahaya bagi murid-muridnya untuk bertarung hidup mati di level Pendekar Pedang yang sangat rendah begini.


Setelah berpatroli hingga sore hari, tak ada bandit lain yang berbuat rusuh lagi. Para penduduk desa Chen Lu juga sudah mengangkut hasil panen mereka ke desa. Xiuhuan dan murid-muridnya ikut kembali ke desa Chen Lu.


Gui Yan sudah menunggu kedatangan mereka, ia lansung menghampiri Xiuhuan. "Saudara Xiuhuan ... kami sangat berterimakasih atas bantuan kalian. Kalau kalian tak ada, entah bagaimana nasib kami. Mungkin mereka telah merusak lahan Ginseng kuning kami."


Gui Yan lebih memilih berbicara dengan Xiuhuan, karena berbicara dengan Liu Ya terasa kurang nyambung. Berbeda dengan Xiuhuan, ia juga lebih dewasa. Sedangkan Liu Ya, remaja yang berkata iya-iya saja atau hah, jika ia tak mengerti yang diucapkan oleh Gui Yan.


Tentu saja Gui Yan sangat kesulitan memberikan penjelasan supaya, Pendekar Pedang tahap 15 itu mengerti apa yang ia sampaikan.


Xiuhuan tersenyum, malah ia yang diajak bicara oleh Gui Yan. "Kalau begitu, kami akan kembali ke Sekte. Juga, kami minta maaf Kepala desa, tadi merusak beberapa lahan Ginseng kuning kalian saat bertarung dengan bandit-bandit itu."

__ADS_1


"Hahaha ... tak apa, itu cuma sedikit saja. Justru kami merasa tertolong dengan kehadiran kalian!" sahut Gui Yan lagi.


Xiuhuan dan Murid-muridnya kemudian beranjak keluar desa. Mereka kembali ke Sekte Teratai Biru.


"Liu Ya, kalian lapor hasil misi hari ini ke aula misi. Guru mau ke aula utama dulu. Ada yang mau guru diskusikan dengan Ketua Sekte!" seru Xiuhuan saat mereka memasuki kota Hua.


Xiuhuan dan Murid-muridnya berpisah di sana, sebab ia harus mengganti pakaiannya kembali dengan jubah tetua. Dan juga mengembalikan levelnya ke Pendekar Pedang tahap 50, seperti biasanya.


***


"Ketua ... ternyata yang melakukan pengrusakan ladang Ginseng kuning itu adalah orang-orang dari Kota Yan Luo!"


Seperti biasa Xiuhuan lansung main seruduk saja. Tanpa ada salam-salaman masuk lewat jendela, karena ia malas menaiki tangga dari bawah. Dan Xiuhuan kemudian melempar plakat yang dibawa oleh wanita anggota Clan Yin itu, setelah mengatakan siapa dalang pengrusakan ladang Ginseng kuning di wilayah naungan Sekte Teratai Biru.


Dia adalah Liu Ruyan, Jendral baru pengganti Huo Yunzhu yang tewas oleh Assasin sebulan yang lalu. Dia datang bersama kakaknya Liu Boyi, yang akan menjadi Walikota pengganti Li Ying Cai, yang juga tewas setelahnya.


"Oh, ternyata Ketua ada tamu. Maaf, kalian lanjut saja pembicaraannya. Aku menunggu di sini saja." Xiuhuan lansung duduk di kursi tamu, sambil mengambil buah-buahan yang tergeletak di depannya.


"Kau--" Liu Ruyan geram. Sosok Jendral wanita cantik, di level Pendekar Pedang tahap 60 itu lansung murka melihat tingkah arogan Xiuhuan. Namun Liu Boyi lansung menenangkannya.


"Urusan kami dengan Ketua Sekte telah selesai. Kami undur diri dulu, sampai jumpa lagi ..." ucap Liu Boyi beranjak berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Mudah-mudahan tak usah berjumpa!" sahut Xiuhuan santai sambil menikmati Anggur Neraka, yang merupakan sumberdaya tingkat menengah.


"Hahaha ... tetua yang unik. Tapi justru sebaliknya, kita akan sering berjumpa kedepannya!" sahut Liu Boyi juga. Mereka kemudian berlalu meninggalkan Xiuhuan dan Tang Yin yang geleng-geleng kepala dengan ulah yang dibuat oleh Xiuhuan.


"Mereka itu Walikota dan Jendral yang baru bodoh!" Tang Yin lansung memaki Xiuhuan, ia malu sekali Xiuhuan malah membuat kesan buruk di hari pertama kedatangan Walikota dan Jendral baru yang diutus Raja Qian Xun itu.


"Apaaaaaaaa!" Xiuhuan lansung kaget, ia malah membuat musuh dengan orang penting di Kota Hua. "Aku harus meminta maaf pada mereka!"


Xiuhuan mau menyusul mereka, namun Tang Yin mencegahnya.


"Sudah tak perlu disusul! Liu Boyi itu adalah orang yang baik, dia tak akan tersinggung dengan yang beginian. Namun, kau harus hati-hati dengan Liu Ruyan. Jendral wanita itu memiliki temperamen tinggi!" seru Tang Yin memperingati Xiuhuan, untuk tak mencari masalah kedepannya dengan Liu Ruyan.


Xiuhuan mengangguk setuju, ia tak menyangka telah menyinggung orang yang mudah meledak.


"Eh bagaimana ini, tadi aku langsung katakan di hadapan mereka, bahwa yang merusak ladang Ginseng kuning adalah orang-orang kota Yan Luo!" Xiuhuan mengingat tadi lansung keceplosan saat pertama kali masuk. Ia tak melihat kiri-kanan langsung bicara saja.


"Tak apa, toh seharusnya mereka juga harus tahu. Siapa yang akan menjadi musuh Kota Hua kedepannya. Walaupun kesetiaan mereka masih diragukan," jawab Tang Yin.


Xiuhuan bernafas lega, ternyata ia tak membocorkan rahasia yang harus mereka tutupi dari pihak luar.


Xiuhuan kemudian pergi meninggalkan Tang Yin dengan cara melompat kembali melalui jendela. Xiuhuan juga tak pamit padanya, membuat Tang Yin geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Namun, ia senang dengan perubahan pada diri Xiuhuan sekarang. Karena Xiuhuan sudah mau melatih murid, walaupun cuma beberapa orang saja. Namun, itu sudah lebih dari cukup. Mengingat selama 20 tahun ini, ia cuma makan gaji buta saja.


Bersambung ...


__ADS_2