Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Hakim Zhu Chen


__ADS_3

Duan Jiang teringat dengan janjinya membawa Xiuhuan ke istana Kerajaan Zhu dan ia segera melepas pelukannya pada ibunya.


“Tuan Xiuhuan, aku akan membawamu ke istana sekarang juga, karena Gangster He telah hancur, maka tuan Xiuhuan tidak perlu membayar upahku lagi. Kami bisa mengumpulkan harta sisa-sisa milik mereka saja.” Duan Jiang tersenyum bahagia dan menatap ibunya. “Tak apakan, bu. Aku tinggal sebentar?” tanya Duan Jiang.


Xiuhuan terkejut melihat sikapnya yang sangat dewasa sekali, sangat kontras dengan umurnya yang masih beliau. Namun, itu adalah hal wajar, karena keadaan yang membuatnya begitu.


“Hati-hatilah, Nak!” sahut ibunya sembari menatap Xiuhuan dan ia sebenarnya ingin memintanya untuk menyembuhkan penyakit Duan Yue, tetapi ia berpikir itu terlalu egois—karena Xiuhuan telah mengobatinya dan berpikir lebih baik mengumpulkan harta milik Gangster He untuk biaya berobat Duan Yue ke tabib.


Xiuhuan tiba-tiba menghilang, sehingga Duan Jiang dan ibunya tercengang. Kenapa tiba-tiba Xiuhuan malah pergi tanpa sepatah katapun, bukankah ia ingin menuju istana Kerajaan Zhu? Apakah sebenarnya ia adalah Pahlawan yang sengaja datang untuk mengakhiri penderitaan mereka.


Xiuhuan muncul di gubuk, tempat Duan Yue sedang berbaring dan melakukan hal sama padanya seperti yang terjadi pada ibunya.


Tak lama kemudian tubuhnya telah pulih dan menatap siapakah yang menolongnya tersebut.


“Apakah tuan adalah Dewa?” Dua Yue bertanya dengan senyum cerah. “Bisakah Dewa menyembuhkan penyakit ibuku juga?” Duan Yue merasa Dewa ini dapat menyembuhkan siapapun hanya dalam beberapa tarikan nafas saja.


Xiuhuan tersenyum hangat dan memegang tangannya, kemudian sebuah lubang hitam muncul dihadapan mereka dan keduanya muncul di hadapan Duan Jiang dan ibunya.


“Yue‘er!”


“Ibuuuuu!”


“Ah, momen ini lagi!” Xiuhuan menengadah menatap langit, karena lagi-lagi air matanya tak bisa dibendung. Kemudian ia menggangu momen mengharukan mereka dan berkata, “Apakah kalian mengetahui di mana tuan Duan ditahan?” Karena Xiuhuan telah mendengar sedikit pembicaraan Bos bandit tengkorak dengan Bos He—yang mengatakan dulunya Ayah Duan Jiang adalah seorang Hakim di ibukota Kerajaan Zhu ini dan dia difitnah oleh Jenderal Zhu Xuan.

__ADS_1


“Sepertinya suamiku di penjara di tempat rahasia yang biasanya dikhususkan untuk kriminal tingkat tinggi dan nasib mereka pun tidak diketahui setelah masuk ke sana,” sahut Ibu Duan Jiang dengan ekspresi wajah sedih.


“Hmm, kalau begitu—kita ke istana terlebih dahulu menyapa Raja Zhu Liang!” sahut Xiuhuan sembari menggunakan Hukum Ruang dan muncul lagi di alun-alun Kota, sehingga Ibu Duan Jiang terkejut melihat apa yang terjadi pada mereka. Ini terlalu tiba-tiba sekali, seperti Dewa menjawab doa-doa yang ia panjatkan selama ini.


“A-apa kita akan menyapa Raja Zhu Liang?” Ibu Duan Jiang masih trauma untuk bertemu penguasa dan jajarannya, karena ia takut apa yang terjadi pada suaminya akan menimpa mereka juga.


“Ibu tak perlu takut. Dewa tampan sangat kuat, kok!” Duan Yue yang hanya anak-anak itu masih menyangka Xiuhuan adalah Dewa yang diutus Surga untuk menyelamatkan keluarganya, sedangkan Duan Jiang juga ragu-ragu, walaupun mengetahui Xiuhuan bisa membunuh Immortal dengan mudah.


Melihat rasa percaya diri Xiuhuan yang sangat tinggi, Ibu Duan Jiang akhirnya luluh juga. Dia tak mungkin menolak permintaan penolongnya, walaupun ia dan anak-anaknya akan mati nantinya. Toh, kalau Xiuhuan tidak menyelamatkan mereka, keluarga kecilnya ini akan mati secara perlahan juga.


Sepanjang perjalanan, banyak penduduk yang terkejut melihat Ibu Duan Jiang—karena mereka dulu mengenalinya sebagai istri Hakim yang di cap melakukan penindakan hukum secara sewenang-wenang, sehingga banyak yang mencibirnya dan beberapa bahkan ingin merobek-robek wajahnya—karena setelah suaminya ditangkap, ia justru bertambah cantik dan berjalan dengan pria tampan yang mereka duga sebagai suami barunya.


