Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Mencari Harta Karun II


__ADS_3

“Ada perisai air. Eh, bukan ini perisai bercampur sengatan listrik.” Pendekar Pedang murid Sekte besar mendekati tempat Xiuhuan. “Di dalam sini pasti Pendekar Pedang yang bertarung melawan murid-murid Sekte Bambu Kuning. Tapi kenapa ia mengurung diri di sana? Jangan-jangan dia mendapatkan harta dari Immortal Lou Yun dan dia juga yang menghancurkan kitab-kitab ini agar tidak ada yang mempelajari kitab itu.”


“Sungguh licik sekali. Setelah mendapatkan harta dan kitab jurus tingkat tinggi. Dia malah menghancurkan kitab-kitab ini.”


“Hei bagaimana kalau kita menunggunya dan saat dia muncul, kita serang bersama-sama.”


“Apa kamu yakin, bukannya murid Sekte Tianshi saja kelihatan mewaspadainya. Bahkan murid Sekte Bambu Kuning saja ragu-ragu melawannya tadi.”


Lima Pendekar Pedang murid Sekte besar sedang berdiskusi. Apakah mereka menunggu Xiuhuan keluar dan mengeroyoknya atau mencari tempat lain yang berisi harta peninggalan Immortal Lou Yun.


Empat Pendekar Pedang itu ragu-ragu mengambil keputusan, sedangkan satu Pendekar Pedang merasa murid Sekte Tianshi terlalu waspada saja. Ia yakin bila Xiuhuan dikeroyok ramai-ramai pasti akan kalah juga. Kelimanya akhirnya sepakat untuk menunggu Xiuhuan.


Mei-Mei merasakan dalam Rongqinya terjadi gejolak. Badai petir pun terjadi begitu hebat, kejadian seperti ini belum pernah ia alami. Walaupun ia Pendekar Pedang tahap 100, tetapi Rongqinya baru setahap Pendekar Pedang tahap 50 saja bila berkultivasi secara alami bukan bantuan Pill Surga buatan Paviliun Shilin.


Memasuki hari kedua, Mei-Mei masih duduk bersila. Belum ada tanda-tanda ia selesai berkultivasi. Membuat Xiuhuan mulai bosan dan jenuh berada di ruangan sempit itu.


Murid-murid Sekte besar yang menunggu mereka memutuskan pergi, karena tak ada tanda-tanda Xiuhuan akan keluar. Mereka menyimpulkan Xiuhuan takut pada mereka, sehingga tidak berani keluar.


***


Rombongan murid Sekte Tianshi mematung di depan makam Immortal Lou Yun. Membuat Xu Que dan rekan-rekannya kebingungan melihatnya.


Untuk saat ini Xu Que baru mendapatkan sebuah guci antik, tiga gelas terbuat dari emas dan satu teko emas dari ruang makan Immortal Xu Que.


Mereka cukup kecewa dengan makam itu, karena tidak sesuai dengan rumor yang beredar. Yang mengatakan penuh dengan Harta, justru yang ada harta pembunuh. Yaitu Patung besi yang kekuatannya setara Pendekar Pedang tahap 100, walaupun cuma bertahan tidak lama, karena tidak memiliki tenaga dalam yang besar.


Murid-murid Sekte kecil dan menengah banyak yang tewas melawan Patung besi itu, sedangkan murid Sekte besar tetap melaju ke dalam makam. Karena mereka cukup bertahan agak lama saja, sehingga kekuatan Patung besi itu habis.

__ADS_1


“Hei, saudara Que!” seru rekannya mendekati Xu Que. Kemudian ia berbisik, “Bukannya kamu menyukai Wei Fang Yin. Inilah saatnya kita bisa merasakan tubuh cantik mereka.”


“Jangan! Apa kamu tak sadar, rekan kita Pendekar Pedang wanita.” Xu Que melirik rekannya, Pendekar Pedang wanita dengan penutup wajah. Tidak ada yang tahu bagaimana rupa wanita itu, namun dari sorotan matanya sepertinya ia Pendekar Pedang wanita cantik.


“Ah, begitu saja kamu tidak bisa mengatasinya. Kita suruh mereka ke ruangan lain. Sementara kita berdua berdalih memeriksa kondisi murid Sekte Tianshi,” bisiknya lagi.


Xu Que tersenyum lebar, ia kemudian memerintahkan ketiga rekannya yang lain menelusuri makam.


Mereka sempat protes dan meminta rekan Pendekar Pedang wanita mereka ikut memeriksa kondisi murid Sekte Tianshi. Karena tidak mungkin Xu Que memegang Pendekar Pedang wanita.


Namun, Xu Que beralasan itu tidak perlu. Karena murid Sekte Tianshi itu sedang terhipnotis, jadi hanya perlu dipegang pundaknya, mereka akan sadar kembali.


