Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Lembah Kematian II


__ADS_3

“Yo, lama tidak berjumpa Naga Petir!” Xiuhuan melambaikan tangan pada Naga Lei Long yang melayang di udara, sementara Xiuhuan kembali ke wujud manusia.


“Apakah Anda bodoh? Sehingga tergesa-gesa datang untuk mencari kematian!” cibir Naga Lei Long, karena masih ada Enam tahun lagi—waktu yang ia berikan untuk membesarkan Reinkarnasi Phoenix Nirwana yang kini menjadi Putri Xiuhuan, Hou Er.


Xiuhuan mengerutkan keningnya, ia tak menyangka Naga Lei Long sangat sombong—bahkan ekspresi wajahnya terlihat datar dan menjengkelkan sekali.


“Aku datang dengan kekuatan cinta seorang Ayah yang bahkan berkelana ke berbagai tempat berbahaya hanya untuk mempersiapkan pertarungan hari ini!” sahut Xiuhuan sembari mengepal tangannya dan darahnya mendidih, ia sangat ingin merobek-robek wajah Naga Lei Long serta merebus dagingnya dan memakannya—agar dendam dalam dirinya menghilang.


Apa yang dikatakan Xiuhuan itu sangat benar sekali, karena ia telah memasuki Dunia Siluman dan Benua Dayan tempat Ras Iblis untuk meningkatkan kekuatannya. Itu semua untuk persiapan melawan Naga Lei Long yang akan merebut Hou Er saat berusia Enam Belas tahun nanti.


“Cih!” Naga Lei Long mengangkat sebelah tangannya dan bola raksasa yang mengandung energi spritual Petir pun muncul.


Xiuhuan merasa energi spritual petir itu sangat berbahaya bila mengenai tubuhnya, walaupun sebenarnya Roh Pedang Sidat Listrik bisa menyerap esensi petir, tetapi yang satu ini sangat berbahaya.


Naga Lei Long melempar bola besar energi spritual petir tersebut ke arah Xiuhuan yang langsung menggunakan Hukum Ruang dan tiba-tiba satu mill dibelakang mereka terjadi ledakan petir yang sangat besar—menghancurkan bukit-bukit kecil di sana.


Zi Shi membelalakkan mata. “Apakah ini pertarungan antar Dewa? Kenapa bisa aku terjebak di sini?” Dia menyesal tidak pergi setelah Xiuhuan menyuruhnya pergi saat mereka sampai ke sini tadi.


Zi Shi kini serba salah. Maju kena mundur kena, tetapi tiba-tiba ia muncul di sebuah tempat berbeda di mana ada Ras Iblis dan Manusia yang tersenyum menatapnya.


“Eh, di mana ini?” Zi Shi planga-plongo dan tiba-tiba suara telepati Xiuhuan mengatakan bahwa ia berada di dalam Dunia kecil miliknya yang dinamakan Pagoda Tujuh Musim, serta yang ia lihat di sana adalah sebagian dari istri-istrinya—sehingga Zi Shi terkejut, bagaimana bisa ia memiliki istri sebanyak ini. “Hmm, aku harus menunggu di sini saja. Toh, nanti aku akan dikeluarkan lagi bila ia memenangkan pertarungan itu!” gumam Zi Shi dan langsung menyapa istri-istri Xiuhuan.


Xiuhuan sengaja memasukkan Zi Shi ke dalam Pagoda Tujuh Musim, karena takut ia akan terkena dampak pertarungannya dengan Naga Lei Long.

__ADS_1


Naga Lei Long tetap memasang ekspresi wajah datar menatap Xiuhuan yang berhasil memindahkan serangannya.


Bukannya menyerang langsung, Naga Lei Long kembali membuat Bola-Bola Energi Spritual Petir. Namun, kali ini bukan satu, tetapi ada Tujuh Bola raksasa energi spritual petir yang melayang di sekitarnya.


“Cih, dia masih menganggap remeh diriku?” gumam Xiuhuan memasang kuda-kuda beladiri dan menggenggam erat Pedang Sidat Listrik yang mengeluarkan sengatan-sengatan listrik menjalar hingga ke tubuhnya, bahkan rambutnya kini melawan gravitasi—melayang ke atas.


Naga Lei Long melempar bola raksasa berisi esensi petir tersebut dan Xiuhuan memunculkan retakan dimensi memindahkan serangan bola petir tersebut, tetapi ia langsung terkejut ... bola-bola petir itu berbelok menghindari tarikan lubang hitam itu.


“Apakah ini serangan auto aim (mengunci musuh dalam permainan game), dasar curang bangsattttt!” Xiuhuan mengayunkan Pedang Roh Sidat Listrik yang langsung mengeluarkan Siluet Naga Air yang mengandung unsur Listrik.


Booommmm!


