Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Lembah Kematian


__ADS_3

Setelah membersihkan kekacauan yang ditinggalkan oleh Xiuhuan, tetua ketiga Clan Ling juga kembali ke kelompok yang dibentuknya—terdiri dari murid-muridnya sendiri dan beberapa Guru serta Diaken (Pembantu guru).


Kenapa ia membakar semua mayat monster dan mayat anggota Clan Nie?—Itu karena ia tak ingin monster tipe predator berbondong-bondong datang ke bagian terlemah kawasan Dimensi Heidong ini dan dapat membahayakan keselamatan murid-muridnya; yang kebanyakan masih Immortal Awal dan Immortal Menengah saja, sedangkan untuk para Guru cuma ada sepuluh Ranah Absolute God dan puluhan Diaken Ranah Chaos Ancient God.


Tetua memicingkan matanya menatap kearah timur Dimensi Heidong, ia merasa ada Kultivator gila yang menuju Lembah Kematian.


“Orang bodoh mana yang ingin cari mati itu? Apa mereka berelemen petir? Setahuku Kultivator berelemen Petir juga tak bisa menetralkan kekuatan Petir itu, sehingga banyak yang mati karena terlalu nekad,” gumam tetua ketiga—ia langsung menghilang kembali ke posisi kelompoknya.


Xiuhuan dan Huo Meigui mendekati kawasan Lembah Kematian yang merupakan kawasan badai petir yang menyambar tiada henti.


“Gege kita tidak boleh ke sini. Kata tuan muda Ling Wentian, tak ada yang bisa keluar hidup-hidup bila memasuki kawasan ini. Selain sambaran petirnya yang mengerikan, ada juga monster Salamander yang hidup dikawasan itu.” Huo Meigui teringat dengan gambaran singkat tentang Dimensi Heidong oleh Ling Wentian saat mereka akan memasuki Artefak Dimensi Heidong tadi.


Xiuhuan memperhatikan kawasan Lembah Kematian itu dan merasa kekuatan Petirnya lebih lemah daripada Petir Malapetaka saat ia menghadapi ujian naik kealam surga.


Seringai kecil muncul di sudut bibirnya, ia merasa Lembah Kematian ini adalah jalan keluar untuk mengatasi kebuntuan Kultivasi-nya yang belum naik Ribuan tahun itu. Sudah saatnya ia memasuki Sekte Qingyun, tempat berkumpulnya Kultivator hebat itu dengan naik ketingkat Immortal Menengah.


“Sayang!” seru Xiuhuan dengan senyum yang membuat hati Huo Meigui meleleh melihatnya. “Apakah kau ingin naik ke Ranah Chaos Ancient God?” rayu Xiuhuan.

__ADS_1


“Na-naik ke Ranah Chaos Ancient God?” Huo Meigui terbata-bata menjawabnya, ia sudah lama terjebak di tingkat Immortal Akhir, sedangkan teman seangkatannya di Clan Huo—kebanyakan Kultivasi mereka di Ranah Chaos Ancient God dan Huo Guan sendiri di Ranah Absolute God, tentu saja tawaran Xiuhuan bagaikan mimpi di siang bolong. “A-apa gege bercanda?” Dia masih ragu-ragu dengan tawaran yang menggiurkan itu.


“Kalau tak mau ya, sudah. Aku akan membawa Boneka Kayu saja, agar ia segera mencapai Ranah Absolute God dan kita memiliki senjata rahasia kuat bila menghadapi musuh yang merepotkan di masa depan.”


Xiuhuan tak berusaha membujuknya, karena ia merasa Huo Meigui memang malas berkultivasi, karena teman seangkatannya Huo Guan saja sudah dipuncak Kultivasi yang diidam-idamkan oleh semua Kultivator, padahal sebenarnya Xiuhuan tak tahu bahwa Huo Guan adalah jenius yang tak bisa disamakan dengan Kultivator lain, bahkan dengan Xiuhuan sendiri.


Huo Meigui mengembung kan pipinya, “Orang bodoh mana yang tak mau naik tingkat Kultivasi,” sahut Huo Meigui. “Cepat katakan bagaimana caranya. Gege terlalu banyak rahasia, nanti aku tak akan berikan jatah lagi kalau tak mengajariku,” ancam Huo Meigui dengan senjata rahasianya yang dapat membuat Xiuhuan takluk.


“Eh, kukira Meigui‘er malas berkultivasi.” Xiuhuan terkejut, ternyata istrinya langsung setuju dengan tawarannya. “Baiklah pegang erat-erat!” katanya lagi. Namun, Huo Meigui belum sempat bereaksi, mereka telah memasuki kawasan Lembah Kematian.


