Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Melatih Murid-Murid


__ADS_3

Xiuhuan berjalan sambil melamun dan sebuah merpati pesan kembali menghampirinya.


"Datang lagi," guman Xiuhuan, karena baru tadi pesan dari Jia Li sampai, kini tiba juga pesan dari Feng Yunji.


Xiuhuan membaca pesan itu dan menarik kesimpulan, kenapa Paviliun Shadow ingin memiliki Dou Yi, karena mereka ingin mencoba memindahkan Pedang yang menjadi kunci perisai yang melindungi Pulau Niao dengan jurus Pembelah dimensi. Namun, Dou Yi masih butuh waktu lama mempelajari jurus itu, mengingat Dou Yi baru berusia 16 tahun dan berada pada Pendekar Pedang tahap 10 saja.


Paviliun Shadow masih butuh puluhan tahun melatih Dou Yi supaya sempurna menggunakan jurus pembelah dimensi, jika kemarin Xiuhuan gagal mendapatkannya.


Sambil melamun memikirkan hal itu, ternyata Xiuhuan telah berada di aula barat. Tempat pengambilan kitab jurus. Tampak Su Bimbing tersenyum melihat kedatangan Xiuhuan.


"Hai cantik!" goda Xiuhuan.


"Hmm, apakah kita akan bersenang-senang lagi nih?" sahut Su Bimbing dengan senyum lebar. Ia kemudian beranjak dari tempat duduknya ingin menghampiri Xiuhuan.


"Stopppp cantikku! Lain kali saja ya, sekarang aku mempunyai banyak uang hasil dari misi pengawalan ke ibukota kemarin."


Xiuhuan menyuruh Su Bimbing tetap duduk di tempatnya. Karena jika Su Bimbing sempat menghampirinya, maka hal tak senonoh akan terjadi selanjutnya. Mengingat hari ini banyak murid baru yang sedang memilih kitab jurus untuk mereka.


"Cih, padahal kan, aku sudah haus belaian!" seru Su Bimbing merajuk dengan menghadap ke arah lain.


"Hahaha kapan-kapan ya," sahut Xiuhuan sambil melangkah ke dalam aula barat itu. Ia langsung ke lantai atas, tempat kitab tingkat tinggi berada.


Tak butuh waktu lama bagi Xiuhuan untuk mencari kitab jurus untuk kedua muridnya itu. Xiuhuan kemudian kembali menemui Su Bimbing untuk membayar biaya sewanya.


"Ini!" Xiuhuan melempar Plakat miliknya.


Su Bimbing menangkap Plakat itu dan menarik 200 poin dari sana, namun Su Bimbing kaget melihat isi keseluruhan dari poin di Plakat Xiuhuan.

__ADS_1


"Tumben kau memiliki banyak poin? Apa kau telah menjadi tetua kesayangan Tang Yin?" ucapnya kecus, sebab mereka tak pernah mendapat bonus banyak begitu dari ketua sekte.


"Aku isi ulang itu lho, mana mungkin si pelit itu mau memberikan poin lebih!" seru Xiuhuan. Karena memang ia telah mengisi ulang poinnya ke aula misi kemarin.


"Hmm, mencurigakan sekali!" sahut Su Bimbing melempar kembali Plakat milik Xiuhuan.


"Tak boleh berburuk sangka pada babang tampan ini, nanti tak kukasih tongkat sakti--"


"Ah, mana mungkin tetua keenam berbuat macam-macam!" seru Su Bimbing memotong ucapan Xiuhuan. Ia tak ingin Xiuhuan merajuk dan tak mau tidur dengannya lagi.


Xiuhuan tersenyum tipis sambil meninggalkan aula barat, ia tak menyangka Su Bimbing ternyata cinta mati terhadapnya.


Sesampainya di aula timur, Xiuhuan lansung memanggil keempat muridnya berkumpul di halaman aula.


"Ini untukmu!"


"Baiklah kalian pelajari kitab itu dulu, sedangkan Shuyan dan Liu Ya latih tanding. Tapi kau Liu Ya jangan keras-keras pada Shuyan, ya. Kau kan, lebih tinggi levelnya!" seru Xiuhuan.


"Baik tetua!" sahut Liu Ya.


Keduanya kemudian bersiap bertarung. Liu Ya kemudian memanggil Roh Pedangnya. Tak sampai disitu ia juga melakukan penggabungan dengan Roh Pedang. Sepasang sayap muncul di punggungnya, karena ia sendiri berunsur Angin dan memiliki Roh Pedang Elang Putih.


"Wau cantik sekali!" Xiuhuan memuji penampilan Liu Ya, Pendekar Pedang tahap 15 itu yang melayang di udara.


Shuyan tak mau ketinggalan ia memanggil Roh Pedang Salamander. Roh Pedang berunsur api terkuat. Ia juga mau pamer, karena melihat Liu Ya dipuji oleh Xiuhuan dengan melakukan penggabungan.


"Hahahaha ...." Xiuhuan tertawa terpingkal-pingkal melihat Shuyan yang berubah, kini ia memiliki ekor dengan bentuk setengah kadal.

__ADS_1


Shuyan merajuk dengan menggembungkan pipinya, niat hati ingin dapat pujian, malah kena ejekan.


"Sudah tak usah malu ... yang penting dia Roh Pedang kuat, guru saja Roh Belut santai saja hahaha ...." Xiuhuan kembali tertawa, karena Shuyan nampak lucu dengan penampilan barunya itu.


Shuyan yang sudah tak tahan lagi di ejek lansung menyerang Liu Ya yang juga menertawainya. "Tebasan Api Salamander!" teriak Shuyan.


"Tebasan Badai Angin!" Liu Ya membalas serangan Shuyan dengan badai angin yang membuat api besar dari serangan Shuyan padam, mengingat Shuyan baru di Pendekar Pedang tahap 8 saja, yang cukup jauh perbedaannya dengan Liu Ya yang berada di Pendekar Pedang tahap 15.


"Cukup! Kalian mantap sekali!" seru Xiuhuan melihat performa yang ditunjukkan oleh keduanya. "Sekarang kalian latihan sendiri-sendiri saja dalam menggunakan jurus masing-masing."


Xiuhuan menyudahi latih tanding keduanya, mengingat Shuyan baru pertama kali menggunakan jurusnya, bahkan ia lansung bisa melakukan penggabungan. Memang murid berbakat yang membuat Xiuhuan tersenyum bangga.


"Kau sudah paham Yi'er!" Xiuhuan bertanya pada Dou Yi yang sibuk memahami kitab jurus pemberian Xiuhuan.


"Sedikit tetua," jawabnya.


"Sedikit, ya ... coba kau praktekkan!" seru Xiuhuan.


Dou Yi memanggil Roh Pedangnya, "Pembelah Dimensi!" seru Dou Yi. Kemudian sebuah lubang hitam muncul setinggi orang dewasa dengan lebar satu langkah saja.


Xiuhuan penasaran kemana perginya jika memasuki tempat itu yang kelihatan gelap saja.


"Aku akan coba masuk kedalam, kau coba tahan terus jurusnya, ya!" seru Xiuhuan, dibalas anggukan Dou Yi yang nampak pucat, karena ternyata jurus tersebut membutuhkan qi yang besar.


Xiuhuan melompat ke dalam dan lubang hitam itu menghilang, karena Dou Yi tak sanggup lagi melakukannya.


"Eh, tetua!" seru mereka memanggil Xiuhuan yang menghilang bak ditelan bumi.

__ADS_1


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


__ADS_2