Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Murid Luar Sekte Qingyun


__ADS_3

Xiuhuan melapor pada murid yang berjaga di gerbang masuk Pelataran luar Sekte Qingyun. Ada sekitar sepuluh murid dengan basis Kultivasi yang sama dengan Xiuhuan berjaga di sana.


“Lapor senior!” Xiuhuan menangkupkan tinjunya dan menundukkan sedikit kepalanya. “Aku Xiuhuan dari Clan Lou membawa surat rekomendasi menjadi murid luar Sekte Qingyun!” Xiuhuan memberitahu tujuannya.


“Oo, dari kota Nancheng!” sahut murid wanita dengan perawakan tomboi, ia mengamati Xiuhuan dari ujung kaki hingga ujung kepala. “Sepertinya Anda adalah si kampret yang terkenal suka mengoleksi wanita itu!” katanya dengan dingin, membuat Xiuhuan tersenyum masam. Kenapa ia begitu dibenci, padahal mereka tak pernah berjumpa.


“Aku tak pernah mengoleksi wanita, senior.” Xiuhuan membantah. “Kalau memiliki istri banyak, itu baru benar—”


“Kan, tebakanku benar. Ternyata dia si kampret itu, aku sudah curiga dari wajahmu yang terlalu tampan. Bahkan aku yang tak suka dengan lelaki ini, hatiku sampai bergetar saat melihatmu,” kata wanita itu lagi—walaupun ia mengatakan suka pada Xiuhuan, tetapi ia menatap jijik padanya.


“Hei jangan kau bullying keluarga Lou kami,” kata Pria gemuk menyela ucapan murid wanita itu. “Asal kau tahu, ya. Dia telah mendapatkan wanita tercantik di Benua Resifel, bahkan telah menghasilkan anak kembar hehehehe ....” Pria gemuk itu tertawa terkekeh-kekeh.


Xiuhuan tak menyangka, gosip pernikahannya dengan Huo Meigui sudah merebak di kalangan anggota Clan Lou-nya. Apalagi Huo Meigui sangat populer di kalangan aliran hitam dengan kecantikannya itu.


“Apaaaaa?” Murid-murid Sekte Qingyun dari Clan lain tercengang mendengar ucapan murid gemuk dari Clan Lou itu. “Bukannya dia adalah kekasih tuan muda Huo Guan yang terkenal sangat kuat dan jenius muda itu.”


“Ah, tak perlu dibahas lagi, tampaknya saudaraku ini keberatan kalau masalah pribadinya dibahas,” sela murid gemuk itu menarik bahu Xiuhuan agar mengikutinya memasuki kawasan Pelataran luar Sekte Qingyun.


“Yah, padahal aku masih pinisirin!” Murid wanita itu kecewa si gendut malah membawa pergi Xiuhuan.


Pelataran luar itu memiliki beberapa Paviliun yang melayang di udara. Namun, jaraknya berjauhan dan di bagian bawah Paviliun itu adalah rumah-rumah sederhana dengan pekarangan sempit.


Melihat Xiuhuan planga-plongo, si gendut kemudian berkata, “Setiap murid dapat memiliki satu buah rumah dan kalau kamu tak menginginkan rumah juga boleh. Contohnya Aku, Lou Dong tinggal bersama tiga murid dari Clan Lou kita lainnya. Karena tak enak tinggal sendirian, sepi sekali.” Tanpa ditanya Lou Dong memberikan penjelasan singkat.

__ADS_1


Xiuhuan mengangguk. “Kalau aku lebih suka tinggal sendirian. Kecuali dengan istriku, tetapi sayang sekali mereka tidak tertarik lagi berkultivasi,” sahut Xiuhuan.


“Kalua begitu kita akan melapor pada tetua di Paviliun yang ada di sana. Karena tiap Paviliun yang melayang itu—melambangkan Clan masing-masing,” kata Lou Dong lagi. “bangunan megah itu adalah kawasan hiburan, tempat makan dan jual-beli lainnnya; semacam pasar bebas lah.” Xiuhuan menoleh ke arah bangunan megah yang ditunjuk oleh Lou Dong.


Beberapa murid dengan penampilan seperti tuan muda sedang keluar dari bangunan megah itu. Namun, Xiuhuan terkejut ia melihat salah satu dari mereka adalah Lou Xue. Dia benar-benar membius para murid jenius atau tuan muda untuk mengekor padanya. Karena kecantikannya itu tak ada yang bisa menandinginya; bahkan istrinya Huo Meigui masih kalah tipis.