“Tenang saja sayang! Aku telah membuat Perisai air, sehingga aliran Petir itu akan terserap ke tubuhku.” Xiuhuan memberikan penjelasan, karena melihat Huo Meigui kebingungan. “Di benuaku tinggal, Pendekar Pedang memiliki kontrak dengan Roh Siluman atau nama lainnya Roh Pedang. Roh tersebut tinggal di dalam Rongqi atau pada Kultivator sepertimu disebut Dantian. Saat bertarung, kami meminjam kekuatan Roh Pedang itu dan tiap-tiap Roh Pedang memiliki keunikan tersendiri, seperti Elemen yang kalian miliki. Ah, kalau dijelaskan pasti panjang ceritanya; saat kita bersantai saja kujelaskan dan kau boleh bertanya apa saja padaku, agar kau tak mengira aku main rahasia-rahasian,” ungkapnya lagi.


Huo Meigui mengangguk, rasa curiganya pada Xiuhuan telah berkurang. Sekarang ia yakin Xiuhuan adalah Pria sejati, walaupun masih ia sesalkan menjadi istri yang ke 51 dan yakin di masa depan akan bertambah lagi. Karena Xiuhuan dengan mudah menikahi wanita yang tertimpa kemalangan, dengan menawarkan diri sebagai suami mereka.


Xiuhuan masuk ke bagian terdalam kawasan Lembah Kematian, ia menghindari monster Salamander yang berkeliaran di sana agar tak membuang-buang waktunya.


Makin masuk ke bagian terdalam, kekuatan sambaran Petir itu makin kuat dan bahkan ia merasa sambaran Petir itu lebih kuat dari sambaran Petir Malapetaka.

__ADS_1


“Sepertinya masuk lebih dalam adalah pilihan konyol. Namun, aku yakin di bagian terdalam Lembah Kematian ini pasti ada harta misterius. Ah, sayang sekali; kekuatanku belum memadai pergi ke sana,” gumam Xiuhuan memilih berhenti di bukit kecil dengan lereng yang curam, sehingga Monster Salamander tak bisa menaikinya. Mereka akan aman berkultivasi di sana, tanpa mengkhawatirkan gangguan para monster, kecuali bila ada monster Naga berelemen Petir atau monster tipe burung lainnya. Namun, untuk saat ini Xiuhuan merasa penghuni Lembah Kematian ini adalah kawanan monster Salamander.


“Hmm, ano ....” Huo Meigui memain-mainkan jari tangannya. Dia bingung bagaimana cara Xiuhuan meningkatkan Kultivasi-nya.


“Kita akan melakukan Kultivasi ganda,” sela Xiuhuan, tahu kebingungannya. “Aku akan menyalurkan sebagian qi yang kuserap padamu. Dengan bantuan Roh Pedang Sidat Listrik, kita akan dengan mudah menyerap energi spiritual Petir ini menjadi qi dan aku akan menyalurkan qi itu pada titik-titik meredianmu dan kamu hanya perlu menyalurkannya ke Dantianmu. Sangat sederhana, walaupun banyak yang bocor nanti saat prosesnya, tetapi kau tak perlu khawatir. Kita masih punya waktu satu tahun di sini dan tak mungkinlah tak ada yang nyangkut di Dantianmu, kan? hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh dengan ide konyolnya itu.


Kalau saja ide Kultivasi ganda ini menggunakan Pill, mungkin ia akan bangkrut seketika. Karena jalan Kultivasi itu sangat sulit dan butuh biaya besar, makanya semakin besar suatu Clan, semakin banyak mereka menghasilkan Kultivator hebat, berkat dukungan finansial dan sumberdaya Clan tersebut.


“Hmm ... Aku mengerti,” sahut Huo Meigui setelah mendengar penjelasan Xiuhuan. Dia langsung melepas Hanfunya—membuat hidung Xiuhuan mimisan melihat kemolekan tubuhnya itu, walaupun ia sudah pernah mencicipinya.


“Sayang! Kau tak perlu melepas pakaianmu,” tegur Xiuhuan sembari menyeka mimisannya, walaupun ia sebenarnya ingin melakukan itu. Namun, berkultivasi lebih penting. Mereka bisa melakukan itu diluar sana nanti. Toh, umur Kultivator bisa puluhan ribu tahun, kenapa harus buru-buru. Sedangkan jackpot ini hanya bisa ditemukan sekali seumur hidupnya.


“Eh, berarti kita bukan berolahraga ekstrim setahun penuh, ya?” Huo Meigui tertawa terkekeh-kekeh, ia ternyata salah tanggap dengan penjelasan Xiuhuan.


Xiuhuan menjitak kening Huo Meigui, sembari geleng-geleng kepala. Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh istrinya itu, padahal ia sudah memberikan penjelasan panjang lebar tadi.


...{Jangan lupa 👍 Bosque}...

__ADS_1


__ADS_2