
Du Louxia berdiri di luar penginapan yang dimaksud oleh Pemimpin kota Kayu manis dan memperhatikan setiap pengunjung yang keluar dari sana.
Sudah hampir belasan pengunjung yang meninggalkan penginapan, tetapi tidak ada yang Kultivasinya di Ranah Absolute God, sehingga tiba-tiba muncul seseorang yang familiar di matanya. “Bu-bukankah itu Pertapa Agung! Kenapa ia bisa ada di wilayah Clan Du dan kini ia telah menjadi Ranah Absolute God, padahal dulu cuma di Ranah Immortal Awal saja,” gumam Du Louxia terkejut.
Pertapa Agung yang dimaksud oleh Du Louxia itu segera berjalan meninggalkan kota Kayu manis dan arah tujuannya itu adalah ke Kota Dufan, tempat Kediaman Clan Du berada.
Du Louxia yang diam-diam mengikutinya menduga-duga, mungkinkah ia terlibat dalam penghancuran Clan Huo, karena saat itu Pertapa Agung juga terlibat masalah dengan tuan muda dari Clan Huo—tetapi ia berhasil kabur kembali ke Benua Kun Lun.
Pertapa Agung tersebut berhenti di sebuah desa kecil yang penduduknya hanya puluhan orang saja. Mereka kelihatan sangat miskin dan Du Louxia hampir muntah darah saat melihat Pertapa Agung mengeluarkan Monster Badak Level Tian untuk penduduk di sana, padahal harga daging monster level Tian itu sangat mahal, dan kulit Monster Badak itu juga bisa dibuat menjadi armor tingkat tinggi. Namun, Pertapa Agung menyerahkannya secara percuma-cuma saja.
“Hehehe ... dia tetap baik seperti dulu,” gumam Du Louxia tersenyum saat mengingat diselamatkan oleh Pertapa Agung tersebut.
Du Louxia terus mengikutinya dari belakang dan saat memasuki kota Qingyang—Pertapa Agung itu dihadang oleh Kultivator Ranah Immortal Akhir yang merupakan anggota dari tetua Pertama dan Du Louxia mengenalinya, karena gara-gara adik perempuan Kultivator itulah kekasihnya tiba-tiba mengatakan tidak mencintainya lagi—apalagi saat mengetahui kalau ia menjadi sebatang kara karena semua keluarganya telah tewas di tangan Clan Fang, untung saja Tetua Ketiga sedang merekrut anggota dan ia berhasil diterima sebagai anggota magang dan kini telah menjadi anggota utama dengan fasilitas terbaik untuk menunjang Kultivasinya.
...***...
“Hei, sejak kapan Kultivator Ranah Absolute God boleh memasuki Wilayah Clan Du kami?” tanya Du Xiao, karena Ketua Clan mengumumkan semua Kultivator wajib mengenakan label Clan Du di pakaian mereka dan yang tidak mengenakan itu tidak boleh tinggal—walaupun dia Kultivator Ranah Absolute God sekalipun.
“Sejak aku datang!” sahut Pertapa Agung—menurut Du Louxia itu.
Du Xiao mengerutkan keningnya, walaupun ia tidak berani melawannya. Namun, sikap Kultivator dihadapannya itu seperti meremehkan Clan Du-nya.
“Apakah Anda yakin senior?” tanya Du Xiao dengan sopan, walaupun wajahnya mengatakan ia sangat jengkel melihat Xiuhuan.
__ADS_1
“Bagaimana kita gunakan cara-cara damai saja, tolong jangan tolak kebaikanku ini—karena bila aku sudah kesal, mungkin kamu tidak akan melihat hari esok lagi,” sahut Pertapa Agung mengeluarkan satu Keping Emas.
Du Louxia menerima satu keping emas itu dengan mengerutkan keningnya, karena jelas sekali kalau Kultivator dihadapannya ini mempermainkan dirinya dengan cara menyogok dihadapan antrian pengunjung yang akan memasuki kota Qingyang.
“Lancang sekali kau sialan!” teriak salah satu rekan Du Xiao, tetapi ia langsung menahan rekannya itu agar tidak menyinggung Kultivator Ranah Absolute God tersebut. “Biarkan saja ia pergi!” lanjut Du Xiao.
Du Louxia hampir menahan nafasnya, karena takut Pertapa Agung itu akan membunuh rekan-rekan satu Clan-nya itu. Namun, setelah Pertapa Agung memasuki kota Qingyang, tiba-tiba Du Xiao melepas kembang api—yang menandakan telah muncul musuh yang harus di tangani oleh tetua atau Ketua Clan Du
“Sial, aku harus memberitahu pada Pertapa Agung agar segera meninggalkan kota Qingyang, kalau tidak ia akan bahaya saat berhadapan dengan Tetua Pertama yang merupakan Kultivator terkuat Kedua di Clan Du.
Du Louxia ingin segera berlari, tetapi tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya—sehingga ia menoleh kebelakang dan membelalakkan mata melihat Pertapa Agung telah dibelakangnya.
“Se-sejak kapan Pertapa Agung ada dibelakangku?” Du Louxia memegang wajah Pertapa Agung yang tampan itu apakah hanya halusinasinya saja.
