
"Aaaaaa!" teriak Lin Jingmi yang kaget tertimpa seorang pengintip dari atas. Ini pertama kali baginya, seorang pria melihatnya tak mengenakan busana.
"Hei, kau salah paham!" Xiuhuan lansung mendekap mulut Lin Jingmi agar teriakannya tak terdengar keluar. "Aku ke sini mau menagih informasi," lanjut Xiuhuan lagi.
"Cih, mesummmm! Tak bisakah kau datang baik-baik tanpa harus merusak rumah orang!" sahut Lin Jingmi kesal sembari lansung mengenakan pakaiannya.
Xiuhuan berpura-pura melihat ke arah lain, agar Lin Jingmi yakin ia tak sengaja datang tiba-tiba, bukan bermaksud mengintipnya.
"Informasi apa yang kau butuhkan!" tanya Lin Jingmi setelah selesai mengenakan pakaiannya, masih dengan nada kesal.
Lin Jingmi tak menyangka orang mesum di depannya itu yang pertama melihat dirinya tanpa sehelai benangpun. Karena, meskipun ia adalah pelacur, namun Lin Jingmi belum pernah melakukan hubungan intim dengan pelanggannya, ia menghipnotis mereka dengan jurus pesonanya, lalu menguras uang mereka.
"Tentu saja informasi pelacur cantik! Padahal aku cuma melihat sekilas saja, kau sudah marah. Bukannya kau itu barang bekas yang sudah dipakai berkali-kali," goda Xiuhuan sembari mengelus rambut hitam panjang Lin Jingmi, "Hmmm, wanginya ... Apakah kau mandi bunga kembang tujuh rupa?"
Xiuhuan kembali bertanya, padahal Lin Jingmi belum menjawab pertanyaan pertamanya. Tentu saja Lin Jingmi bertambah dongkol dibuatnya.
__ADS_1
"Pertama aku tekankan, ya! Aku ini masih suciiiiiiii! Kedua, berhenti memanggilku Pelacur, aku ini punya nama! Ketiga jangan kau nodai rambutku itu!" teriak Lin Jingmi, karena Xiuhuan menghirup aroma rambutnya.
"Hei, tak usah teriak begitu! Kau mau aku membunuh orang-orangmu, karena mendengar teriakanmu, mereka pasti kemari." sela Xiuhuan sambil berhenti memain-mainkan rambut Lin Jingmi.
"Kau--" Lin Jingmi geram, namun tak sanggup berbuat apa-apa. Karena Xiuhuan memiliki unsur Roh Pedang, mirip Assasin yang dirumorkan mengobrak-abrik ibukota tempo hari dulu.
"Sudahlah, beritahu saja aku hasil pertemuan kalian. Tadi kulihat anggota Paviliun Shadow juga ikut dalam pertemuan itu."
Xiuhuan kini serius bertanya dan berhenti bercanda pada Lin Jingmi.
Lin Jingmi melihat Xiuhuan berubah menjadi serius, membuatnya sedikit takut. "Mereka membahas Hakim Duan Cangtian yang belum juga muncul sesuai jadwal yang dijanjikan. Kini, satu anggota Paviliun Shadow Pendekar Pedang tahap 90 bersama Sesepuh, Lin Yun sedang melakukan pencarian sejauh 10 mil dari sini. Jika, tak ditemukan maka rencana penyerangan akan tetap dilakukan tanpa harus menunggunya lagi."
Lin Jingmi heran dengan sikap Xiuhuan setelah mendengar informasi darinya. Namun Lin Jingmi diam saja, karena tugasnya hanya memberikan informasi saja. Sesuai kesepakatan mereka saat di Rumah bordil Gerbang Surga.
"Sepertinya Aku harus melenyapkan tim pencari itu, untuk menunda waktu sampai anakbuahku tiba kemari." Lanjut Xiuhuan dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"Tolong jangan kau bunuh Sesepuh Lin Yun, ia bertindak karena tak ingin Paviliun Shadow menghancurkan Clan kami, karena dulu ia paling keras menentang rencana Ketua Lin Dong bekerjasama dengan mereka."
Lin Jingmi lansung memegang tangan Xiuhuan yang akan melompat ke atap rumah kembali.
"Ternyata begitu, tak semua dari mereka setuju dengan kelakuan Ketua Clan Lin," guman Xiuhuan. "Nanti saja kupikir-pikir lebih dulu!" seru Xiuhuan sembari melepaskan pegangan Lin Jingmi. Ia kemudian meninggalkan Ratu Malam itu, yang masih memohon tak membunuh Sesepuh Lin Yun.
"Sesepuh Lin Yun, semoga saja kau baik-baik saja. Juga, Xiuhuan tak membunuhmu," ucapnya pelan.
Lin Yun adalah sahabat ayahnya, namun Lin Yun memiliki sifat keras kepala, berbeda dengan ayahnya yang lebih adem dan menghindari masalah.
Xiuhuan kemudian, segera melesat ke arah luar kota Yangtze, menyusul anggota Paviliun Shadow yang dikatakan oleh Lin Jingmi.
Sementara itu, Tang Xian bersama Sesepuh Lin Yun telah meninggalkan kota Yangtze, namun gerakan mereka cukup lambat. Karena anggota Clan Lin yang dibawa oleh Sesepuh Lin Yun cuma Pendekar Pedang tahap lima puluhan saja.
Tang Xian sebenarnya dongkol dibuatnya, namun ia harus bersabar. Karena ia berencana membuat mereka sebagai tameng nanti jika Assasin Pendekar Pedang tahap 100 itu muncul.
__ADS_1
Sedangkan dirinya sendiri akan kabur dan memberi tahu Bai Qiusheng. Sehingga mereka akan mengeroyok Assasin itu secara bersamaan, karena kali ini Paviliun Shadow mengirim 35 Pendekar Pedang berlevel tinggi.
Bersambung 🗡️🗡️🗡️