“Dunianya benar-benar berbeda dengan kita. Padahal baru bergabung beberapa bulan yang lalu, ia sudah menarik perhatian pra pria hidung belang. Namun, mereka malah mendapatkan sikap dingin darinya. Sungguh perbuatan yang sia-sia mengikuti gadis itu, aku tak tahu apakah ia bisu atau tidak—karena ia tak pernah terlihat berbicara,” kata Lou Dong tahu Xiuhuan menatap Lou Xue.


Xiuhuan tak menoleh lagi, karena ia sudah tak ada urusan dengannya. Lagi pula seperti yang dikatakan oleh Lou Dong, sangat sulit berkomunikasi dengan Bidadari Salju itu, walaupun Xiuhuan sudah merenggut mahkotanya.


Lou Dong membawa Xiuhuan ke Paviliun Clan Lou yang melayang di udara untuk melaporkan pada tetua dan mendapatkan Plakat murid Sekte Qingyun untuk Xiuhuan.


Lou Xue berhenti berjalan sejenak dan menatap ke arah Xiuhuan. Dia merasa sangat familiar dengan punggung murid itu, tetapi ia menepis pikirannya sembari mengelus perutnya yang telah hamil Lima bulan itu.


Belum ada yang mengetahui kalau ia sedang hamil sekarang, termasuk tetua wanita yang menjadi gurunya, karena Lou Xue menutup rapat-rapat tentang itu. Satu-satunya perubahan mendadaknya adalah ia mengenakan Hanfu longgar ke mana-mana dan tidak pernah mengambil misi keluar Sekte, walaupun banyak murid jenius yang mengajaknya bergabung dengan kelompok mereka.


“Aneh sekali, kenapa ada Kultivator yang tak bisa melayang sepertimu. Apa karena kau terlalu sering kuda-kudaan, sehingga kau tak sanggup lagi mengangkat bokongmu,” keluh Lou Dong.


“Tak ada yang sempurna senior Dong. Namun, aku bisa menyelam dalam air hingga tembus ke Benua lain tanpa harus bernafas ke permukaan.” Xiuhuan terpaksa menyombongkan sedikit kemampuannya agar tidak terlalu malu.


“Semua yang berelemen air juga bisa, bahkan ada yang bisa mandi di gunung berapi, karena ia berelemen api.” Lou Dong mematahkan argumennya.


Xiuhuan hanya bisa cengar-cengir tak bisa menyombongkan diri lagi. Kemudian mereka memasuki Paviliun yang dihuni oleh tetua dari Clan Lou itu.

__ADS_1


Sebenarnya semua tetua bisa dijadikan sebagai guru. Namun, secara alami murid-murid akan mendatangi guru yang berasal dari Clannya sendiri, sehingga muncullah Paviliun yang melayang ini, karena guru-guru juga ikut-ikutan membuat kelompok mereka sendiri juga.


“Aku akan kembali ke gerbang. Semoga kita bertemu lagi di lain waktu,” kata Lou Dong dengan senyum lebar. “Ah, sepertinya jangan pernah bertemu lagi, dah. Nanti aku disuruh membawamu terbang lagi,” candanya meninggalkan Xiuhuan di Paviliun yang melayang itu.


“Terimakasih senior Dong, telah mengajariku banyak hal,” sahut Xiuhuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.


“Anda ribut sekali!” seru tetua berjenggot putih yang sedang membaca kitab dengan aksara kuno yang tidak bisa dibaca oleh Xiuhuan. “Ambil ini dan nomor yang tertera di situ sama juga dengan nomor rumahmu—kalau ingin meminjam kitab jurus langsung masuk ke dalam saja dan tunjukkan Plakat itu,” katanya lagi tanpa menoleh ke arah Xiuhuan.


“Terimakasih tetua, aku undur diri dulu,” sahut Xiuhuan melompat dari ketinggian seratus tombak itu dan lantai keramik bening di bawah langsung hancur saat kaki Xiuhuan mendarat dengan keras.


“Hei, kau merusak properti Sekte Qingyun!” seru beberapa murid yang melihat kejadian itu.


“Ya, panggil komite kedisiplinan!” seru yang lain.


Xiuhuan tersenyum masam, masa baru hari pertama masuk ke Sekte Qingyun malah mendapatkan masalah.


“Aku tak sengaja, karena aku tak bisa menggunakan jurus meringankan tubuh.” Xiuhuan berkilah agar mereka bersimpati. Namun, ternyata mereka tak peduli.


“1000 keping emas!” Murid wanita tiba-tiba muncul dan keramik yang rusak itu telah kembali ke bentuk semula, membuat Xiuhuan tercengang melihatnya.


...*...


...*...

__ADS_1


...*...


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...


__ADS_2