Ledakan energi spritual yang sangat besar menghancurkan tempat itu, tetapi enam bola Petir lainnya malah melesat satu Mil dari Lembah Kematian.


“Aku harus fokus melawannya dan tak boleh panik!” gumam Xiuhuan memunculkan Seribu Kloning Manusia Air untuk menghadang Bola-Bola Petir itu.


Namun, tiba-tiba ia tercengang melihat langit telah dipenuhi Bola-Bola Petir raksasa.


“Sial! Apakah dia sedang memasangkan ranjau Petir?” Xiuhuan mengutuk Naga Lei Long yang masih melayang di tempatnya tadi.


Bola-Bola Petir itu segera melesat ke arah Xiuhuan seperti kumpulan burung-burung yang berebutan padi di sawah milik petani.


Seribu Kloning Manusia Air juga langsung melesat ke udara menghadang Bola-Bola Petir tersebut, tak sampai di situ Xiuhuan juga mengalirkan qi seluas Samudera pada Pedang Roh Sidat Listrik.

__ADS_1


Xiuhuan mengayunkan Pedang Roh Sidat Listrik ke arah Langit dan Seribu Siluet Naga Air langsung muncul dan memakan bola-bola api yang memunculkan ledakan-ledakan besar di udara.


Merasa Naga Lei Long dengan mudah mengatasi unsur air dan listriknya, Xiuhuan memutuskan menggunakan elemen emas pemberian gurunya yang berasal dari Bumi Melayu.


Xiuhuan muncul di belakang Naga Lei Long yang langsung menyadari kemunculan dan ia menjentikkan jarinya—kemudian sambaran Petir langsung meluncur ke arah Xiuhuan yang segera membuat Lubang Hitam, sehingga sambaran Petir itu malah muncul di tempat lain.


“Hahaha ... Naga lemah sepertimu tak akan bisa menyentuh sehelai rambutku. Sudahi saja main bola-bola petir lemah itu!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh memprovokasi Naga Lei Long, karena lawan yang paling ia takuti adalah lawan yang selalu bersikap tenang, seolah-olah menguasai medan pertempuran sehingga membuatnya gugup.


Naga Lei Long tak menjawab ocehan Xiuhuan, ia malah mengerutkan keningnya dan menjentikkan jarinya. Namun, tak ada apa-apa yang muncul sehingga Xiuhuan kembali tertawa terkekeh-kekeh, tetapi tiba-tiba ia merasa energi spritual mendekat dengan kecepatan tinggi.


“Perisai Emas!”


Sebuah pola Hexagram atau bintang segi enam muncul di hadapan Xiuhuan. Ini adalah ilmu sihir yang ia dapatkan dari pengetahuan gurunya yang berasal dari bumi Melayu.


“Ternyata itu adalah Sabit Angin!” gumam Xiuhuan dengan ekspresi wajah masam, untung saja ia langsung cepat tanggap dengan membuat Perisai Emas. “Siluman sialan ini ternyata memiliki banyak elemen juga!” gerutu Xiuhuan yang awalnya mengira Naga Lei Long cuma memiliki Elemen Petir saja.


“Karena kamu telah memperlihatkan sedikit kekuatanmu, maka aku juga akan memperlihatkan satu persen kekuatanku!” seru Xiuhuan yang sebenarnya telah menunjukkan beberapa kekuatan terhebatnya, tetapi ia harus bersikap sombong untuk melemahkan mental lawan. “Lihatlah mahakarya ini!” seru Xiuhuan dengan senyum lebar.


Dia telah mewarisi tekad Iblis saat berkultivasi di Menara Iblis, Benua Dayan. Kini langit dipenuhi lubang-lubang hitam di mana-mana, bahkan di bawah kaki Naga Lei Long pun muncul lubang hitam, sehingga ia berpindah selangkah—membuat Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, dan ini pertama kalinya ia menunjukkan tekad Iblis yang ia dapatkan di Menara Iblis tersebut.


Dari Lubang-Lubang hitam tiba-tiba muncul jiwa-jiwa Monster, Kultivator dan Siluman yang tewas di Dimensi Heidong ini.


Naga Lei Long tak menyangka Xiuhuan bisa melakukan tehnik pemanggilan seperti ini yang biasanya akan mengkonsumsi qi yang sangat besar, karena para jiwa-jiwa yang terpanggil ini akan menggunakan kekuatan yang sama seperti saat masih hidup dulu.

__ADS_1


“Apakah dia benar-benar Manusia?” Naga Lei Long menatap tajam Xiuhuan, “Apakah dia berasal dari tempat itu? Bukankah tempat itu memiliki batasan oleh surga, sehingga mereka akan mati saat mencapai usia seratus tahun—agar tidak menentang Langit,” gumamnya menebak Xiuhuan berasal dari Benua bernama Daratan Utama yang sebenarnya tebakannya sangat benar.


__ADS_2