
Xiuhuan tiba-tiba muncul di atas kepala Naga Lou Feng dan memindahkan Roh Pedang Sidat Listrik ke dalam Pagoda Tujuh Musim, sehingga Naga Lou Feng sangat terkejut melihatnya.
“Ternyata kamu memiliki banyak artefak hebat juga, tetapi aku tetap bisa menariknya keluar!” seru Naga Lou Feng. Namun, tiba-tiba ia kebingungan—karena ia berada di ruangan tak berbentuk sejauh mata memandang. “Ini ada di mana? Kenapa aku tidak merasakan energi spritualku?” gumam Naga Lou Feng yang mendapati tubuhnya kini berbentuk manusia—bentuk yang telah lama tidak ia gunakan, karena ia merasa menggunakan tubuh berbentuk manusia, sama saja dengan merendahkan martabatnya sebagai entitas terkuat di alam semesta.
Xiuhuan tersenyum menatap Naga Lou Feng yang masih kebingungan.
“Hei, Naga Tua!” sapa Xiuhuan membuyarkan lamunannya.
“Apakah kamu yang melakukan ini, Manusia sialan!” umpat Naga Lou Feng menatap tajam pada Xiuhuan.
“Hmm, apakah kamu mengenal Naga Shuilong?” Xiuhuan sengaja mengatakan dari mana asal kekuatannya ini.
“Dia?” Naga Lou Feng terkejut mendengarnya. “Bukankah dia telah mati!”
“Ya, tapi aku menerima warisannya dan dialah yang mengatakan bahwa hanya dengan Inti Kehidupannya yang mengandung Hukum Ketiadaan yang bisa mengalahkanmu dan selama Sepuluh tahun lebih, aku selalu menyempatkan diri untuk melatih tehnik beladiriku dan kekuatan fisikku. Jadi, ayo kita mulai duel mautnya!” Xiuhuan langsung memasang kuda-kuda beladiri.
Naga Lou Feng tertawa terbahak-bahak, karena tidak menyangka sesama Ras Siluman justru ingin menjatuhkan Siluman lain.
“Percuma saja kamu belajar beladiri atau apalah terserah kamu, tetapi asal kamu tahu—bahwa fisik Siluman itu jauh lebih keras dari manusia bodoh sepertimu!” ejek Naga Lou Feng langsung melompat ke arah Xiuhuan.
“Hmm, biar kuperlihatkan gerakan seni beladiri Wing Chun yang kupelajari dari Mahaguru Ip Man!” sahut Xiuhuan sembari bergeser ke samping dan memukul dada Naga Lou Feng.
Pukulan itu terlihat sangat lentur dan tidak bertenaga, tetapi saat telapak tangan Xiuhuan mengenai dada Naga Lou Feng, ia justru merasa jantungnya hampir meledak—sehingga ia langsung memuntahkan seteguk darah.
Xiuhuan tak membiarkan Naga Lou Feng mundur atau menjaga jarak dengannya. Xiuhuan kemudian menendang ke arah perut Naga Lou Feng, tetapi Sang Naga itu langsung memblokirnya dengan kedua tangannya yang langsung terasa mati rasa dan bunyi tulang tangan yang retak.
Sembari menahan rasa sakit yang membuatnya ingin menjerit keras, Naga Lou menangkap kaki Xiuhuan dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya telah patah dan menghempaskan tubuh Xiuhuan ke lutut kakinya, sehingga terdengar bunyi krek pada tulang belakangnya.
“Aaaaaaaaaaaaa ... sakit sekali bangsatttttttt!” teriak Xiuhuan sembari melingkarkan tangannya pada leher Naga Lou Feng dan langsung menggigit lehernya.
__ADS_1
Naga Lou Feng berusaha menjauhkan tubuh Xiuhuan, tetapi Xiuhuan tak mau melonggarkan pegangannya dan gigitannya pada leher Naga Lou Feng, sehingga Naga Lou Feng meraung kesakitan dan mengigit lengan tangan Xiuhuan, sehingga Xiuhuan terpaksa melepaskan pegangannya, karena tiba-tiba ia merasa tangannya mati rasa.
Tubuh Xiuhuan ambruk dan ia tidak bisa berdiri lagi, akibat tulang belakangnya telah patah, sedangkan Naga Lou Feng berusaha menghentikan pendarahan pada lehernya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya telah patah. Namun, luka gigitan Xiuhuan terlalu dalam—sehingga sulit menghentikan pendarahan itu.
“Hahahaha ... Aku telah berlatih keras untuk momen ini dan aku menggigit Daging Monster mentah agar gigiku menjadi kuat dan tajam!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mengejek Naga Lou Feng, walaupun ia tidak bisa bergerak lagi. Namun, nasibnya lebih baik dan saat ia menghilangkan Hukum Ketiadaan ini, maka ia bisa langsung menelan Pil Penyembuhan tingkat tinggi, sehingga tubuhnya akan segera pulih—sedangkan Naga Lou Feng akan mati akibat luka menganga di lehernya.
