Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Paviliun Weifeng


__ADS_3

Xiuhuan berjalan keluar gerbang utara kota Tianwu setelah meninggalkan taman. Xiuhuan mau menuju Paviliun Weifeng, sebuah tempat judi, pelacuran dan yang lebih terkenal dari Paviliun Weifeng ini adalah arena tarung bebas yang terletak di kedalaman 500 meter di bawah tanah.


Keunikan arena tersebut adalah kerusakan yang dibuat oleh Pendekar Pedang akan diserap oleh sebuah Pedang kuno yang tak bisa dicabut. Sehingga tak akan membahayakan penonton yang terletak tak terlalu jauh dari arena tarung bebas.


Tiap hari selalu ada yang bertarung di sana, selain untuk mendapat uang juga untuk melatih kemampuan bertarung. Karena Pendekar Pedang yang menyerah tidak boleh dibunuh, sehingga banyak Pendekar Pedang yang mencari peruntungan di sana. Apalagi untuk menaikkan level Pendekar Pedang butuh sumberdaya yang harganya lumayan mahal.


Antrian keluar dari gerbang Utara cukup ramai, sehingga butuh lama bagi Xiuhuan untuk keluar dari sana. Hingga menjelang sore, Xiuhuan telah memasuki Paviliun Weifeng.


Xiuhuan melihat daftar-daftar petarung yang akan berlaga hari ini. Biasanya Pendekar Pedang level tinggi yang di prioritaskan lebih dulu, karena mereka lebih banyak menyedot pengunjung, yang harga tiketnya lumayan mahal.


Untuk Pendekar tahap 50 saja bisa 10 keping emas untuk menonton pertandingan itu, makin tinggi level Pendekar Pedang yang bertanding, makin naik pula harga tiket dan hadiah pertandingannya.


Xiuhuan kemudian ikut antrian untuk menantang juara bertahan, karena ada dua pilihan. Yaitu, pertandingan acak dengan level yang sama atau menantang juara bertahan yang tentunya akan mendapatkan hadiah lebih besar.


"Tentukan pilihanmu?" tanya petugas Paviliun Weifeng saat giliran Xiuhuan yang memilih.


"Aku mau lawan juara bertahan Pendekar Pedang tahap 90!" jawab Xiuhuan dengan senyum lebar.


Sontak para Pendekar Pedang yang ikut antrian kaget. Mereka tak menyangka Xiuhuan akan menantang Duan Mu, Pendekar Pedang tahap 90 yang sudah 50 kali menang beruntun dan juga sudah hampir setengah tahun ini tak ada yang menantangnya.


"Betulkah?" Petugas itu dengan semangat bertanya kembali, karena ini akan menjadi pertandingan paling dinanti-nanti oleh semua orang, termasuk para bandar judi juga.

__ADS_1


"Betul ... kapan bisa dimulai!" seru Xiuhuan lagi, ia sudah tak sabar ingin melawan Duan Mu. Karena dulu Xiuhuan pernah kalah darinya dengan level yang sama.


"Baiklah ... kau akan bertanding nanti malam ... bersiap-siaplah!" sahut Petugas itu sambil memberinya token peserta tarung bebas.


Lansung saat itu juga bandar judi di Paviliun Weifeng memasang taruhan. Xiuhuan kemudian melihat-lihat bandar dengan taruhan yang lumayan.


Ada sepuluh bandar judi di sana, namun rata-rata mereka memasang taruhan 3:1, hingga mata Xiuhuan tertuju pada bandar terakhir yang menyepelekan kekuatan Xiuhuan. Mereka memasang taruhan 5:1.


Xiuhuan tersenyum tipis, ia tak menyangka Duan Mu telah menjadi legenda di Arena tarung bebas ini. Xiuhuan kemudian memasang taruhan 800 keping emas, uang sogokan untuk menyogok hakim Jia Li dulu yang diberikan oleh kepala sekte digunakannya buat taruhan. Xiuhuan menyisakan 100 keping emas buat jaga-jaga, mana tahu ia kalah. Sedangkan 100 keping lainnya telah digunakannya tadi buat beli sumberdaya. Karena ada 1000 keping emas yang dikirim oleh kepala sekte buat menyogok hakim Jia Li.