Ketiga rekannya akhirnya setuju, lagi pula yang menjadi pemimpin kelompok adalah Xu Que. Jadi, ia bebas menyuruh mereka ke mana saja.


Setelah ketiga rekannya pergi, Xu Que dan temannya satu lagi langsung melesat menghampiri Wei Fang Yin. Saat ia ingin memegang tubuhnya, tiba-tiba Xu Que melihat peti makam Immortal Lou Yun ternyata terbuka.


Dengan ragu-ragu rekan Xu Que itu mendekati peti Immortal Lou Yun. Di tubuh Immortal Lou Yun terdapat sebuah Tombak Emas, Armor baju besi yang terbuat dari emas juga dan cincin dimensi yang tidak diketahui oleh mereka itulah tujuan Sekte Tianshi ke makam ini.


“Kenapa ada Pedang di mayatnya. Apakah Immortal dari alam lain tidak mengenal Pedang Roh?” gumam Xu Que mengikuti rekannya itu menghampiri peti Immortal Lou Yun. “Tetapi mayatnya masih memancarkan energi yang cukup besar. Apakah ia masih hidup atau energinya itu yang menggerakkan Patung besi dan jebakan-jebakan yang ada dalam makam ini,” lanjutnya lagi.


“Saudara Que Pedangnya terbuat dari emas,” kata rekannya ingin meraih pedang itu. Namun tiba-tiba mata Immortal Lou Yun terbuka.


Sontak saja mereka mundur beberapa langkah dan segera mengeluarkan Pedang Roh Masin. Kemudian Xu Que dan Rekannya melihat Wei Fang Yin sedang bertarung melawan ribuan Prajurit Patung besi.


“Kenapa kita ada di sini saudara Que?”


“Aku juga tidak tahu, tetapi ini aneh. Bukannya Wei Fang Yin dan rekannya sedang mematung di dekat peti Immortal Lou Yun.”

__ADS_1


Xu Que berpikir keras, hingga membuat kepalanya pusing dan tiba-tiba sebuah tebasan mendarat di punggungnya, membuat Xu Que menjerit kesakitan.


“Apakah nyata? Kenapa sakit sekali,” gerutu Xu Que yang lansung melawan Prajurit patung besi itu. Punggungnya mengeluarkan darah, untuk saja tebasannya tidak terlalu dalam. “Kita lawan saja dulu, nanti saja pikirkan kenapa kita berada di sini,” kata Xu Que pada rekannya.


“Saudari Yin! Xu Que juga terlempar ke sini,” kata Mo Yue.


“Berarti mereka juga telah sampai ke ruangan peti mati Immortal Lou Yun,” sahut Wei Fang Yin yang dengan mudah menghancurkan Prajurit patung besi itu. Namun, masalahnya mereka tidak pernah habis, sehingga membuat Wei Fang Yin dan yang lainnya mulai kelelahan.


***


“Bocil-bocil itu telah pergi. Aku akan menyebarkan Kloning Manusia Air ke berbagai tempat untuk mencari harta. Kalau berlama-lama di sini, nanti aku tidak kebagian lagi,” gumam Xiuhuan duduk bersila.


Kloning Manusia Air segera melesat ke berbagai arah, Xiuhuan juga mengarahkan kesadarannya pada Kloning Manusia Air itu agar ia bisa melihat apa yang mereka lihat.


Sementara itu Mei-Mei memasuki fase paling krusial, Rongqinya mulai meluas, yang awalnya seluas Laut Kunming tiba-tiba menjadi dua kali lipat, atau setara Rongqi Pendekar Pedang tahap 60 untuk Pendekar Pedang yang berkultivasi secara alami. Gejolak badai petir dalam Rongqinya belum juga ada tanda-tanda mereda, perluasan Rongqi itu masih berlanjut. Sedangkan tubuh Mei-Mei mulai tidak kuat menahan gejolak itu, dari bibirnya mulai mengeluarkan darah. Kalau ia gagal bertahan di fase berikutnya, itu bisa menghancurkan Rongqinya.


...⚔️Bersambung⚔️...


Catatan:


Saya memutuskan merombak Novel ini, karena makin ke sini, pembacanya makin menurun. Bulan kemarin yang membaca sampai akhir itu masih di 33%, sedangkan di bulan ini turun ke 31%. 😁😁😁


Tidak banyak yang akan dirombak, cuma saya akan menghilang sifat mesumnya saja. Kalau merombak seluruhnya itu bikin mumet saja itu😁.


Mulai kedepannya, anggap saja Xiuhuan telah menikahi wanita-wanita yang pernah ehem-eheman dengannya dan Xiuhuan akan membawa mereka nanti ke Pulau Niao.


Sebenarnya Xiuhuan itu orang baik, dia menikahi janda-janda, bukan gadis-gadis. Padahal ia tampan dan kuat😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2