Naga Lou Feng merasa ucapan Kultivator Manusia ini ada benarnya, sehingga ia segera berjalan ke arah Xiuhuan—walaupun kepalanya menjadi pusing dan pandangannya sedikit berkunang-kunang akibat suplai darah ke kepala terhenti, sedangkan suplai darah dari kepala menuju jantung tetap berjalan yang akhirnya menyembur di leher.
Melihat Naga Lou Feng berjalan kearahnya, Xiuhuan langsung merayap menjauh darinya. “Sial! Jangan dekati Aku!” umpat Xiuhuan takut Naga Lou Feng akan menginjak kepalanya hingga pecah, maka ia akan mati dan Hukum Ketiadaan akan berakhir sehingga Naga Lou Feng akan menang. Entah bagaimana nasib manusia setelah itu, karena Naga Lou Feng pasti akan menuntut balas pada mereka karena telah melakukan pembangkangan.
Xiuhuan menahan rasa sakit pada punggungnya yang patah dan ia terus-menerus merayap menjauh dari Naga Lou Feng yang langsung menginjak kakinya, sehingga terdengar suara tulang kaki yang patah.
“Aaaaaaaaaa! Sakitttttttttttttt!” teriak Xiuhuan sembari mengayunkan kaki kirinya ke kaki Naga Lou Feng yang menginjak kaki kanannya tersebut.
Naga Lou Feng terjungkal jatuh dan Xiuhuan langsung mengambil kesempatan menendang Naga kecil milik Lou Feng, sehingga ia merasa Dunia dan seisinya telah pecah atau kiamat, sehingga secara tiba-tiba ia melepas tangan kirinya dari bekas gigitan Xiuhuan di lehernya dan memegang Naga kecil. Namun, tindakannya itu justru mempercepat menyemburnya darah dari lehernya, sehingga ia mulai merasa tubuhnya lemas, kepala bertambah pusing dan pandangannya mulai gelap.
Raja Iblis mati setelah kalah bertarung dengan Dewa dan Siluman seperti Naga Shuilong mati setelah dikeroyok oleh Penyihir Manusia, sementara ia mati karena lehernya digigit dan Naga kecilnya di tendang, padahal ia bisa menghancurkan sebuah Dunia hanya dengan tiupan nafasnya saja. Sungguh memalukan sekali.
Naga Lou Feng tidak berkata apa-apa pada Xiuhuan dan juga tidak menjerit-jerit seperti yang dilakukannya. Dia terus menahan rasa sakit yang ia derita, kemudian menutup matanya dan berhenti bernafas untuk selama-lamanya.
Xiuhuan merasa Naga Lou Feng tidak bergerak, tetapi ia juga tidak bisa bergerak lagi—akibat kakinya telah patah, begitu juga dengan tulang belakangnya, sehingga sangat sulit untuk merayap memeriksa apakah denyut jantungnya masih berdetak.
Satu batang Dupa pun berlalu, sehingga Xiuhuan merasa Naga Lou Feng mungkin telah mati.
“Hei, Naga tua! Apakah kau sudah mati?” Xiuhuan bertanya sembari menahan rasa sakit yang ia derita dan ia juga mulai pandangannya berkunang-kunang.
Tak ada jawaban dari Naga Lou Feng, tetapi ia masih ragu untuk menghilangkan Hukum Ketiadaan, takutnya Naga Lou Feng malah berpura-pura mati, sehingga ketika mereka kembali ke Gunung Lou Feng—ia akan langsung pulih kembali dan membunuh dirinya.
Dua batang dupa kembali berlalu dan Xiuhuan sesekali hampir tidak sadarkan diri, tetapi ketika ia teringat dengan anak-anak dan istrinya, ia langsung sadar kembali.
__ADS_1
“Aku tidak boleh mati di sini, karena aku harus mencari Lou Xue lagi. Kasihan anak-anak, mereka tumbuh tanpa sosok Ibu—apalagi tiba-tiba ibu mereka malah menjadi Iblis karena diriku!” gumam Xiuhuan yang tidak mengetahui sudah berapa lama ia terbaring tak berdaya begini.
Xiuhuan pun memutuskan untuk menghilangkan Hukum Ketiadaan setelah seribu kali pertimbangan.
Swushhhh!
“Adik ipar!”
“Adik ipar!”
“Bertahanlah, kami datang menyelamatkanmu!”
“Kamu harus hidup!”
“Jangan mati, siapa yang akan mengurus istri-istrimu nanti!”
Samar-samar Xiuhuan mendengar suara Ling Wentian, padahal ia telah menteleportasi mereka semua ke Sekte Qingyun. Dia kemudian berpikir, mungkin mereka menggunakan artefak teleportasi untuk kembali ke Gunung Lou Feng ini, karena takut dirinya tidak sanggup mengalahkan Naga Lou Feng.
...***...
...**...
...*...
Catatan dari Author:
Hukum Ketiadaan ini telah siapkan sejak awal dan bisa dicari di Chapter 250 (Adegan Xiuhuan Vs Naga Shuilong)
Jadi, jangan katakan ini Plot Armor ya 😁, ini adalah senjata rahasia yang sengaja diberikan pada Xiuhuan, sebagai hadiah sesama makhluk tampan dari babang tampan. 😁😁😁
__ADS_1