Xiuhuan memperhatikan orang-orang yang memasang taruhan, sebagian besar mereka mendukung Duan Mu.


"Hei anak muda ...." Pendekar Pedang sepuh menghampiri Xiuhuan, ia berada pada Pendekar Pedang tahap 40 saja, padahal usianya telah kelihatan tua. Mungkin ia kekurangan sumberdaya waktu mudanya atau tak ada sekte yang mau menerimanya dan melakukan kultivasi mandiri.


"Apa kau yakin akan menang?" tanya kakek itu lagi.


"Hah ...." Xiuhuan merasa aneh dengan pertanyaan itu. "Mana mungkin aku bertarung jika hanya untuk kalah ... sudah kau pasang taruhan dengan semua uangmu, kujamin kau akan menang," sahut Xiuhuan dengan sombong sambil meninggalkan Kakek itu yang kebingungan mendengar jawaban dari Xiuhuan.


Xiuhuan langsung menuju arena tarung bebas yang berada di 500 meter di bangunan Paviliun angin malam, sedangkan kakek itu kemudian memasang 100.000 keping emas. Ia memilih mendukung Xiuhuan, sehingga seluruh orang disekitarnya kaget. Mereka tak menyangka ada orang kaya bodoh yang akan mendukung Xiuhuan.


Dengan ini, pertandingan antara Duan Mu melawan penantang yang datang dari antah berantah akan menjadi rekor taruhan terbanyak sepanjang sejarah Paviliun Weifeng. Karena sebelumnya belum ada yang bertaruh sebesar itu.

__ADS_1


Duan Mu didatangi oleh petugas Paviliun Weifeng saat ia sedang asyik bermain judi Remi di sebuah ruangan VVIP. Petugas itu berbisik padanya bahwa malam ini ada pendatang baru yang ingin menantangnya.


"Hahaha ... akhirnya aku mengeluarkan keringat juga." Duan Mu sudah tak sabar ingin menghadapi Pendekar Pedang yang berani menantangnya itu. "Siapa nama kecoak itu?" Duan Mu penasaran dengan Pendekar Pedang itu.


"Xiuhuan tuan Duan Mu," jawab petugas Paviliun Weifeng itu.


"Hmm, bukannya dia si Belut yang minta ampun saat kuhajar dua puluhan tahun yang lalu ya," guman Duan Mu, ia kemudian mengingat sosok Xiuhuan yang babak belur di tangannya.


"Hacciimmmmm!" Xiuhuan bersin, "siapalah yang sedang menggosipiku ini," guman Xiuhuan sambil mengosok-gosok hidungnya dengan jari tangannya.


Kabar tentang pertarungan Pendekar Pedang tahap 90 kemudian menyebar ke seantero kota Tianwu. Para orang kaya, bangsawan, jendral dan beberapa tetua Sekte Pedang Surgawi ikut datang menghadiri pertandingan itu.


Xiuhuan membeli topeng kepala belut untuk menutupi mukanya dan meminta petugas Paviliun Weifeng untuk memberinya nama panggung, "Belut Tampan" untuknya.


"Yo ... semuanya ... pie kabare ... horasssss!" Dengan sombong Xiuhuan memasuki kursi penonton arena tarung bebas.


Semua mata tertuju pada Xiuhuan dan mereka melihat ada orang aneh bertopeng belut yang datang dengan sombong, namun ia menunjukkan level Pendekar Pedang tahap 90. Jadi, mereka yakin Xiuhuan adalah si Belut Tampan yang akan menjadi lawan Duan Mu nanti, dalam duel di arena tarung bebas.


"Aduh ... kenapa semua terpana padaku ya," ucap Xiuhuan melihat semuanya diam melihatnya. Sebenarnya mereka mau mengumpatinya, namun tak ada yang berani karena level mereka cukup berbeda jauh. "Inilah kutukan menjadi Tampan, padahal aku sudah pakai topeng tapi tetap saja aura ketampanannya tetap terpancar."


Xiuhuan dengan pedenya, memuji dirinya sendiri membuat para penonton di sana makin muak melihatnya. Ia kemudian duduk di kursi paling belakang ikut menonton pertandingan antara Pendekar Pedang tahap 50.

__ADS_1


⚔️ Bagaimana selanjutnya? Bersambung ...


__ADS_2