“Setelah belok ke kiri, kita akan sampai ke gerbang masuk Istana!” seru Ibu Duan Jiang dengan senyum cerah menatap Xiuhuan.


“Kau!” Ibu Duan Jiang menatapnya dengan ekspresi wajah ketakutan, karena pria dihadapannya itu Hakim yang membalikkan fakta—yang mengatakan suaminya telah berlaku tidak adil, sehingga suaminya di penjara tanpa bisa melakukan pembelaan diri.


“Nona Xia!” Hakim tersebut menyeringai menatapnya. “Aku telah mencari-carimu selama ini dan tak menyangka akan bertemu di sini hehehe ....” Dia sebenarnya ingin menjadikan Duan Xia sebagai selirnya setelah memenjarakan Duan Fang, tetapi Jenderal Zhu Xuan malah menyerahkan Duan Xia pada Gangster sebagai balas dendam pada Duan Fang yang telah mencoba menyelidikinya, sehingga ia hanya bisa menikmati tubuh Duan Xia setelah membayar beberapa keping emas pada Gangster tersebut, tetapi tiba-tiba mereka menghilang setelah Jenderal Zhu Han memasuki ibukota dan melakukan pembersihan besar-besaran pada gangster dan sejenisnya.


“Siapa babi jelek ini?” Xiuhuan merasa pria yang dikawal oleh beberapa Prajurit Kerajaan ini bukanlah orang yang baik, karena tatapannya pada Duan Xia sangat menjijikkan sekali.


Hakim tersebut mengerutkan keningnya, karena ada menghinanya secara terang-terangan. Apakah ia tidak takut dipenjarakan?


“Hei, sialan! Kamu berani menghina Hakim Zhu Chen!” Salah satu Prajurit menghunus Pedang ke arah Xiuhuan, sehingga Duan Xia langsung panik dan memeluk kedua anaknya untuk melindungi mereka.

__ADS_1


Xiuhuan menyeringai dengan menangkap bilah Pedang milik Prajurit tersebut dengan kedua jari tangannya, kemudian ia mengalirkan qi pada Pedang tersebut—sehingga aliran listrik langsung mengalir ke tubuh Prajurit itu dan langsung tewas seketika.


Para penduduk yang menonton keributan tersebut langsung tercengang.


“Immortal yang sangat hebat!”


“Namun, sayang sekali. Dia terlalu arogan dan akan menjadi buronan Kerajaan Zhu!”


“Tapi, aku sangat senang kalau dia membunuh Hakim itu hehehe .....”


“Hei, tutup mulutmu bodoh! Apakah kamu ingin Sekte kita dihancurkan oleh Kerajaan!”


Xiuhuan tersenyum mendengar pembicaraan para penduduk, sedangkan Hakim Zhu Chen menatap tajam padanya, wajahnya memerah dan berkata, “Sialan! Kamu telah melawan Petugas Kerajaan dan akan dijatuhi Hukuman Mati!” Hakim Zhu Chen memvonis Xiuhuan tanpa persidangan.


Duan Xia merasa dunia seperti hancur saja, karena apa yang menimpa suaminya akan terjadi pada penolongnya juga. Namun, ia merasa aneh melihat Xiuhuan yang masih bersikap tenang dan tiba-tiba tubuhnya dipenuhi oleh sengatan-sengatan listrik, kemudian ia melepas Aura Pembunuh yang membuat semua orang harus terbaring di tanah, bahkan murid-murid Sekte besar yang sedang menonton kejadian ini, sangat terkejut melihatnya.


“Dia adalah Iblis yang telah membunuh ribuan nyawa!”


“Kita harus menghentikannya!”


Murid wanita yang memiliki basis Kultivasi Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian Tingkat Lima berusaha untuk berdiri, tetapi tak bisa. Padahal selama ini ia dikenal sebagai jenius nomor satu di Pelataran Dalam sektenya.


“Jangan melakukan hal bodoh Saudari Senior!” Rekannya berusaha menghentikan tindakannya, karena itu dapat membunuh mereka—apalagi Immortal tersebut telah mengangkat tubuh Hakim Zhu Chen dan tiba-tiba kepalanya hancur berkeping-keping membuat semua orang ketakutan, bahkan Duan Xia langsung menutup kedua mata anaknya, karena tak ingin mereka melihat adegan yang sangat kejam tersebut.

__ADS_1


Xiuhuan kemudian menghilangkan Aura Pembunuh itu, kemudian seluruh penduduk langsung berhamburan—menjauh dari sana, begitu juga dengan para Prajurit yang datang bersama Hakim Zhu Chen, kecuali Lima Murid Sekte Besar yang masih berdiri menatap Xiuhuan, tetapi ia mengabaikan mereka dan mengajak Duan Xia menuju Istana, Kerajaan Zhu.


__ADS_2