“Hei, kamu rindu pada babang tampan, ya?” Pertapa Agung atau Xiuhuan tersenyum lebar menatapnya, karena ia sudah mengetahui kalau Du Louxia telah mengikutinya sejak dari Kota Kayu manis, tetapi ia berpura-pura tidak melihatnya.
Xiuhuan tersenyum lebar dan berkata, “Tinggal bunuh saja, apa kamu tidak melihat betapa agungnya diriku sekarang!” Xiuhuan menyombongkan diri.
Du Louxia mengerutkan keningnya dan curiga apa yang terjadi di Clan Huo sebenarnya adalah ulahnya, karena ia sudah tahu kalau Pertapa Agung sebenarnya berasal dari Benua Kun Lun.
“Kenapa Pertapa Agung menghancurkan Clan kami. juga?” tanya Du Louxia penasaran.
“Hmm, menyatukan seluruh Benua, sehingga tidak perlu ada lagi yang namanya Aliansi Aliran Hitam maupun Aliansi Aliran Putih,” sahut Xiuhuan. “Bagaimana kalau kamu akau angkat menjadi Ketua Clan Du, setelah kita membunuhnya!” katanya lagi.
__ADS_1
Du Louxia mengerutkan keningnya, itu adalah jabatan yang terlalu mustahil ia capai. Namun, tiba-tiba Xiuhuan malah menawarkan jabatan tersebut.
“Bagaimana? Jangan melamun saja!” Xiuhuan berkata dengan senyum lebar, seolah-olah sangat mudah untuk mendapatkan jabatan itu.
“Ouhhh, Aku tak menyangka ternyata anggota Tetua Ketiga bekerjasama dengan pihak musuh untuk melakukan kudeta pada Ketua Clan Du!” Tetua Pertama Clan Du datang bersama dengan Tiga Kultivator Ranah Absolute God.
Du Xiao menatap Du Louxia dengan seringai tipis di wajahnya, karena ia tahu kalau Du Louxia adalah mantan kekasih—suami adik perempuannya. “Hahaha ... pantaslah Du Chen tidak mau menikahimu, karena kamu sebenarnya adalah mata-matai pihak musuh!” ejeknya.
Du Louxia merasa tubuhnya terasa lemas, karena tiba-tiba menjadi tersangka makar—padahal ia hanya ingin meminta Xiuhuan kabur meninggalkan kota Qingyang, karena tak tega penyelamat hidupnya itu dibunuh oleh para Tetua.
“Kenapa kamu diam saja wanita murahan! Apakah kamu itu adalah wanita simpanannya hehehe ....” Kata-kata Du Xiao makin kasar, karena ia tidak perlu takut lagi pada Xiuhuan—sebab ada Tetua pertama yang akan melindunginya.
Xiuhuan mengerutkan keningnya dan melihat wajah Du Louxia telah sedih karena dirinya.
“Dasar bocah bau, ngoceh saja kerja mulutmu itu!” gerutu Xiuhuan mengepal tangannya dan tiba-tiba tubuh Du Xiao mengeluarkan cahaya berwarna emas—tak lama berselang tubuhnya hancur berkeping-keping.
Du Louxia dan Tetua Pertama terkejut melihatnya, mereka tidak melihat kapan serangan yang menewaskan Du Xiao itu terjadi. Bukan hanya Du Xiao, beberapa Kultivator yang datang bersamanya tadi ikut hancur berkeping-keping.
Tetua Pertama menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan dan berkata, “Maaf senior, kalau boleh tahu—Anda ini siapa dan kenapa ingin melakukan kudeta bersama Du Louxia?”
Tetua Pertama merasa ia tak akan mampu mengalahkan Xiuhuan, walaupun ada tiga Ranah Absolute God yang akan membantunya. Karena dari caranya membunuh Du Xiao beserta yang lainnya yang sangat misterius itu, ia menyimpulkan Xiuhuan mungkin Kultivator yang menjadi andalan Clan Ling yang tengah meresahkan semua Clan besar saat ini.
Xiuhuan tak menyangka sikap Tetua Pertama langsung berubah menjadi seperti kucing rumahan, padahal tadi ia sangat galak seperti harimau saja. Padahal Xiuhuan hanya membunuh anggotanya yang berada di Ranah Immortal akhir.
__ADS_1
Xiuhuan melipat kedua tangannya di dada dan berkata, “Aku adalah Xiuhuan dari Clan Ling dan kedatanganku kemari adalah ingin berbicara empat mata dengan Ketua Clan kalian. Oh, aku hampir lupa, dia adalah teman lamaku—jadi tidak mungkin ia akan menjadi mata-mata kami. Namun, bila ada yang menyakitinya, maka aku tidak akan segan-segan menghancurkan seluruh Keluarganya hingga tak tersisa.” Seringai tipis terpancar di wajah Xiuhuan.
Tetua Pertama mengerutkan keningnya dan tidak bisa memberikan jawaban atas permintaan Xiuhuan itu, sehingga ia mengeluarkan Artefak bip-bip dari cincin dimensinya untuk memberitahu Ketua Clan Du, bahwa si Setan Gila itu telah memasuki wilayah mereka.