
Duan Mu akhirnya menerima pesan dari Xiuhuan, ia senang sekali mendapatkan pesan itu. Karena Duan Mu sudah bosan main judi terus di penginapan Hong Meigui milik Zhang Yan yang kini menjelma menjadi penginapan mewah.
Duan Mu kemudian mengumpulkan anggota Judgment untuk bersiap melakukan perjalanan ke kota Yangtze.
"Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga." Si Tameng Babi atau Zongxian sangat antusias untuk berangkat melakukan misi pertama mereka sebagai kelompok Judgment.
"Aku juga tak sabar berjumpa dengan ketua Xiuhuan ... Aku penasaran setampan apakah dia?" Mei Yin juga tak kalah antusias, ia tak sabar menggunakan jurus pesona pada Xiuhuan dan ingin melihat tongkat Sakti miliknya. Karena menurut Zhang Yan, itu sangat kuat dan gagah.
"Apakah ketua akan terpesona nanti saat melihatku!" Jiu Yuan si Muka pucat ikutan antusias, walaupun ucapannya malah ambigu.
"Hei, kenapa kau ikut-ikutan! Kau itu laki tahu, jangan letoy begitu!" Mei Yin memarahi Jiu Yuan.
"Kau tidak mengerti apa yang dinamakan cinta. Cinta itu tak melulu urusan ranjang. Namun juga hati ...." Jiu Yuan kembali ngelantur, membuat mood Mei Yin hilang.
Padahal tadi ia telah membayangkan reaksi Xiuhuan saat melihat kecantikannya. Namun, semua buyar oleh ucapan tak jelas Jiu Yuan.
"Sudah-sudah ayo pergi! Kalau kita melakukan jurus Penggabungan dengan roh Pedang, mungkin besok pagi kita akan sampai di kota Yangtze."
Duan Mu memotong pembicaraan yang tak berfaedah dari anggotanya itu. Ketujuh-nya berangkat meninggalkan penginapan milik Zhang Yan.
Zhang Yan sendiri tak ikut, walaupun ia termasuk anggota kelompok Judgment. Namun hanya sebatas bagian keuangan dan akomodasi saja.
"Kirim salam pada ketua Xiuhuan dan bilang padanya Aku sudah sangat rindu!" seru Zhang Yan.
"Iya-iya ... astaga setampan apakah ketua kita ini, hingga gadis-gadis cantik merapat padanya." Qin Sin ikut penasaran, "Nanti kau jangan ikut-ikutan mereka, ya!"
__ADS_1
Qin Sin menasehati saudari kembarnya Qin Tan yang diam saja sejak tadi. Tak ada reaksi sama sekali.
"Kalau dia bisa menggetarkan hatiku ... kenapa tidak!" sahut Qin Tan.
"Eeeeeeee!" Qin Sin kaget, "Tak boleh, Aku saja masih perjaka. Kau tak boleh mendahuluiku!" Ia tak terima adiknya nanti jatuh cinta pada Ketua mereka yang katanya suka gonta-ganti pasangan.
"Ketua kita itu sebenarnya baik, namun dulu ia pernah menikah ...." Duan Mu menceritakan kisah perselingkuhan istri terakhir Duan Mu. Hingga kebiasaannya bermain ke pelacuran setelahnya. "Namun, akhir-akhir ini kebiasaan buruk itu telah hilang dan ia melakukan olahraga malam jika terdesak saja. Seperti, tak punya uang contohnya!"
"Wkwkwk ... Ketua kita sudah kayak pelacur saja dong hahaha ...." Zongxian tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya. "Padahal Ketua Xiuhuan Pendekar Pedang kuat, kenapa tak merampas saja, kan beres!" tandasnya lagi.
"Aku juga tak bisa menebak jalan pikirannya! kadang-kadang Aku berpikir ia mungkin menikmatinya. Namun, ia berpura-pura tak mau, supaya wanita yang ditidurinya tak meminta lagi." Duan Mu menjelaskan kembali.
***
Sontak saja ketua Sekte Gunung Pedang yang bernama Long Fei itu sangat geram mendengarnya.
"Kumpulkan semua tetua dan murid-murid utama! Kita akan membuat perhitungan pada mereka!"
Long Fei tersulut emosi dan bersiap melakukan penyerangan ke Clan Lin. Tak lama berselang, semua murid utama dan para tetua sudah berkumpul mereka bersiap menghancurkan Clan yang telah berkhianat itu.
Hingga Xiuhuan menerima pesan balasan dari hakim Jia Li. Dalam pesan itu, ia menyatakan bahwa, telah di kirim Hakim Pendekar Pedang tahap 90 yang akan membantu Clan Yin.
Hakim yang dikirim itu adalah Hakim yang dekat dengan jendral Qian Shing, yang berarti tak menutup kemungkinan Paviliun Shadow telah mengirim anggotanya untuk membantu Clan Yin dalam perebutan penguasa utama di kota Yangtze itu.
Kota Yangtze sendiri terdiri dari tiga Clan, yaitu Clan Lin yang terkuat selanjutnya Clan Sin dan Clan Ma yang memiliki kekuatan kecil, karena Pendekar Pedang kuat mereka terbunuh secara misterius, membuat kekuatan kedua Clan itu melemah drastis.
__ADS_1
"Buset dah, ini akan menjadi pertarungan berdarah-darah!" guman Xiuhuan. "Ketua Long Fei berhenti!" Xiuhuan tiba-tiba sudah berada di hadapannya. Ia menghadang mereka yang akan menuju kediaman Clan Lin.
"A-a-da apa se-se-nior Xiuhuan!"
Long Fei terkejut, ternyata Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap 100. Padahal tadi ia masih di Pendekar Pedang tahap 65.
Xiuhuan sengaja melakukan itu, karena mereka akan patuh pada perintahnya jika ia menunjukkan kekuatannya.
"Kalian harus menunda serangan ini! Menurut informasi dari kelompok kami, dalang dibalik semua ini adalah Paviliun Shadow!" seru Xiuhuan.
"Apaaaaaaaa!" Long Fei sangat terkejut mendengarnya, tak terkecuali tetua lainnya. Mereka berpikir nasib Sekte Gunung Pedang telah berakhir.
"Kalian tak usah khawatir! Jika kalian mau bekerja sama dengan kami, nanti kami akan membantu kalian. Karena tujuan kami adalah melawan Paviliun Shadow!" seru Xiuhuan kembali.
"Tapi apakah senior sanggup melawan mereka?" tanya Long Fei dengan nada rendah, karena ia tak ingin Xiuhuan tersinggung dan meratakan Sekte kecil mereka.
"Sendiri? Bukannya aku bilang kami tadi!" sahut Xiuhuan, "Kami adalah Kelompok Judgment, sebuah organisasi tandingan terdiri dari Assasin hebat, besok pagi anggotaku akan sampai ke kota ini."
"Wah ... Kita masih ada harapan!" seru mereka berbisik-bisik. Long Fei juga merasa lega, "Sekarang apa yang harus kami lakukan senior?" tanya Long Fei kembali.
"Pertama, tak ada yang boleh meninggalkan Sekte. Kedua perketat penjagaan. Ketiga ... diam saja dulu!" seru Xiuhuan.
"Yah ...." sahut murid-murid Sekte Gunung Pedang, mereka mengira akan mendengar strategi brilian dari Pendekar Pedang tahap 100. Begitu juga dengan para tetua, namun di dalam hati mereka saja. Supaya Xiuhuan tak tersinggung, karena ia memaparkan strateginya dengan bangga sekali.
Bersambung 🗡️🗡️🗡️
__ADS_1