Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Apa Ini?


__ADS_3

“Kalian pergi saja lebih dulu. Aku ingin peregangan sebentar dengannya,” kata Fang Yang melompat dari lantai lima.


Fang Yang mendarat dengan sempurna di hadapan Xiuhuan, Tombak Long Kiang—yang merupakan senjata pusaka tingkat rendah di genggaman tangannya juga mengeluarkan kilatan-kilatan Petir, karena Fang Yang adalah Kultivator elemen Petir.


Xiuhuan tersenyum, ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan Kultivator elemen Petir. Dia merasa tertantang jadinya dan mengeluarkan Tombak yang merupakan senjata biasa, bukan senjata pusaka.


“Awalnya Aku mengira berjumpa denganmu adalah sebuah kesialan. Namun, setelah melihat Tombakmu itu, aku menjadi tertarik ingin memilikinya.” Sudut bibir Xiuhuan membentuk seringai yang menjengkelkan.


Fang Yang tak menggubris bualan Xiuhuan, ia tak tertarik dengan silat lidah dan langsung mengayunkan Tombak Long Kiang ke wajah Xiuhuan.


“Ini?” Xiuhuan tersentak—untung saja ia melangkah mundur tepat waktu, kalau tidak ia sudah jadi sate Paman Dong.


“Aliran qi Petir miliknya sepertinya berbeda denganku. Kekuatannya tampak lebih lemah,” gumam Fang Yang memperhatikan sengatan listrik ditubuh dan tombak Xiuhuan, yang sebenarnya bukan elemen petir; melainkan hanya keistimewaan Roh Pedang Sidat Listrik yang berunsur air.


“Kenapa kau melamun, bro? Apa kau mau kabur? Ah, Cemen lu!” ejek Xiuhuan memprovokasi Fang Yang. Namun, ia tetap tetap tenang, karena ia sudah sering menjumpai Kultivator seperti Xiuhuan ini.


“Tusukan Petir Membelah Langit!”


Hantaman sambaran Petir mengiringi tusukan Tombak Long Kiang, di mana sambaran Petir beruntun mengenai Xiuhuan.


Sambaran itu sangat kuat, belum lagi Fang Yang merasa Tombak Long Kiang sudah bersarang di tubuh Xiuhuan.


“Itulah kalau macam-macam dengan tuan Yang, akan berakhir hangus disambar Petir yang sangat mengerikan itu.”

__ADS_1


“Desas desusnya, ia pernah melawan Kultivator Ranah Chaos Ancient God dan memenangkan pertarungan itu, karena Kultivator itu harus menghindari sambaran-sambaran Petir yang tanpa henti mengikuti tuan Yang.”


“Beruntung sekali kita masih setia pada Clan Fang, yang sebentar lagi akan mengguncang Benua Resifel lagi.”


Anggota Fang Yang belum meninggalkan tempat itu, padahal ia telah menyuruh mereka pergi. Belum lagi, wajah Fang Yang tampak pucat.


“Aku merasa firasat buruk, kenapa tombakku tak bisa ditarik?” keluh Fang Yang—sudah menarik Tombak Long Kiang sekuat tenaga, tetapi tetap juga menempel pada Xiuhuan yang tidak terlihat dengan jelas, karena sambaran Petir tak henti-hentinya menyambarnya.


Merasa firasat buruk itu, Fang Yuan menghentikan jurusnya dan terkejut; ternyata Xiuhuan menggenggam tombak itu. Wajahnya tampak menjengkelkan dengan senyum menyebalkan.


“K-kau kenapa bisa?” Fang Yuan berusaha menarik Tombak Long Kiang dan akhirnya dilepas oleh Xiuhuan.


Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.


Padahal ia sebenarnya sudah terbiasa disambar Petir saat menjalani Petir Malapetaka saat akan mencoba peruntungan naik ke alam Dewa, tetapi selalu gagal. Makanya ia hidup sepuluh ribu tahun, karena gagal terus dalam ujian itu.


Fang Yang mundur beberapa langkah, ia menatap anggotanya yang hanya Kultivator tingkat Penempaan tubuh tahap Tian itu, berharap mereka datang membantu. Namun, mereka tampak ketakutan lebih dulu dan kabur meninggalkan Fang Yang, bahkan wanita-wanita dari Clan Du yang mereka sekap; ditinggalkan begitu saja, daripada melawan Xiuhuan, yang jelas-jelas Immortal Awal puncak, tentu mereka hanyalah semut ditangannya.


Fang Yang mendengus kesal, ia yang dulunya disanjung-sanjung itu. Baru sekarang merasakan betapa lemahnya dirinya, dan juga untuk pertama kalinya berharap ada yang datang menolongnya.


