Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Xiuhuan Tersungkur


__ADS_3

Dong Shuliang yang melihat Xiuhuan akan menebas tetua Xiao Yan lansung mengeluarkan Pedang rohnya dan memunculkan tembok tanah bertangga-tangga ke atas.


Tetua Dong Shuliang memiliki unsur tanah dengan Roh Pedang Serigala itu melompat tinggi. “Xiuhuan jangan lakukan itu!” teriaknya sembari bersiap menebas Xiuhuan.


Xiuhuan menyadari sebuah serangan datang, namun sudah terlambat untuk membalikkan badan. Dengan terpaksa ia menahan tebasan Pedang Dong Shuliang dengan Pedangnya tanpa menggunakan tenaga dalam.


Xiuhuan terlempar ke bawah dan berguling-guling puluhan meter menembus beberapa rumah penduduk hingga meninggalkan lubang menganga.


“Ah, sialan kau Dong Shuliang!” umpat Xiuhuan tanpa memangilnya tetua lagi. Xiuhuan kemudian menancapkan pedangnya ke lantai dan mencoba berdiri. Ia mengusap darah yang keluar dari bibirnya. Begitu juga dengan tubuhnya penuh dengan luka, karena Xiuhuan tak menyadari kedatangan Dong Shuliang.


Dong Shuliang tak menjawab umpatan Xiuhuan. Dia justru meminta murid-muridnya yang mengikutinya ke restoran Kaefci ini untuk membawa Xiao Yan kembali ke Sekte.


Setelah itu, barulah Dong Shuliang mendekati Xiuhuan yang sempoyongan itu.


“Ah, maaf senior, Aku terlalu berlebihan menyerangmu tadi. Habis sih, kau hampir membunuhnya. Bukannya aku tak mau membelamu, tapi jika dia mati maka jelas-jelas kau yang bersalah. Kau mungkin dengan gampang kabur dari sini, tapi bagaimana dengan mereka?” Dong Shuliang menunjuk Liu Ruyan dan Qianran yang juga baru sampai di lokasi pertarungan Xiuhuan dengan Tetua Xiao Yan itu.


Xiuhuan terdiam, ia juga sependapat dengan ucapan Dong Shuliang.


“Terus bagaimana sekarang? Aku sudah terlanjur membuat kekacauan di sini,” tanya Xiuhuan.


“Tetua Xiao Yan pasti meminta pada Ketua Sekte untuk menghukummu, walaupun Ketua Sekte akan memberikanmu keringanan karena kau justru berusaha menyelamatkan kota Guangxi dari amukannya.” Dong Shuliang berusaha mencari solusi mengatasi masalah yang akan Xiuhuan hadapi.


“Senior!” Liu Ruyan lansung menghampiri Xiuhuan.


“Tuan Xiuhuan!” Qianran juga menghampirinya.


“Tenang saja, Aku luka ringan saja. Tapi rasa sakitnya lumayan, jadi ingin rasanya menebas kaki tetua Dong Shuliang untuk membalas kelakuannya ini,” sahut Xiuhuan.


Dong Shuliang hanya tersenyum masam. Ia sebenarnya puas membuat Xiuhuan begini, karena ia merasa Xiuhuan terlalu sombong, mentang-mentang mempunyai Rongqi yang besar.


“Begini saja, kau tinggalkan kota ini dan pergi saja duluan ke ibukota. Masalahmu akan aku atasi, ibaratnya hukumanmu ditundalah,” kata Dong Shuliang memberikan solusi.

__ADS_1


“Berarti aku tetap dihukum, dong?” sahut Xiuhuan kurang suka dengan solusi itu. “Mendingan aku melamar ke Sekte lain saja mencari perlindungan. Beres!” katanya lagi.


“Kalau kau pergi tanpa ada jaminan. Maka teman-temanmu ini akan di hukum, karena telah membawa penyusup ke dalam Sekte.” Dong Shuliang geleng-geleng kepala. Kemudian berkata lagi, “terutama Qingyi yang akan dalam masalah besar. Dia akan dituduh membunuh rekan-rekannya saat menjalankan misi. Kau tahulah hukuman yang akan ia terima adalah Hukuman mati!”


Xiuhuan terdiam, ia melirik Liu Ruyan dan Qianran. Keduanya tampak sedih, terutama Qianran yang menjadi awal penyebab kejadian ini.


“Ya sudah, aku terima saranmu. Masalah kecil begini malah dibuat sulit hahaha ....” Xiuhuan berpura-pura tegar menerima hukuman yang akan ia terima, agar Liu Ruyan dan Qianran tak sedih atau merasa bersalah.


Dong Shuliang tersenyum, ia yakin Xiuhuan mau menerima tawarannya karena tak ingin wanita-wanita ini dihukum.


Nyonya Liu menghampiri mereka, ia kemudian bersujud di kaki Xiuhuan agar diampuni, begitu juga pada Qianran ia memohon agar memaafkan kesalahannya.


Xiuhuan melirik Qianran, agar mengatakan pendapatnya mengenai orang yang telah membuatnya menderita selama ini.


Qianran meminta nyonya Liu berdiri kembali. Ia juga mengusap air mata nyonya Liu.


“Kuharap nyonya Liu menjadi orang baik ke depannya,” kata Qianran memaafkannya.


Nyonya Liu lansung menangis histeris, ia sangat bersyukur sekali telah dimaafkan oleh Qianran.


“Aman itu. Tapi kenapa nyonya Liu sangat ketakutan melihatmu. Apa yang kau lakukan padanya?” Dong Shuliang penasaran, begitu juga dengan Liu Ruyan dan Qianran.