Xiuhuan tahu apa yang dirasakan oleh Fang Yang, karena dimasa lalu—ia juga merasakan hal serupa.


“Aku merasa pertarungan antara Dewa dan manusia lemah itu tak adil. Bagaimana kalau aku juga tak akan menggunakan tenaga dalam dan kau juga begitu.” Xiuhuan memberikan sebuah pertarungan yang adil.

__ADS_1


“Kenapa?” Fang Yang merasa ada motif tersembunyi dibalik itu.


“Persiapan melawan Naga Lou Feng!” sahut Xiuhuan dengan santai.


“Apa dia gila? Kultivator terkuat diseluruh Benua Resifel dan Kun Lun saja disapu dengan sekali serang olehnya. Dan orang gila ini ingin bertarung tanpa menggunakan tenaga dalam?” gumam Fang Yang gelisah menatap Xiuhuan.


Apa yang dikatakan oleh Xiuhuan ternyata benar, ia langsung mengayunkan tombaknya tanpa ada elemen apapun yang langsung ditangkis oleh Fang Yang.


Kini rasa percaya diri Fang Yang kembali muncul, ia menyerang Xiuhuan dengan serampangan. Karena ia juga tak pernah belajar bela diri tanpa menggunakan tenaga dalam. Sedangkan Xiuhuan dengan mudah menangkisnya, karena ia telah belajar Kungfu, sehingga hanya butuh beberapa gerakan saja—tombak Xiuhuan telah menusuk jantung Fang Yang. Matanya terbelalak, ia seakan tak percaya; kenapa kematiannya sehina ini? Kalau mati ditangan Kultivator hebat, rasa penyesalan tak akan muncul dibenaknya. Namun, “Kenapa harus begini? Ah, sial!” teriak Fang Yang dipenghujung nafasnya.


Xiuhuan mengambil tombak milik Fang Yang, ini merupakan koleksi senjata yang bagus. Apalagi Tombak Long Kiang cocok dengan unsur dari Roh Pedang Sidat Listrik.


“Banyak hal yang tak sejalan dengan yang kita impikan—itulah takdir. Dikehidupan selanjutnya, jadilah manusia baik dan jangan menyusahkan makhluk hidup lagi,” ucap Xiuhuan—Dia kini tampak seperti Pertapa agung dimata Du Louxia, cucu Kultivator sepuh yang dibunuh oleh Fang Yang tadi.


Du Louxia melompat dari lantai lima kediaman kakeknya itu. Dia menghampiri Xiuhuan.


“Pertapa agung ... terimakasih telah menyelamatkan diriku yang lemah ini,” kata Du Louxia dengan berlinang air mata, ia menyalahkan dirinya sendiri—kenapa begitu lemah, sehingga tak mampu menyelamatkan Kakek yang satu-satunya menjaga dirinya selama ini. Du Louxia bertekuk lutut dihadapan Xiuhuan, sehingga membuatnya kebingungan. “Guru! angkat aku jadi muridmu, aku ingin membalas dendam pada Clan Fang yang telah menghancurkan Clan Du, dendam ini akan kusimpan hingga aku kuat untuk melenyapkan mereka.” Du Louxia mengepal tangannya dan meninju tubuh Fang Yang hingga hancur berkeping-keping.


Xiuhuan terkejut mendengar permintaannya, tiba-tiba gadis cantik ini menyangka telah ia selamatkan. Padahal tadi ia marah, gara-gara dihina saja oleh Fang Yang dan anggotanya.


“Hmm, wajahmu lumayan, lain-lain juga oke. Namun, sebagai Pertapa agung, aku memiliki kesibukan yang luar biasa padat. Tugas suci telah menantiku, kau cari yang lain saja. Atau pergi ke Clan utamamu, minta mereka membalaskan dendammu. Kalau kau ingin balas dendam dengan tanganmu sendiri, kau bisa juga belajar di sana. Kan, setiap Clan pasti menyediakan pusat pelatihan masing-masing,” sahut Xiuhuan tak bisa menerima permitaanya. Karena ia juga masih murid Clan Lou, kecuali gadis ini meminta menjadi istrinya. Mungkin dengan kecepatan cahaya, ia sudah menjawab, “Ya” dengan seketika.


Du Louxia menggigit bibirnya, ia tak menyangka langsung ditolak mentah-mentah. Air matanya berjatuhan, “Kenapa tak ada yang mau mengakuiku? Semua menganggapku sebagai sampah Clan Du, hanya karena laju Kultivasiku lambat,” keluh Du Louxia menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2