“Hahaha ...." Xiuhuan tertawa cengengesan, kemudian berkata, “Aku membunuh suaminya dan memperkosanya!”


“Apaaaaaa! Dasar bejatttttttt!” teriak Liu Ruyan.


Qianran hanya tersenyum tipis, ia sudah tak heran. Karena Xiuhuan tadi awalnya ingin ke rumah bordil Xiangshou untuk melepaskan hasratnya, namun tak jadi gara-gara menyelamatkan dirinya. Tapi yang tak habis pikir adalah dalam situasi ini, ia masih sempat-sempatnya melakukan itu.


“Yah, mau bagaimana lagi. Dia orang jahat, tadi ia hampir menjual nona Qianran ke rumah bordil Xiangshou. Untung saja aku yang sedang ingin bercinta, malah melihatnya hahaha ....” Xiuhuan malah tertawa dimarahi oleh Liu Ruyan. “Kau maklumlah Yan‘er, aku ini kan, pria dewasa yang sudah pernah beristri. Tentu saja butuh asupan gizi lainnya,” kata Xiuhuan berkilah.


“Cih, untung Aku tak tergoda oleh gombalanmu,” cibir Liu Ruyan.

__ADS_1


“Sebenarnya prilakumu itu tak bisa diterima dan malah mencoreng nama baik Sekte Pedang Taiyang saja. Namun apa boleh buat, ambisiku menjadi tetua pertama lebih diprioritaskan. Maka aku akan pura-pura tak tahu apa yang kau lakukan. Tapi diluar sana nanti, tolong janganlah terlalu terang-terangan berbuat begini,” kata Dong Shuliang.


“Kira-kira nanti, hukuman apa yang akan aku dapatkan setelah melewati kompetisi antar Sekte. Kau masih ingatkan, aku cuma menjadi muridmu selama setahun saja. Karena setelah itu aku akan menghilang lagi dari daratan utama ini, alasannya tak akan kuberi tahu.” Xiuhuan masih mengkhawatirkan wanita-wanita ini setelah ia kembali ke Pulau Niao nantinya.


“Tenang saja. Asalkan kau mendapatkan peringkat yang lumayan dari tahun lalu. Aku yakin hukumanmu akan dihapuskan, apalagi sampai mendongkrak posisi Sekte kita nantinya,” jawab Dong Shuliang.


“Satu lagi, bisakah kepergianku ditunda dulu. Hari ini benar-benar menguras Rongqiku. Karena aku yakin nanti diluar sana, aku pasti akan mendapatkan musuh lagi. Tahulah, aku ini pembawa masalah, kalau bepergian hahaha ....” Xiuhuan tertawa setelah mengatakannya.


“Kau tak bisa kembali ke Sekte. Cobalah menginap di Penginapan saja atau di rumah bordil Xiangshou untuk menenangkan pikiranmu,” sindir Dong Shuliang.


Xiuhuan tersenyum masam, Dong Shuliang malah tak memberikan solusi padanya.


“Ya sudah, tuan Xiuhuan bisa berkultivasi di kontrakanku saja. Hitung-hitung balas budi atas kebaikan tuan Xiuhuan padaku,” sela Qianran memberikan sebuah solusi.


“Kau yakin nona Qianran. Takutnya nanti dia malah melakukan hal tak senonoh padamu. Tahulah, dia ini murid titipan, asal-usulnya saja tak jelas,” sahut Dong Shuliang.


“Ehemm!” Xiuhuan berdehem. “Aku tak sebejat itulah, kan aku cuma melakukannya pada wanita jahat dan tempat resmi yang menyediakan jasa bercinta,” kata Xiuhuan membela diri.


“Kenapa tak beli rumah saja yang ada dua kamarnya. Kan, tuan Xiuhuan telah memberimu Poin banyak,” sela nyonya Liu yang diam saja sejak tadi.


“Ah, betul juga itu. Buat apa lagi tinggal di sana. Kita carikan saja rumah yang bisa juga untuk tempat buka usaha. Kalau masalah keamanan, serahkan saja pada tetua Shuliang. Toh, kini ia adalah orang nomor dua di Sekte Pedang Taiyang. Mana berani Clan Su mengambil upeti nanti itu,” kata Xiuhuan.


“Kau tempelkan saja nanti di pintu masuk, ‘bahwa restoran ini dibawah perlindungan tetua Dong Shuliang,’ ini juga berlaku buat nyonya Liu. Tapi jangan kembali lagi menindas karayawanmu nanti, ya?” sahut Dong Shuliang.


Nyonya Liu mengangguk setuju. Mereka kemudian memutuskan berpisah di sini, Dong Shuliang dan Liu Ruyan kembali ke Sekte, sedangkan Xiuhuan dan Qianran mencari rumah yang di jual.


Saat akan pergi Xiuhuan menyadari sesuatu. “Nyonya Liu, ikutlah dengan tetua Shuliang ke Sekte. Coba kau jelaskan pada tetua Yan, kejadian ini dan juga pada putrimu. Kalau dia dendam denganku, aku akan siap bertarung dengannya. Kau tak perlu cemas, aku tak akan membunuhnya atau melakukan hal tak senonoh,” kata Xiuhuan.


Nyonya Liu mengangguk dan mengikuti Dong Shuliang ke Sekte Pedang Taiyang.


“Sebelum kita mencari rumah baru, lebih baik kita ke kontrakanku dulu membersihkan lukamu,” kata Qianran.

__ADS_1


Xiuhuan mengangguk setuju, karena ia juga berpikir orang-orang akan curiga padanya jika berlumuran luka begini.


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2